12 April 2026
Beranda blog Halaman 39907

Ini Alasan Kompolnas terkait Pergantian Kapolri

Jakarta, Aktual.co —Masa bakti Jenderal Sutarman sebagai Kapolri akan berakhir pada Oktober 2015. Namun pergantian orang nomor satu di Kepolisian Indonesia itu sedang dilakukan. Memilih Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo. 
Apa alasan dilakukan percepatan pergantian? Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Irjen Pol (Purn), Logan Siagian mengungkap alasan tersebut. “Beliau (Presiden Joko Widodo) ingin reformasi total di kepolisian. Kepolisian dinilai harus transparan di dalam penerimaan anggota dan pembinaan karier. 
Makanya presiden ingin secepatnya pergantian kapolri,” tutur Irjen Pol (Purn), Logan Siagian di kantor Kompolnas, Jakarta, Rabu (14/1/2015). Presiden Joko Widodo telah mengajukan satu nama sebagai calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yaitu Komisaris Jenderal Budi Gunawan. Budi merupakan satu satunya jenderal berbintang tiga yang dipilih Jokowi untuk menggantikan Jenderal Sutarman yang bakal pensiun Oktober 2015.
Komisi III DPR akhirnya secara aklamasi menyetujui Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri. Keputusan itu dibacakan Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin setelah menggelar rapat pleno yang diikuti 9 fraksi tanpa Demokrat.

Gubernur Gorontalo Batal Diperiksa

Jakarta, Aktual.co —Gubernur Gorontalo Rusli Habibie batal diperiksa Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. Alasannya, sang gubernur tengah sibuk mempersiapkan HUT Gorontalo. “Tadi ada surat dari pihak saksi yang meminta penundaan pemeriksaan minggu depan. Hal ini diungkapkan Kasubdit IV Dit Tipidkor Bareskrim, Kombes Yudhiawan, di Jakarta, Rabu (14/1).
Karenanya, penyidik akan menjadwal ulang rencana pemanggilan Rusli dalam kapasitas sebagai saksi dalam kasus pengadaan alat kesehatan di RS Rumah Sakit Zainal Umar Sadiki, Gorontalo Utara, tahun anggaran 2011. “Kita reschedule untuk pemeriksaan di tanggal 27 (Januari),” jelas Yudhi.
Direktur Tipidkor Brigjen Ahmad Wiyagus mengatakan, Rusli diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 1,9 milyar. Kasus ini juga menjerat Kadis Kesehatan Triyamto Bialangi yang sudah ditahan sejak September 2014. Penyidik menemukan adanya dugaan penggelembungan harga dari proyek tersebut. Dalam pengadaan alkes tersebut juga ditemukan markup sebesar Rp1,9 miliar.

Ahok Bakal Batasi Operasional APTB

Jakarta, Aktual.co —  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai operasional Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Transjakarta (APTB) di wilayah ibu kota harus dibatasi.

“Karena kita sering kali melihat APTB itu menaikkan atau menurunkan penumpang di tengah jalan, makanya saya minta para operator membatasi operasional angkutan itu,” kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (13/1).

Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, apabila tidak ingin operasional angkutan umum itu dibatasi, maka para operator harus bersedia bergabung dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

“Menaikkan atau menurunkan penumpang di tengah jalan itu dapat menimbulkan kemacetan. Jadi, kalau tidak mau dihentikan operasionalnya, operator harus mau gabung dengan manajemen PT Transjakarta,” ujar Basuki.

Sementara itu, senada dengan Basuki, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Benjamin Bukit menyatakan pihaknya pun menginginkan agar operator bergabung dengan PT Transjakarta.

Dia menuturkan apabila operator APTB telah melebur dengan manajemen PT Transjakarta, maka nantinya sistem pengelolaan dan operasional angkutan umum tersebut akan lebih mudah dilakukan.

“Jadi, nantinya PT Transjakarta yang akan menyusun trayek-trayeknya. Kemudian, kita juga bisa mulai memberlakukan sistem tarif rupiah per kilometer,” tutur Benjamin.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan penggabungan APTB dengan PT Transjakarta juga dinilai dapat menghilangkan dualisme tiket beserta trayek di sepanjang jalur busway.

“Dengan adanya sistem rupiah per kilometer, maka dualisme tiket dan trayek di jalur bus Transjakarta tidak akan terjadi lagi, karena manajemenbya kan sudah digabung,” ungkap Benjamin. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Banjir Rendam Sejumlah Daerah di Sumbar

Padang, Aktual.co — Bencana banjir kembali menerjang sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (14/1). Banjir menerjang setidaknya empat daerah di Kabupaten 50 Kota, Sumbar.

Pusdalops BPBD Sumbar, Pagar Negara menyebutkan, banjir menerjang empat daerah yang berada di Kabupaten 50 Kota pada dini hari tadi.

“Ada empat daerah yang kena diantaranya Nagari Harua Kecamatan Harau, Nagari Tarantang Kecamatan Harau, Jorong Air Putih Sari Lamak Kecamatan Harau dan Nagari Koto Lamo Kecamatan Kapur Sembilan,” katanya saat dikonfirmasi di Padang.

Ia menyebut, pada daerah Nagari Harua, setidaknya ada 13 rumah yang mengalami rusak ringan hingga sedang. Sedangkan, Nagari Tarantang, sebuah Sekolah Dasar (SD) terpaksa diliburkan.

“Sementara untuk daerah Jorong Air Putih Sari Lamak, terdapat 25 rumah yang mengalami rusak ringan hingga sedang. Kemudian, terakhir di Nagari Koto Lamo terdapat jembatan yang terisolir,” jelasnya.

Menurutnya, bencana banjir ini terjadi karena hujan yang terus mengguyur kawasan tersebut selama dari Selasa (13/1) kemarin. “Itu yang kami terima laporan sementara dari BPBD Kabupaten 50 Kota,” tuturnya.

Selain itu, sampai saat ini, disebut Pagar tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut. “Data yang kami terima sampai saat ini, tidak ada korban jiwa karena peristiwa tersebut,” terangnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Mahasiswa Ini Berhutang Rp1 M!

Jakarta, Aktual.co —Mega Retno Palufi (20), diberitakan media lokal menanggung utang hingga Rp 1 miliar gara-gara arisan online yang dikelolanya bangkrut. Mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Madiun, Jawa Timur, itu dikabarkan dikejar-kejar oleh para peserta arisannya itu yang menuntut pengembalian modal. Sebanyak empat orang terlihat bertamu ke kediaman orang tua Mega di Dusun Gambiran, Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (14/1). Mereka diduga diantara para peserta arisan itu. Mereka diterima tuan rumah dengan pintu yang tertutup rapat.
Pihak keluarga Mega tidak bersedia memberikan informasi, ibu Mega, mengatakan kalau anak sulungnya itu sedang pergi ke Caruban, Kabupaten Madiun. “Saya tidak tahu tentang arisan online, sekarang orangnya (Mega) juga tidak ada,” kata Murtini sambil berlalu dari teras rumahnya. Selang beberapa detik, Sarjono, ayah Mega, keluar dari bangunan di samping kanan kediamannya. “Orangnya (Mega) tidak ada, monggo njenengan (silahkan Anda) pulang saja,” kata Sarjono yang juga kembali masuk. 
Namun, seorang perempuan berhijab, usai bertamu ke rumah Mega, memberi keterangan berbeda. “Mega sedang sakit dan berada di kamar,” katanya. Dia tidak bersedia berbicara lebih banyak lagi. Ia beralasan telah berjanji kepada orang tua Mega untuk tidak menyampaikan pembicaraannya kepada wartawan. “Mohon maaf kami terlanjur berjanji. Kalau untuk arisan online sudah tidak aktif lagi,” kata dia yang mengatakan bukan anggota arisan online yang didirikan Mega melainkan rekan sesama pengelola toko online. 
Menurut para tetangga, banyak tamu mengalir ke rumah Mega sejak sepekan terakhir. Mereka datang bergantian dari berbagai kota. Ada yang mengendarai mobil, ada yang sepeda motor. Sebagian dari para tetangga ada yang mencoba bertanya kepada Sarjono dan Murtini. “Bapak dan ibunya bilang kalau kedatangan para tamu itu untuk mengurus toko online milik Mega,” kata seorang diantaranya. Dalam situs tokopedia memang ada toko online milik Mega. Namanya Gayya Shop yang memajang sejumlah produk fesyen wanita. Namun di sana tertera informasi bahwa toko sudah tak aktif sejak 90 hari lalu.
Secara terpisah, Kepala Kepolisian Resor Magetan Ajun Komisaris M. Choirul Hidayat menyatakan belum mendapatkan informasi terkait yang dialami Mega. “Belum ada laporan masuk ke kami,” kata Choirul. Sebelumnya Madiunpos.com menulis kisah arisan online yang didirikan Mega hanya berusia dua bulan. 
Uang yang dikelola bukannya beranak pinak melainkan terkuras habis untuk membayar bonus atau profit kepada sebagian dari 2000-an membernya. “Kesalahan saya, bonus yang saya berikan kepada setiap anggota terlalu besar. Setiap pendaftar langsung dapat bonus 200% per 21 hari,” kata Mega menjelaskan kepada media itu.

Seskab: KPK Ingin Bertemu Jokowi

Jakarta, Aktual.co —Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto membantah kabar mengenai, adanya pertemuan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Presiden Jakarta malam ini. Pertemuan tersebut terkait dengan status Calon Kapolri, Komjen Budi Gunawan yang ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi oleh KPK. Namun, Andi mengakui, adanya permintaan dari KPK untuk bertemu dengan Presiden Jokowi.
“Ada permintaan KPK untuk bertemu presiden, sudah disampaikan ke Mensesneg dan Mensesneg sedang mencari kemungkinan jadwalnya,” ujar Andi di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (14/1). Ketika ditanya apakah pertemuan tersebut dilakukan malam ini, Andi menepis kabar tersebut dan memastikan bahwa pertemuan tersebut tidak dilakukan malam ini. “Tidak dilakukan malam ini karena jadwal presiden sudah selesai,” tegas Andi sambil bergegas menuju dan menutup mobilnya dengan kencang.

Berita Lain