1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39877

WHO: Jumlah Korban Tewas Virus Ebola Capai 7.989

Jakarta, Aktual.co — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa jumlah orang tewas akibat virus Ebola mencapai 7.989. Sebanyak 20.381 kasus Ebola (EVD) telah dilaporkan. Data itu merujuk ke berbagai tempat seperti Guinea, Liberia dan Sierra Leone.

Statistik menunjukkan jumlah maksimum kematian terkait-Ebola dan kasus telah terdaftar di Liberia sebanyak 3.423 kematian kumulatif dan 8.018 kasus kumulatif.

Virus Ebola Liberia diikuti oleh Sierra Leone (2,827 kematian dan 9.633 kasus) dan Guinea (masing-masing 1.739 dan 2.730).

Kasus terpisah juga terdaftar di Mali, Nigeria, Senegal, Spanyol, Inggris dan Amerika Serikat.

Ebola merupakan virus penyakit yang sebelumnya dikenal sebagai demam berdarah Ebola. Menurut WHO, Virus Ebola adalah penyakit yang menimbulkan efek parah pada manusia, sering menyebabkan kematian.

Virus ini ditularkan kepada manusia dari hewan liar. Virus apat ditularkan dari manusia ke manusia. Rata-rata angka kasus kematian EVD sekitar 50 persen.

Wabah pertama EVD terjadi di desa-desa terpencil Afrika Tengah, dekat hutan hujan tropis. Namun, daerah perkotaan dan pedesaan utama telah terlibat dalam wabah terbaru di Afrika Barat.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BP Batam: Investasi PMA Meningkat Tiga Kali Lipat

Jakarta, Aktual.co — Direktur Investasi dan Pemasaran BP Batam Purnomo Andiantono mengungkapkan sepanjang 2014 pendaftaran komitmen investasi penanam modal asing baru dan perluasan usaha di Batam menunjukkan peningkatan signifikan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Peningkatan pendaftaran komitmen investasi mencapai sekitar tiga kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jumlahnya sangat besar,” kata dia di Batam, Sabtu (3/1).

Ia mengatakan sepanjang 2014 mendapat komitmen usaha baru dari 127 perusahaan asing dan gabungan dengan jumlah rencana investasi yang disampaikan sebesar 371 juta dolar AS.

Selain itu, komitmen ekspansi usaha dari perusahaan yang sudah beroperasi di Batam sebanyak 18 PMA dengan nilai mencapai 294 juta dolar AS.

Dengan rincian sebanyak 15 PMA bergerak di manufaktur, 1 PMA bidang properti dan dua PMA bidang perdagangan dan jasa yang berasal dari Singapura, Malaysia, Perancis, Jepang, Australia dan Belanda.

“Berdasarkan data, pada tahun-tahun sebelumnya jauh lebih sedikit. Jadi bisa dibilang peningkatanya luar biasa,” kata dia.

BP Batam, kata dia, meyakini penumpukan pendaftaran PMA baru itu akan segera diwujudkan meski realisasi investasi pada 2014 stagnan.

Dari data capaian yang dirilis BP Batam untuk nilai investasi baru yang direalisasikan sepanjang 2014 mencapai 156,6 juta dolar AS, naik tipis dibanding 2013 sebesar 155,2 juta AS.

Purnomo juga tidak menampik adanya tren investasi ke arah padat modal jika melihat capaian realisasi investasi pada tahun ini.

“Iklim usaha dan iklim ketenagakerjaan di Batam masih perlu disempurnakan. Adanya kepastian yang lebih baik mengenai sistem upah dibutuhkan investor maupun tenaga kerja agar tidak menimbulkan persoalan ke depannya,” kata Purnomo.

Purnomo juga menilai besaran UMK saat ini tetap mampu menarik tenaga kerja meski nilainya diatas Rp2,6 juta per bulan.

“Kuncinya keaman sehingga menimbulkan kepastian kerja. Kalau nilai UMK saya rasa tidak begitu berdampak,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kemenag: Aceh Sasaran Aliran Sesat

Jakarta, Aktual.co — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh Ibnu Sakdan menyatakan Aceh merupakan daerah sasaran pengembangan aliran sesat.

“Aceh masuk sasaran pengembangan aliran sesat. Para pengembang aliran sesat ini tidak pernah berhenti mencoba mengembangkan aliran mereka di Aceh,” ungkap Ibnu Sakdan di Banda Aceh, Sabtu (3/1).

Ia mengatakan saat ini ada di beberapa kabupaten/kota yang termonitor upaya pengembangan aliran sesat maupun pendangkalan aqidah. Di antaranya Kabupaten Aceh Barat, Kota Banda Aceh, serta Pidie.

Upaya pengembangan aliran sesat tersebut, kata dia, tidak hanya dilakukan orang-orang luar Aceh. Tapi juga melibatkan anak-anak Aceh. Bahkan, ada anak-anak Aceh tersebut merupakan alumni pesantren.

“Seperti di Pidie Jaya, ada anak Aceh alumni pesantren terlibat mengembangkan aliran sesat. Setelah diantisipasi, keberadaan anak ini langsung menghilang entah ke mana. Kita khawatir, mereka ini akan mengembangkan alirannya di tempat lain,” kata dia.

Oleh karena itu, kata Ibnu Sakdan, pihaknya telah menginstruksikan para penyuluh agama di seluruh Aceh untuk memantau perkembangan keagamaan di masyarakat. Jika ada sesuatu yang tidak biasa agar segera di atasi.

Menurut dia, aliran sesat maupun pendangkalan aqidah jangan sampai berkembang di masyarakat Aceh yang mayoritas Islam. Apabila sudah berkembang, maka akan sulit menyelesaikannya.

“Jangan sampai adanya memiliki banyak pengikut. Jika ini terjadi, maka tentu sulit mengatasinya. Karena itu, antisipasi sebelum berkembang,” ungkap Ibnu Sakda.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tewaskan Tiga Pemuda, Polisi Buru Penjual Miras Oplosan

Jakarta, Aktual.co — Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat, tengah melakukan pengejaran terhadap penjual minuman keras oplosan yang menewaskan tiga warga Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, Jumat (2/1).

“Kami masih periksa saksi yang masih hidup, dan masih meminta keterangan lokasi tempat pembelian miras oplosan tersebut,” kata Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo di Bekasi, Sabtu (3/1).

Menurut dia, korban adalah Yanto (39) warga Kampung Rawa Aren Poncol, RT05 RW02, Kelurahan Aren Jaya, Lebay (34) warga Kampung Rawa Aren Jalan Pulau Jawa Raya RT03 RW17, Kelurahan Aren Jaya, dan Kibagus Suntara (35) warga Kampung Rawa Aren Poncol RT05 RW02, Kelaurahan Aren Jaya.

“Korban seluruhnya meninggal pada Jumat (2/1) setelah menenggak miras oplosan pada Kamis (1/1) di sebuah pos ronda setempat,” katanya.

Menurut Siswo, pihaknya mengembangkan kasus tersebut dengan mencari warung yang menjual minuman keras tersebut. Penelusuran itu dilakukan guna menyocokkan keterangan korban yang selamat yakni, Sulistyo Adi Wibowo (33), yang menyebutkan ketiga rekannya setelah menenggak miras oplosan.

Menurut keterangan saksi, kata dia, miras oplosan itu merupakan campuran alkohol, Brendy, dan Big Cola rasa lemon.

Sementara itu, saksi Sulistyo mengatakan para korban tewas sempat mengeluh sakit pada bagian perut dan dada hingga dilarikan ke puskesmas terdekat. Namun tim medis setempat tidak mampu menangani keadaan korban sehingga dilarikan ke RSUD dan tewas dalam perjalanan.

“Minumnya sekira jam 18.00 sampai 20.00 WIB,” kata warga Perumnas III Jalan Pulau Jawa 10 RT01/13 Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur itu.

Dia mengaku hanya menenggak sedikit minuman tersebut karena takut dan tidak tahan dengan aroma alkohol.

“Karena saya takut dan tidak kuat, jadi minumnya cuma sedikit. Nggak banyak seperti yang lain,” katanya.

Hingga kini kasus tersebut dalam penanganan Polsek Bekasi Timur.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tiga Pemuda Bekasi Tewas Minum Miras Oplosan

Jakarta, Aktual.co —   Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat, memastikan peristiwa tewasnya tiga pemuda di Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, akibat meminum minuman keras oplosan.

“Keterangan itu kita peroleh dari seorang korban yang masih hidup setelah menenggak minuman keras oplosan itu bersama tiga rekannya yang tewas,” kata Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo di Bekasi, Sabtu (3/1).

Menurut keterangan saksi, Sulistyo Adi Wibowo (33), para korban sebelum tewas sempat meminum minuman keras oplosan pada Kamis (1/1) dari sore hingga malam hari.

“Saksi bersama tiga rekannya yang tewas sempat menenggak minumak keras oplosan di pos ronda Kampung Rawa Aren, Jalan Pulau Jawa Raya RT03 RW17, Kelurahan Aren Jaya,” katanya.

Ketiga korban tewas itu masing-masing bernama Yanto alias Dewa (39) yang meninggal dunia pada Jumat (2/1) pukul 14.00 WIB. Yanto berprofesi sebagai supir ojek. Korban berikutnya adalah Lebay (34), seorang supir truk sampah meninggal dunia pada Jumat (2/1) pukul 18.00 WIB. Korban terakhir adalah Kibagus Suntara (35) yang berprofesi sebagai tukang ojek meninggal dunia pada Jumat (2/1) pukul 22.00 WIB.

“Menurut saksi Sulistyo, korban menenggak minuman keras oplosan jenis Brendy dicampur Big Cola rasa lemon di pos ronda,” katanya.

Keesokan harinya, kata dia, korban Yanto merasa sakit dan dibawa ke dokter terdekat, namun tim medis setempat merujuk korban ke RSUD.

“Dalam perjalanan korban meninggal dunia,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pemberontak Bersenjata Culik 40 Pemuda Nigeria

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah pria bersenjata menculik 40 anak laki-laki dan pemuda dari sebuah desa terpencil di bagian timurlaut Nigeria dalam satu aksi. Para warga dan sumber keamanan mempersalahkan penculikan tersebut pada kelompok pemberontak Boko Haram, kelompok militan yang terkenal karena penculikan massalnya.

Saksi Mohammed Zarami mengatakan pria-pria bersenjata tersebut tiba di desa Malari sekitar pukul 20.00. Mereka bersenjata berat tetapi tidak melepaskan tembakan atau membunuh siapa pun.

“Orang-orang berlarian ketakutan meninggalkan rumah mereka, tetapi mereka memperingatkan siapapun hendaknya mematuhi peringatan,” kata Zarami kepada kantor berita Reuters di kota Maiduguri dikutip Aktual, Sabtu (3/1).

“Mereka menculik lebih 40 pemuda sebagian besar berusia 15 hingga 23 tahun.Sekarang, tak ada anak muda di desa kami,” kata dia.

Pejabat keamanan mengatakan bahwa para anggota Boko Haram telah menculik ratusan orang tahun lalu. Anak-anak lelaki direkrut untuk dijadikan pejuang mereka dan anak perempuan menjadi budak nafsu.

Seorang pria yang mengaku pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau pada akhir November mengatakan dalam satu video bahwa anak-anak perempuan itu telah “dinikahkan” dengan para komandan Boko Haram.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain