3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39904

Daya Beli Petani Mengalami Penurunan

Jakarta, Aktual.co —Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Nilai Tukar Petani (NTP) nasional bulan Desember 2014 sebesar 101,32 atau turun 1,03 persen dibandingkan NTP bulan sebelumnya.

Kepala BPS, Suryamin mengatakan hal tersebut karena Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) naik 1,43 persen, lebih rendah dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (lb) sebesar 2,48 persen.

“NTP Sulawesi Barat mengalami penurunan terbesar yaitu 2,45 persen dibandingkan dengan NTP provinsi lainnya. Untuk NTP yang mengalami kenaikan tertinggi itu Provinsi Banten, 1,07 persen,” ujar Suryamin di kantor BPS Jakarta, Jumat (2/1).

Lebih lanjut dikatakan Suryamin, penurunan NTP Desember 2014 dipengaruhi beberapa subsektor, seperti NTP subsektor hortikultura sebesar 1,28 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,02 persen, subsektor peternakan 1,59 persen, dan subsekto perikanan 1,21 persen. Sedangkan subsektor yang mengalami kenaikan adalah tanaman pangan, sebesar 0,28 persen.

“Ini kan karena ada pengaruhnya sama komoditi beras yang naik cukup tajam waktu Desember kemarin, ada perayaan Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya.

Untuk diketahui, NTP meupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Semakin tinggi nilai NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.

Artikel ini ditulis oleh:

Indeks Perilaku Anti Korupsi 2014 Turun

Jakarta, Aktual.co —Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia 2014 sebesar 3,61, dalam skala 0-5.

Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan capaian 2013 senilai 3,63 dan 2012 senilai 3,55.

“IPAK kita hitung setiap tahunnya untuk menggambarkan dinamika perilaku anti korupsi masyarakat. Angka-angka tersebut kalau dilihat dari 2012-2014 ini tidak berubah secara signifikan,” ujar Kepala BPS Suryamin di kantor BPS Jakarta, Jumat (2/1).

Lebih lanjut dikatakan Suryamin, nilai IPAK yang semakin mendekati angka lima menunjukkan bahwa masyarakat semakin berperilaku anti korupsi. Hal itu berarti budaya zero tolerance terhadap korupsi semakin melekat dan terwujud dalam perilaku masyarakat.

“Sebaliknya, nilai IPAK yang semakin mendekati nol menunjukkan bahwa masyarakat berperilaku semakin permisif terhadap korupsi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam kebijakan Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, BPS ditugaskan untuk melaksanakan Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK).SPAK ditujukan untuk mengukur tingkat pemisifitas masyarakat terhadap perilaku korupsi dengan menggunakan Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) dan berbagai indikator tunggal perilaku anti korupsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Otopsi 3 Korban KSB di Tembagapura

Jakarta, Aktual.co — Dua jenazah anggota Brimob dan satu jenazah petugas keamanan PT Freeport Indonesia diotopsi untuk mengungkap penyebab kematian mereka terkait peristiwa penganiayaan dan penembakan di Utikini, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.
“Dua anggota kami yang bertugas dan mengalami musibah ini Bripda Adriandi dan Bripda Ryan Hariansyah dan juga seorang satpam PT Freeport Indonesia sedang diotopsi,” kata Kadivhumas Polri Irjen Ronny F. Sompie, di Jakarta, Jumat (2/1).
Menurut Ronny, otopsi tiga jenazah tersebut dilakukan untuk menemukan proyektil yang diduga bersarang dalam tubuh mereka.
Olah TKP juga dilakukan untuk menemukan selongsong peluru milik penembak.
Pada Kamis (1/1) sekitar pukul 21.00 WIT, dua orang anggota Detasemen Gegana Brimob Polda Papua, Bripda Adriandi (22) dan Bripda Ryan Hariansyah (22) serta seorang petugas keamanan PT Freeport Suko Miyartono dihadang oleh lima orang tak dikenal di Kampung Banti hingga Kampung Utikini dengan menggunakan senjata api dan parang.
“Anggota kami yang sedang berpatroli diserang oleh pelaku yang berjumlah lima orang. Peristiwa ini mengakibatkan Bripda Adriandi mengalami luka bacok di kepala bagian kanan, luka tusuk di perut, leher dan jari kanan putus,” tuturnya.
Sementara Bripda Ryan mengalami luka tusuk di perut, luka tembak di leher dan tangan kanan putus. Sementara Suko mengalami luka tusuk di leher, perut dan luka tembak di punggung.
Selain membunuh ketiganya, pelaku juga merampas dua pucuk senpi jenis stayer milik Detasemen Gegana.
Saat ini aparat Polres Mimika dan Polda Papua masih berupaya mengejar pelaku penganiayaan dan penembakan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Balai Kota DKI Tak Miliki Masjid, Ahok “Gregetan”

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menginstruksikan pembangunan masjid di lingkungan kompleks Balai Kota DKI.

“Di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI ini banyak yang beragama Islam, tapi saya heran kenapa tidak ada masjid di Balai Kota,” kata Basuki di Jakarta, Jumat (2/1).

Menurut dia, kondisi tersebut tidak sebanding dengan kondisi kompleks kantor-kantor wali kota di wilayah Kota Jakarta yang sudah dilengkapi dengan masjid.

“Di sini (Balai Kota) memang ada masjid, tapi kecil, seadanya saja, padahal jumlah pegawai Muslim sangat banyak. Kalau dilihat lagi, justru masjidnya masih lebih bagus yang ada di kantor-kantor wali kota,” ujar Basuki.

Oleh karena itu, mantan Bupati Belitung Timur itu memberikan instruksi agar dibangun sebuah masjid di kompleks Balai Kota, sehingga dapat dimanfaatkan oleh para pegawai dengan baik.

Meskipun demikian, dia meminta agar masjid tersebut dibangun tanpa menggunakan uang dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI.

“Untuk membangun masjid itu, tidak usah pakai APBD. Pakai sumbangan saja. Jadi, semua pegawai harus ikut menyumbang. Saya pun nanti juga akan ikut memberikan sumbangan,” tutur Basuki.

Rencananya, dia mengaku akan mengadakan sayembara untuk menentukan desain masjid tersebut sebelum proses pemugaran dan pembangunannya dimulai. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

41 Personel Kopaska Belum Diterjunkan Cari Korban AirAsia

Pangkalanbun, Aktual.co — Kapten Laut (P) Danden SatKopaska Edy Tirtayasa mengatakan, saat ini ada 41 personel Pasukan Katak belum diterjunkan untuk melakukan operasi penyelaman bawah laut guna mencari korban pesawat AirAsia Q8501. Mereka disebar di kapal-kapal yang diperbantukan untuk menyisir wilayah perairan pada jarak 90-150 nm dari arah barat daya Teluk Kumai, Pangkalan Bun.
“Hingga saat ini kami belum menerjunkan personel ke bawah laut. Walaupun pintu darurat sudah ditemukan, belum tentu lokasinya sama dengan posisi badan utama pesawat,” kata Edy di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Jumat (2/1).
Komandan Tim Kopaska Teluk Kumai itu menyatakan, operasi pencarian di laut lebih sulit ketimbang di darat. Meski tim gabungan laut telah dilengkapi alat deteksi sonar, tidak berarti tim penyelam bawah laut bisa diterjunkan untuk membantu pencarian.
Meski demikian, Edy menegaskan timnya sudah terbiasa dengan cuaca paling buruk sekalipun. Penyelaman di tengah amukan ombak diakui Edy telah menjadi santapan sehari-hari Pasukan Katak.
“Cuaca buruk adalah kawan kami. Tapi pertanyaannya sampai kapan. Jenazah bisa membusuk di lautan. Persoalan evakuasi yang menjadi PR berat kami,” ujar Edy.
Diketahui, hingga hari keenam pencarian ini, Jumat (2/1), total sudah 22 jenazah dan beberapa serpihan pesawat AirAsia QZ8501 ditemukan di perairan Selat Karimata. Sebanyak 18 jenazah sudah diantarkan ke Surabaya untuk diidentifikasi secara lebih dalam di RS Bhayangkara, dan 4 jenazah dikabarkan masih berada di kapal bantuan asal Amerika Serikat (AS), USS Sampson.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Agung Laksono: Golkar Tak Tergoda Posisi Menteri

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) hasil Munas IX Ancol, Agung Laksono menegaskan, partainya tidak akan tergoda bila saat Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle kabinet.
“Soal Golkar akan ambil posisi menteri saat reshuffle, kami tidak pikirkan, tak terlalu urgen. Tidak kemudian menjadi sasaran/incaran kursi menteri,” kata Agung di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (2/1).
Meski demikian, partainya akan menjadi mitra pemerintah.
“Partai Golkar memberikan dukungan kepada pemerintah yang sah, tidak berarti menempatkan diri dalam pemerintah. Kita akan menjadi penyeimbang seperti Partai Demokrat,” ujarnya.
Terkait dengan pembubaran Koalisi Merah Putih (KMP), Agung menyatakan, partainya tidak punya kewenangan untuk membubarkan KMP.
“Kita tidak menuntut pembubaran KMP tapi Golkar keluar dari KMP. Karena koalisi itu hanya terjadi saat Pilpres. Setelah Pilpres, tidak ada lagi yang namanya koalisi,” ujarnya.
Laporan: Adi Adrian

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain