12 April 2026
Beranda blog Halaman 39908

Mahasiswa Ini Berhutang Rp1 M!

Jakarta, Aktual.co —Mega Retno Palufi (20), diberitakan media lokal menanggung utang hingga Rp 1 miliar gara-gara arisan online yang dikelolanya bangkrut. Mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Madiun, Jawa Timur, itu dikabarkan dikejar-kejar oleh para peserta arisannya itu yang menuntut pengembalian modal. Sebanyak empat orang terlihat bertamu ke kediaman orang tua Mega di Dusun Gambiran, Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (14/1). Mereka diduga diantara para peserta arisan itu. Mereka diterima tuan rumah dengan pintu yang tertutup rapat.
Pihak keluarga Mega tidak bersedia memberikan informasi, ibu Mega, mengatakan kalau anak sulungnya itu sedang pergi ke Caruban, Kabupaten Madiun. “Saya tidak tahu tentang arisan online, sekarang orangnya (Mega) juga tidak ada,” kata Murtini sambil berlalu dari teras rumahnya. Selang beberapa detik, Sarjono, ayah Mega, keluar dari bangunan di samping kanan kediamannya. “Orangnya (Mega) tidak ada, monggo njenengan (silahkan Anda) pulang saja,” kata Sarjono yang juga kembali masuk. 
Namun, seorang perempuan berhijab, usai bertamu ke rumah Mega, memberi keterangan berbeda. “Mega sedang sakit dan berada di kamar,” katanya. Dia tidak bersedia berbicara lebih banyak lagi. Ia beralasan telah berjanji kepada orang tua Mega untuk tidak menyampaikan pembicaraannya kepada wartawan. “Mohon maaf kami terlanjur berjanji. Kalau untuk arisan online sudah tidak aktif lagi,” kata dia yang mengatakan bukan anggota arisan online yang didirikan Mega melainkan rekan sesama pengelola toko online. 
Menurut para tetangga, banyak tamu mengalir ke rumah Mega sejak sepekan terakhir. Mereka datang bergantian dari berbagai kota. Ada yang mengendarai mobil, ada yang sepeda motor. Sebagian dari para tetangga ada yang mencoba bertanya kepada Sarjono dan Murtini. “Bapak dan ibunya bilang kalau kedatangan para tamu itu untuk mengurus toko online milik Mega,” kata seorang diantaranya. Dalam situs tokopedia memang ada toko online milik Mega. Namanya Gayya Shop yang memajang sejumlah produk fesyen wanita. Namun di sana tertera informasi bahwa toko sudah tak aktif sejak 90 hari lalu.
Secara terpisah, Kepala Kepolisian Resor Magetan Ajun Komisaris M. Choirul Hidayat menyatakan belum mendapatkan informasi terkait yang dialami Mega. “Belum ada laporan masuk ke kami,” kata Choirul. Sebelumnya Madiunpos.com menulis kisah arisan online yang didirikan Mega hanya berusia dua bulan. 
Uang yang dikelola bukannya beranak pinak melainkan terkuras habis untuk membayar bonus atau profit kepada sebagian dari 2000-an membernya. “Kesalahan saya, bonus yang saya berikan kepada setiap anggota terlalu besar. Setiap pendaftar langsung dapat bonus 200% per 21 hari,” kata Mega menjelaskan kepada media itu.

Seskab: KPK Ingin Bertemu Jokowi

Jakarta, Aktual.co —Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto membantah kabar mengenai, adanya pertemuan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Presiden Jakarta malam ini. Pertemuan tersebut terkait dengan status Calon Kapolri, Komjen Budi Gunawan yang ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi oleh KPK. Namun, Andi mengakui, adanya permintaan dari KPK untuk bertemu dengan Presiden Jokowi.
“Ada permintaan KPK untuk bertemu presiden, sudah disampaikan ke Mensesneg dan Mensesneg sedang mencari kemungkinan jadwalnya,” ujar Andi di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (14/1). Ketika ditanya apakah pertemuan tersebut dilakukan malam ini, Andi menepis kabar tersebut dan memastikan bahwa pertemuan tersebut tidak dilakukan malam ini. “Tidak dilakukan malam ini karena jadwal presiden sudah selesai,” tegas Andi sambil bergegas menuju dan menutup mobilnya dengan kencang.

Kompolnas: Penetapan BG oleh KPK Berbau Politis

Jakarta, Aktual.co —Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan status tersangka kepada Komisaris Jenderal Budi Gunawan merupakan keputusan yang bermuatan politik. Penilaian tersebut bukan tanpa alasan.  Anggota Kompolnas M Nasser mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada KPK mengenai rekam jejak Komjen Budi Gunawan pada bulan Juni 2013.    
Tujuan pengiriman surat untuk mengetahui apakah adanya dugaan Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol) itu mempunyai rekening gendut. Ketika itu, Komjen Budi Gunawan merupakan salah satu kandidat calon Kapolri. Namun, M Nasser mengaku KPK tidak memberikan surat balasan. 
“Kita menghormati proses hukum KPK. Tetapi kita sayangkan penetapan tersangka justru dilakukan pada menit terakhir. Itu artinya ada muatan politik,” tutur M Nasser di kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2015). “Karena sudah mau masuk fit dan proper tes pada 26 Juni 2013 saat dilakukan penggantian Kapolri Timur Pradopo. Ketika itu, Budi Gunawan juga jadi calon. Tetapi tidak ada respon dari KPK. Mana kita tau dia punya rapor merah apa tidak,”.

Kartun Charlie Hebdo Diterbitkan Koran Turki

Istambul, Aktual.co —Sejumlah kartun yang hadir dalam majalah satire Charlie Hebdo bersampul Nabi Muhammad yang diterbitkan hari Rabu (14/1), juga diterbitkan dalam koran Turki, Cumhuriyet pada hari yang sama. Koran Cumhuriyet menyediakan hingga empat lembar untuk menampilkan kembali sejumlah kartun yang diterbitkan Charlie Hebdo. 
Namun, Cumhuriyet tidak menampilkan kartun kontroversial bergambar Nabi Muhammad yang menjadi sampul majalah satire tersebut. Dalam kartun tersebut, Nabi Muhammad digambarkan tengah menangis sambil memegang papan bertuliskan “Je suis Charlie” atau “Saya Charlie”, beserta tulisan “Semua telah dimaafkan”, pada latar kartun tersebut. 
Seperti dilaporkan Al-Arabiya, Cumhuriyet, awalnya membantah bahwa mereka telah bersepakat dengan Charlie Hebdo, dan menyatakan bahwa informasi tersebut hanya “rumor”. Sementara, pemimpin redaksi Charlie Hebdo, Gerard Biard mengatakan penerbitan kartun Charlie Hebdo di media Turki adalah penjualan yang paling penting dari lima wilayah penjualan majalah kontroversial ini. “Turki kini dalam periode sulit dan sekularitas tengah diserang,” kata Biard. 

Ketum PSSI: Tim Sinergi Amanat Kongres

Jakarta, Aktual.co — Tim Sinergi PSSI yang tujuannya memperkuat sepak bola Indonesia resmi terbentuk dengan beranggotakan 12 orang dari berbagai pakar.

Dikatakan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, pembentukan tim ini, berdasarkan keputusan Kongres Tahunan PSSI di Jakarta, pada 4 Januari kemarin.

“Tim ‘ad hoc’ ini sudah diputuskan sebelum kongres untuk menampung kegiatan kami yang mungkin perlu ditingkatkan. Tim ini dibentuk untuk memperkuat sinergi bukan mencari lawan,” kata Djohar Arifin Husin usai menggelar pertemuan perdana Tim Sinergi PSSI di Jakarta, Rabu (14/1).

Tim Sinergi PSSI ini beranggotakan 12 tokoh dari dalam dan luar badan PSSI, yakni Nigara, Tjipta Lesmana, Ian Situmorang, Fritz Simanjuntak, Togar Manahan Nero, Suryo Pratomo, Effendi Ghazali, Gusti Randa, Ruddy Keltjes, Rahim Sukasah, Tri Goestoro, dan Hinca Pandjaitan.

Tim masih akan mengembangkan dan memasukkan beberapa anggota lainnya yang dianggap memiliki dedikasi yang tinggi terhadap dunia sepak bola.

Ada tiga poin yang menjadi target utama Tim Sinergi, yaitu upaya memperkuat PSSI, upaya membentuk tim nasional yang bagus, dan kompetisi.

Tim Sinergi PSSI juga berfungsi untuk melakukan koordinasi dengan semua instansi terkait. Selain itu, tugas awal yang harus diselesaikan adalah membahas prestasi yang perlu disinergitaskan.

Setiap dua minggu, tepatnya setiap Rabu, Tim Sinergi akan rutin mengadakan pertemuan hingga setahun ke depan. Pada pertemuan berikutnya, tim akan menajamkan rencana strategis.

“Paling tidak, tiga atau empat bulan ke depan ada satu produk yang konkret untuk direkomendasikan kepada PSSI,” kata Sekretaris Jenderal PSSI Joko Driyono.

Tim Sinergi PSSI ini dibentuk untuk menguatkan dan membenahi sepak bola nasional. Di sisi yang lain, Kementerian Pemuda dan Olahraga pun sebelumnya membentuk Tim Sembilan yang sudah berjalan masa kerjanya hingga Maret 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Ratusan Rumah di Tapsel Terendam Banjir Akibat Hujan Deras

Medan, Aktual.co — Hujan deras yang mengguyur wilayah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (14/1), menyebabkan Sungai Aek Batangtoru meluap. Akibatnya, ratusan rumah di wilayah itu, terendam air.

Menurut laporan yang diterima, ketinggian air di wilayah tersebut, mencapai lebih dari satu meter.

“Ada sekitar seratusan rumah yang terendam, hujan deras dari kemarin membuat sungai meluap,” Ujar Hikmat Sigalingging, warga Desa Hutaraja, Kecamatan Batang Toru yang rumahnya turut terendam banjir.

Menurut Hikmat, saat ini ketinggian banjir masih terus bertambah. Dan, saat ini warga korban banjir, tengah bersiap mengungsi ketempat yang lebih aman.

“Air nampaknya makin deras saja, kalau menunggu lama, bisa – bisa kami sulit dapat keluar menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Sementara itu pihak kepala Pos SAR Sibolga, Abdulrahman Sembiring menuturkan, belum menerima info soal banjir tersebut.

Begitupun, Rahman mengakui akan berkoordinasi terkait banjir tersebut kepada pihak Pemkab setempat.

“Kita belum dapat info, kita akan secepatnya turun setelah koordinasi nanti dengan pihak Pemkab Tapsel,” terang Rahman.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain