13 April 2026
Beranda blog Halaman 39917

Ketum PSSI: Tim Sinergi Tidak Ada Kaitannya dengan Tim Sembilan

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin menegaskan, pembentukan Tim Sinergi yang bertujuan membenahi sepak bola Indonesia, bukan untuk menyaingi Tim Sembilan bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Tim ini bukan tiba-tiba jadi, sebelumnya sudah diputuskan oleh Komite Eksekutif sebelum kongres. Yang perlu digarisbawahi, tim ini adalah sinergi bukan mencari lawan dan tidak ada kaitannya dengan Tim Sembilan,” kata Djohar usai menggelar pertemuan perdana Tim Sinergi PSSI di Jakarta, Rabu (14/1).

Mantan staf khusus KONI ini mengatakan, Tim Sinergi yang beranggotakan 12 orang dari berbagai pakar ini, memiliki tiga poin yang menjadi target utama, yakni upaya memperkuat PSSI, upaya membentuk tim nasional yang bagus, dan kompetisi.

Berbeda dengan Tim Sembilan yang meminta masukan dari pihak terkait, seperti Badan Intelijen Keamanan (Intelkam) Mabes Polri, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), serta Direktorat Jenderal Imigrasi, Tim Sinergi PSSI lebih mengutamakan hal-hal teknis untuk membenahi sepak bola nasional.

“Kami lebih mengurusi hal-hal teknis, seperti ‘protection’. Perlu ada sinergitas dari pihak imigrasi masalah proteksi pemain. Masalah asuransi pemain juga perlu dipikirkan,” kata salah satu anggota Tim Sinergi, Gusti Randa.

Di sisi lain, beberapa rancangan tersebut sebelumnya telah dicanangkan oleh Tim Sembilan pada pertemuan ketiga di Kemenpora, Selasa (13/1).

Terkait masalah proteksi pada pemain asing, Tim Sembilan telah mengundang Dirjen Imigrasi untuk membenahi kepatuhan pemain asing dalam mengurus sistem keimigrasiannya.

Selain itu, Dirjen Imigrasi juga akan mengawasi seandainya pemain asing tersebut melanggar peraturan keimigrasian.

Perbedaan lain dari dua tim bentukan ini adalah masa kerja. Jika masa kerja Tim Sinergi membutuhkan waktu setahun, Tim Sembilan hanya memiliki masa kerja tiga bulan, yakni hingga Maret 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Berkas 2 Tersangka Obor Rakyat P21

Jakarta, Aktual.co — Berkas 2 tersangka Pemimpin Redaksi Obor Rakyat Setiyardi Budiono dan penulisnya Dharmawan Sepriyosa telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Agung.
‎”Sudah P21 (berkas dinyatakan lengkap) pada Senin (12/1),” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony T Spontana saat dikonfirmasi, Rabu (14/1).
Tony menuturkan, pelimpahan tahap II yaitu berkas dan tersangka belum diserahkan. “Tinggal menunggu penyerahan tahap II oleh penyidik Bareskrim yang belum ditetapkan tanggalnya,” sambung Tony.
Kasus ini sempat maju mundur di Bareskrim Polri dikarenakan kesibukan Jokowi saat mengikuti tahapan Pemilu Presiden 2014. Berhubung kasus Obor Rakyat masuk delik aduan, mau tak mau penyidik membutuhkan keterangan dari Jokowi saat itu.
Kedua tersangka kasus tersebut dijerat Pasal 310, Pasal 311, Pasal 156 dan Pasal 157 KUHP. Segera setelah ini, penyidik Bareskrim akan menyerahkan tahap II ke jaksa untuk segera ditentukan kapan sidang keduanya digelar.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

BPBD Siapkan Sistem Peringatan Banjir, Bisa Lewat SMS

Jakarta, Aktual.co —Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta siagakan sistem peringatan banjir, jelang puncak musim hujan di pertengahan Januari 2015.
Kepala Bidang Informatika BPBD DKI Jakarta Bambang Suryaputra mengatakan sistem peringatan itu akan mendistribusikan informasi banjir dengan bermacam cara.
Antara lain, “Sms Gateway”. Yang secara otomatis akan mengirim pesan singkat berdasarkan pantauan kedalaman air di tiap pos pemantauan pada masyarakat.
“Misal di Depok sudah siaga dua maka secara otomatis pesan langsung terkirim oleh sistem tanpa bantuan manusia yang ditujukan pada camat atau lurah di daerah yang rawan banjir,” kata Bambang, di Jakarta, Rabu (14/1).
Lalu “Disaster Warning System”. Yang akan mengumumkan status kedalaman air, serta memberi peringatan pada warga untuk mempersiapkan diri. Namun alat itu baru dipasang 18 Januari, dan diuji coba 20 Januari.
Alat itu akan dipasang di lima kelurahan yang rawan banjir. Di antaranya Kampung Melayu, Bidara Cina, Ulu Jami, Rawa Buaya dan Petogogan. Nantinya akan dilengkapi sirine radius ratusan meter.
Sistem peringatan banjir itu bisa didapat masyarakat dengan fasilitas pesan. Seperti iklan yang bekerjasama dengan operator telekomunikasi. Namun saat ini baru satu provider yang jadi mitra BPBD.
Selain sistem peringatan, BPBD juga memiliki ‘call center’ dengan nomor 164 yang aktif 24 jam.
Sehingga masyarakat bisa mengetahui status ketinggian dan debit air. Atau jika masyarakat butuh bantuan evakuasi, logistik atau lainnya ketika mengungsi. “Bisa menghubungi nomor itu dan akan langsung direspon,” kata Bambang.
Pelayanan ‘call center’  akan terus ditingkatkan, yakni dengan menambah jadi delapan jalur, dari sebelumnya hanya empat.

Artikel ini ditulis oleh:

Tunjukkan Ketulusan Hati Anda!, Jangan Seperti ‘Air Mata Buaya’

Jakarta, Aktual.co — Mungkin Anda sering sekali mendengar istilah ‘Air Mata Buaya’?. Kebanyakan orang beranggapan bahwa air mata buaya itu adalah air mata yang keluar dari mata seseorang dengan penuh kepalsuan. Artinya, orang yang bisa dikatakan sedang menangis itu tidak tulus dalam mengeluarkan air matanya. Sebenarnya darimana asal usul ‘air mata buaya’ itu?

Sebenarnya, buaya meneteskan air mata untuk mengeluarkan kelebihan garam dari tubuhnya. Namun, pada awal tahun 1970-an, mungkin orang boleh dengan tulus meneteskan air mata bagi buaya. Khususnya setelah buaya memakan mangsanya, buaya akan meneteskan air mata.

Tapi bukan karena penyesalan buaya tersebut, namun secara alami hal itu terjadi karena kelenjar air mata buaya akan mengeluarkan cairan untuk mengeluarkan kelebihan garam dari buaya.

Namun demikian, kondisi saat ini bisa membuat buaya benar-benar menangis. Populasi mereka nyaris punah karena banyaknya permintaan akan kulitnya. Sepatu, tas tangan, koper, ikat pinggang, dan barang lain yang dibuat dari kulit buaya memang indah, awet, dan sangat menarik.

Jadi, telah jelaskan darimana asal mula kata itu berasal. Maka, bila Anda bila tidak mau dikatakan dengan istilah itu, cobalah tunjukkan ketulusan hati Anda jika Anda benar-benar peduli terhadap apa yang Anda tangisi.

Selain itu, kita sebagai makhluk hidup, harus bisa menjaga makhluk hidup lainnya. Bukan hanya manusia, hewan dan tumbuhan pun perlu kita jaga. Masa depan anak cucu kita ada di tangan kita. Bila populasi buaya di Bumi ini tidak ada, darimana anak cucu kita akan mengenal salah satu hewan predator ini? Tidak mungkinkan bila kita hanya mengenalkannya dalam gambar saja.

(Sumber: Islam Pos)

Artikel ini ditulis oleh:

Golkar Siap Buka Peluang Merger

Jakarta, Aktual.co —Dua kubu di internal Partai Golkar menyatakan sepakat membuka peluang merger atau penggabungan kepengurusan, yang diambil melalui perundingan ketiga di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta. “Kita sudah buat prakiraan islah kepemimpinan. Kita sepakat untuk islah, syukur-syukur kalau kita bisa islah dalam bentuk merger struktur kepemimpinan pusat dari atas sampai ke bawah,” kata juru runding kubu Agung Laksono, Andi Mattalatta seusai melakukan perundingan dengan kubu Aburizal Bakrie, di Kantor DPP Partai Golkar, Rabu (14/1) petang.
Andi menjelaskan, dari tiga kali pertemuan antarjuru runding, yang berlangsung 23 Desember 2014, 8 Januari 2015 dan hari Rabu 14 Januari 2015, banyak hal yang telah dicapai, antara lain terkait penyatuan visi kedua kubu. “Penyatuan visi ini ada lima poin. Yang telah disepakati empat poin yaitu soal pilkada langsung, pemilihan presiden langsung, pemilu legislatif, serta posisi Golkar sebagai mitra kritis yang kritis dan konstruktif terhadap pemerintah,” kata dia.
Satu hal terkait penyatuan visi yang belum juga mencapai titik temu adalah terkait permintaan kubu Agung Laksono agar kubu Aburizal Bakrie melepaskan diri dari pusaran Koalisi Merah Putih (KMP), dan berdiri secara independen. “Sambil mencari titik temu terkait Golkar keluar dari KMP), maka kita buat prakiraan islah kepemimpinan ini,” ujar dia.
Dalam islah berbentuk merger kepemimpinan yang bakal diupayakan, kedua kubu mengaku belum berbicara detail, termasuk siapa yang nantinya akan menjadi ketua umum. Tetapi Andi menegaskan bahwa kesepakatan merger ini merupakan instruksi kedua Ketua Umum Golkar baik Aburizal Bakrie maupun Agung Laksono. “Ketua Umum bukannya sudah tahu atau belum tahu, tapi kami sebagai juru runding memang diperintahkan untuk itu,” kata Andi.
Bicarakan Sementara itu juru runding dari kubu Aburizal Bakrie, Sharif Cicip Sutardjo mengatakan kedua kubu akan membicarakan proses penyatuan kepengurusan pada pertemuan selanjutnya pekan depan. Kedua kubu akan membawa usulannya masing-masing, termasuk apabila ada kesediaan antara dua ketua umum untuk menanggalkan jabatan serta melakukan munas rekonsiliasi. “Seperti apa yang disampaikan pak Andi Mattalatta, kemajuan perundingan ini sudah jauh. Kita akan melakukan ini sampai titik tertentu di mana kita bisa bersatu,” ujar Cicip.
Namun demikian seiring upaya penyatuan kepengurusan, kedua kubu bersepakat tetap membiarkan proses hukum tetap berjalan. Kedua kubu akan menunggu mana proses yang lebih dulu dicapai. “Peradilan bukan tabu atau dosa, karena peradilan bisa memberi kepastian hukum bagi kita, sehingga kita tahu tafsiran mana yang benar,” jelas Cicip. Hingga saat ini internal Golkar masih terbagi menjadi dua kubu, yakni kepengurusan hasil Munas Bali yang dipimpin Aburizal Bakrie dan kepengurusan hasil Munas Jakarta yang dipimpin Agung Laksono.

KPK Dilibatkan dalam Pembahasan Anggaran

Jakarta, Aktual.co —Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah meminta pembahasan anggaran di alat kelengkapan dewan berlangsung transparan dan terbuka. “Saya meminta, pembahasan anggaran dilakukan secara terbuka. Sehingga, rakyat bisa mengetahui rincian dan proses pembahasan anggaran di Banggar DPR RI,” katanya, di Gedung Nusantara II, Jakarta, Rabu (14/1).
Jika diperlukan, pembahasan anggaran yang dilakukan secara terbuka juga dihadiri Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Banggar DPR RI, menurut dia ingin pembahasan itu dilakukan secara terbuka dan publik bisa mengakses semua pembahasananggaran, baik langsung atau tidak langsung. “Saya upayakan agar tidak ada kesempatan untuk lobi-lobi,” ujarnya. Selain itu, dia mengatakan, dirinya akan mengupayakan agar Banggar DPR RI lakukan rapat pembahasan anggaran di DPR RI saja, tidak di luar seperti di hotel-hotel, sehingga sangat sulit dan terbatas untuk bisik kiri kanan.

Berita Lain