1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39878

Musibah AirAsia QZ8501 dan Karya Foto Dwi Prasetya

Jakarta, Aktual.co — Musibah AirAsia QZ8501 yang jatuh di perairan Selat Karimata hari Minggu pagi (28/12/2014), mengundang perhatian semua pihak. Khususnya para jurnalis. Terutama sejak ditemuakn sejumlah petunjuk serpihan pesawat nahas Airbus 320-200 itu  Untuk itu empat buah foto berjudul “Pantauan Heli TNI AU” telah diunggah dalam kanal Lensa Aktual hari  Jumat (2/1/2015) oleh Tino Oktaviano, Redaktur Foto www.aktual.co.

 

Namun sangat disesalkan sempat terjadi kesalahan teknis dalam mengunduh foto oleh pengunggah  terkait seri foto “Pantauan Heli TNI AU” pada 2 Jan 2015 Pukul 18:48:50. Dengan ini redaktur foto Aktual.co, selaku penanggung jawab kanal Lensa Aktual, meminta maaf kepada semua pihak yang dirugikan atas kesalahan tersebut, sekaligus . menjelaskan duduk perkara asal muasal kesalahan teknis tersebut

 

Kesalahan dalam kanal Lensa Aktual itu sesuai dengan isi protes yang termaktub dalam status Facebook yang diposting Dwi Prasetya, pewarta foto Bisnis Indonesia dalam akun FB miliknya. Posting dimaksud Dwi itu memprotes ihwal kesalahan penulisan credit foto karya jurrnalistik Dwi yang dalam kanal Lensa Aktual disebut sebagai karya Munzir pewarta foto Aktual.co.

 

Adapun caption foto yang salah menyebut credit foto di Lensa Aktual itu berbunyi sebagai berikut: “Anggota TNI AU memantau di atas Helikopter SA 330 Puma saat pencarian korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Kawasan Selat Karimata, Jumat (2/1/2015). Pencarian dilakukan di Kawasan Selat Karimata dengan jarak 90 nautical mile arah Barat Daya dari Pangkalan Bun. Petugas melaporkan temuan benda yang diduga berupa kotak hitam, namun benda tersebut merupakan koper salah satu korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. AKTUAL/MUNZIR. 

 

Atas kesalahan itu. Redaktur Foto Aktual pun segera menghapus seri foto tersebut berikut link yang dimaksud pada pukul. 19.08 WIB. Setelah itu Tino selaku penanggung jawab kanal Lensa Aktual bergegas menghubungi Redaktur Foto Bisnis Indonesia, Yayus Yuswoprihanto melalui telepon dan meminta waktu bertemu guna menjelaskan duduk perkara kesalahan pemuatan foto tersebut. Pada pertemuan dengan Yayus Yuswoprihanto hari Sabtu (3/1/2015), www.aktual.co mengakui kelalaian petugas uploader Lensa Aktual dan meminta maaf kepada pihak Bisnis Indonesia dan Dwi Prasetyo.  

 

Melalui pemberitaan ini, Redaktur Foto  www.aktual.co meralat kesalahan caption foto Lensa Aktual yang telah melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HKI) milik Pewarta Foto Dwi Prasetya dari Bisnis Indonesia. 

Redaktur Foto 

Aktual

Tino Oktaviano

Organda: 2.000 Pemilik Angkot Bogor Belum Berbadan Hukum

Jakarta, Aktual.co — Organisasi angkutan darat (Organda) Kota Bogor, Jawa Barat, mencatat sebanyak 2.000 pemilik angkot di kota tersebut belum berbadan hukum. Padahal, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan pemilik angkot harus memiliki badan hukum.

“Total jumlah pemiliki angkot di Kota Bogor ada 2.000 pemilik, semuanya masih perorangan dan belum berbadan hukum,” kata Wakil Sekretaris Organda Yadi Indra Mulyadi, kepada wartawan di Bogor, Sabtu (3/1).

Ia mengatakan, kewajiban pemilik angkot untuk berbadan hukum sudah tertuang surat edaran Sekretaris Daerah Kota Bogor, dimana masa batas waktu akhir pendaftaran sampai 14 Agustus 2015 mendatang.

“Lewat dari batas waktu tersebut, angkot yang belum berbadan hukum tidak boleh beroperasi,” katanya.

Dikatakannya, Organda sudah melakukan upaya sosialisasi agar pemilik angkot segera bergabung dalam badan hukum yang sudah terbentuk. Salah satunya yang sudah didirikan oleh Organda yakni Koperasi Jasa Angkutan Usaha Bersama (KAUBER).

Selain koperasi, ada empat badan usaha lainnya yang boleh digunakan oleh supir angkot untuk bergabung seperti BUMN, BUMD, maupun PT dan CV, seperti yang sudah ada, Perusahaan Daerah Jasa Transportas (PDJT) Trans Pakuan, atau Damri.

“Badan hukum ini merupakan wacana lama, sejak diterbitkannya Undang-Undang No 22/2009 ini, tetapi belum dilaksanakan. Makanya banyak pemilik angkot beranggapan ini hanya wacana saja,” katanya.

Dijelaskannya, kewajiban angkot berbadan hukum bertujuan untuk memudah manajemen angkutan kota yang ada di Kota Bogor. Dimana selama ini banyak persoalan yang dihadapi, diantaranya angkot menjadi salah satu sumber penyebab kemacetan.

Selain itu, belum adanya kesejahteraan yang mencukup bagi para supir angkot, akibat dari buruknya manajemen yang dilakukan oleh perorangan.

“Tujuan dari angkot berbadan hukum ini adalah mempermudah dan memperbaiki pelayanan terhadap masyarakat serta meningkatkan penghasilan para pengemudi,” katanya.

Menurutnya, dengan berbadan hukum, keberadaan angkot di Kota Bogor akan lebih tertata dan manajemen operasional akan menjadi lebih baik, sehingga kesejahteraan para pengemuda akan tercukupi.

Karena, lanjut dia, dengan berbadan hukum, para pemilik angkot mendapatkan fasilitas seperti perawatan suku cadang kendaraan secara berkala, serta program subsidi lainnya seperti biaya perawatan yang dapat ditanggung oleh koperasi sebagai badan hukum yang menaungi.

Yadi menambahkan, Organda saat ini tengah mengoptimalkan agar 3.412 angkot dari 2.000 pemilik di Kota Bogor segera bergabung dalam badan hukum yang sudah ada. Agar program pemerintah daerah untuk memerger dan “reroadting” atau perpanjangan rute angkot segera terlaksana.

“Karena syarat untuk bisa merger dan “reroadting, angkot sudah berbadan hukum, kalau belum tidak boleh beroperasi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Lanud Iskandar Jadi Obyek Wisata Dadakan

Jakarta, Aktual.co —  Pangkalan Udara Iskandar sejak ditetapkan sebagai Posko Utama pencarian pesawat Airasia QZ8501, ramai dikunjungi warga Pangkalan Bun dan penduduk dari kabupaten lain di provinsi Kalimantan Tengah.

Meyanti, warga Kabupaten Lamandau, Sabtu (3/1) sore, mengatakan kedatangannya ke Lanud Iskandar karena penasaran dengan ramainya pemberitaan di televisi sejak jatuhnya pesawat Airasia di sekitar laut Pangkalan Bun.

“Saya lihat di televisi ramai sekali di Lanud Iskandar. Helikopter naik turun bawa kantung jenasah. Penasaran saja situasi aslinya seperti apa,” kata Ibu satu anak ini.

Setidaknya setiap hari jumlah warga datang ke Lanud Iskandar ini diperkirakan ratusan orang, baik sekedar melihat-lihat kondisi sekitar maupun berfoto ria di pesawat yang sedang parkir dan para reporter media Swasta Nasional serta Internasional.

“Hari ini dan besok kan libur ya, jadi liburan ke Pangkalan Bun, sekalian saja ke Lanud Iskandar. Tidak ada lagi ya pesawat atau helicopter naik turun. Kasihan juga ya para penumpang Airasia yang jatuh itu,” kata Yanti .

Hertiani, warga Kota Palangka Raya yang juga berkunjung ke Lanud Iskandar mengatakan ingin melihat langsung evakuasi penumpang Airasia sembari berfoto di pesawat, helikopter dan para reporter dari berbagai media.

“Kan tidak selalu bisa ya dekat pesawat, apalagi di Pangkalan Udara TNI. Kesempatan saja berfoto untuk di pajang di media sosial,” kata dia yang mengaku sedang berlibur Tahun Baru di Pangkalan Bun.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menkop Pastikan UKM Ekspor Siap Hadapi MEA

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga memastikan UKM ekspor khususnya di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya tidak menghadapi kendala berarti menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

“Saya ingin memastikan UKM pelaku ekspor kita tidak menghadapi kendala serius menjelang diberlakukannya MEA,” kata Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga di Surakarta, Sabtu (3/1).

Puspayoga berkunjung ke anggota Asosiasi Mebel dan Kerajinan Tangan Indonesia (Asmindo) di Sukoharjo dan produsen batik ekspor di Manang, Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah. Pihaknya ingin para pelaku UKM bisa bersaing di era MEA dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Saya ingin juga agar generasi muda kita bisa menjadi penerus, menjadi wirausaha-wirausaha ekspor yang bisa membuka kesempatan kerja bagi banyak orang,” katanya.

Direktur Kharisma Rotan Mandiri yang juga anggota Asmindo Supriyadi mengatakan sampai sejauh ini tidak menghadapi kendala berarti dalam memasarkan produknya ke berbagai negara khususnya Amerika Serikat.

“Saat ini kami justru diuntungkan saat nilai tukar dolar tinggi, tapi kami lebih memilih kepastian nilai tukar tersebut. Kami berharap pemerintah bisa memberikan kepastian itu,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pengamat: Larangan Siswa Bermotor Kurangi Tingkat Kecelakaan

Malang, Aktual.co — Pengamat Transportasi dari Universitas Brawijaya (UB), Ahmad Wicaksono menyambut baik langkah Pemerintah Kota Malang yang melarang siswa untuk mengendarai motor saat sekolah. Menurutnya, rencana ini berdampak positif untuk mengurai kemacetan di Kota Malang.

“Selain itu, kalau ada larangan siswa tanpa SIM bawa motor itu juga akan berdampak pada angkot,” kata Ahmad Wicaksono, Sabtu (3/1) di Malang, Jawa Timur.

Kehadiran 6 bus sekolah, lanjut Ahmad, dinilai masih kurang untuk mengcover semua siswa di Kota Malang, sehingga, para sopir angkot tidak perlu risau, bila nantinya ada peraturan soal larangan siswa ber-motor.

“Bila ada larangan nantinya mereka akan menggunakan kendaraan umum, bila bus tidak mampu bisa naik angkot. Nah, dampak penting hal itu adalah pengurangan angka kecelakaan yang melibatkan motor,” urainya.

Ketika ditanya apakah, struktur jalan di Kota Malang sudah pas untuk bus sekolah, Ahmad Wicaksono mengatakan konstruksi jalan masih memadai. Yang paling rentan adalah bila jalan di Kota Malang dilewati truk yang overload.

“Bus sekolah tidak menyebabkan macet, sepanjang berhentinya di tempat yang sudah direncanakan seperti halte,” terangnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Empat Rumah Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta

Banda Aceh, Aktual.co —  Sebanyak empat rumah berkontruksi kayu milik warga Dusun II Lampoh U Desa Kota Panton Labu Kecamatan Tanah Jambo Aye Aceh Utara,  ludes terbakar, Sabtu (3/1) sekitar pukul 01.20 WIB dini hari. Akibatnya, empat kepala keluarga atau 20 jiwa terpaksa mengungsi ke tenda yang dibuat oleh warga setempat. Tidak ada kerugian dalam insiden itu, namun kerugian ditaksir sebesar Rp200 juta.

Keempat rumah yang terbakar itu milik Rasyidin (35),  Abdul Mutaleb (43), Muhamad Nizam (35) dan  Ridwan (31). Informasi yang diterima Aktual.co, api diduga berasal dari rumah rumah Muhammad Nizam yang dijadikan kandang ternak dan api diduga berasal dari bara api yang dibakar untuk mengusir nyamuk di kandang ternak tersebut.
 
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tanah Jambo Aye, Syukri  menyebutkan warga setempat sempat melihat api membesar dari rumah Muhamad Nizam. Dengan peralatan seadanya, warga berusaha memadamkan api, namun gagal.

“Angin sangat kencang, sehingga api cepat membesar dan merembet ke rumah lainnya. Mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi setelah api membakar ke empat rumah tersebut,” ujar Syukri.

Disebutkan, masyarakat berharap Pemkab membantu pembangunan rumah sederhana untuk korban kebakaran itu. Sementara itu, Kapolsek Tanah Jambo Aye, Iptu Teguh Yano Budi menyebutkan belum mengetahui penyebab kebakaran itu.

“Penyebabnya sedang kita selidiki. Apakah arus pendek atau penyebab lainnya,” pungkas Iptu Teguh.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain