12 April 2026
Beranda blog Halaman 39910

Juru Runding Diminta Pikirkan Nasib Golkar

Jakarta, Aktual.co —Dua kubu yang berseteru di Partai Golkar, kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie, belum menunjukkan tanda-tanda akan mengakhiri konflik dengan islah. Sejumlah hal belum disepakati. Bahkan, kedua kubu menempuh jalur hukum dengan saling melaporkan satu sama lain. Konflik yang berkepanjangan ini mengancam nasib keikutsertaan Golkar dalam pemilihan kepala daerah secara serentak yang akan dimulai pada akhir Februari mendatang. 
Fungsionaris DPP Partai Golkar Taufiq Hidayat meminta kedua kubu bersatu dan tidak mengabaikan agenda strategis partai yang sudah di depan mata.  “Kalau konflik juga belum selesai dan posisi hukum kepengurusan DPP partai Golkar belum jelas maka Partai Golkar terancam tidak bisa ikut pilkada,” kata Taufig, Rabu (14/1). Dari sisi regulasi pilkada, kata Taufiq, penyelenggara pemilu akan menverifikasi legalitas kepengurusan DPP terlebih dahulu sebelum menetapkan  bakal calon yang ditetapkan  Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I dan tingkat II. Jika tidak melakukan langkah tersebut, KPU bisa terancam digugat oleh partai politik yang bersangkutan akibat putusan yang belum jelas legalitasnya. 
“Jadi konteks masalah ini, bukan hanya kesepakatan antarjuru runding  Partai Golkar tentang tafsir UU Pilkada. Tapi ini sudah meliputi prosedur kerja dari penyelenggara pemilu yakni KPU, Bawaslu, dan DKPP,” ujarnya.  Karenanya, lanjut dia, para juru runding DPP Partai Golkar harus memperhatikan kepentingan 208 Daerah yang akan menggelar pilkada serentak pada 2015.  Jika sampai akhir Februari belum ada kepastian legalitas kepengurusan DPP Partai Golkar, sudah pasti DPD I dan DPD II tidak bisa ikut mengajukan bakal calon kepala daerah.
“Kami minta KPU, Bawaslu, dan DKPP memahami kondisi tersebut. Ini soal prosedur pilkada yang harus dilalui,” kata mantan Wakil Ketua RUU Pansus Pemilu itu.  Taufiq juga mengusulkan Munas Bersama Partai Golkar sebagai jalan yang paling cepat dan demokratis mengatasi dualisme kepengurusan tersebut.  “Kami minta para tokoh Golkar untuk lebih fokus pada jalur politik dalam menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Dishub DKI Minta APTB Gabung Dengan Transjakarta

Jakarta, Aktual.co — Dinas Perhubungan DKI Jakarta menginginkan para operator Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Transjakarta bergabung dengan PT Transportasi Jakarta.

“Sebetulnya, kami ingin operator APTB bergabung dengan manajemen PT Transjakarta. Makanya, kami terus coba tawarkan ke mereka (operator APTB),” kata Kepala Dishub DKI Benjamin Bukit di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (14/1).

Menurut dia, sampai dengan saat ini pihaknya terus berupaya menawarkan beberapa opsi kepada operator APTB, yaitu operasional yang hanya sampai wilayah perbatasan atau melebur sepenuhnya dengan PT Transjakarta.

“Upaya-upaya agar operator APTB mau bergabung dengan PT Transjakarta masih terus kita lakukan dengan menggelar berbagai rapat koordinasi dengan para operator,” ujar Benjamin.

Dia menuturkan apabila operator APTB telah melebur dengan manajemen PT Transjakarta, maka nantinya sistem pengelolaan dan operasional angkutan umum tersebut akan lebih mudah dilakukan.

“Jadi, nantinya PT Transjakarta yang akan menyusun trayek-trayeknya. Kemudian, kita juga bisa mulai memberlakukan sistem tarif rupiah per kilometer,” tutur Benjamin.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan penggabungan APTB dengan PT Transjakarta juga dinilai dapat menghilangkan dualisme tiket beserta trayek di sepanjang jalur busway.

“Dengan adanya sistem rupiah per kilometer, maka dualisme tiket dan trayek di jalur bus Transjakarta tidak akan terjadi lagi karena manajemennya kan sudah digabung,” ungkap Benjamin.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Arema Targetkan Hasil Penjualan Tiket Rp15 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Manajemen Arema Cronus, menargetkan hasil penjualan tiket pada musim kompetisi 2015 sebesar Rp15 miliar, dengan asumsi jumlah pertandingan pada musim ini lebih banyak ketimbang musim sebelumnya.

CEO Arema, Iwan Budianto, mengatakan target yang dipatok manajemen cukup tinggi itu, setelah melihat agenda pertandingan kandang Singo Edan pada musim kompetisi 2015 cukup banyak, karena Arema melakoni dua kompetisi sekaligus, yakni Liga Super Indonesia (LSI) dan Piala Indonesia.

“Musaim lalu, Arema hanya berkompetisi di LSI dan itupun ada dua grup, sehingga jatah laga kandang berkurang. Tahun ini, Arema juga melakoni kompetisi Piala Indonesia dan otomatis pertandingan kandang Arema juga bertambah atau lebih banyak dari tahun lalu,” ujarnya.

Ia mengemukakan pada musim kompetisi 2015, Arema bakal menjalani pertandingan kandang (home) sebanyak 19 kali di ajang LSI dan enam kali pada laga Piala Indonesia serta beberapa kali laga uji coba. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika target pendapatan dari tiket dipatok Rp15 miliar.

Menurut dia, target pemasukan pada setiap pertandingan rata-rata dipatok sebesar Rp500 juta. Dan, pendapatan itu dirata-rata dari hasil laga dengan penonton paling sepi dan paling ramai.

“Manajemen memang tidak hanya mengandalkan pemasukan untuk menutup biaya operasional tim dari hasil penjualan tiket saja, banyak komponen yang bisa menjadi pendapatan, seperti kerja sama dengan pihak ketiga, sponsor utama serta penjualan merchandise Arema,” katanya.

Pada musim kompetisi 2015, dana yang dianggarkan untuk kebutuhan tim Arema mencapai Rp66 miliar, sehingga dianggap terlalu besar oleh PT Liga Indonesia. Karena Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang cukup besar itu, membuat Arema menjadi klub peserta LSI yang lolos verifikasi, namun butuh pendalaman.

Hanya saja, RAB sebesar Rp66 miliar itu sebenarnya bukan hanya untuk tim senior saja, tetapi juga dipergunakan untuk seluruh kebutuhan tim yang berada di bawah naungan Arema, seperti Arema U-21 serta Akademi Arema serta tim sporting lainnya.

Sebelum mengarungi kompetisi LSI 2015, Arema juga menggelar uji coba dengan salah satu tim dari Malaysia, yakni UiTM FC di Stadion Kanjuruhan, bahkan dalam waktu dekat ini juga bakal menjadi tuan rumah peratandingan pramusim lainnya, yakni SCM Cup.

Artikel ini ditulis oleh:

Dishub DKI Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Jakarta, Aktual.co — Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya, mulai melakukan rekayasa lalu lintas di simpang Jalan KH Hasyim Ashari hingga Jalan Biak.

“Rekayasa lalu lintas merupakan upaya untuk menguraikan kemacetan arus lalu lintas yang kerap terjadi di simpang tersebut,” kata Kepala Dishub DKI Benjamin Bukit dalam rilis, Rabu (14/1).

Menurut dia, pada Rabu mulai dilakukan penutupan pergerakan lalu lintas di simpang KH Hasyim Ashari hingga Jalan Biak dari arah Selatan ke timur, barat ke selatan dan arah selatan ke utara.

“Oleh karena itu, para pengguna jalan dan angkutan umum yang akan melintasi ruas tersebut dapat mengakses beberapa jalan alternatif yang ada,” ujar Benjamin.

Dia menuturkan sejumlah jalan alternatif itu, yakni bagi kendaraan yang berasal dari arah Grogol menuju Jalan Biak dan Jalan Musi akan diarahkan lurus-belok kiri menuju Jalan Cideng Barat-berputar balik-Cideng timur-berputar balik-Jalan Cideng Barat-belok kiri Jalan Hasyim Ashari-belok kiri Jalan Biak-dan seterusnya.

Kemudian, kendaraan yang berasal dari arah Jalan Biak dan Jalan Musi yang akan menuju Jalan Cideng Barat dan Jalan Imam Mahbub serta menuju Harmoni atau Gajah Mada diarahkan belok kiri menuju Jalan KH Hasyim Ashari-berputar balik di kolong fly over Roxy-Jalan KH Hasyim Ashari-belok kiri menuju Jalan Imam Mahbub atau lurus ke samping Cideng dan seterusnya.

“Kami menghimbau kepada pengguna jalan agar dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan dan tetap mengutamakan keselamatan di jalan,” tutur Benjamin.

Dia mengungkapkan uji coba rekayasa lalu lintas tersebut akan dilaksanakan hingga satu bulan ke depan, terhitung mulai hari ini. Setiap hari, uji coba akan dilakukan mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Tempat Karaoke Inul Viesta di Tangerang Disegel, Izin Kadaluarsa

Jakarta, Aktual.co —Kedapatan jual miras, tempat karaoke Inul Vista di Tangcity Mall, Cikokol, Kota Tangerang, disegel Satpol PP, Rabu (14/1) siang.
Tak hanya itu, izin gangguan (HO) yang dikantongi tempat karaoke itu ternyata juga sudah kadaluarsa sejak 21 Juli 2014. Alhasil, pintu bangunan karaoke itu harus rela digerendel petugas dan ditempeli kertas segel. 
Sekretaris Satpol PP Kota Tangerang, Irwan Sutrisna, mengatakan soal miras sebenarnya berkaitan erat dengan izin gangguan (HO).
“Padahal kalau mau mendapat izin HO, ada kesepakatan pengelola hiburan tidak menjual miras. Jadi kami punya kewajiban untuk menyegel,” kata dia, di Tangerang, Rabu (14/1).
Segel akan terus dipasang hingga pengelola karaoke mengurus izin. Irwan mempersilahkan jika pemilik ternyata hendak mengajukan gugatan.

Artikel ini ditulis oleh:

Basarnas Belum Akhiri Operasi Evakuasi Korban dan Pesawat QZ8501

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo mengatakan dirinya belum mengakhiri operasi evakuasi korban dan pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura.

“Operasi masih berlanjut sampai nanti pada saatnya saya sampaikan pengakhiran. Sebelum saya sampaikan resmi pengakhiran dipastikan operasi masih dilanjutkan,” kata Bambang di kantornya di kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu (14/1).

Sebelumnya, dia mengisyarakan akan mengakhiri operasi SAR gabungan dalam evakuasi korban AirAsia QZ 8501 kendati masih enggan mengumumkannya.

“Mengenai kapan, hanya saya dan staf saya yang tahu kapan diakhiri. Maka pada akhirnya saya harus menentukan evakuasi gabungan itu ditutup,” kata dia.

Meski nanti operasi SAR gabungan ditutup, Kabasarnas menjamin pencarian korban akan terus dilakukan.

“Siapa selanjutnya yang akan bergerak bila ditutup? Basarnas punya operasi SAR harian. Ini akan kita lakukan untuk pencarian selanjutnya, bukan dalam bentuk ‘join operation’ seperti sekarang tapi dalam tugas operasi harian Basarnas,” kata Bambang.

Sejauh ini, Bambang mengatakan hanya baru akan mengurangi kekuatan tim SAR gabungan.

“Hanya kekuatan yang ada saya kurangi. Pertimbangannya, area luasan cukup diisi sejumlah kapal dan pesawat saja. Yang penting dari tim evakuasi adalah sistem atau alat untuk dapat sasaran di dalam air. Kemudian dengan penemuan sasaran evakuasi kami kirim alat dan penyelam,” kata dia.

Ia mengatakan bantuan asing berangsur-angsur dikurangi kecuali armada SAR dari Tiongkok lantaran baru saja datang.

“Jadi kapal Tiongkok kami pertahankan karena mereka datangnya baru beberapa hari dan datang dari lokasi yang jauh. Maka saya beri kesempatan. Kami pertimbangkan ‘endurance’ mereka’,” katanya “Kapal Singapura kembali besok dan akan meninggalkan area tugas karena sudah waktunya bagi mereka untuk pulang. Kapal Amerika Serikat besok mulai tinggalkan area tugas. Nantinya kapal asing tinggal dari Tiongkok, lainnya dari kita,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain