1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39882

Olly Dondokambey: Berita Empat Tahun, Sudah Lewat!

Jakarta, Aktual.co — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat asal fraksi PDI-Perjuangan Olly Dondokambey enggan menanggapi lagi mengenai kasus dugaan korupsi Hambalang yang menyeret-nyeret namanya. Belum lama ini, nama Olly disebut dalam dakwaan Direktur Utama PT Dutasari Citralaras Machfud Suroso yang diduga terlibat kasus dugaan korupsi megaproyek tersebut.

“Sudah lewat. Berita empat tahun lalu, percuma. Sudah empat tahun lalu, kalian tanya, sudah lah. Kirain mau nanya apa,” kata Olly ditemui di sela-sela acara open house Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasona Laoly di Jakarta, Sabtu (3/1).

Dalam surat dakwaan Machfud Suroso, Olly dianggap menerima aliran dana dari Machfud terkait proyek tersebut. Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi menganggap Machfud telah memperkaya diri, orang lain, dan korporasi dengan mengalirkan dana ke sejumlah pihak, termasuk anggota DPR. Olly disebut sebagai salah satu anggota DPR yang kecipratan dana sebesar Rp 2,5 miliar.

Sebelumnya, nama Olly juga muncul sebagai penerima aliran dana dalam dakwaan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng; Kepala Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya, Teuku Bagus Mokhamad Noor; mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum; dan Mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Deddy Kusdinar.

Sementara, dalam sidang vonis Teuku Bagus, hakim menyatakan Olly terbukti menerima suap terkait proyek Hambalang. Pada Juli 2014, Ketua KPK Abraham Samad menyatakan bahwa Pimpinan KPK tinggal menunggu draf surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Olly yang diajukan tim satuan tugas penanganan perkara Hambalang. Menurut Abraham saat itu, ekspose atau gelar perkara terkait status Olly dilakukan di tingkat satgas.

Dalam ekspose tersebut, Satgas tinggal merumuskan dugaan keterlibatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu dalam kasus dugaan suap Hambalang. Jika sudah rampung, lanjut Abraham, pimpinan KPK tinggal menandatangani surat perintah penyidikan (sprindik).

Melihat Tradisi Maulid Nabi di Negeri Syariat

Banda Aceh, Aktual.co — Rentak tubuh puluhan remaja menganyun ke kiri dan kanan di bawah meunasah  (Surau) Keude Krueng Geukuh,  Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Sabtu (3/12). Hal yang sama terlihat di Desa Blang Cut, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Mereka duduk bersila dalam dua kelompok saling berhadapan. Koreografi ditata seapik mungkin. Itulah kelompok dike (zikir). Di mulut mereka terucap zikir. Di bagian lain, panitia sibuk mengatur makanan dan minuman untuk para pengunjung.
Pengunjung itu diundang dari beberapa desa tetangga. Saling undang itu berlangsung sampai Maulid berakhir. Sehingga, tidak heran, pelaksanaan Maulid di Aceh tidak serentak.

Umumnya, masyarakat Aceh memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut. Sepanjang tiga bulan, sejak Rabiul Awal,  Rabiul Akhir, sampai bulan Jumadil Awal berlangsung perayaan Maulid di Aceh.

“Masyarakat Aceh menyebutnya Maulid pertama, kedua sampai ketiga,” sebut warga Kota Lhokseumawe, Irmansjah kepada Aktual.co.

Seiring perkembangan waktu, tradisi Maulid pun mulai berubah. Jika di era 90-an, seluruh masyarakat menyiapkan bu kullah (membungkus nasi dalam daun, red), lalu meletakkannya ke dalam dalong (tempat meletakkan makanan tradisional Aceh), kini mulai berubah.

Sebagian masyarakat membawa nasi dalam kotak kertas yang dijual di sejumlah toko makanan. Lalu membawanya ke meunasah atau Masjid tempat acara Maulid digelar.

“Kalau di kampung kami, ada yang masih membawa dalam dalong, ada yang membawa dalam rantang, ada juga yang membawa dalam kotak nasinya,” ujar Mustafa Kamal Pasya, warga Sawang, Aceh Utara.

Sementara itu,  di Kecamatan Pirak Timu, seluruh masyarakat membawa nasi dan makanan dalam dalong. Bukan dalam rantang, lebih-lebih dalam kotak nasi. Selain nasi, juga ada ikan dan daging. Setiap Maulid juga disediakan beulukat (nasi ketan) dan pisang. Nasi ketan dan pisang ini untuk dibawa pulang ke rumah para tamu yang hadir.

Kini, tradisi Maulid terus dipertahankan. Merayakan kelahiran sang pembawa perubahan Nabi Muhammad SAW, merupakan satu keniscayaan bagi masyarakat Aceh. Sayup-sayup masih terdengar lantunan zikir dari sejumlah Surau di Aceh. Esok hari sampai tiga bulan ke depan, lantunan zikir itu terus berkumandang dari surau dan Masjid di provinsi yang menerapkan pelaksanaan syariat itu. Dike maulid salah satu tradisi yang mempesona dari Aceh.
 

Artikel ini ditulis oleh:

Menkopolhukam: Seleksi Calon Kapolri akan Melalui KPK

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijanto menyatakan bahwa calon Kepala Kepolisian RI pengganti Jenderal Polisi Sutarman haruslah bersih dari kasus korupsi, termasuk indikasi kepemilikan rekening gendut yang tidak wajar.

Tedjo pun mengisyaratkan jika dalam proses pemilihan calon Kapolri mendatang ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka kemungkinan untuk meminta masukan dari Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Tentunya kan harus yang bersih ya, yang lalu juga melalui KPK dan sebagainya. Percayakan kepada Presiden, percayakan pilihan yang terbaik untuk kita semua,” kata Tedjo di sela-sela acara open house Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di Jakarta, Sabtu (3/1).

Ia juga meminta masyarakat untuk membuktikan jika menyebut adanya petinggi Polri yang masuk pencalonan Kapolri yang terseret kasus rekening gendut. “Ya buktikanlah yang mana sih ada rekekning gendut. Itu kan kata orang saja, jadi mohon maaf lah media, kalau belum ada bukti, jangan dibicarakan,” ujar Tedjo. Mengenai kemungkinan Presiden mempercepat proses seleksi Kapolri, Tedjo menyampaikan jika kemungkinan itu bisa saja terjadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Sutarman akan memasuki masa pensiun pada Oktober mendatang. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) sebelumnya berharap calon Kapolri mendatang tidak disebut-sebut terkait dengan kasus rekening gendut. Menurut MAKI, kasus rekening gendut hanya akan membuat citra Polri semakin jauh dari yang diharapkan masyarakat, yakni sebagai pelopor revolusi mental seperti yang digagas Presiden Jokowi.

Sebelumnya, ada lima nama yang disebut-sebut sebagai calon Kapolri, yakni Komisaris Jenderal Badroeddin Haiti, Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Inspektur Jenderal Safruddin, Inspektur Jenderal Pudji Hartanto, dan Inspektur Jenderal Unggung Cahyono.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane, mengatakan dari kelima nama itu, Presiden disebut-sebut telah memilih dua nama, yang kemudian dipilih satu nama untuk diserahkan ke Komisi III DPR. Nama yang dipilih adalah perwira berpangkat komjen senior.

Basarnas Pastikan Penemuan Bagian Besar AirAsia QZ8501

Jakarta, Aktual.co —Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) FH Bambang Soelistyo mengatakan sonar dari kapal tim SAR gabungan berhasil menangkap gambar tiga dimensi (3D) dan dua dimensi (2D) dua objek berukuran besar yang dipastikan bagian dari pesawat AirAsia QZ8501.

“Berdasarkan temuan genangan bahan bakar di permukaan pada Jumat (2/1) malam, tiga kapal yang mempunyai kemampuan deteksi bawah laut terus beroperasi di sektor prioritas. Hasilnya, pukul 23.40 WIB, berhasil dideteksi dua objek cukup besar,” kata Bambang, di Jakarta, Sabtu (3/1).

Bambang menjelaskan objek pertama berdimensi 9.2 x 4.6 x 0.5 meter (dengan 3D) dan objek kedua berdimensi 7.2×0.5 meter (dengan 2D). Kedua objek tersebut ditemukan berdekatan. Saat ini, dia mengatakan kapal Geo Survey sedang mengupayakan untuk mendapatkan visual dari dua objek yang disebutkan dengan menurunkan remotely operated vehicle (ROV).

Namun, Kepala Basarnas mengakui upaya yang dilakukan Kapal Geo Survey memang masih terkendala cuaca dengan gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter. “Secara tiga dimensi dan dua dimensi memang diketahui dua objek tersebut, kita akan pastikan dengan visual dengan menggunakan ROV. Tapi saya pastikan itu bagian pesawat Air Asia yang kita cari,” tandas jenderal TNI AU bintang tiga itu.

Pengangkatan Daniel Purba, Muluskan Kuasai Migas Nasional?

Jakarta, Aktual.co — Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara tidak menampik bahwa sejak awal memang sudah ada keinginan besar dari Soemarno Brothers untuk ‘memangku’ secara penuh dalam peranan migas nasional.

Hal itu terbaca dalam skema terkait pengangkatan Daniel Purba sebagai Vice Presiden ISC Pertamina, dan keluarnya rekomendasi tim reformasi tata kelola migas (RTKM) terkait pengalihan peran impor minyak dari Petral ke ISC.

“Iya memang ada, saya menduga kuat seperti itu, ya sama ada kaitannya Ari Soemarno dan Rini Soemarno, itulah. Ada kepentingan Soemarno Brothers dengan menempatkan Daniel Purba,” kata dia, ketika dihubungi Aktual.co, di Jakarta, Sabtu (3/1).

Menurut dia, aroma untuk menguasai peranan migas nasional itu sadah tercium ‘amis’ pasca kampanye dimana ada niatan untuk membubarkan Petral. Terlebih, sambung dia, peran impor bahan fosil itu melibatkan uang ratusaan triliun rupiah.

“Kok ngangkat orangnya (Daniel Purba, red) begitu saja tanpa ada di fit proper test yang ujug-ujug lalu diangkat itu orang. Kalau bukan karena ada hubungan dan kepentingan tidak akan kayak gini,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Ribuan Warga Yogyakarta Peringati Maulid Nabi dengan Ikuti Grebeg Maulud

Yogyakarta, Aktual.co — Ribuan warga Yogyakarta merayakan peringatan hari Maulud Nabi dengan mengikuti Grebeg Maulud yang digelar Kraton Yogyakarta bertempat di Alun-alun Utara dan Kompleks Masjid Gede Kauman Yogyakarta, pada Sabtu (03/01/2014).

Prosesi Grebeg diawali dengan keluarnya iring-iringan tujuh buah Gunungan dari Kraton menuju Masjid Gede Kauman dengan dikawal sejumlah Prajurit Bregodo Kraton dan 4 ekor gajah. Iring-iringan gunungan berjalan melewati Alun-alun Utara menuju 3 tempat lokasi perebutan. Yakni, Masjid Gede Kauman, Puro Pakualaman dan Kepatihan.

Di Masjid Gede Kauman, ribuan warga masyarakat telah menunggu kehadiran lima buah gunungan sejak pagi. Mereka berdatangan dari berbagai daerah untuk Ngalap Berkah gunungan yang berupa hasil Bumi baik sayur buah-buahan maupun makanan tradisional.

Begitu kelima buah gunungan selesai didoakan oleh Penghulu Masjid, ribuan warga tanpa dikomando langsung menyerbu dan ‘merayah’ semua gunungan tersebut. Tak sampai 5 menit, kelima gunungan itu pun ludes tak menyisakan apapun. Semua benda yang melekat pada gunungan diambil warga mulai dari wajik, kacang panjang hingga bambu penyangga gunungan.

Yang mengherankan, saat semua gunungan telah ludes dirayah warga, sejumlah orang yang tak kebagian pun nampak masih mengorek-ngorek pasir mencari sisa gunungan di sekitar tempat rayahan. Mereka nampak mengambil sisa-sisa bagian gunungan yang terjatuh.

“Ini bisa mendatangkan berkah. Baik kelancaran rejeki hingga keselamatan,” ujar salah seorang warga, Jumali (44) asal Pengasih Kulonprogo.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain