3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39903

Pemberlakuan e-Ticket Rp40 Ribu, Masih Menuai Keluhan Pengguna Transjakarta

Jakarta, Aktual.co —Belum semua pengguna jasa Transjakarta mengetahui pemberlakuan tiket elektronik (e-ticketing), meski sudah dimulai sejak 1 November 2014 lalu. 
Salah satunya, M. Khadafi (24). Warga Depok itu memutuskan menggunakan Transjakarta dan meninggalkan motornya di rumah. Dia kaget saat diharuskan membeli tiket langganan seharga Rp40 ribu, dan tidak lagi tersedia tiket harian seharga Rp4 ribu. 
“Ya kaget lah, saya lagi ngga punya uang untuk beli tiket harga segitu. Tiket ‘ketengan’ juga tidak ada. Akhirnya ya batal naik busway (Transjakarta) dan ganti naik P55 ke arah Senayan,” ujar dia, yang naik dari Koridor 9 Halte Cawang, Jumat (2/1). 
Dari petugas BCA Flash di Halte Cawang, dia dapat penjelasan harga tiker Rp40 ribu itu rincian penggunaannya adalah Rp20 ribu untuk biaya tiket. Dan Rp20 ribu sisanya digunakan untuk empat kali perjalanan.
Dia menilai kebijakan itu memberatkan. Karena nilainya dianggap terlalu besar. “Maunya sih kartu dibagiin gratis saja, jadi nanti biar diisi sendiri sama pengguna,” kata dia.
Kata Khadafy, menggunakan angkutan umum seperti yang diharapkan oleh Pemerintah, justru membuat biaya transportasi sehari-harinya membengkak.
“Biasanya naik motor keluar duit hanya 25 ribu untuk beli bensin untuk dua hari. Sekarang malah 25 ribu hanya untuk satu hari satu hari,” keluhnya.
Keluhan yang sama mengenai harga e-ticket juga disampaikan Lauren. Mahasiswi Universitas Paramadina itu juga kaget saat tahu harus membeli tiket seharga Rp40 ribu. 
“Tapi karena saya kebetulan bawa uang, jadi ya saya beli saja tiket langganan,” ucap mahasiswi semester akhir ini.
Diketahui pada 1 November 2014 e-Ticketing berlaku di koridor 8 (Lebak Bulus-Harmoni dan koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit). Pada 15 November, untuk koridor 2 (Pulogadung – Harmoni) dan koridor 3 (Harmoni – Kalideres). 
Di 29 November, pemberlakuan e-Ticket berlaku di koridor 5 (Kampung Melayu – Ancol) dan koridor 7 (Kampung Rambutan – Kampung Melayu).
Menyusul pada 13 Desember, e-Ticketing diberlakukan untuk koridor 10 (PGC Cililitan – Tanjung Priok), koridor 11 (Terminal Kampung Melayu – Pulo Gebang) dan 12 (Pluit – Tanjung Priok).
Keluhan juga sudah disampaikan penumpang di awal pemberlakuan tiket elektronik. Lantaran PT Transjakarta dianggap kurang sosialisasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Premium Turun, Harga ‘Cabai Syetan’ Tetap membumbung

Semarang, Aktual.co — Penurunan harga bahan bakar minyak jenis premium dan solar tidak mempengaruhi penurunan harga kebutuhan pokok, terutama cabai syetan di pasar Kota Semarang. 
Pedagang pasar tetap menjual harga cabai seperti sepekan lalu menjelang perayaan natal dan tahun baru 2015 yang mencapai Rp85 ribu per kg.
Berdasarkan pantauan, saat ini harga per kg cabai merah keriting Rp40 ribu, cabai merah Rp60 ribu, harga cabai hijau Rp25 ribu. Sementara, harga bawang putih tembus Rp16 ribu dan bawang merah Rp15 ribu per kg.
Tasmiah, pedagang sayur di Pasar Bulu Semarang mengaku kenaikan harga cabai yang terjadi sejak satu bulan lalu tetap bertahan sampai sekarang. Harga kebutuhan pokok lain pun tetap bertengger pada harga minggu lalu.
“Harga cabai itu pasti naik turun. Ini masih turun Rp2 ribu, sedangkan harga bawang putih dan bawang merah tetap stabil,” ujar dia, kepada Aktual.co, Jum’at (2/1).
Menurut dia, penurunan BBM tidak berpengaruh pada harga kebutuhan, seperti lombok, sayur mayur dan buah-buahan. Hanya saja, penurunan kebutuhan pokok seperti lombok biasanya memasuki musim ketiga (panas).

Artikel ini ditulis oleh:

Tim Sembilan Diberikan Dana Rp2 Miliar untuk Tiga Bulan Kerja

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menganggarkan dana sebesar Rp2 miliar. Padahal, tim tersebut ditargetkan bekerja selama tiga bulan sejak diumumkan, Jumat (2/1).

Menpora, Imam Nahrawi berdalih, anggaran dana sebesar itu, untuk mendukung kebutuhan tim yang ditugaskan untuk melakukan pengawasan kinerja PSSI.

“Anggaran Tim Sembilan 1-2 miliar rupiah,” ungkap Imam ketika mengumunkan anggota Tim Sembilan, di gedung Kemenpora, Jakarta, Jumat (2/1).

Seperti diketahui, tim khusus pemantau kinerja PSSI diberi waktu untuk menyelesaikan setiap kasus yang ditangani, maksimal tiga bulan. Artinya, dalam setahun, untuk menghidupi Tim Sembilan, Kemenpora harus mengeluarkan dana sebesar Rp8 miliar.

Anggaran tersebut nantinya akan dibebankan pada Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Kemenpora 2015.

“Tim Sembilan akan bekerja selama tiga bulan,” ujar Menpora.

Untuk diketahui, tugas Tim Sembilan Kemenpora sendiri memiliki beberapa tugas pokok antara lain standarisasi kompetensi dan pengelolaan organisasi persepakbolaan serta penyelenggaraan kompetisi sepakbola nasional.

Selain itu, tim tersebut juga bertugas mengembangkan kualitas sepakbola nasional termasuk pembinaan usia dini dan membuat “grand design” pengembangan sepakbola nasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Kadishub Baru Jakarta Ditantang Berantas Parkir Liar

Jakarta, Aktual.co — Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta (Kadishub), Sunardi Sinaga ditantang oleh Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan untuk bersihkan Jakarta dari parkir liar dan angkutan umum yang mangkal sembarangan.
Dikatakan Azas Tigor jika benar-benar ingin membebaskan ibukota dari kemacetan, Kadishub harus menerima tantangan yang dia berikan.
“Saya beri waktu 3-6 bulan. Batas itu juga sama diberikan oleh Ahok untuk pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang baru,” ujar Tigor di Jakarta, Jumat (2/1).
Menurutnya, kedua masalah tersebut merupakan peyebab utama kemacetan di Jakarta. Azas Tigor menghimbau kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahya Purnama agar menindak tegas Sinaga jika tidak bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Sinaga itu mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpakiran Jakarta. Kalau tidak mampu, saya usul kedua pejabat baru itu disuruh belajar dulu tentang pola pelayanan transportasi yang bersih dan konsisten,” tegas Azas Tigor.
Sunardi Sinaga merupakan pejabat pengganti Benjamin Bukit sebagi Kadishub DKI Jakarta. Sinaga sendiri baru dilantik pada Jumat (2/1) pagi WIB.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

BBM Turun, Biaya Operasional Angkot Tetap Tinggi

Malang, Aktual.co — Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium tidak serta merta tarif angkot di Kota Malang ikut turun. 
Hal ini dikarenakan biaya operasional seperti harga oli, spare part dan sebagainya masih sangat tinggi pasca naiknya harga BBM beberapa waktu lalu. Penurunan harga bensin sebesar Rp900 tak berpengaruh sugnifikan bagi ongkos operasional bagi angkot.
“Bensin kan turun hanya Rp 900, sedangkan biaya operasional masih tinggi jadi para supir angkot masih tidak turunkan tarif,” kata Sekretaris Organda Kota Malang, Purwoko Cokro Darsono, di Malang, Jawa Timur, Jumat (2/1).
Pria yang akrab disapa Ipung ini menambahkan, harga minyak dunia yang tidak stabil juga menjadi alasan kenapa para supir angkot enggan menurunkan harga tarif.
“Kami dengar-dengar harga minyak ini akan naik turun, sehingga kalau kami turunkan dan harga BBM naik lagi nanti akan membingungkan,” kata dia.
Pemerintah Kota Malang belum membuat Peraturan Wali Kota (Perwal) baru untuk tarif harga angkot, sehingga tarif yang berlaku dilapangan saat ini sifatnya masih insidentil.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Wahyu Setiyanto mengatakan akan melakukan koordinasi dengan para supir angkot terkait penurunan harga BBM ini.
Diketahui, harga tarif angkot di Kota Malang bagi masyarakat umum Rp4000, sedangkan bagi para siswa Rp2500.

Artikel ini ditulis oleh:

Harga Gabah dan Beras Penggilingan Tertinggi Selama 2014

Jakarta, Aktual.co —Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa harga gabah dan beras penggilingan tertinggi selama tahun 2014.

Harga gabah kering panen di petani sebesar Rp4.910,51 per kg, naik 8,28 persen. Sedangkan harga beras medium di penggilingan sebesar Rp8.999,57 per kg, naik 7,40 persen dibandingkan bulan lalu.

“Survei monitoring harga produsen gabah selama Desember 2014 dilakukan terhadap 1.034 observasi transaksi penjualan gabah di 18 provinsi terpilih,” ujar Kepala BPS, Suryamin di kantor BPS Jakarta, Jumat (2/1).

Lebih lanjut dikatakan dia, harga tertinggi di tingkat petani dan penggilingan berasal dari GKP varietas Karang Dukuh yang terjadi di Kecamatan Kapuas Timur, Kalimantan Tengah. Sementara itu, harga gabah terendah di tingkat petani berasal dari kualitas rendah varietas Inpari 9 yang terjadi di Kecamatan Tenjolaya, Bogor.

“Desember 2014 harga tertinggi di tingkat petani senilai Rp8.200 per kg dan di tingkat penggilingan Rp8.250 per kg. Sedangkan harga terendah di tingkat petani dan penggilingan masing-masing senilai Rp3.200 per kg dan Rp3.375 per kg,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Desember 2014 rata-rata harga beras kualitas premium di tingkat penggilingan sebesar Rp9.018,39, naik sebesar 5,41 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp8.992,57 naik 7,40 persen.Sedangkan rata-rata harga beras kualitas rendah di tingkat penggilingan sebesar Rp8.412,28 naik sebesar 5,56 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain