13 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39929

Wujudkan Kedaulatan Energi, Presiden Harus Reshuffle Menteri ESDM dan BUMN

Jakarta, Aktual.co — Jelang seratus hari pemerintahan Jokowi-JK sejak dilantiknya 34 Menteri pada Senin (27/10) tahun 2014, dinilai tidak menujukkan kinerja yang berarti, terlebih di bidang energi nasional.

Para Menteri di bidang energi seperti, Menteri ESDM, Sudirman Said maupun Menteri Rini Soemarno, dinilai gagal menerjemahkan keinginan Nawacita dan Trisakti Bung Karno.

“Dari sini kami melihat bahwa sudah sangat layak dalam 100 hari Menteri ESDM dan Menteri BUMN segera di reshuffle. Sebab, mereka tidak mendukung Nawacita Jokowi dan tidak mendukung Trisakti Bung Karno,” kata Direktur Eksekutif Energy Wacth Indonesia (EWI) Ferdinan Hutahea, ketika dihubungi Aktual.co, di Jakarta, Sabtu (3/1).

Itu berarti, kata Ferdinan, mereka ini sudah gagal menerjemahkan keinginan pemimpinnya sehinggga tidak perlu lagi diberi waktu.

“Sekarang harus diganti, karena nasib bangsa tidak boleh diserahkan ke tangan yang tidak paham harus lakukan apa (terhadap energi nasional),” tegasnya.

Bahkan, Ferdinan berpendapat, kebijakan-kebijakan yang muncul masih pada penguatan dan pengambilan kekuasaan dari mafia lama ke tangan mafia baru, dan itulah yang terjadi sekarang.

“Sampai saat ini tidak ada kebijakan yang benar-benar mengarah pada kedaulatan energi tapi hanya sibuk untuk mengamankan kekuasaan ke kelompok tertentu,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

8 Jenazah AirAsia Tiba di Lanud Iskandar

Jakarta, Aktual.co — Delapan jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ 5801 tiba di Lapangan Udara Iskandar, Pangkalanbun, Kalimantan Barat, Sabtu (3/2) siang.

Kedelapan jenazah tersebut dievakuasi menggunakan helikopter Bell milik TNI AU dan helikopter Basarnas yang diangkut dari KRI Banda Aceh.

Pantauan Aktual.co, delapan jenazah yang tiba sekitar pukul 12.30 WIB itu langsung dibawa ke RSUD Sultan Imaluddin dengan mobil ambulance untuk mengikuti proses identifikasi awal dan dipetikemaskan sebelum diterbangkan ke Surabaya.

Dari perairan Selat Karimata. 8 jenazah itu saat ini masih berada di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Tomo.

“8 jenazah di KRI Bung Tomo,” ujar Komandan Lanud Iskandar Pangkalan Bun Letnan Kolonel Penerbang Johnson Simatupang di Pangkalanbun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Jumat (2/1).

Sebelumnya, 4 jenazah kembali diturunkan dari Helikopter Sea Hawk milik Amerika Serikat.  Empat jenazah itu diangkut dari Kapal USS Sampson dan dibawa ke Pangkalanbun. Keempat jenazah itu kini berada di RSUD Imanuddin untuk dilakukan identifikasi awal sebelum diterbangkan ke Surabaya.

Sampai saat ini, total jenazah yang berada di RSUD Sultan Imaluddin berjumlah 12.  Jenazah itu kemudian akan diterbangkan ke Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.

Artikel ini ditulis oleh:

Keluarga dan Kerabat Korban AirAsia Mulai Lelah & Bosan

Surabaya, Aktual.co — Hingga saat ini, pihak keluarga korban pesawat AirAsia QZ 8501, masih menunggu di Crisis Center Polda Jatim Surabaya.

Mereka mulai merasakan lelah dan bosan. Seperti yang dirasakan oleh Ongko Gunawan, yang kerabatnya berada dalam pesawat tersebut dan belum diketahui pasti jenazahnya.

Setelah mendengar informasi dari Kementrian Perhubungan, tentang larangan penerbangan AirAsia dari Surabaya ke Singapura, dianggapnya sudah terlambat. Karena peristiwa naas tersebut sudah terjadi.

“Buat apa dilarang. Sudah terlambat. Pecat saja mereka yang bertanggung jawab,” kesal Ongko kepada Aktual.co, dengan nada keras, Sabtu (3/1).

Apalagi, kabar larangan AirAsia yang tidak ada ijin terbang pada hari Minggu pagi lalu itu, Ongko mengaku sangat kecewa. Oleh sebab itu, ia meminta agar pihak terkait mulai dari otoritas Bandara atau AirAsia sendiri serta Departemen Perhubungan yang meloloskan penerbangan tersebut, agar dipecat dan diganti kepada orang-orang yang professional serta cakap di bidangnya.

Ongko menerangkan, sejauh ini pihak AirAsia juga belum membahas masalah kompensasi pada dirinya.  Ongko juga enggan membahas masalah tersebut. Namun, dia berhartap agar tim Basarnas bisa mengevakuasi seluruh penumpang, agar keluarga tidak berlama-lama di posko Crisis Center.

Artikel ini ditulis oleh:

Helikopter TNI AL Turunkan Empat Jenazah Korban AirAsia

Dua helikopter TNI AL menurunkan empat jenazah dan kantong hitam serpihan pesawat AirAsia QZ8501, yang dibawa KRI Yos Sudarso di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Sabtu (3/1/2015). Jenazah langsung dibawa ke RSUD Sultan Ismanuddin, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah untuk di identifikasi oleh tim DVI. AKTUAL/MUNZIR 

Santap Mie, Puluhan Warga Tapteng Keracunan

Medan, Aktual.co — Sebanyak puluhan warga Desa Suka Rasa, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami keracunan.

Informasi yang diterima Aktual.co, puluhan warga itu diduga keracunan usai menyantap makanan mie tek-tek yang disajikan saat acara wiritan di salah satu rumah warga. Mie tek-tek itu diolah sendiri oleh warga.

“Kejadiannya sekitar jam dua belas malam kemarin, Jumat (2/1). Masuk rumah sakit pandan 3 orang, selebihnya di Puskesmas, rawat inap. Penyebabnya mie tek-tek yang diolah sendiri,” ujar staff  bagian Kejadian Luar Biasa (KLB) Dinas Kesehatan Tapteng, Eka Febrianti Sitompul, di Tapteng, Sabtu (3/1).

Saat wiritan digelar, lanjut Eka, sedikitnya ada 90 warga yang hadir. Dan, selain menyantap makanan saat wirit, mie itu juga dibawa oleh warga ke rumah masing-masing. Akibatnya, sejumlah anak-anak juga keracunan.

“Ada sekitar 90-an orang warga yang menghadiri acara wirit itu, dibawa untuk anak-anaknya. Sekarang sedang penanganan,” katanya lagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Banjir di Aceh, Ribuan Hektare Tambak Rusak

Jakarta, Aktual.co — Akibat banjir yang melanda Aceh pada akhir tahun 2014, puluhan ribu hektare tambak rusak dan ribuan hektare sawah yang baru ditanami juga terkena imbas. Banjir terparah terjadi di Aceh Timur dan Aceh Utara. Menindaklanjuti masalah tersebut, Gubernur Aceh Zaini Abdullah menggelar rapat terpadu. “Masing-masing dinas dan badan untuk segera turun ke lapangan mengambil peran masing-masing,” katanya dalam rilis yang diterima Tempo, Sabtu 3 Januari 2015.

Menurut Zaini, banjir yang melanda Aceh Timur dan Aceh Utara mencapai 3 – 3,5 meter. Air merendam ribuan hektare sawah, jalan, rumah, ternak, sekolah serta fasilitas kesehatan. Areal benih yang gagal tumbuh setelah ditanam mencapai 5.861 hektare. Zaini meminta Dinas Pertanian Aceh agar segera bertindak untuk mengantisipasi dengan stok benih yang ada.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan, di wilayah Pidie dan Pidie Jaya tambak yang rusak 1.862 hektare dan 10 kilometer jalan rusak. Di Aceh Utara, tambak yang rusak seluas 9.959 hektare, di Aceh Timur seluas 20 ribu hektare, Aceh Tamiang 5.933 hektar dan Kabupaten Bireun 3.130 hektar. Kerugian diperkirakan sekitar Rp 230 miliar.

Sekretaris Daerah Aceh, Dermawan mengatakan Pemerintah Aceh akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengatasi masalah tersebut. “Untuk mempercepat perbaikan infrastruktur, dengan data yang konkret dari kabupaten/kota,” ujarnya. Pengumpulan data sedang dilakukan untuk penyaluran bantuan termasuk kepada pengungsi akibat banjir di enam kabupaten yang mencapai 37 ribu jiwa.

Berita Lain