13 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39930

Helikopter TNI AL Turunkan Empat Jenazah Korban AirAsia

Dua helikopter TNI AL menurunkan empat jenazah dan kantong hitam serpihan pesawat AirAsia QZ8501, yang dibawa KRI Yos Sudarso di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Sabtu (3/1/2015). Jenazah langsung dibawa ke RSUD Sultan Ismanuddin, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah untuk di identifikasi oleh tim DVI. AKTUAL/MUNZIR 

Santap Mie, Puluhan Warga Tapteng Keracunan

Medan, Aktual.co — Sebanyak puluhan warga Desa Suka Rasa, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami keracunan.

Informasi yang diterima Aktual.co, puluhan warga itu diduga keracunan usai menyantap makanan mie tek-tek yang disajikan saat acara wiritan di salah satu rumah warga. Mie tek-tek itu diolah sendiri oleh warga.

“Kejadiannya sekitar jam dua belas malam kemarin, Jumat (2/1). Masuk rumah sakit pandan 3 orang, selebihnya di Puskesmas, rawat inap. Penyebabnya mie tek-tek yang diolah sendiri,” ujar staff  bagian Kejadian Luar Biasa (KLB) Dinas Kesehatan Tapteng, Eka Febrianti Sitompul, di Tapteng, Sabtu (3/1).

Saat wiritan digelar, lanjut Eka, sedikitnya ada 90 warga yang hadir. Dan, selain menyantap makanan saat wirit, mie itu juga dibawa oleh warga ke rumah masing-masing. Akibatnya, sejumlah anak-anak juga keracunan.

“Ada sekitar 90-an orang warga yang menghadiri acara wirit itu, dibawa untuk anak-anaknya. Sekarang sedang penanganan,” katanya lagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Banjir di Aceh, Ribuan Hektare Tambak Rusak

Jakarta, Aktual.co — Akibat banjir yang melanda Aceh pada akhir tahun 2014, puluhan ribu hektare tambak rusak dan ribuan hektare sawah yang baru ditanami juga terkena imbas. Banjir terparah terjadi di Aceh Timur dan Aceh Utara. Menindaklanjuti masalah tersebut, Gubernur Aceh Zaini Abdullah menggelar rapat terpadu. “Masing-masing dinas dan badan untuk segera turun ke lapangan mengambil peran masing-masing,” katanya dalam rilis yang diterima Tempo, Sabtu 3 Januari 2015.

Menurut Zaini, banjir yang melanda Aceh Timur dan Aceh Utara mencapai 3 – 3,5 meter. Air merendam ribuan hektare sawah, jalan, rumah, ternak, sekolah serta fasilitas kesehatan. Areal benih yang gagal tumbuh setelah ditanam mencapai 5.861 hektare. Zaini meminta Dinas Pertanian Aceh agar segera bertindak untuk mengantisipasi dengan stok benih yang ada.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan, di wilayah Pidie dan Pidie Jaya tambak yang rusak 1.862 hektare dan 10 kilometer jalan rusak. Di Aceh Utara, tambak yang rusak seluas 9.959 hektare, di Aceh Timur seluas 20 ribu hektare, Aceh Tamiang 5.933 hektar dan Kabupaten Bireun 3.130 hektar. Kerugian diperkirakan sekitar Rp 230 miliar.

Sekretaris Daerah Aceh, Dermawan mengatakan Pemerintah Aceh akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengatasi masalah tersebut. “Untuk mempercepat perbaikan infrastruktur, dengan data yang konkret dari kabupaten/kota,” ujarnya. Pengumpulan data sedang dilakukan untuk penyaluran bantuan termasuk kepada pengungsi akibat banjir di enam kabupaten yang mencapai 37 ribu jiwa.

Pejabat Publik akan Diseleksi KPK dan PPATK

Jakarta, Aktual.co — Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) mendorong pengaturan pelibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), melalui dalam penelusuran rekam jejak harta kekayaan dan transaksi keuangan para pejabat publik.

“Agar lebih dioptimalkan lagi. Terutama untuk mendukung penelusuran dari sisi integritas calon pejabat publik yang diseleksi. Pengaturan pelibatan KPK dan PPATK melalui perundang-undangan, menurut saya perlu dipertimbangkan sebagai terobosan ke depan,” kata Peneliti PSHK, Miko Susanto Ginting, di Jakarta, Jumat (2/1).

Dikatakan Miko, saat ini seleksi pejabat publik yang melibatkan KPK dan PPATK dilakukan tidak seragam. Karena, tidak ada kewajiban dalam UU untuk melibatkan kedua lembaga itu. Namun, kata dia, bukan berarti keterlibatan KPK dan PPATK ini tidak penting.

“Justru keterlibatan KPK dan PPATK itu sangat penting dan sentral dalam membangun seleksi jabatan publik yang berintegritas,” ungkapnya. Dari sisi kompleksitasnya, menurut dia, pemikiran ini baru akan menjadi terobosan jangka panjang.

Sementara, dalam jangka pendek, bisa disiasati atau dimulai dengan pencantuman syarat dan kerja sama dengan KPK dan PPATK, dalam setiap fakta integritas seleksi jabatan publik di setiap institusi. “Bisa kita siasati dengan cantumin syarat dan kerja sama KPK dan PPATK dalam setiap fakta integritas seleksi pejabat publik,” pungkasnya.

Publik Harus Waspadai Pengangkatan Daniel Purba & Rekomendasi RTKM

Jakarta, Aktual.co — Pengangkatan Daniel Purba sebagai Vice Presiden Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina, serta keluarnya rekomendasi tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) terkait pengalihan peran impor minyak mentah dan BBM dari Pertamina Energy Trading Limited (Petral) ke ISC,  patut diwaspadai publik.

Hal itu menyusul adanya dugaan skema  untuk memuluskan penguasaan migas nasional dalam ‘pangkuan’ Soemarno Brothers.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Studies ( IMES), Erwin Usman, ketika dihubungi Aktual.co, di Jakarta, Sabtu (3/1).

“Jawaban saya mesti diwaspadai. Kita harus mewaspadai nama itu dan sistem yang diterapkan itu tidaak ada cerita itu,” kata dia.

Menurutnya, bila publik tidak cermat dan waspada seakan mengabaikan setiap kecurigaan tim, itu akan sia-sia saja.

“Kalau tidak diwaspadai nanti kecurigaan itu abis saja menguap tanpa satu pengawasan yang berarti,” katanya lagi.

Oleh karena itu, lanjut Erwin, peran Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan antisipasi itu pun harus dilakukan. Tak hanya, mendiamkan Menteri BUMN, Rini Soemarno yang seakan mengambil alih setiap kebijakan yang seharusnya menjadi tupoksi Kepala Negara.

“Artinya Jokowi tidak membiarkan proses-proses ini berjalan hanya menyerahkan kepada Rini, dan tim penilai akhir, mestinya proses-proses ini juga Jokowi harus mendengar suara-suara publik, baik yang disampaikan melalui media atau sosmed, termasuk para pengamat,” urainya menjelaskan.

“Kalau seluruhnya dibaiarkan kepada Rini, kalau sesuatu saat ada masalah, pubik hajarnya ke Jokowi bukan ke Rininya,” cetusnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Hasil Negatif, Tim DVI Kembali Lakukan Identifikasi Ulang 4 Jenazah AirAsia

Surabaya, Aktual.co — Terkait dengan korban pesawat AirAsia QZ 8501, empat jenazah yang lebih datang dulu sempat berhasil teridentifikasi, Namun sayang, saat terakhir dilakukan rapat rekonsiliasi, ternyata hasilnya negatif. Saat ini, terpaksa dilakukan proses identifikasi ulang.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes pol Awi Setiyono, dengan dilakukan proses identifikasi ulang, diharapkan sore ini, hasilnya bisa diketahui. Dan, jika memang sudah diketahui, nantinuya akan langsung diserahkan ke pihak keluarga masing-masing.

“Jadi sudah kita lakukan identifikasi dan diketahui hasilnya. Tetapi saat proses rapat rekonsiliasi, ternyata hasilnya negatif sehingga harus dilakukan identifikasi ulang,” kata Kombes Pol Awi,  kepada Aktual.co, Sabtu (3/1).

Sementara itu, Dokter Forensik, Kombes pol Heri wijatmoko, menuturkan, sejauh ini empat jenazah tersebut masih sulit untuk dikenali. Sebab, selain sidik jari yang sudah rusak, tim DVI juga masih kekurangan data-data antemortem dari pihak keluarga.

Itu sebabnya,  dirinya kembali meminta agar pihak keluarga bisa membantu dengan cara mencari tahu kepada rekan kerja korban atau tetangganya apakah korban pernah bercerita tentang konsultasi dengan dokter gigi atau dokter umum atau punya ciri-ciri fisik lainnya. Hal ini guna mempermudah tim DVI untuk mengenali anatomi korban, mengingat kondisi korban sudah rusak.

Prosesnya, kata ia, begitu jenazah tiba, langsung masuk ke kontainer pendingin, kemudian masuk ke ruang jenazah. Disanalah para dokter ahli yang dibagi menjadi beberapa akan mulai proses identifikasi jenazah.

Rata-rata setiap satu jenazah pada pertama kali akan ditangani lima pakar. Diantaranya Antiropologi yang meliputi sidik jari serta ciri fisik, lalu pakar gigi, tulang, dan darah. Dan, terakhir jika masih kesulitan, akan dilakukan tes  DNA

Tes DNA sendiri, tambahnya, dilakukan di Indonesia.  Bila hal tersebut semua selesai, maka dilakukan rapat rekonsiliasi untuk menentukan siapa identitas jenazah tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain