4 April 2026
Beranda blog Halaman 39852

Akil Ngeluh Sakit Tapi Tak Diberi Obat Oleh KPK

Jakarta, Aktual.co — Terpidana seumur hidup kasus suap Mahkamah Konstitusi dan TPPU M Akil Muhtar, mengaku sakit dan protes belum dapat obat di depan majelis hakim saat bersaksi di persidangan Muhtar Ependy, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (15/1).
“Saya ada sidang lagi yang mulia, saya sebenarnya sedang sakit dari kemarin,” kata Akil saat diperiksa sebagai saksi.
Berdasarkan alasan tersebut Akil meminta permohonan untuk diberikan waktu istirahat. “Karena itu mohon waktu,” kata dia.
Akil mengatakan dirinya sudah diperiksa oleh dokter Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan sudah mendapatkan resep. Namun ia mengatakan belum mendapatkan obat dari resep tersebut.
“Kemarin sudah diperiksa dokter KPK, sudah dikasih resep, tapi sampai pagi tadi belum dapat obatnya,” kata Akil.
Mantan ketua MK tersebut meminta agar dirinya cepat mendapatkan obat sebagaimana yang menjadi haknya sebagai terpidana.
“Saya demam,” kata Akil kepada wartawan.
Akil Muhtar divonis pidana seumur hidup atas dakwaan menerima pemberian suap untuk memenangkan sejumlah perkara sengketa pilkada di MK. Selain itu Akil juga didakwa dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

AISEC Kampanye Pengetahuan HIV/AIDS ke Sekolah

Jakarta, Aktual.co — AIESEC merupakan organisasi internasional yang terdiri dari kegiatan Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang melakukan kegiatan kampanye-nya hari ini, di SMAN 48 Jakarta, Kamis (15/1).

Kampanye hari ini bertemakan perkenalan virus HIV/AIDS terhadap anak-anak sekolah yang mungkin masih belum mengetahui tentang bahayanya virus tersebut, dan dari mana asal virus itu berasal.

“Disini kita akan menjelaskan kepada generasi muda bahwa virus HIV&AIDS itu tertular bukan karena sentuhan fisik seperti tangan, dan kita juga ingin menjelaskan tentang beberapa orang yang terkena virus tersebut yang harus diberi semangat dan motivasi, jelas Dio Rizky Anamia, President Jakarta Helath Care Project by AIESEC Universitas Indonesia, kepada Aktual.co, Kamis (15/1).

Selain dari Mahasiswa UI,  para Mahasiswa dari mancanegara yang juga turut bergabung dalam kampanye-nya hari ini juga turut datang ke Indonesia untuk mengikuti kampanye tersebut. Ketiga Mahasiswa itu berasal dari Brasil, Australia dan Vietnam.

Mereka bertiga adalah relawan Mahasiswa dari negara masing-masing dengan jurusan kuliah dari Kedokteran dan Ekonomi. Dan, pastinya mereka bertiga adalah anggota AIESEC di Universitas-nya masing-masing.

Relawan Mahasiswa inilah yang menjelaskan HIV/AIDS secara mendalam. Mereka mempresentasikan sendiri dengan bahasa Inggris mengenai seluk beluk HIV/AIDS.

Selain itu juga kegiatan ini mendatangkan Yayasan AIDS Indonesia dan Suara Kita yang juga mendukung kegiatan AIESEC tersebut.

“Kita mendukung kegiatan ini karena dengan mencegahnya yah dengan kegiatan kampanye seperti ini, kita memberikan education terhadap anak-anak sekolah yang masih rentan agar tahu dulu arti dari HIV AIDS itu sendiri,” ungkap Bernhard Adilaksono W, selaku Kordinator Edutainment Yayasan AIDS  Indonesia.

Sementara itu, Nabila, salah satu siswi yang mengikuti presentasi kampanye tersebut, menambahkan, bahwa kedatangan para relawan dari tiga negara ini juga sangat membantu, karena anak zaman sekarang lebih memahami penjelasan dalam bahasa internasional. Sekaligus, juga membantu pembelajaran dalam bahasa Inggris.

“Sebelum kampanye ini jujur aja aku nggak tahu lebih dalam tentang HIV/AIDS ini sendiri dan cenderung lebih takut. Tapi, setelah presentasi ini aku jadi lebih paham dan mengerti tentang HIV/ AIDS itu sendiri,” terang Nabila.

Dia mengaku, bahwa setelah mengetahui lebih mendalam, tumbuh rasa untuk tidak diskriminatif terhadap para pengidap HIV/ AIDS. Dan, juga ia lebih paham akan bahasa internasional yang disampaikan oleh tiga relawan asing yang sengaja datang ke Indonesia. Kampanye ini akan terus berjalan hingga tanggal 19 Januari 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Ayahanda Bripda Taufik Terharu Membaca Pemberitaan Sang Anak

Yogyakarta, Aktual.co — Triyanto (50), Ayah kandung Bripda Taufik Hidayat,  anggota Direktorat Sabhara Polda DIY yang tinggal di sebuah rumah bekas kandang Sapi, mengaku kaget dan trenyuh begitu mengetahui pemberitaan anaknya muncul di media masa. 
Dia mengaku pertama kali mengetahui anaknya masuk media setelah diberitahu atasannya Kamis (15/1) pagi.
Lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini bahkan tak kuasa menahan tangis saat diwawancara oleh para wartawan yang datang bersama sejumlah petinggi dan angota kepolisian Polda DIY ke tempat tinggalnya di kompleks kandang sapi Margodadi, Dusun Jongke Tengah, Sendangadi, Mlati, Sleman, siang tadi.
“Saya kaget. Tidak menyangka kalau Taufik masuk koran. Begitu baca sendiri beritanya, hati saya langsung ‘ngrantes’, trenyuh mrebes mili,” katanya.
Sebagaimana diketahui, nama Bripda Taufik Hidayat, anggota Direktorat Sabhara Polda DIY mencuat di sejumlah media masa setelah diketahui selama ini dia tinggal di sebuah rumah bekas kandang sapi, Dusun Jongke Tengah, Sendangadi, Mlati, Sleman. 
Setiap berangkat ke Mapolda DIY Bripda Taufik harus berjalan kaki sejauh 5 km, sehingga tak jarang terlambat dan mendapat hukuman.
Taufik (20) dikenal sederhana dan tak mengeluh dengan kondisi kehidupannya yang pas-pasan dan kurang menguntungkan.
Dirinya mengaku senang karena kini bisa menjadi anggota polisi melalui tes yang tak mengeluarkan biaya sepeserpun.
“Saya senang karena sekarang sudah benar-benar masuk dunia nyata polisi,” kata Taufik.

Artikel ini ditulis oleh:

Enam Terpidana Mati Dieksekusi Sekaligus

Jakarta, Aktual.co — Jaksa Agung M Prasetyo menyatakan eksekusi terhadap terpidana mati, termasuk dalam kasus narkoba akan dilaksanakan sekaligus.
“Ini sedang dilakukan persiapan-persiapan, ada enam orang dan dilakukan sekaligus,” kata Prasetyo, usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1).
Namun, Jaksa Agung tidak menjelaskan lebih rinci mengenai pelaksanaan hukuman mati tersebut. “Nanti ada rilis lebih lengkap mengenai ini,” ucapnya.
Ia menyatakan masalah itu tidak dibahas dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi.
“Tidak membahas itu eksekutor dalam hal ini adalah Kejaksaan Agung,” katanya.
Prasetyo menyebutkan masalah yang dibahas bersama Presiden Jokowi adalah tentang peningkatan kinerja penegakan hukum.
Sementara itu mengenai calon Kapolri, Prasetyo mengatakan pertemuan dengan Presiden Jokowi juga tidak membahas itu.
“Tidak membahas itu, tapi Presiden sudah bilang bahwa proses hukum dihormati, proses politik juga dihormati,” ujarnya.
Ketika ditanya bagaimana jika calon Kapolri Budi Gunawan dilantik padahal berstatus tersangka, Prasetyo mengatakan asas praduga tidak bersalah harus dikedepankan.
“Ada asas praduga tak bersalah yang harus dikedepankan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

PT KAI Daop IV Semarang Gagalkan Penjarahan Minyak BBM

Semarang, Aktual.co — Jajaran unit pengamanan PT Kereta Api Indonesia Daop 4 Semarang berhasil menggagalkan upaya penjarahan minyak BBM pada gerbong khusus jenis KKW di stasion Tegal, Kamis (15/1) sekitar pukul 00.25 wib. 
Petugas berhasil menangkap tiga pelaku, sementara tiga pelaku lain berhasil melarikan diri.
“Pelaku yang berjumlah enam orang, tiga orang diantara berhasil melarikan diri. Kini, pelaku mendekam guna menjalani pemeriksaan petugas yang berwajib,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop IV, Suprapto di Semarang.
Dari tangan para pelaku, petugas berhasil mengamankan satu jerigen yang berisi 30 liter dan 3 ember BBM. Selanjutnya para tersangka diserahkan kepada pihak polsek Tegal Timur. 
Saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pengejaran dan pengembangan penyelidikan untuk mengungkapkan sindikat pencurian lainnya.
Pada bulan Januari 2015 ini, unit pengamanan PT KAI Daop 4 Semarang mengungkap kasus pencurian besi rel di stasion Cepu. Selama 2014, telah terjadi 7 kasus pencurian barang-barang dinas PT KAI di wilayah kerja PT KAI Daop 4 semarang. “Ada 5 kasus berhasil diungkap para tersangkanya.”
Diharapkan dengan penangkapan pelaku penjarahan akan membuat jera para pelaku lainnya yang ingin mencoba-coba menjarah BBM di wilayah Tegal. 

Artikel ini ditulis oleh:

IPW Minta Pemerintah dan DPR Bentuk Tim Etik Kriminalisasi BG

Jakarta, Aktual.co — Ketua Presideum Indonesian Police Watch Neta S Pane mengatakan, pemerintah dan DPR harus segera membentuk dewan etik independen untuk menyelidiki dugaan rekayasa kasus yang menyerat Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan. 
“Pelu ada dewan etik independen dan ini harus dibentuk oleh DPR dan pemerintah untuk menyelidiki dugaan rekayasa kasus dan kriminalisasi terhadap Budi Gunawan, karena banyak kejanggalan dalam penetapan tersangka Budi Gunawan,” kata Neta melalui pesan singkatnya, Kamis (15/1).
Apalagi, sambung Neta, Budi Gunawan belum pernah diperiksa dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. “Ini kan tidak pernah diperiksa sebagai saksi dan tidak ada saksi lain maupun dua alat bukti yang ditunjukkan oleh KPK,” kata dia.
Dia mengatakan, kasus gratifikasi yang dituduhkan ke Budi Gunawan itu, seharusnya KPK memiliki dua tersangka yaitu penerima dan pemberi gratifikasi. 
“Keanehan ini yang harus disidik dewan etik. Jadi KPK tidak bisa semena-mena melakukan apa saja yang mereka mau lakukan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain