12 April 2026
Beranda blog Halaman 39906

Polda Metro: 143 Titik di Jakarta Masuk Zona Banjir

Jakarta, Aktual.co — -Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mencatat jumlah lokasi rawan banjir mencapai 143 titik yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Itu hasil pendataan di wilayah saat ini sedang kita pantau,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul di Jakarta Rabu (14/1).

Kombes Martinus mengatakan Polda Metro Jaya bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memetakan daerah rawan banjir sebelum memasuki musim hujan.

Data menunjukkan daerah rawan banjir tertinggi berada di wilayah Jakarta Selatan mencapai 42 lokasi Jakarta Barat (40 lokasi), Jakarta Timur (38 lokasi), Jakarta Utara (14 lokasi) dan Jakarta Pusat (sembilan lokasi).

Tim Search and Rescue (SAR) Brimob dan Sabhara Polda Metro Jaya juga telah menggelar simulasi tahapan proses evakuasi korban banjir di Kampung Pulo Jakarta Timur pada Selasa (13/1).

Polda Metro Jaya mengerahkan 3.801 personil terdiri atas dari 2.100 satuan tugas polres, 1.124 personil Polda Metro Jaya dan 577 satuan tugas pusat.

Aparat kepolisian juga menyediakan peralatan proses evakuasi seperti perahu rakit, pelapung dan tenda darurat.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Mensos Targetkan 15,5 Juta Warga Miskin Dapat Kartu Sakti

Jakarta, Aktual.co — Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa menargetkan sekitar 15,5 juta warga miskin akan memperoleh Kartu Sakti. Hal itu diungkapkan saat Mensos menerima kunjungan Komisi E Kesejahteraan Rakyat DPRD Provinsi Jawa Timur, di Gedung Kemensos, Kamis (15/1).
Dikatakan Khofifah, untuk merealisasikan targetnya, tentunya harus didukung dengan pendataan yang valid. Dia menegaskan, keabsahan suatu data tersebut adalah keniscayaan yang harus disikapi dan dilakukan instansi terkait.
“Data valid menjadi sangat penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Tanpa adanya data yang sahih penanganan kemiskinan hanyalah mimpi,” ujar Khofifah.
Lebih lanjut dipaparkan oleh politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sinergitas data merupakan tanggung jawab lembaga-lembaga seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayan. 
Dia juga berharap bahwa, DPRD terkait bisa melakukan tugasnya dengan melakukan pengawasan atas implementasi pendataan, maupun validitas data yang dihasilkan.
“Saya kira DPRD bisa berperan dengan mengawasi implementasi pendataan dan validitas data itu sendiri,” harapnya. Pada Januari ini, beberapa model Kartu Sakti seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) ditargetkan menjangkau 96,4 juta jiwa ditambah1,7 juta PMKS, 320 ribu Narapidana, serta 8,3 juta cadangan. Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) menjangkau 15,8 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) dan 340 ribu Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Kartu Indonesia Pintar (KIP) akan menjangkau 19 juta siswa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ditambah KIP dari para siswa Kementerian Agama (Kemenag).`

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengamat Minta Kapolri Benahi Lembaga Karir Mabes Polri

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Kepolisian, Bambang Widodo Umar, meminta kepada Kapolri Jenderal Sutarman, untuk melakukan pembenahan lembaga karir di Mabes Polri. Ini dimintakan agar, lembaga Polri tidak semakin buruk.

“Sistem yang rusak ini perlu segera dibenahi oleh Kapolri,” kata Bambang di Kantor KontraS, Jakarta, Rabu (14/1).

Bambang meminta hal itu karena, dirinya menilai lembaga tersebut, menjadi tempat dilakukannya negosiasi dalam menaikkan dan menurunkan jabatan anggota Polri.

“Ini (bimbingan karir) sudah menjadi sarang untuk melakukan negosiasi,” ungkapnya.

Bambang yakin, di lembaga tersebut, negosiasi untuk menaikkan dan menurunkan jabatan tersebut banyak dilakukan anggota Polri.

“‎Terlalu banyak yang rusak dan karut marut pada bagian ini (Binkar Polri), banyak sekali oknum yang bermain di sini,” tandasnya.

Bambang menduga, penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap calon Kapolri Komjen Budi Gunawan, karena dirinya pernah bermain pada lembaga tersebut ketika menjabat sebagai Karobinkar SSDM di Mabes Polri tahun 2004-2006.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Alasan Kompolnas terkait Pergantian Kapolri

Jakarta, Aktual.co —Masa bakti Jenderal Sutarman sebagai Kapolri akan berakhir pada Oktober 2015. Namun pergantian orang nomor satu di Kepolisian Indonesia itu sedang dilakukan. Memilih Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo. 
Apa alasan dilakukan percepatan pergantian? Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Irjen Pol (Purn), Logan Siagian mengungkap alasan tersebut. “Beliau (Presiden Joko Widodo) ingin reformasi total di kepolisian. Kepolisian dinilai harus transparan di dalam penerimaan anggota dan pembinaan karier. 
Makanya presiden ingin secepatnya pergantian kapolri,” tutur Irjen Pol (Purn), Logan Siagian di kantor Kompolnas, Jakarta, Rabu (14/1/2015). Presiden Joko Widodo telah mengajukan satu nama sebagai calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yaitu Komisaris Jenderal Budi Gunawan. Budi merupakan satu satunya jenderal berbintang tiga yang dipilih Jokowi untuk menggantikan Jenderal Sutarman yang bakal pensiun Oktober 2015.
Komisi III DPR akhirnya secara aklamasi menyetujui Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri. Keputusan itu dibacakan Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin setelah menggelar rapat pleno yang diikuti 9 fraksi tanpa Demokrat.

Gubernur Gorontalo Batal Diperiksa

Jakarta, Aktual.co —Gubernur Gorontalo Rusli Habibie batal diperiksa Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. Alasannya, sang gubernur tengah sibuk mempersiapkan HUT Gorontalo. “Tadi ada surat dari pihak saksi yang meminta penundaan pemeriksaan minggu depan. Hal ini diungkapkan Kasubdit IV Dit Tipidkor Bareskrim, Kombes Yudhiawan, di Jakarta, Rabu (14/1).
Karenanya, penyidik akan menjadwal ulang rencana pemanggilan Rusli dalam kapasitas sebagai saksi dalam kasus pengadaan alat kesehatan di RS Rumah Sakit Zainal Umar Sadiki, Gorontalo Utara, tahun anggaran 2011. “Kita reschedule untuk pemeriksaan di tanggal 27 (Januari),” jelas Yudhi.
Direktur Tipidkor Brigjen Ahmad Wiyagus mengatakan, Rusli diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 1,9 milyar. Kasus ini juga menjerat Kadis Kesehatan Triyamto Bialangi yang sudah ditahan sejak September 2014. Penyidik menemukan adanya dugaan penggelembungan harga dari proyek tersebut. Dalam pengadaan alkes tersebut juga ditemukan markup sebesar Rp1,9 miliar.

Ahok Bakal Batasi Operasional APTB

Jakarta, Aktual.co —  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai operasional Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Transjakarta (APTB) di wilayah ibu kota harus dibatasi.

“Karena kita sering kali melihat APTB itu menaikkan atau menurunkan penumpang di tengah jalan, makanya saya minta para operator membatasi operasional angkutan itu,” kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (13/1).

Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, apabila tidak ingin operasional angkutan umum itu dibatasi, maka para operator harus bersedia bergabung dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

“Menaikkan atau menurunkan penumpang di tengah jalan itu dapat menimbulkan kemacetan. Jadi, kalau tidak mau dihentikan operasionalnya, operator harus mau gabung dengan manajemen PT Transjakarta,” ujar Basuki.

Sementara itu, senada dengan Basuki, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Benjamin Bukit menyatakan pihaknya pun menginginkan agar operator bergabung dengan PT Transjakarta.

Dia menuturkan apabila operator APTB telah melebur dengan manajemen PT Transjakarta, maka nantinya sistem pengelolaan dan operasional angkutan umum tersebut akan lebih mudah dilakukan.

“Jadi, nantinya PT Transjakarta yang akan menyusun trayek-trayeknya. Kemudian, kita juga bisa mulai memberlakukan sistem tarif rupiah per kilometer,” tutur Benjamin.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan penggabungan APTB dengan PT Transjakarta juga dinilai dapat menghilangkan dualisme tiket beserta trayek di sepanjang jalur busway.

“Dengan adanya sistem rupiah per kilometer, maka dualisme tiket dan trayek di jalur bus Transjakarta tidak akan terjadi lagi, karena manajemenbya kan sudah digabung,” ungkap Benjamin. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain