13 April 2026
Beranda blog Halaman 39922

Mulai Tahun Ini, Pemulung di Yogya Diberi Seragam Khusus

Yogyakarta, Aktual.co — Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta berencana mengatur keberadaan pemulung yang ada di daerah tersebut mulai tahun 2015. 
Salah satunya adalah dengan mewajibkan setiap pemulung memakai seragam khusus yang diberikan sebagai identitas mereka.
Kepala Dinas Sosial DIY, Untung Sukaryadi, menyatakan telah menyiapkan sekitar 500 seragam khusus bagi pemulung. Seragam itu nantinya berupa rompi warna hijau muda dengan gambar logo Pemda DIY di depannya serta tulisan ‘Warga Binaan Sosial Dinsos DIY’ di belakangnya.
“Kita sudah siapkan sekitar 500 seragam. Pengadaanya kita ambil dari dana CSR perusahaan-perusahaan,” katanya Rabu (14/01).
Rencana itu muncul setelah dilakukan pertemuan antara pengusaha dan pemulung yang bekerjasama dengan Dinas Sosial DIY untuk mewujudkan Jogja yang bersih dan tertib. Sampai saat ini keberadaan pemulung dinilai tetap dibutuhkan untuk membantu pengelolaan sampah/barang tidak berguna untuk kembali didaur ulang.
“Agar keberadaan para pemulung dapat diterima masyarakat, maka harus diberikan identitas. Sehingga masyarakat bisa membedakan mana pemulung yang benar-benar pemulung dan yang bukan pemulung. Bagaimanapun pekerjaan menjadi pemulung merupakan sebuah profesi yang harus dihargai,” katanya.
Diharapkan nantinya masyatakat bisa menerima keberadaan pemulung bahkan senang didatangi pemulung yang membersihkan sampah di lingkunganya. Masyarakat juga dapat menolak keberadaan pemulung abal-abal yang tidak beridentitas dengen menempel rambu di setiap gang dengan tulisan 

Artikel ini ditulis oleh:

Puluhan Atlet Berprestasi Asal Sumut Terima Bantuan Pembinaan

Medan, Aktual.co — Sebanyak 23 atlet berprestasi asal Sumatera Utara menerima bantuan pembinaan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Bantuan masing-masing diberikan kepada sembilan atlet yang berprestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I tahun 2014 Surabaya, dan 14 atlet National Paralympic Commitee (NPC) peraih medali di ASEAN Paragames 2013/Myanmar. Bantuan sebagai bentuk apresiasi karena telah berhasil mengharumkan nama Provinsi Sumut di tingkat nasional dan internasional.
“Kami berharap hal ini akan menjadi pesemangat bagi atlet untuk terus berlatih guna meraih prestasi yang lebih banyak lagi kedepannya,” ujar  Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho usai penyerahan bantuan Aula KONI Sumut, Rabu (14/1).
Dikatakan Gubernur, selama ini banyak prestasi yang telah dicapai atlet National Paralympic Commitee (NPC) Sumut. Bukan hanya tingkat regional dan nasional, namun juga internasional. Maka tidak heran jika banyak juga yang berkali-kali menjadi duta Indonesia di beberapa kejuaraan dunia.
Demikian juga dengan raihan prestasi yang dicapai atlet remaja Sumut di PON Remaja I/Surabaya yang dinilai cukup memuaskan dengan tiga emas, dua perak dan enam perunggu. Padahal sebelumnya KONI Sumut sama sekali tidak membebankan target.
Atlet berprestasi Sumut yang mendapat bantuan pembinaan tersebut dari NPC yakni Alan sastra Ginting Rp.60 juta, Riadi Saputra Rp40 juta, Yudiana Rp40 juta, Harjono Tarihoran Rp10 juta, Setiawati Rp40 juta, Roslinda Rp110 juta.
Kemudian Boy Farta Simanja sebesar Rp110 juta, Azhar Panjaitan Rp50 juta, Wilma Margaretha Rp90 juta, Ismayudin Simangunsong Rp60 juta, Anto Boy Rp30 juta, Nurtani Rp30 juta, Rahayu Rp20 juta, dan Yunita Rp10 juta.
Sementara atlet remaja yang mendapat bantuan uang pembinaan yakni All Sendra Doehan Sinambela Rp30 juta, Imam Aulia Fansyuri Rp30 juta, Vany Vriyanti Valentine Rp10 juta, Rizka Andini Rp30 juta, Adinda Mawaddah Rp30 juta.    Kemudian Dimas Rasta Dwitama Rp.20 juta, Muhammad Fachri Rp.30 juta Yufi Rp.5 juta, serta Aldika sebesar Rp.5 juta. 

Artikel ini ditulis oleh:

Penetapan Kapolri, Presiden: Saya Nunggu Hasil Paripurna DPR

Jakarta, Aktual.co —  Presiden Joko Widodo menunggu proses Paripurna di DPR tentang calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan.
Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (14/1).
“Saya masih menunggu paripurna DPR, setelah selesai itu kita putuskan kebijakan lebih lanjut,” ungkapnya.
Kata Jokowi, bahwa pencalonan Kapolri, pemerintah sudah melalui tahapan prosedur yang sewajarnya, “Beberapa minggu lalu juga ada usulan dari Kompolnas,” ujarnya
“Pilihan saya (Budi Gunawan) ada masalah rekening gendut, namun saya mendapat surat klarifikasi tentang rekening gendut Komjen Pol Budi Gunawan,” lanjutnya.
Dalam proses ini kemudian ada penetapan tersangka Komjen Budi Gunawan oleh KPK, Presiden mengatakan menghargai proses hukum ada di KPK.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Turunkan Harga BBM dan Elpiji Pekan Ini

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengumumkan kembali harga baru bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji 3 kilogram (kg) pada pekan ini, mengingat harga minyak mentah di pasar internasional terus anjlok mendekati level US$40 per barel.

“Sebagai bocoran, dalam satu dua hari kami akan mereview harga BBM dan elpiji karena situasi menurun terus,” kata Menteri ESDM Sudirman Said di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (14/1).

Selain itu, Sudirman juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengubah waktu penetapan harga BBM, yang sebelumnya per satu bulan menjadi per dua minggu sekali. Kebijakan tersebut nantinya juga menyebabkan revisi terhadap Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 39 tahun 2014 yang menetapkan perubahan harga BBM dalam sebulan sekali. Perubahan hanya dilakukan pada waktu penentuan saja, sementara mengenai formula harga BBM masih tetap dalam rumus semula.

“Kemungkinan saya akan merevisi Permen tersebut, karena dalam Permen ditetapkan sebulan sekali,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Komisi III Akan Bentuk Pansus Rekening Gendut

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi III DPR RI, Aziz Syamsuddin mengatakan pihaknya akan membentuk panitia khusus (Pansus) dalam kasus rekening gendut bila hal itu diperlukan yang tengah berpolemik dimasyarakat.
“Dalam hal kasus dan dipandang perlu oleh komisi III, kita bisa saja membentuk yang namanya pansus tentang rekening gendut, yang mana akan disepakati dalam pleno dan mendapaat persetujuan Paripurna,” ucap Aziz kepada wartawan, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (14/1).
Ketika ditanya lebih lanjut, apakah keputusan pleno komisi III ini akan menimbulkan permasalahan hukum baru? Politisi Golkar itu mengatakan bahwa, akan melihat perkembangannya,
“Saya hanya menjalankan amanat paripurna dan Bamus serta pleno komisi, saya jalankan dan saya kembalikan,” ucap dia.
Semua keputusan, kata Aziz sekarang ini ada ditangan Presiden Jokowi, apakah akan melantik atau sebaliknya.
“Ditangan presiden, sesuai pasal 11 ayat 1 itu presiden meminta persetujuan, persetujuan sudah kita kasih, silahkan dilantik. Sehingga bila tidak dilantik menjadi urusan presiden,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

RAPBD DKI 2015 Dianggap Tidak lebih Baik

Jakarta, Aktual.co —RAPBD 2015 dianggap tidak lebih baik ketimbang APBD 2014, bahkan dianggap cenderung lebih lemah.
Kata Anggota Fraksi PPP, Riano P Ahmad, hal itu bisa terlihat dari alokasi anggaran belanja mengikat lebih tinggi daripada anggaran belanja prioritas.
Alokasi anggaran belanja 2015, ujar dia, mengalami kenaikan 38,12 persen dari 2014, dari Rp12,93 triliun menjadi Rp17,86 triliun. Sedangkan belanja prioritas mengalami penurunan sebesar 4,94 persen, dari Rp31 triliun jadi Rp29,46 triliun.
“Sekali lagi, proporsi alokasi APBD seperti itu menunjukkan kebijakan APBD DKI tidak ‘pro job’, ‘pro poor’ dan mengabaikan MDG’s seperti yang dinyatakan dalam Kebijakan Umum APBD DKI 2015,” ujar dia, di DPRD DKI, Rabu (14/1).
Senin (12/1) lalu, Ahok membacakan RAPBD DKI 2015 sebesar Rp73 triliun. Berikut rincian RAPBD DKI 2015:
A. Pendapatan (Rp 63.801.200.000.000)   – Pendapatan Asli Daerah (PAD) : Rp 45.321.140.000.000   – Dana Perimbangan: Rp 11.408.960.000.000   – Lain-lain: Rp 7.071.110.000.000
B. Belanja (Rp 61.746.960.000.000)   – Belanja mengikat: Rp20.871.610.000.000   – Belanja Prioritas (RPJMD): Rp29.469.570.000.000   – Belanja penyelenggaraan urusan Pemda: Rp4.192.170.000.000   – Belanja hibah, sosial, subsidi dan bantuan keuangan dan belanja tak terduga: Rp7.213.600.000.000
C. Pembiayaan (Rp -2.054.250.000.000)  – Penerimaan: Rp 9.282.070.000.000  – Pengeluaran: Rp 11.336.320.000.000

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain