14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39945

Pelaku Pembunuh Axel Tertangkap, Ternyata Teman Dekat

Lumajang, Aktual.co —Misteri pembunuhan sadis di Pasuruan – Jatim yang menewaskan Alexander Axel Elleaza (16), pelajar SMAK Santo Albertus, Malang, di Malam Natal (24/12) pekan lalu, akhirnya terungkap.
Seperti yang diduga kakek korban, Takim Soenarko (75) kepada Aktual.co beberapa waktu lalu, pelakunya ternyata tak lain teman akrab korban sewaktu duduk di SMP Elkana Pasuruan. 
Bahkan, pelaku selama ini kerap datang kerumah korban untuk bermain play station, di saat liburan sekolah.
Dari hasil penyelidikan polisi, pelaku yang berinisial AEL (17), nekat membunuh korban lantaran kesal saat ditagih hutang sebesar satu juta rupiah. 
Saat malam natal itu, tersangka memang mengundang Axel untuk bermain PS di rumahnya. Saat asyik bermain, Axel menagih hutang ke AEL, dan mengatakan akan melapor ke ibunya jika tidak juga dibayar. 
Seketika itu juga pelaku marah, dan nekad menghabisi nyawa korban dengan delapan tusukan di tubuh korban. Tersangka mengaku membunuh korban dengan pisau dapur. Bahkan setelah korban tidak bernyawa, dia masih tega menyayat pergelangan tangannya untuk menghilangkan jejak agar terkesan bunuh diri.
Terkait pembunuhan sadis ini, keluarga korban minta agar tersangka diproses hukum seberat-beratnya. 
“Dia tega bunuh cucu saya dan bahkan sebelum tertangkap dia berpura-pura ikut menyampaikan duka cita di rumah duka sampai proses kremasi, dia juga datang,” ujar kakek korban, Takim, menyesalkan ulah remaja yang sudah dianggap keluarga sendiri. 
AEL merupakan teman korban semasa sekolah di SMP Elkana, Pasuruan. Mereka tetap berteman meski berpisah sekolah. Sejak lulus SMP, remaja asal Jalan Airlangga, Kelurahan Wironini, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan ini tinggal di rumah ibunya di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Ambulu, Jember. 
Polisi menangkap tersangka di rumahnya Ambulu Jember, setelah ada bukti-bukti yang menguatkan keterlibatannya dalam aksi pembunuhan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Hujan Lebat, Perkampungan di Pekalongan Banjir

Semarang, Aktual.co — Hujan lebat yang mengguyur kota Pekalongan, Jawa Tengah, sejak Jumat (2/1) petang, mengakibatkan sejumlah perkampungan di wilayah tersebut terendam banjir. Bahkan, hujan lebat mengakibatkan arus jalur Pantura dari arah Jakarta-Semarang macet total, sehingga pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas.

Pantauan Aktual.co di lapangan, ketinggian air menggenang di beberapa titik jalan utama, antara jalan Kurinci, jalan Dr Soetomo, Jenderal Soedirman, dan jalan utama jantung kota. Ketinggian air terparah menggenangi wilayah Kecamatan Pekalongan Utara.

Menurut pengamat tata kota, A Hendri Setiawan, banjir yang menggenang di sejumlah perkampungan di Pekalongan, dikarenakan drainase buruk. Akibatnya, drainase tidak bisa optimal mengurai debit air.

“Selokan-selokan ini yang perlu diperhatikan saat musim banjir. Selain itu normalisasi sungai tidak pernah diperhatikan,” terang dia.

Pihaknya menyarankan kepada stake holder (pemangku kebijakan) terkait, harus mulai memperhatikan drainasi dan sungai. Itu dilakukan sebelum puncak musim penghujan tiba bulan Januari-Maret.

“Mumpung ini masih hujan ringan, gerakan normalisasi sungai dan bersih-bersih saluran harus dimulai dari sekarang,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

KPAI Minta Anak-anak dari Korban AirAsia Diberi Perhatian Khusus

Jakarta, Aktual.co —Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta semua pihak tidak lupa untuk memberi perhatian khusus terhadap anak-anak yang keluarganya menjadi korban dari kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501.
Komisioner KPAI Susanto mengatakan anak-anak itu masih membutuhkan perlindungan dan pemenuhan hak dasarnya di kelangsungan hidup dan tumbuh kembangnya.
KPAI pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban musibah AirAsia.
Susanto juga memberikan apresiasi kepada pemerintah atas kesigapannya dalam pencarian dan langkah penanganan darurat terhadap korban.
Di momentum tahun baru ini, dia menyarankan semua pihak berempati terhadap anak-anak.
“Kita perlu berempati terhadap beragam musibah di negeri ini harus kita tunjukkan. Kita perlu menyambut tahun baru dengan cara yang edukatif agar menjadi panutan positif untuk menstimulasi karakter anak,” katanya.
Secara umum, dia mengharapkan setiap pihak membawa visi membangun pada tahun 2015.
“Kita sambut tahun baru dengan visi besar dan penyiapan langkah besar demi kemajuan anak, keluarga, dan bangsa agar pada tahun 2015 menjadi lebih baik,” kata dia.
Susanto mengajak semua pihak menyambut tahun baru dengan ide dan solusi atas masalah yang muncul pada tahun 2014.
“Karena masalah hari datang, sesungguhnya timbul dari solusi masa lalu,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

DPRD DKI Akan Evaluasi Wali Kota Baru di DKI

Jakarta, Aktual.co —DPRD DKI akan ikut mengevaluasi sejumlah wali kota yang baru dilantik Jumat (2/1). Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan evaluasi akan dilakukan selambat-lambatnya dalam jangka waktu tiga bulan oleh DPRD dan Pemprov DKI. 
Tujuannya, untuk membuang paradigma lama bagi pejabat yang sudah biasa ‘nyopet’ anggaran di era sebelumnya.
“Kita harus mengawal APBD DKI,Perubahan sistem seperti e katolog e bugeting,Inikan harus bisa disikapi, setelah verifikasi calon-calon walikota dilaksanakan akan ada evaluasi,” Kata Pras, di Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (2/1).
Apabila dalam tiga bulan dianggap tidak memenuhi syarat, kata Pras, harus diganti. “Karena ada statusnya, misalnya KMS atau Kurang Memenuhi syarat kita ganti,” ujar dia.
Berikut nama-nama Walikota di lima wilayah di DKI yang dilantik dan diambil sumpahnya berdasarkan keputusan presiden dan DPRD DKI Jakarta no 37 tahun 2014 tanggal 30 Desember 2014 dan keputusan Gubernur DKI no 2208-2327/14 tangal 31 des 2014. Yakni:
Walikota Jakarta Pusat    : Mangara pardede Walikota Jakarta Utara    : Rustam Effendi Walikota Jakarta Barat    : Anas Effendi Walikota Jakarta Selatan  : Syamsudin NurWalikota Jakarta Timur    : Bambang Musa WardanaBupati Kepulauan Seribu   : Sri Djoko.

Artikel ini ditulis oleh:

10 Jenazah AirAsia Tiba di RS Bhayangkara

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 10 jenazah korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 tiba di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jawa Timur, Jumat malam (2/1).

Jenazah tersebut tiba di RS Bhayangkara dibawa dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dan mendarat di Lanud Juanda Sidoarjo.

Kedatangan 10 jenazah di RS Bhayangkara yang menggunakan 10 ambulans dari Lanud Juanda Sidoarjo itu, langsung disambut tim “Disaster Victim Identification” (DVI) Polda Jawa Timur, untuk kemudian diidentifikasi di RS Bhayangkara.

Dengan tibanya 10 jenazah, total jenazah yang sudah tiba di Surabaya menjadi 18 jenazah, empat di antaranya sudah diidentifikasi dan diserahterimakan kepada keluarga korban.

Berdasarkan data identifikasi awal yang dilakukan di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, sepuluh jenazah itu terdiri dari empat laki-laki dewasa, empat perempuan dewasa.

Selain itu, satu anak laki-laki dan satu anak perempuan berusia di bawah sepuluh tahun.

Kondisi seluruh jenazah dalam keadaan busuk, sehingga secara fisik sangat sulit dikenali, serta sebagian besar pakaian korban sudah terlepas.

Meski demikian, seluruh jenazah dalam kondisi utuh, ditambah beberapa barang yang diperkirakan milik salah satu korban.

Artikel ini ditulis oleh:

Selama Liburan, Pedagang Batik Beringharjo Raup Untung Rp10 Juta

Yogyakarta, Aktual.co — Masa liburan seperti saat ini memang selalu menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang di Pasar Tradisional Beringharjo, Yogyakarta. Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, membuat mereka kebanjiran pembeli. Tak tanggung-tanggung, selama masa liburan ini mereka bisa mendapat omset hingga Rp5-10juta per hari.

Salah seorang pedagang pakaian Batik Sri Marno di los 10 selatan pasar Beringharjo, Rena, mengaku selama masa liburan ini omset mereka rata-rata naik sekitar 50 hingga 100 persen dibanding hari biasa. Hal itu terjadi sejak jelang hari raya Natal beberapa waktu lalu.

“Omset naik 50-100 persen. Dalam satu hari 100 lebih pakaian batik bisa habis. Mayoritas wisatawan membeli pakaian batik ini sebagai oleh-oleh. 60 persen itu pembeli ibu-ibu, sisanya remaja. Kalau anak-anak jarang,” katanya ketika ditemui di tempat jualan, Jumat (2/1).

Dibanding masa libur akhir tahun lalu, jumlah pengunjung pada masa liburan kali ini dikatakan lebih ramai. Hal itu terjadi karena masa liburan ini terjadi berbarengan dengan perayaan Sekaten, serta libur sekolah.

“Dibanding tahun lalu memang lebih ramai ini. Mungkin karena banyak yang memilih Jogja sebagai tempat liburan karena tidak ada banjir ataupun longsor,” katanya.

Diperkirakan jumlah pengunjung di pasar tradisional Beringharjo masih akan terus membludak hingga akhir pekan ini. Sementara jumlah pengunjung akan kembali normal awal pekan depan, dimana masa libur telah usai dan siswa kembali berangkat sekolah.

“Kemungkinan Sabtu besok adalah puncak kunjungan wisatawan ke pasar Beringharjo ini. Sementara hari Minggu (4/1) adalah yang terakhir. Kalau Senin kemungkinan sudah mulai sepi, karena sekolah sudah masuk dan wisatawan kembali ke asal masing-masing,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain