17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39808

Masyarakat Medan Keluhkan Kenaikan Harga Elpiji 12 Kilogram

Medan, Aktual.co — Masyarakat di Kota Medan, Sumatera Utara, mengeluhkan keputusan penaikan harga gas elpiji 12 Kilogram oleh pemerintah.

Butet, pemilik warung makan di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan mengaku, saat ini harga gas elpiji tabung 12 kilogram mencapai Rp145 ribu per tabungnya. Butet pun mengatakan, kenaikan harga tersebut sangat memberatkan.

“Rp145 ribu per tabung dari sebelumnya Rp125ribu. Ya pasti memberatkan bang,” ujar Butet kepada Aktual.co, Rabu (7/1).

Akibat kenaikan tersebut, Butet mengaku berencana akan lebih banyak menggunakan tabung gas 3 kilogram. Pasalnya, menggunakan tabung gas 12 kilo dirinya tentu akan merugi.

“Kalau tabung 12 kilo pakenya cuma tiga hari, tapi kalau yang 3 kilo satu hari satu, harganya ada Rp18 ribu, ada juga yang bilang Rp16 ribu, tapi gak tau di mana yang jual segitu (Rp16 ribu),” kata Butet.

Terpisah, Ketua Pengurus Besar Parsadaan Bagas Godang Siunggam Medan Sekitarnya M. Yamin Daulay menuturkan, dirinya mendengar banyak keluhan warga terkait kenaikan harga elpiji 12 kilogram tersebut.

“Anggota organisasi kita banyak yang punya usaha rumah makan dan jualan yang setiap hari mengkonsumsi gas elpiji 12 kilogram. Dan mereka mengaku, harga baru tabung gas itu sangat memberatkan,” ucap Yamin.

Menurutnya, harga tabung gas diluar dari kewajaran, yakni mencapai Rp157 ribu per tabung.

“Yang kita temukan itu di daerah Kampung Lalang dan Cinta Damai, harganya Rp157 ribu,” ungkapnya.

Dikatakannya, atas kenaikan itu, kekhawatiran yang muncul yakni beralihnya masyarakat ke tabung gas elpiji 3 kilogram. Dan, jika itu terjadi, lanjutnya, maka pemerintah diminta untuk meningkatkan pengawasan distribusi.

“Kekhawatiran masyarakat beralih ke 3 kg, pemerintah harus siap menertibkan agen-agen gas yang menjual diatas harga het,” tukasnya.

Sementara itu, Humas Pertamina Sumut, Brasto Galih Nugroho mengatakan ketersediaan gas LPG 12 kilogram di Sumatera Utara dalam kondisi cukup.

“12 kg kan, itukan non subsidi, itu memang tidak dibatasi. Dan tidak ada masalah. Karena nonsubsidi, dia confidential. Untuk non subsidi kita tidak bisa melihat jumlahnya. Dia kembali ke kompetisi pasar,” kata dia.

Menurutnya, pasca kenaikan harga, belum terjadi peralihan secara besar-besaran pengkonsumsi elpiji 12 kilogram ke elpiji 3 kilogram. Bahkan, dari data yang dimiliki permintaan pasar terhadap tabung gas 12 kilogram malah cenderung meningkat.

“Tetap tinggi, dalam Senin sama Selasa ini diatas normal hariannya. Permintaan tetap tinggi, dan bahkan diatas sebelumnya,” kata Brasto.

Disinggung terkait harga tabung gas elpiji 12 kilogram, Brasto mengatakan masih mengikuti harga rata-rata nasional, yakni Rp134 ribu. Ditingkat pangkalan harga terpantau dikisaran RP135 ribu sampai Rp140 ribu, tergantung margin.

Begitupun, Brasto menekankan, bahwa untuk penentuan harga, situasi pasarlah yang menentukan.

“Ini kan non subsidi, jadi persaingan usaha, kalau disini lebih murah, ngapain ditempat lain. Dan non subsidi kan banyak produksi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Perkemahan Penggalang Ma’arif NU Nasional Resmi Dibuka Rabu Ini

Jakarta, Aktual.co — Perkemahan Penggalang Ma’arif NU Nasional (Pergamanas 2015), akan dibuka secara resmi mulai, Kamis (8/1) hingga Senin (12/1), di Pondok Pesantren Khos Kempek Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan ini bertemakan “Sako Ma’arif Bersatu, Berkarya, Membangun Karakter”.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault, mengapresiasi peran dan nilai-nilai yang didakwahkan NU selama ini, dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“NU itu artinya Nusantara Utuh,” kata mantan Menpora dalam siaran pernya yang diterima Aktual.co di Jakarta, Rabu (7/1).

Menurutnya, tahun 2015 dan seterusnya adalah tahun-tahun dimana SDM antar negara akan bersaing ketat, dan NU telah memulai 2015 dengan semangat baru, semangat pramuka untuk perubahan. 
 
HZ Arifin Junaidi Ketua PP LP Ma’arif NU mengutarakan selama perkemahan peserta memperolah pendidikan keislaman yang membumi, yang ramah, santun, bernilai tinggi serta sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945.

“Pembangunan karakter seperti itu ada dalam setiap Gerakan Pramuka Ma’arif NU, dengan berbagai proses pendidikan yang menyenangkan,” ungkap Arifin.
 
Sementara itu Ketua Panitia kegiatan, Soleh Abwa menjelaskan, peserta Pergamanas adalah anggota pramuka tingkat penggalang di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, tingkat MTs dan SMP se-Indonesia yang berjumlah 3.500  peserta, dengan perincian dari Provinsi Jawa Barat 454 orang dan peserta dari Aceh hingga Papua 3.039 orang. Tari Topeng , Sintren dan beberapa kesenian Cirebon akan tampil dalam pembukaan acara tersebut.
 
Akan hadir memberikan materi selama perkemahan beberapa menteri Kabinet Kerja RI diantaranya: Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga, Puan Maharani, Khofifah Indar Parawansa, Hanif Dhakiri, Imam Nahrawi, Marwan Ja’far, Prof. Dr. M. Nasir, Yohanan Yambise, Nila F Moeloek, Siti Nurbaya Bakar, Anies Baswedan, Lukman Hakim Saefuddin, Amran Sulaiman, Rudiantara, Arief Yahya, dll.

Artikel ini ditulis oleh:

Bertandang Ke Kejagung, Ahok Minta Mantan Dirut JakPro Ditangkap

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meminta kepada Kejaksaan Agung untuk menangkap tersangka I Wayan  Suwena, terkait kasus dugaan penjualan lahan milik Pemda DKI di kawasan Pluit, Jakarta Utara tahun 2012.
“Yang kayak-kayak model gitu, tangkepin aja,” kata Basuki usai menemui Jaksa Agung HM Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (7/1) sore.
Menurut dia, perbuatan yang dilakukan oleh tersangka  sangat merugikan negara dan rakyat, pada umumnya. “Kita sangat dukung upaya penegakan hukum oleh Kejagung.” Ujarnya.
Diketahui, Kejagung telah menetapkan mantan Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) I Wayan Suwena, September 2014. Namun, sampai kini, tersangka baru dikenakan status pencegahan berpergian ke luar negeri (Cegah) dan belum dikenakan status penahanan sama sekali.
Perbuatan Suwena ini diduga merugikan negara sekitar Rp68 miliar, karena aset milik Pemda DKI seluas 5000 m2 di Pluit, dijual tanpa mengantongi izin dari Gubernur dan DPRD DKI.
Kasubdit Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Sarjono Turin menyatakan pihaknya tidak pernah memberi kemudahan kepada tersangka.
“Siapapun kita libas. Selama memang cukup alat bukti,” tegasnya, akhir pekan lalu.
Selain BUMD PT JakPro, kasus lain yang tengah disidik oleh Kejagung, yakni kasus proyek perbaikan dan pemeliharaan jaringan/saringan sampah di Dinas PU DKI, dengan tersangka Ery Basworo Dkk. Serta kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) Raden Suprapto (pegawai Pemkot Jakarta Selatan).
Dalam kesempatan ini, Ahok yang didampingi Jaksa Agung Muda (JAM) Intel Arminsyah dan JAM Datun Noor Rahmad mengungkapkan, bahwa kedatangannya ke korps Adhyaksa untuk menemui Jaksa Agung HM Prasetyo guna melaporkan dan meminta saran terkait banyaknya aset Pemprov DKi, yang dikuasai oleh pihak ketiga.
“Kita datang ke kejaksaan membicarakan banyak lahan DKI yang lemah dari sisi hukum, termasuk sampah di Bantar Gebang, Bekasi. Tanah kita termasuk lahan semua. Gimana kalau kita gugat. Gimana kalau kita minta advice sama pengacara negara. Kalau kita pake pengacara swasta itu ngeri loh. Bagaimana kalau dia main mata. Makanya kita pake pengacara negara. Kita mau samakan presepsi itu, supaya beliau bantu,” kata Ahok.
Dia melanjutkan para pihak tersebut telah wanprestasi, tapi sampai kini, tidak dibalikan ke Pemprov DKI aset-aset tersebut. Akibatnya, DKI tersandera. Sementara, DKI lagi membutuhan banyak lahan untuk dibangun rumah-rumah susun bagi masyarakat, yang belum memiliki rumah.
“Oleh karena itu, seperti tanah  di Marunda (terkait perkara ruitslag) yang dikuasai oleh Kejagung seluas 70 hektar. Apakah tidak lebih baik dijual ke Pemda DKI, sehingga bisa dibangun rumah susun. Munpung lahan itu masih kosong,” ujarnya mencontohkan.
Hal senada juga terkait dengan, lahan-lahan milik Pemda DKI di Jalan Tongkol, Gunung Sahari. Dimana sampai kini kerjasama antara Bank DKI dengan Lippo Group menggantung, tapi tidak bisa dimanfaatkan oleh Pemda DKI untuk kepentingan rakyat.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Presiden BWF: Masa Depan Bulutangkis Libatkan Penonton

Jakarta, Aktual.co — Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (Badminton World Federation/BWF) Poul-Erik Hoyer Larsen mengatakan, masa depan bulu tangkis dunia sebagai bagian dari industri hiburan, yaitu dengan melibatkan para penonton.

“Kita berada dalam industri hiburan. Kita perlu untuk menunjukkan hiburan dengan menarik para penonton untuk mengikuti apa yang sedang terjadi, sehingga ada keterkaitan kuat antara olahraga dengan perasaan penonton,” kata Erik kepada sejumlah media di Jakarta, Rabu (7/1).

Pernyataan Erik itu dilatarbelakangi eksistensi olahraga bulu tangkis yang hanya didominasi bangsa Asia dan kompetisi dengan cabang-cabang olahraga lain di Olimpiade.

Mantan atlet bulu tangkis asal Denmark itu mengatakan, bulu tangkis adalah olahraga yang bagus. Tapi, atmosfer pertandingan dan arena sangat penting.

“Apa yang saya rasakan di Indonesia, penonton di sini punya semangat dan perasaan yang bagus ketika di arena, sehingga mereka berteriak dan mendukung…melakukan apa pun untuk merasakan atmosfer,” kata peraih medali emas tunggal putra bulu tangkis Olimpiade 1996 itu.

Erik mengharapkan setiap pecinta bulu tangkis untuk datang dan mengunjungi Indonesia saat penyelenggaraan Indonesia Open atau turnamen bulu tangkis lain.

“Karena di sini kita dapat melihat apa yang dibutuhkan pada masa mendatang. Kami harus belajar dari Indonesia Open. Kami juga harus belajar dari diri sendiri untuk membuat bulu tangkis menjadi lebih baik,” katanya.

Mantan pebulu tangkis dengan tangan kiri itu mengatakan BWF membutuhkan beberapa tahun untuk mengubah struktur agar mampu beradaptasi dalam dunia yang lebih kompetitif, termasuk berkompetisi dengan olahraga lain.

Sebelumnya dalam jumpa pers dengan Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA) Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah, Erik mengatakan Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Indonesia merupakan sarana untuk menunjukkan kepada dunia bagaiman bulu tangkis diselenggarakan dengan baik.

“Pahlawan-pahlawan bulu tangkis Indonesia telah berjaya di olahraga ini. Saya yakin kita akan mengalami Asian Games yang fantastis,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Fariz RM Ditangkap, Produser: Tidak Pengaruh Peluncuran Album

Jakarta, Aktual.co — Penangkapan penyanyi kondang Fariz Rustam Munaf (Fariz RM) oleh polisi terkait narkoba dipastikan tidak mempengaruhi peluncuran album serta rangkaian konser bersamanya dengan musisi Dian Pramana Putra.

“Konser album ini akan tetap kita jalankan di Hard Rock Cafe pada akhir Januari nanti, termasuk albumnya tetap akan diluncurkan seperti rencana semula,” ujar Produser Eksekutif kegiatan tersebut, Seno M Hardjo, di Jakarta, Rabu (7/1).

Seno mengaku sangat bersimpati dengan adanya kabar penangkapan terhadap Fariz RM oleh polisi di kediamannya, Selasa (6/1).

Seno berharap penangkapan tersebut bisa memberikan hikmah terbaik kepada legenda musik yang terlibat dalam album “Fariz RM & Dian PP in Collaboration with…” itu.

“Tentunya kami sangat berharap semoga cobaan yang dialami Fariz RM ini bisa segera cepat menemukan solusi terbaiknya,” tambah dia.

Seno menjelaskan dalam album tersebut keterlibatan Fariz tidak terlalu signifikan.

Dari awal telah disepakati, kata dia, pihak Target Pop sebagai produser dari album ini telah meminimalisasi peran dari paman Sherina Munaf ini.

“Di Album ini, Fariz hanya menyumbangkan satu karya lagu ciptaannya. Fariz hanya menyanyi seperempat lagu di lagu Sakura dan Barcelona,” jelas dia.

Fariz juga tidak diprogramkan ikut dalam rangkaian promosi penting yang bersifat fisikal. Seperti melakukan kunjungan ke toko musik maupun acara “Meet and Great” hingga penampilan di televisi.

Lebih lanjut Seno menegaskan konsep awal dari album ini adalah lebih mengeksploitasi peran dari musisi-musisi muda yang tengah naik pamor.

Namun dia juga tak menampik, hadirnya album ini sesungguhnya lahir untuk mengapreasiasi karya dari dua legenda musik Indonesia itu.

Seperti diketahui dalam album ini terlibat para penyanyi muda seperti Angel Pieters, Sandhy Sondoro, Fatin, Glenn Fredly, Sammy Simorangkir, Citra Shcolastika, Indah Dewi Pertiwi, 3Composer, Maliq & d’Essentials, SORE, Tuffa, Ecoutez, hingga Isyana Sarasvati. ‘ “Jadi kesimpulannya album ini lebih mengedepankan peran musisi dan penyanyi muda dibanding Fariz RM sebagai sosok pencipta lagu yang sudah melegenda.” Untuk rangkaian konser dari album itu, Seno menjelaskan, akan diawali pada 28 Januari.

Setelah itu para musisi ini akan dipentaskan berkeliling ke lima kota besar di Indonesia, yakni Makassar, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Medan.

“Untuk konser besar akan tetap dijalankan pada 15 Mei 2015 di Kota Kasablanka. Sejauh ini “sponsorship” tetap bersedia mendukung karena “image” penyanyi belia dari album ini lebih kuat ketimbang Fariz RM,” tutur dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Gas 3 Kg Mulai Sulit Ditemukan di Yogyakarta

Yogyakarta, Aktual.co — Meski belum bisa dikatakan langka, sejumlah pangkalan dan pengecer gas elpiji 3 kilogram di Yogyakarta, mengaku sulit mendapatkan gas melon sejak beberapa waktu terakhir. Mereka menilai hal itu terjadi sebagai dampak kenaikan harga gas 12 kilogram belum lama ini.

Salah seorang pemilik pangkalan gas 3 kilogram, Sarwiji di Jalan Nyi Pembayun, Kotagede mengaku mulai sulitnya mendapatkan gas melon itu sudah terjadi sejak sebulan lalu. Ia menyebut jumlah konsumen gas melon semakin banyak, sementara pasokan dari agen terbatas.

“Mulai sulit dicari itu kira-kira sudah sebulan terakhir. Sejak gas 12 kilo mulai naik harga jadi Rp135. Sampai sekarang, saat gas 12 kilo sudah naik lagi jadi sekitar Rp150, gas 3 kilo semakin sulit,” katanya, Rabu (7/1).

Ia mengaku sejak kenaikan harga gas elpiji 12 kilo, pasokan gas 3 kilo dari agen langsung habis hanya dalam waktu satu sampai dua hari. Padahal biasanya jatah 70 tabung gas dari agen di pangkalannya baru habis dalam waktu lima hari.

“Sampai saat ini belum ada tambahan kuota dari agen, masih tetap dijatah 70 tabung per minggu,” katanya.

Ia sendiri berharap adanya tambahan jatah kuota dari agen kepada setiap pangkalan terhadap pasokan gas elpiji 3 kilogram. Menurutnya hal itu diperlukan agar tidak terjadi kelangkaan di pasaran.

“Otomatis harga jual gas elpiji 3 kilo naik. Kalau saya sendiri menjual Rp18ribu per tabung. Tapi di tingkat eceran rata rata Rp19 sampai Rp21 per tabung,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain