12 April 2026
Beranda blog Halaman 39909

Ketum PSSI: Tim Sinergi Amanat Kongres

Jakarta, Aktual.co — Tim Sinergi PSSI yang tujuannya memperkuat sepak bola Indonesia resmi terbentuk dengan beranggotakan 12 orang dari berbagai pakar.

Dikatakan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, pembentukan tim ini, berdasarkan keputusan Kongres Tahunan PSSI di Jakarta, pada 4 Januari kemarin.

“Tim ‘ad hoc’ ini sudah diputuskan sebelum kongres untuk menampung kegiatan kami yang mungkin perlu ditingkatkan. Tim ini dibentuk untuk memperkuat sinergi bukan mencari lawan,” kata Djohar Arifin Husin usai menggelar pertemuan perdana Tim Sinergi PSSI di Jakarta, Rabu (14/1).

Tim Sinergi PSSI ini beranggotakan 12 tokoh dari dalam dan luar badan PSSI, yakni Nigara, Tjipta Lesmana, Ian Situmorang, Fritz Simanjuntak, Togar Manahan Nero, Suryo Pratomo, Effendi Ghazali, Gusti Randa, Ruddy Keltjes, Rahim Sukasah, Tri Goestoro, dan Hinca Pandjaitan.

Tim masih akan mengembangkan dan memasukkan beberapa anggota lainnya yang dianggap memiliki dedikasi yang tinggi terhadap dunia sepak bola.

Ada tiga poin yang menjadi target utama Tim Sinergi, yaitu upaya memperkuat PSSI, upaya membentuk tim nasional yang bagus, dan kompetisi.

Tim Sinergi PSSI juga berfungsi untuk melakukan koordinasi dengan semua instansi terkait. Selain itu, tugas awal yang harus diselesaikan adalah membahas prestasi yang perlu disinergitaskan.

Setiap dua minggu, tepatnya setiap Rabu, Tim Sinergi akan rutin mengadakan pertemuan hingga setahun ke depan. Pada pertemuan berikutnya, tim akan menajamkan rencana strategis.

“Paling tidak, tiga atau empat bulan ke depan ada satu produk yang konkret untuk direkomendasikan kepada PSSI,” kata Sekretaris Jenderal PSSI Joko Driyono.

Tim Sinergi PSSI ini dibentuk untuk menguatkan dan membenahi sepak bola nasional. Di sisi yang lain, Kementerian Pemuda dan Olahraga pun sebelumnya membentuk Tim Sembilan yang sudah berjalan masa kerjanya hingga Maret 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Ratusan Rumah di Tapsel Terendam Banjir Akibat Hujan Deras

Medan, Aktual.co — Hujan deras yang mengguyur wilayah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (14/1), menyebabkan Sungai Aek Batangtoru meluap. Akibatnya, ratusan rumah di wilayah itu, terendam air.

Menurut laporan yang diterima, ketinggian air di wilayah tersebut, mencapai lebih dari satu meter.

“Ada sekitar seratusan rumah yang terendam, hujan deras dari kemarin membuat sungai meluap,” Ujar Hikmat Sigalingging, warga Desa Hutaraja, Kecamatan Batang Toru yang rumahnya turut terendam banjir.

Menurut Hikmat, saat ini ketinggian banjir masih terus bertambah. Dan, saat ini warga korban banjir, tengah bersiap mengungsi ketempat yang lebih aman.

“Air nampaknya makin deras saja, kalau menunggu lama, bisa – bisa kami sulit dapat keluar menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Sementara itu pihak kepala Pos SAR Sibolga, Abdulrahman Sembiring menuturkan, belum menerima info soal banjir tersebut.

Begitupun, Rahman mengakui akan berkoordinasi terkait banjir tersebut kepada pihak Pemkab setempat.

“Kita belum dapat info, kita akan secepatnya turun setelah koordinasi nanti dengan pihak Pemkab Tapsel,” terang Rahman.

Artikel ini ditulis oleh:

Calon Ketum PSSI Diharapkan Bisa Majukan Sepakbola Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum PSSI mendatang, diharapkan bisa memajukan sepakbola Indonesia. Juga berasal dari orang yang tidak memiliki kepentingan dalam klub.

Dikatakan Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tommy Mano, dirinya tidak mau menyebutkan nama yang berhak untuk duduk sebagai orang nomor satu di PSSI itu.

“Dia harus pintar mengelola keuangan dan terbuka menerima masukan dari Asprov PSSI yang ada,” kata Benhur Tommy Mano, Rabu (14/1).

“Kalau boleh saya minta, pengurus nanti jangan juga memegang klub,” tambahnya.

Ditegaskan mantan Kadistrik (kepala camat) Abepura, Kota Jayapura itu, calon Ketum PSSI juga harus bisa mengambil keputusan cepat dan tepat ketika ada permasalahan pelik dalam federasi sepakbola Indonesia.

“Dan dia juga harus tegas dalam pengambilan keputusan dalam sepakbola Indonesia,” harapnya.

Untuk diketahui, saat ini merupakan bursa pendaftaran calon Ketua Umum PSSI.

Dan calon Ketum itu, akan dipilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada 18 April mendatang di Surabaya, Jawa Timur.

Hingga kini, orang-orang yang diisukan untuk mencalonkan maju sebagai Ketum PSSI adalah, La Nyalla Mahmud Mattalitti yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketum.

Artikel ini ditulis oleh:

“Tweet Charlie Hebdo”, Menurut SBY: Kebebasan dapat Merusak

Jakarta, Aktual.co —Mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpendapat penyerangan Kantor Majalah Charlie Hebdo di Paris, Perancis, adalah masalah kebebasan berpendapat. Melalui akun Twitternya, SBY memberikan pandangannya tentang kontroversi majalah satire tersebut. Menurutnya, kebebasan masih memiliki keterbatasan sebagaimana yang dia yakini dalam semangat Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Tidak hanya kekuatan, kata dia, yang dapat membuat pelakunya berperilaku korup. “Kebebasan juga dapat merusak. Kebebasan mutlak dapat benar-benar merusak,” kata SBY melalui akun @SBYudhoyono, Rabu (14/1). 
Kendati demikian, SBY juga mengecam aksi pembununan kartunis yang dilakukan dua orang bersenjata yang menyebabkan 12 orang tewas. “Jangan salah paham, saya juga mengutuk pembunuhan kartunis. Tapi saya berpikir tentang bagaimana untuk mencegahnya di masa mendatang,” kata SBY. Selama memberikan kultwit atau kuliah twit tentang Charlie Hebdo, SBY berada di Jepang. Dia mengaku melihat saluran TV Jepang bahwa akan ada pemutaran besar karikatur Nabi Muhammad di Eropa. Karenanya, ia meminta para pemimpin mengambil sikap. “Mari kita mencegah memburuknya situasi di dunia,” tulis SBY.
SBY menuturkan penyerangan Charlie Hebdo itu disebabkan oleh perbedaan pandangan dalam menilai kebebasan. “Bagi dunia Barat, karikatur Nabi Muhammad bagian dari kebebasan (freedom of speech or expression). Mutlak, tak boleh dibatasi,” cuitnya. Sedangkan bagi umat Islam, “Membuat gambar Nabi Muhammad, apalagi karikatur sangat ditabukan. Ini juga berlaku bagi umat Islam sendiri.” Perbedaan inilah yang menjadi masalah. 
SBY menyarakan agar kelak semua orang bisa saling memahami dan menghormati pandangan masing-masing yang berbeda. “Membuat karikatur Nabi Muhammad bukan hanya membikin marah kaum yang ekstrim dan radikal, tetapi juga umat Islam secara keseluruhan,” kata SBY menegaskan. Namun, SBY melanjutkan, pemimpin Islam bertanggung jawab mencegah kekerasan oleh muslim. Apalagi pembunuhan, meski dilakukan terhadap oknum yang dianggap menghina Islam. Sebaliknya, pemimpin Barat juga bertanggung jawab agar kebebasan tidak digunakan untuk menista Islam. “Misalnya karikatur Nabi Muhammad,” katanya.

Dirut Sevel: Anak Sekolahan Nongkrong Malam sambil Kerjakan PR

Jakarta, Aktual.co —Saat pertemuan antara Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidajat dan Direktur PT Modern Seven Eleven Henri Honoris di Balai Kota DKI, terjadi perbincangan yang cukup menggelitik naluri awak media. Di sela-sela penjelasan Henri mengenai sejarah keberadaan Seven Eleven di Indonesia, tiba-tiba Djarot bertanya.
“Itu biasanya ngapain kok (anak sekolah) nongkrong sampai malam  (di Sevel)? Ngapain toh” tanya Djarot kepada Henri. Henri pun dengan sigap menjawab. “Anu Pak, mereka itu biasanya mengerjakan PR (pekerjaan rumah) di Sevel. Kan kita juga sediakan fasilitas internet,” jawab Henri.
Awak media yang meliput pertemuan tersebut pun langsung tertawa dan tersenyum. Sementara itu Djarot hanya mengerutkan kening tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. “Oh,” jawab Djarot singkat.
Berdasarkan data Biro Perekonomian DKI Jakarta, jumlah minimarket di ibu kota mencapai 2.254 otlet. Sebanyak 2.148 otlet terdiri dari convenionce store seperti Circle K, Lawson, Family Mart, Indomart dan Alfamart. Sedang  106 otlet bermerk  Sevel. Sebagian besar minimarket bermasalah karena tidak sesuai dengan peruntukan. Izin usaha semula untuk dibuat cafetaria, sedangkan setelah berjalan seperti minimarket pada umumnya.
Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidajat sendiri menuding Sevel adalah wara laba yang tidak berizin dan tak sesuai peruntukannya. Ia menduga ada permainan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta terkait perizinan Sevel. Ia juga menyebutkan Sevel hanya memiliki izin usaha cafetaria, bukan minimarket. Sayangnya, dalam perjalanannya Sevel justru menjual kebutuhan pokok seperti minimarket lainnya.

Juru Runding Diminta Pikirkan Nasib Golkar

Jakarta, Aktual.co —Dua kubu yang berseteru di Partai Golkar, kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie, belum menunjukkan tanda-tanda akan mengakhiri konflik dengan islah. Sejumlah hal belum disepakati. Bahkan, kedua kubu menempuh jalur hukum dengan saling melaporkan satu sama lain. Konflik yang berkepanjangan ini mengancam nasib keikutsertaan Golkar dalam pemilihan kepala daerah secara serentak yang akan dimulai pada akhir Februari mendatang. 
Fungsionaris DPP Partai Golkar Taufiq Hidayat meminta kedua kubu bersatu dan tidak mengabaikan agenda strategis partai yang sudah di depan mata.  “Kalau konflik juga belum selesai dan posisi hukum kepengurusan DPP partai Golkar belum jelas maka Partai Golkar terancam tidak bisa ikut pilkada,” kata Taufig, Rabu (14/1). Dari sisi regulasi pilkada, kata Taufiq, penyelenggara pemilu akan menverifikasi legalitas kepengurusan DPP terlebih dahulu sebelum menetapkan  bakal calon yang ditetapkan  Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I dan tingkat II. Jika tidak melakukan langkah tersebut, KPU bisa terancam digugat oleh partai politik yang bersangkutan akibat putusan yang belum jelas legalitasnya. 
“Jadi konteks masalah ini, bukan hanya kesepakatan antarjuru runding  Partai Golkar tentang tafsir UU Pilkada. Tapi ini sudah meliputi prosedur kerja dari penyelenggara pemilu yakni KPU, Bawaslu, dan DKPP,” ujarnya.  Karenanya, lanjut dia, para juru runding DPP Partai Golkar harus memperhatikan kepentingan 208 Daerah yang akan menggelar pilkada serentak pada 2015.  Jika sampai akhir Februari belum ada kepastian legalitas kepengurusan DPP Partai Golkar, sudah pasti DPD I dan DPD II tidak bisa ikut mengajukan bakal calon kepala daerah.
“Kami minta KPU, Bawaslu, dan DKPP memahami kondisi tersebut. Ini soal prosedur pilkada yang harus dilalui,” kata mantan Wakil Ketua RUU Pansus Pemilu itu.  Taufiq juga mengusulkan Munas Bersama Partai Golkar sebagai jalan yang paling cepat dan demokratis mengatasi dualisme kepengurusan tersebut.  “Kami minta para tokoh Golkar untuk lebih fokus pada jalur politik dalam menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Berita Lain