16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39807

Mantan Menteri Rokhmin: Gus Dur Ingin Kelautan Jadi Sumber Kemakmuran

Jakarta, Aktual.co — Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan era Presiden Abdurahman Wahid, Rokhmin Dahuri, mengatakan, Gus Dur pada masanya telah menginginkan kelautan menjadi sumber kemakmuran sehingga sektor itu dibuat kelembagaan.

“Dari bidang kelembagaan, Gus Dur melembagaan sektor kelautan dengan membuat kementerian khusus yaitu Departemen Eksplorasi Laut,” kata Rokhmin di Jakarta, Rabu (7/1).

Hal itu diungkapkan Rokhmin pada acara Sarasehan dalam rangka Haul ke-5 KH. Abdurrahman Wahid, dengan tema “Menggali Konsep dan Kebijakan Kemaritiman Presiden Abdurrahman Wahid” di kantor MMD Initiative, di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan di era pemerintahan Gus Dur memunculkan konsep bahwa sektor kelautan tidak hanya terkait nelayan dan perikanan tangkap saja. Namun menurut dia, perikanan budi daya juga dikembangkan karena potensinya yang besar.

“Perikanan tangkap potensinya 7,3 juta ton namun perikanan budi daya sebesar 55 juta ton. Memang saat itu perikanan tangkap harus dikendalikan, ada daerah dengan musim tertentu,” ujarnya.

Selain itu teknologi perikanan dikembangkan karena kemampuan nelayan Indonesia masih kurang karena tidak berdaya dan harus dilakukan modernisasi teknologi. Selain itu menurut dia, di era pemerintahan Gus Dur dari visi pertahanan, ekonomi negara harus diperkuat sehingga mampu membeli kapal untuk patroli laut.

“Dari visi ekonomi, beliau (Gus Dur) meningkatkan anggaran untuk sektor kelautan dari Rp600 miliar menjadi Rp17 triliun,” katanya.

Mantan Menteri Pertahanan di era pemerintahan Gus Dur, Mahfud MD menilai Gus Dur memanfaatkan sumber daya laut secara geologis sebagai sumber kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Dia mengatakan era pemerintahan Gus Dur sudah memproyeksikan kebijakannya menghadap laut namun hal itu belum terwujud karena kondisi pemerintahan tidak stabil saat itu.

“Dulu Gus Dur sudah meletakkan dasar-dasar kebijakan di sektor kelautan, saat ini di era Menteri Susi langkahnya tidak bertele-tele,” ujarnya.

Mahfud mengatakan Gus Dur membuat kelembagaan sektor kelautan sehingga sampai saat ini masih ada, dan langkah yang telah dilakukan Menteri Susi perlu dicontoh.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Tim Sembilan Akan Lakukan Audiensi dengan PSSI

Jakarta, Aktual.co — Tim Sembilan bentukan pemerintah, menunggu kehadiran PSSI setelah tim yang dikoordinatori oleh Oegroseno itu melakukan audiensi dengan pemangku kepentingan olahraga Indonesia lainnya, terkait dengan pengawasan terhadap induk organisasi sepak bola Indonesia itu.

Anggota Tim Sembilan, Gatot S Dewa Broto, mengatakan telah melakukan audiensi dengan empat pihak yaitu KONI, KOI, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Komite Informasi Publik (KIP).

“Rapat dilakukan secara maraton sejak pukul 13.30 WIB hingga malam ini (tadi). Audisensi dilakukan terpisah sehingga independen. Keempat pihak sangat kooperatif. Setelah ini kita menunggu kehadiran PSSI. Rencananya pekan depan,” katanya setelah selesai rapat kedua Tim Sembilan di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu malam (7/1).

Menurut dia, kehadiran PSSI sangat diperlukan, karena menjadi obyek dalam permasalahan persepakbolaan saat ini. Pihaknya berharap induk organisasi sepak bola Indonesia itu bisa hadir dalam audisensi dengan Tim Sembilan yang beranggotakan dari berbagai kalangan mulai ahli hukum, mantan pemain hingga akademisi.

“Kami berharap PSSI bisa menjelaskan posisinya. Jika ada masalah atau yang lain kita akan membantu menjelaskan kepada masyarakat. Jika mereka tidak hadir, kami juga akan menjelaskan kepada masyarakat,” katanya menambahkan.

Selain melakukan audiensi dengan “stakeholder” olahraga Indonesia, Tim Sembilan yang di dalamnya terdapat mantan Duta Besar Indonesia di Swiss yaitu Joko Susilo ini juga berencana melakukan komunikasi langsung dengan pihak FIFA di Swiss.

Pria yang juga Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora itu menjelaskan sesuai dengan jadwal yang ada selama Januari pihaknya akan melakukan audiensi dengan banyak pihaknya yang mempunyai kaitan dengan sepak bola Indonesia. Tahapan selanjutnya (Februari) akan melakukan analisa dan Maret akan melakukan finalisasi.

“Hasil kerja Tim Sembilan dalam waktu sekitar tiga bulan ini akan dijadikan dasar oleh Menpora Imam Nahrawi untuk memberikan keputusan terkait dengan persepakbolaan nasional,” katanya.

Rencana Tim Sembilan untuk mengundang PSSI ini kemungkinan besar akan mendapatkan halangan, karena hingga saat ini induk organisasi sepak bola Indonesia yang diketuai oleh Djohar Arifin Husin itu tidak mengakui keberadaan tim khusus yang salah satu tugasnya mengawasi kinerja PSSI itu.

PSSI bahkan hanya ingin menjalankan program kerja sesuai dengan hasil Kongres Tahunan PSSI di Hotel Borobudur Jakarta beberapa waktu lalu, yang salah satunya pembentukan tim sinergis yang salah satu tugasnya akan menampung masukan dari “stakeholder” di luar PSSI.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemuka Muslim Prancis Kutuk Penembakan Kantor Media

Jakarta, Aktual.co —  Para pemuka Muslim Prancis mengutuk keras penembakan terhadap koran mingguan satiris Paris, yang menewaskan setidaknya 12 orang, dengan menyebut aksi itu sebagai penyerbuan “barbar” dan serangan terhadap kebebasan pers serta demokrasi.

“Aksi yang sangat sangat barbar ini juga menyerang demokrasi dan kebebasan pers,” kata Dewan Muslim Prancis (CFCM) dalam sebuah pernyataan.

Dewan tersebut merupakan perwakilan masyarakat Muslim Prancis, terbesar di Eropa dan diperkirakan berjumlah antara 3,5 hingga lima juta orang.

Dua atau tiga pria dengan senjata berat yang menyerbu kantor koran minggu Charlie Hebdo, meneriakkan slogan-slogan Islamis ketika mereka menembaki kantor tersebut.

Charlie Hebdo sebelumnya telah menjadi target beberapa serangan sejak surat kabar itu memuat kartun-kartun Nabi Muhammad pada pertengahan 2000.

Presiden CFCM Dalil Boubakeur, yang memimpin Masjid Paris, berencana mengunjungi lokasi kejadian, kata rombongannya.

Dewan Muslim juga meminta para warga Muslim untuk tenang serta waspada terhadap manipulasi orang-orang garis keras.

“Di tengah tegangnya iklim internasional yang dipicu oleh kegilaan kelompok-kelompok teroris yang secara tidak adil menyatakan bahwa mereka mewakili Islam, kami mendesak semua pihak yang memiliki hubungan dengan nilai-nilai republik ini dan demokrasi agar menghindari provokasi,” katanya.

Masyarakat Muslim harus “sangat waspada terhadap kemungkinan manipulasi kelompok-kelompok garis keras,” tambahnya.

Pernyataan terpisah organisasi yang dekat dengan Ikhwanul Muslim, yaitu Kesatuan Organisasi-Organisasi Islam Prancis (UOIF), juga mengutuk “sekeras mungkin serangan kriminal dan pembunuhan mengerikan ini.” Rabi Agung Prancis, Haim Korsia, mengatakan kepada AFP bahwa negara itu perlu menunjukkan “kesatuan nasional dan membela seluruh kebebasan kita, termasuk kebebasan menyatakan pendapat.” Prancis juga memiliki penduduk Yahudi dalam jumlah terbesar di Eropa, yaitu berkisar antara 500.000 hingga 600.000 orang.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menpora Masih Belum Tau Kapan Keppres AG 2018 Keluar

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi belum bisa memastikan kapan Keputusan Presiden (Keppres) untuk Asian Games 2018 akan keluar.

Dikatakan Imam, saat ini beberapa kementerian masih melakukan penggodokan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Nantinya hasil peggodokan tersebut akan dilaporkan saat pertemuan dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani.

“Minggu depan kita rapat bersama Menko PMK. Mudah-mudahan ada keputusan final. Jadi Keppres bisa langsung dikeluarkan,” ungkap Imam, di Gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (7/1).

Lebih jauh disampaikan Imam, untuk merumuskan Keppres bukan perkara mudah. Dia berdalih, kesulitan perumusan Keppres dikarenakan banyak melibatkan kementerian.

“Kecuali hanya melibatkan Kemenpora, mungkin lebih cepat. Setidaknya ada 15 kementerian yang ikut merumuskan Keppres,” papar Imam.

Artikel ini ditulis oleh:

Masyarakat Medan Keluhkan Kenaikan Harga Elpiji 12 Kilogram

Medan, Aktual.co — Masyarakat di Kota Medan, Sumatera Utara, mengeluhkan keputusan penaikan harga gas elpiji 12 Kilogram oleh pemerintah.

Butet, pemilik warung makan di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan mengaku, saat ini harga gas elpiji tabung 12 kilogram mencapai Rp145 ribu per tabungnya. Butet pun mengatakan, kenaikan harga tersebut sangat memberatkan.

“Rp145 ribu per tabung dari sebelumnya Rp125ribu. Ya pasti memberatkan bang,” ujar Butet kepada Aktual.co, Rabu (7/1).

Akibat kenaikan tersebut, Butet mengaku berencana akan lebih banyak menggunakan tabung gas 3 kilogram. Pasalnya, menggunakan tabung gas 12 kilo dirinya tentu akan merugi.

“Kalau tabung 12 kilo pakenya cuma tiga hari, tapi kalau yang 3 kilo satu hari satu, harganya ada Rp18 ribu, ada juga yang bilang Rp16 ribu, tapi gak tau di mana yang jual segitu (Rp16 ribu),” kata Butet.

Terpisah, Ketua Pengurus Besar Parsadaan Bagas Godang Siunggam Medan Sekitarnya M. Yamin Daulay menuturkan, dirinya mendengar banyak keluhan warga terkait kenaikan harga elpiji 12 kilogram tersebut.

“Anggota organisasi kita banyak yang punya usaha rumah makan dan jualan yang setiap hari mengkonsumsi gas elpiji 12 kilogram. Dan mereka mengaku, harga baru tabung gas itu sangat memberatkan,” ucap Yamin.

Menurutnya, harga tabung gas diluar dari kewajaran, yakni mencapai Rp157 ribu per tabung.

“Yang kita temukan itu di daerah Kampung Lalang dan Cinta Damai, harganya Rp157 ribu,” ungkapnya.

Dikatakannya, atas kenaikan itu, kekhawatiran yang muncul yakni beralihnya masyarakat ke tabung gas elpiji 3 kilogram. Dan, jika itu terjadi, lanjutnya, maka pemerintah diminta untuk meningkatkan pengawasan distribusi.

“Kekhawatiran masyarakat beralih ke 3 kg, pemerintah harus siap menertibkan agen-agen gas yang menjual diatas harga het,” tukasnya.

Sementara itu, Humas Pertamina Sumut, Brasto Galih Nugroho mengatakan ketersediaan gas LPG 12 kilogram di Sumatera Utara dalam kondisi cukup.

“12 kg kan, itukan non subsidi, itu memang tidak dibatasi. Dan tidak ada masalah. Karena nonsubsidi, dia confidential. Untuk non subsidi kita tidak bisa melihat jumlahnya. Dia kembali ke kompetisi pasar,” kata dia.

Menurutnya, pasca kenaikan harga, belum terjadi peralihan secara besar-besaran pengkonsumsi elpiji 12 kilogram ke elpiji 3 kilogram. Bahkan, dari data yang dimiliki permintaan pasar terhadap tabung gas 12 kilogram malah cenderung meningkat.

“Tetap tinggi, dalam Senin sama Selasa ini diatas normal hariannya. Permintaan tetap tinggi, dan bahkan diatas sebelumnya,” kata Brasto.

Disinggung terkait harga tabung gas elpiji 12 kilogram, Brasto mengatakan masih mengikuti harga rata-rata nasional, yakni Rp134 ribu. Ditingkat pangkalan harga terpantau dikisaran RP135 ribu sampai Rp140 ribu, tergantung margin.

Begitupun, Brasto menekankan, bahwa untuk penentuan harga, situasi pasarlah yang menentukan.

“Ini kan non subsidi, jadi persaingan usaha, kalau disini lebih murah, ngapain ditempat lain. Dan non subsidi kan banyak produksi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Perkemahan Penggalang Ma’arif NU Nasional Resmi Dibuka Rabu Ini

Jakarta, Aktual.co — Perkemahan Penggalang Ma’arif NU Nasional (Pergamanas 2015), akan dibuka secara resmi mulai, Kamis (8/1) hingga Senin (12/1), di Pondok Pesantren Khos Kempek Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan ini bertemakan “Sako Ma’arif Bersatu, Berkarya, Membangun Karakter”.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault, mengapresiasi peran dan nilai-nilai yang didakwahkan NU selama ini, dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“NU itu artinya Nusantara Utuh,” kata mantan Menpora dalam siaran pernya yang diterima Aktual.co di Jakarta, Rabu (7/1).

Menurutnya, tahun 2015 dan seterusnya adalah tahun-tahun dimana SDM antar negara akan bersaing ketat, dan NU telah memulai 2015 dengan semangat baru, semangat pramuka untuk perubahan. 
 
HZ Arifin Junaidi Ketua PP LP Ma’arif NU mengutarakan selama perkemahan peserta memperolah pendidikan keislaman yang membumi, yang ramah, santun, bernilai tinggi serta sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945.

“Pembangunan karakter seperti itu ada dalam setiap Gerakan Pramuka Ma’arif NU, dengan berbagai proses pendidikan yang menyenangkan,” ungkap Arifin.
 
Sementara itu Ketua Panitia kegiatan, Soleh Abwa menjelaskan, peserta Pergamanas adalah anggota pramuka tingkat penggalang di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, tingkat MTs dan SMP se-Indonesia yang berjumlah 3.500  peserta, dengan perincian dari Provinsi Jawa Barat 454 orang dan peserta dari Aceh hingga Papua 3.039 orang. Tari Topeng , Sintren dan beberapa kesenian Cirebon akan tampil dalam pembukaan acara tersebut.
 
Akan hadir memberikan materi selama perkemahan beberapa menteri Kabinet Kerja RI diantaranya: Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga, Puan Maharani, Khofifah Indar Parawansa, Hanif Dhakiri, Imam Nahrawi, Marwan Ja’far, Prof. Dr. M. Nasir, Yohanan Yambise, Nila F Moeloek, Siti Nurbaya Bakar, Anies Baswedan, Lukman Hakim Saefuddin, Amran Sulaiman, Rudiantara, Arief Yahya, dll.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain