5 April 2026
Beranda blog Halaman 39862

BI Rate Diprediksikan Tetap 7,75 Persen

Jakarta, Aktual.co — Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI) akan dilaksanakan siang ini. Dalam RDG tersebut, akan dibahas dan ditetapkan suku bunga acuan BI (BI rate) dan perkembangan ekonomi Indonesia selama Januari 2015.

Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada memprediksikan BI rate tetap berada di level 7,75 persen. Menurutnya, selama ini BI rate dinilai tak cukup ampuh menahan pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS.

“Selama ini laju inflasi juga masih cenderung tinggi yang disebabkan kurangnya pasokan, terutama dari sisi bahan makanan dan barang-barang konsumsi pokok,” ujar Reza dalam risetnya, Kamis (15/1).

Selain itu, permasalahan inflasi karena kurangnya ketersediaan barang-barang konsumsi pokok menurutnya harus diatasi dengan menambah pasokan, bukan menambah suku bunga acuan.

Kenaikan BI rate juga membuat perbankan melakukan penyesuaian terhadap suku bunganya menjadi lebih tinggi. Hal ini menyebabkan pertumbuhan kredit melambat dan membuat konsumsi masyarakat semakin berkurang, akibatnya GDP menurun.

“Diperkirakan hingga akhir 2014 pertumbuhan kredit hanya akan bertumbuh 10,2 persen, dibandingkan akhir 2013 yang mampu meningkat 21,8 persen.” kata dia.

Kenaikan BI rate juga hanya berpengaruh kecil terhadap neraca perdagangan Indonesia. Dan melambatnya ekonomi global, terutama Tiongkok membuat nilai ekspor Indonesia melambat pada tahun 2014.

“Tidak dapat secara signfikan diatasi dengan kenaikan suku bunga acuan. Semoga kali ini Bank Indonesia tidak terlalu reaktif dalam memutuskan level BI rate dan mempertahankan level BI rate saat ini,” pungkas Reza.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

DPR Setuju Budi Gunawan Jadi Kapolri

Sejumlah anggota DPR memberikan selamat kepada Kompjen Pol Budi Gunawan usai Rapat Paripurna di gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (15/1/2015). Rapat paripurna DPR akhirnya menyetujui Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri. Hal itu diputuskan setelah rapat sempat ditunda 10 menit untuk lobi. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Harga Minyak Mentah Dunia Perlahan Naik Mendekati US$ 50 Per Barel

Jakarta, Aktual.co — Harga minyak mentah perlahan naik mendekati level US$50 per barel setelah mencapai kenaikan tertingginya dari 2,5 tahun.
Seperti dilansir Bloomberg, Kamis (15/1), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Februari 2015 naik sebanyak US$1,11 ke US$49,59 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange (NYMEX)
Pada perdagangan pagi ini pukul 06:48 WIB, WTI juga melejit 2,15% ke posisi US$49,52 dari posisi pembukaan US$48,6 per barel.
Sedangkan harga minyak mentah Brent juga berhasil ditutup menguat 4,51% atau naik US$2,10 ke level US$48,69 per barel di London ICE Futures Exchange.
“Harga minyak mentah telah anjlok dalam waktu yang sangat cepat sehingga sudah saatnya untuk berbalik dari titik terendah,” ujar Michael Wittner, kepala riset perminyakan pada Societe Generale.
Kendati demikian, ia mengatakan terlalu dini untuk mengatakan pasar yang lesu sudah berakhir. Harga minyak anjlok hampir 50% tahun lalu atau yang paling rendah sejak terjadi krisis keuangan pada 2008. Pelemahan harga itu terjadi akibat membanjirnya suplai minyak mentah dunia yang diperkirakan mencapai dua juta barel per hari.
Brent anjlok lebih dari 40% tahun lalu setelah lonjakan produksi mentah ke level tertinggi dalam 30 tahun. Sedangkan permintaan global melambat di tengah kengganan negara anggota OPEC menurunkan produksi mereka.

Artikel ini ditulis oleh:

Bahas Tiket Murah, Jonan Sambangi DPD

Menteri Pehubungan, Ignasius Jonan (kiri) dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD), Irman Gusman memberikan keterangan pada sejumlah wartawan di Ruang Kerja DPD RI, Nusantara III, Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (15/1/2015). Kedatangan Jonan ke DPD RI untuk melakukan rapat kerja membahas tiket murah dan musibah Air Asia. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

2 Murid SLB Bali Ikuti Pertandingan Renang Internasional di AS

Jakarta, Aktual.co —  Dua murid sekolah luar biasa (SLB) Negeri Klungkung, Bali ikut ambil bagian dalam pertandingan renang tingkat internasional atau SO-INA yang berlangsung di Kalifornia, Amerika Serikat.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Kamis (15/1) memberikan apresiasi terhadap kedua murid tuna grahita yang akan mengikuti kegiatan bertaraf internasional pada bulan Mei-Juni mendatang.

Bupati Suwirta mengatakan hal itu ketika menerima kunjungan Kepala SLB Negeri Klungkung, Drs A.A Gede Partha.

Ia melaporkan kedua siswanya yang akan mengikuti SO-INA yakni lomba renang anak tuna grahita tingkat Internasional terdiri atas Kadek Dedi siswa kelas IX dan Dewa Ayu Yuliami Savitri siswa kelas V.

Keduanya akan ambil bagian dalam pertandingan cabang Renang 100 meter putra- putri. Kedua siswa itu sebebumnya telah berhasil menyingkirkan lawan lawanya pada kejuaraan tingkat nasional.

“Sukses kedua anak itu menorehkan prestasi cukup membanggakan bagi Klungkung,” ujar ujar AA Gede Partha.

Ia berharap dalam kejuaraan di luar negeri nantinya mereka mempu memberikan yang terbaik untuk negara dan bangsa Indonesia termasuk juga Klungkung.

Bupati Suwirta mengaku bangga dengan prestasi yang ditorehkan kedua anak SLBN Klungkung.

Ia yang juga pemerhati Olahraga berjanji memberikan fasilitas latihan yang memadai untuk anak anak.

Artikel ini ditulis oleh:

Dalam Paripurna, Demokrat Bela Sutarman, Ada Apa?

Jakarta, Aktual.co — Fraksi Partai Demokrat berpandangan agar paripurna menunda penetapan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai kapolri.
Juru Bicara fraksi Demokrat, Benny K Harman mengatakan penundaan itu untuk melakukan pendalaman dan klarifikasi atas dugaan keterlibatan Komjen Pol Budi Gunawan dalam tindak pidana korupsi, baik kepada presiden, KPK, kapolri, Kompolnas maupun Komjen Budi Gunawan sendoiri.
“Kapolri yang tengah menjabat sekarang, Jenderal Sutarman masih tetap bisa menjalankan tugas sampai klarifikasi atas kasus Komjen pol Budi Gunawan selesai,” ucap Benny ketika menyampaikan pandangannya, di ruang rapat paripurna, Jakarta, Kamis (15/1).
“Dikaitkan pula dengan UU No 2 tahaun 2002 tentang Kepolisian Negara RI, khususnya Bab II Pasal 11 beserta penjelasannyaa, masa jabatan Jenderal Pol Sutarman belum berakhir,” imbuhnya.
Ia pun mengatakan bahwa jika presiden RI dan/atau DPR RI mengabaikan apa yang menjadi ketetapkan KPK, akan memiliki akibat yang buruk karena kedua lembaga utama di negeri ini oleh rakyat dinilai tidak serius mendukung upaya pemberantasan korupsi.
“Dengan tetap memegang asas praduga tak bersalah, Fraksi Partai Demokrat berpendapat Komjen Pol Budi Gunawan justru bisa menggunakan haknyaa untuk melakukan klarifikasi dana pembelaan apabila nyata-nyata tidak melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang disangkakan oleh KPK,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain