2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39887

Hasil Negatif, Tim DVI Kembali Lakukan Identifikasi Ulang 4 Jenazah AirAsia

Surabaya, Aktual.co — Terkait dengan korban pesawat AirAsia QZ 8501, empat jenazah yang lebih datang dulu sempat berhasil teridentifikasi, Namun sayang, saat terakhir dilakukan rapat rekonsiliasi, ternyata hasilnya negatif. Saat ini, terpaksa dilakukan proses identifikasi ulang.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes pol Awi Setiyono, dengan dilakukan proses identifikasi ulang, diharapkan sore ini, hasilnya bisa diketahui. Dan, jika memang sudah diketahui, nantinuya akan langsung diserahkan ke pihak keluarga masing-masing.

“Jadi sudah kita lakukan identifikasi dan diketahui hasilnya. Tetapi saat proses rapat rekonsiliasi, ternyata hasilnya negatif sehingga harus dilakukan identifikasi ulang,” kata Kombes Pol Awi,  kepada Aktual.co, Sabtu (3/1).

Sementara itu, Dokter Forensik, Kombes pol Heri wijatmoko, menuturkan, sejauh ini empat jenazah tersebut masih sulit untuk dikenali. Sebab, selain sidik jari yang sudah rusak, tim DVI juga masih kekurangan data-data antemortem dari pihak keluarga.

Itu sebabnya,  dirinya kembali meminta agar pihak keluarga bisa membantu dengan cara mencari tahu kepada rekan kerja korban atau tetangganya apakah korban pernah bercerita tentang konsultasi dengan dokter gigi atau dokter umum atau punya ciri-ciri fisik lainnya. Hal ini guna mempermudah tim DVI untuk mengenali anatomi korban, mengingat kondisi korban sudah rusak.

Prosesnya, kata ia, begitu jenazah tiba, langsung masuk ke kontainer pendingin, kemudian masuk ke ruang jenazah. Disanalah para dokter ahli yang dibagi menjadi beberapa akan mulai proses identifikasi jenazah.

Rata-rata setiap satu jenazah pada pertama kali akan ditangani lima pakar. Diantaranya Antiropologi yang meliputi sidik jari serta ciri fisik, lalu pakar gigi, tulang, dan darah. Dan, terakhir jika masih kesulitan, akan dilakukan tes  DNA

Tes DNA sendiri, tambahnya, dilakukan di Indonesia.  Bila hal tersebut semua selesai, maka dilakukan rapat rekonsiliasi untuk menentukan siapa identitas jenazah tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Korupsi di NTT Meningkat Dua Kali Lipat

Kupang , Aktual.co — Kasus korupsi yang ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2014 meningkat hingga 225 persen dibanding tahun sebelumnya. Kepala Polda NTT Brigadir Jenderal Endang Sunjaya mengatakan pada 2014 pihaknya menangani sebanyak 91 kasus korupsi. Jumlah itu lebih besar dari kasus korupsi pada 2013 hanya 28 kasus.

Dari 91 kasus tersebut, 25 kasus di antaranya berhasil dituntaskan atau P21. “Sisanya 19 kasus dalam proses penyelidikan dan 47 kasus dalam proses penyidikan,” kata Endang kepada wartawan, Sabtu (3/1).

Jumlah tersangka kasus korupsi yang sudah diadili sebanyak 28 orang dengan total kerugian negara Rp 11,7 miliar. Sedangkan tersangka korupsi yang masih dalam penyidikan sebanyak 48 orang dengan total kerugian negara Rp14,3 miliar. Jumlah uang negara yang diselamatkan sebesar Rp 2,9 miliar.

Menurut Endang, target penyelesaian kasus korupsi Polda NTT selama 2014 sebanyak 18 kasus, namun sampai Desember 2014 kasus korupsi yang diselesaikan sebanyak 25 kasus. “Pencapaian volume serta target sebesar 139 persen sehingga penyelesaian kasus korupsi sudah melebihi target,” katanya. Salah satu kasus korupsi yang mendapat sorotan dan masih ditangani Polda NTT yakni kasus dugaan korupsi dana hibah Unit Layanan Pengadaan Alor tahun anggaran 2012/2013 senilai Rp 1,6 miliar.

Tim SAR Gabungan Temukan Objek Besar Diduga Bangkai Pesawat AirAsia

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI F Henry Bambang Soelistyo mengatakan, bahwa pihaknya dan tim SAR gabungan telah berhasil menemukan dua objek besar dalam pencarian pesawat AirAsia QZ 8501 malam tadi.

Kata dia, tiga kapal yang beroperasi selama 24 jam yakni kapal Baruna Jaya 1, Geo Survey dan kapal milik Singapura membuahkan hasil. Berdasarkan pendalaman penemuan bahan bakar minyak yang ada di permukaan.

“Hasil dari kegiatan operasi tadi malam pada pukul 23.40 WIB berhasil mendeteksi dua objek cukup besar. Satu objek berdimensi 9,4×4,8×0,4 meter, sedangkan objek satunya lagi berdimensi 7,2×0,5 meter,” ucap Soelistyo, kepada Aktual.co, di kantor Pusat Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (3/1).

Soelistyo juga menuturkan, kedua objek besar itu ditemukan secara berdekatan satu sama lain. Namun demikian, sampai saat ini tim sedang berupaya mendapatkan gambar lebih jelas dengan menggunakan ROV (Remote Operated Vehicle) yang berfungsi menampilkan visual real (gambar video) dari dasar laut.

“Karena saat ini gelombang masih tinggi dan arus masih kuat. Kita harapkan cuaca baik dan ROV bisa berfungsi maksimal,” katanya lagi.

Masih kata Soelistyo, saat ini kedua objek besar di bawah laut itu berada di kedalaman 30 meter. Dirinya pun meyakini bahwa dua objek cukup besar itu merupakan bagian dari pesawat Air Asia QZ 8501.

“Itu bagian pesawat AirAsia yang kita cari-cari. Saya pastikan itu,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

PPP kubu Rhomahurmuzy Kedepankan Tokoh Muda

Jakarta, Aktual.co — Mukernas I kubu Rhomahurmuzy pada pertengahan Februar akan kembali digelar. Mukernas akan difokuskan pada modernisasi di tubuh PPP. “Setelah mukernas kita akan lakukan kondolidasi dan regenerasi sampai ke tingkat daerah. Makanya nanti kita akan lakukan musyawarah wilayah untuk fokus ke sana. PPP harus lahirkan tokoh baru dan muda seperti Rhomahurmuziy,” kata ketua DPP bidang organisasi PPP kubu Rhomahurmuziy, Isa Muhsin.

Tampilnya Rhomahurmuziy sebagai tokoh muda di PPP harus diikuti sampai ke tingkat daerah. Pasalnya kata Isa, Joko Widodo adalah tokoh modernisasi yang harus diikuti seluruh partai politik. Jokowi kata Isa menjadi presiden termuda sepanjang reformasi. “Pimpinan pusat sampai wilayah PPP harus regenrasi.

Pengurus yang sudah bercokol di PPP sejak tahun 73 sampai 79 harus sudah diganti. Jadi dibatasi umurnya kalau jadi pengurus. Pemimpin harus muda,”kata Isa. Dengan adanya kepemimpinan muda diyakini Isa akan terciptanya manajerial partai partai yang lebih tertata. Transformasi partai yang tetap sesuai dengan konstitusi PPP harus cepat dilaksanakan.

Terkait Wacana Reshuffle, IMES: Ada 4 Menteri yang di Warning!

Jakarta, Aktual.co — Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Studies ( IMES), Erwin Usman mengatakan, sudah semestinya Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan evaluasi dan reshuffle terhadap kinerja para Menterinya.

Ia pun menilai, jelang seratus hari kinerja pemerintahan Jokowi-JK, sejak pelantikan Kabinet Kerja pada Senin (27/10) lalu, hanya beberapa pembantu Menteri yang menujukkan kinerjanya. Selebihnya baru hanya sebatas menanggapi yang sifatnya kasusitik saja, seperti di bidang energi.

“Khusus di bidang energi, memang memasuki bulan ketiga jelang seratus hari, kita belum melihat suatu upaya-upaya fundamental untuk menuju gagasan Indonesia berdaulat di sektor energi, baik blue print maaupun master plain ke arah mana kita belum tahu, masih berupa serpihan-seprihan pernyataan yang sifaatntya kasusistik respon sana – respon sini, semuanya belum terintegrasi,” kata Erwin ketika dihubungi Aktual.co, di Jakarta, Sabtu (3/1).

Seharusnya, menurut Erwin, jelang 20 hari ke depan menuju 100 hari itu, Kementerian ESDM dan Pertamina sebagai top leading sektor energi ini mestinya bisa lebih fokus pada apa yang tercantum dalam nawa cita Jokowi, baik soal kedaulatan energi, membuat energi terbarukan, kemudian menghabisi mafia migas, dan memperdayakan badan-badan BUMN yang terintergrits dengan Minerba.

“Empat ini dari roh nawacita Jokowi, dan belum ada upaya yang berarti,” katanya lagi.

Lebih jauh, ia menyakini, bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu berani melakukan reshuffle terhadap para pembantunya. Ia pun berpadangan setidaknya, ada empat pembantu yang patut diganti oleh presiden.

“Mestinya (berani, red), ESDM,  pangan, BUMN, dan Menteri Keuangan. Apalagi bila pertumbuhan ekonomi kita kurang dari 6 persen pada tahun ini, saya setuju dengan para pengamat ekonomi, Menkeu yang harus diperiksa,” ujarnya.

“Jadi bila tidak ada performa di bidang energi, pangan, BUMN, keuangan dan bidang hukum mestinya kita setuju evaluasi, kempat orang ini diberi warning, dan saya setuju,” tandasnya.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Neraca Perdagangan Luar Negeri Lampung Surplus

Bandarlampung, Aktual.co — Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung mencatat neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung mengalami surplus 30,5 juta dolar. Ha ini karena nilai ekspor pada November 2014 lebih tinggi dibandingkan impor. “Kondisi ini terjadi pada beberapa bulan terakhir, namun berbeda dibandingkan neraca Juli 2014 yang defisit 12,9 juta dolar,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Lampung Adhi Wiriana di Bandarlampung, Sabtu (3/1).

Ia mengatakan bahwa neraca perdagangan yang surplus selama beberapa bulan ini diharapkan terjadi hingga akhir tahun 2014. Neraca perdagangan November untuk kawasan ASEAN mengalami surplus 16,4 juta dolar.Penyebab utama adalah impor minyak dan gas dari Singapura yang defisit mencapai 22,2 juta dolar. Menurutnya, neraca perdagangan yang mengalami surplus adalah negara kawasan Uni Eropa mencapai 102,5 juta dan Tiongkok 5,0 juta dolar, sedangkan enam negara lainnya mengalami defisit.

Adhi menjelaskan pada periode Januari-November 2014 neraca perdagangan mengalami surplus 321,9 juta dolar, sangat berbeda jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mampu membukukan surpus sekitar 219,1 juta dolar. “Hal ini menunjukkan bahwa periode Januari–November kinreja perdagangan luar negeri Ptovinsi Lampung terus membaik dibandingkan Juli dan sebelumnya yang selal defisit,” jelasnya.

Sementara itu, data BPS menyebutkan nilai total ekspor Provinsi Lampung pada November 2014 mencapai 277,5 juta dolar Amerika Serikat, atau mengalami penurunan 30,01 persen dibandingkan data ekspor pada Oktober 2014. Ekspor sejak Januari hingga November 2014 membukukan 3,54 miliar dolar, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013 mengalami penurunan 0,39 persen. Lima golongan barang utama ekspor pada November, yakni golongan lemak dan minyak hewani/nabati; kopi, teh, rempah-rempah; batu bara; olahan dari buah-buahan/sayuran serta ikan dan udang.

Penurunan ekspor di November 2014 terhadap Oktober 2014 terjadi di semua golongan barang utama, yakni golongan lemak dan minyak hewan/nabati mengalami penurunan ekspor mencapai 41,69 persen atau 83 juta; kopi, teh, rempah-rempah turun 11,14 persen atau 6,7 petsen; batu bara turun 29,72 persen atau 8,6 juta dolar; olahan dari buah-buahan/sayuran turun 5,94 persen atau 1,1 juta dolar serta ikan dan udang 15,68 persen atau 3,1 juta dolar.

Kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor November 2014 terjadi pada lemak dan minyak hewan dan nabati; kopi, teh, dan rempah-rempah; batu bara; olahan dari buah-buahan/sayuran serta ikan dan udang. Kontribusi masing-masing 41,83 persen, 19,32 persen, 7,33 persen, 6,14 persen, dan 6,05 persen dari total ekspor Provinsi Lampung.

Berita Lain