13 April 2026
Beranda blog Halaman 39947

Meningkat 9,9 Persen, Ekspor Tiongkok Diluar Ekspektasi

Jakarta, Aktual.co — Data perdagangan Tiongkok bulan lalu diluar ekspektasi banyak pihak. Hal tersebut berdasarkan rilis data kegiatan ekspor di China pada Desember 2014 yang meningkat 9,9 persen dan impor menurun 2,3 persen dari Desember 2013.
Data statistik Xinhua tersebut menunjukkan selama 2014 ekspor Tiongkok meningkat 6,1 persen dari tahun 2013, sedangkan impor hanya meningkat 0,4 persen. Data itu juga menunjukkan perdagangan Tiongkok yang surplus 304,5 milyar Yuan (USD49,1 milyar) selama bulan Desember 2014.
Analis di Tiongkok sebelumnya memperkirakan impor turun sekitar 7 persen dan ekspor naik 6,8 persen. Mereka beranggapan menurunnya impor tersebut karena harga minyak dunia yang saat ini juga menurun.
Pada November 2014, impor di Tiongkok turun 6,7 persen, di luar prediksi yakni naik 3,9 persen.
“Menurunnya impor menggambarkan kemunduran di beberapa harga komoditi penting seperti besi dan batu bara pada data impor China beberapa bulan terakhir,” ujar Direktur Ekonomi IHS Asia Pasifik, Rajiv Biswas seperti dilansir BBC Business, Selasa (13/1).
Banyak spekulasi yang beredar mengatakan bahwa Pemerintah Tiongkok akan mengambil langkah-langkah stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Tiongkok, namun beberapa analis berpendapat bahwa data-data perdagangan tersebut yang lebih baik dari perkiraan, akan membuat pemerintah menangguhkan langkah stimulus tersebut.
“Keuntungan ekspor tersebut membawa kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Tiongkok saat ini, ketika permintaan domestik sedang moderat bahkan cenderung melemah pada sektor konstruksi,” kata Biswas.
Pertumbuhan ekonomi Tiongkok turun 7,3 persen pada kuartal ketiga tahun 2014, dimana hal tersebut merupakan kuartal terendah sejak krisis keuangan global, diikuti dengan pasar properti dan kredit yang menurun sebagai penunjang pertumbuhan tersebut.
Lebih lanjut dikatakan Biswas, dia memprediksikan ekspor Tiongkok akan meningkat 7,7 persen pada tahun 2015 ini.
“Dibantu oleh pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dan beberapa perbaikan dari pertumbuhan ekonomi Eropa, sebagimana jatuhnya harga minyak dunia membuat stimulus positif terhadap perekonomian AS dan Eropa,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tekan Kenaikan Harga Properti, IPW Desak Pemerintah Kendalikan Harga Tanah

Jakarta, Aktual.co —  Indonesia Property Watch (IPW) meminta pemerintah dapat mengendalikan harga tanah agar pengembang tidak lagi dapat mendominasi penentuan harga properti yang selama ini masih belum terjangkau sebagian masyarakat.

“Pemerintah harus segera membuat instrumen yang dapat mengendalikan harga tanah agar tidak didominasi oleh pengembang,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (14/1).

Menurut dia, selama ini besaran kenaikan harga properti di Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh kemauan pengembang untuk menaikan harga karena karakteristik pasar properti yang ada lebih ditentukan sisi pasokan dan bukan sisi permintaan.

Pengembang akan terus menaikkan harga disaat permintaan sedang tinggi dan tidak ada instrumen yang bisa mengendalikan harga properti sampai harga yang dipatok mengakibatkan pasar jenuh.

“Bahkan sebenarnya kenaikan BBM pun relatif tidak mempengaruhi harga properti secara langsung. Naiknya BBM akan mempengaruhi biaya produksi namun tidak secara tiba-tiba, melainkan akan berdampak tiga bulan berikutnya,” katanya.

Namun dengan turunnya BBM saat ini, ia berpendapat bahwa dampaknya pun hampir diperkirakan tidak ada. Naiknya harga properti pada saat ini lebih dikarenakan inflasi bahan bangunan dan bukan semata-mata karena kenaikan BBM semata-mata.

Di sisi lain, ujar dia, tertahannya harga properti saat ini lebih dikarenakan kondisi daya beli yang relatif tergerus akibat naiknya suku bunga KPR dan kondisi pasar properti saat ini yang sudah jenuh karena kenaikan harga yang sudah sangat tinggi dalam tiga tahun terakhir.

“Karenanya meskipun adanya kenaikan BBM relatif sebagian besar pengembang tidak serta merta menaikkan harga propertinya karena memang pasar sedang lemah,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Timor Leste Undang Pertamina Lakukan Eksplorasi

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Timor Leste mengundang Pertamina untuk melakukan eksplorasi di blok-blok minyak dan gas bumi, kata Menteri Senior dan Menteri Urusan serta Kerja Sama Luar Negeri Timor Leste Jose Luis Guterres.

“Kami mengundang Pertamina untuk mengembangkan bisnis dengan melakukan eksplorasi minyak dan gas bumi di Timor Leste, bersama negara-negara yang sudah ada sebelumnya seperti Australia, Amerika Serikat dan Italia,” ujar Guterres di Jakarta, dikutip Rabu (14/1).

Dia melanjutkan selama ini Pertamina masih sebatas mengimpor minyak dari Indonesia untuk didistribusikan di Timor Leste.

Menurut dia, tingginya potensi minyak dan gas bumi membuat sumber utama pendapatan di negaranya berasal dari industri pertambangan yang usahanya dikendalikan oleh negara.

Selain Pertamina, Guterres juga mengajak sektor-sektor swasta Indonesia untuk ikut dalam mengembangkan bisnis pertambangan di negaranya.

“Kami membuka tender internasional untuk blok-blok sumber daya mineral. Untuk itu kami mengundang perusahaan-perusahaan swasta Indonesia bergabung ke dalamnya,” kata dia.

Menurut Guterres, kerja sama ekonomi Indonesia dan Timor Timur sudah terjalin cukup lama dan mencakup dalam beberapa bidang, seperti pembangunan infrastruktur.

Guterres mengakui bahwa pihaknya agak sulit mendapatkan perusahaan internasional yang sudah berpengalaman. Namun dia tetap optimis bahwa Timor Leste bisa bersaing dengan kemampuan sendiri.

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk bertahan dalam kompetisi perdagangan bebas. Kami harus yakin dengan kemampuan sendiri,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menko Perekonomian: Dana Desa Butuh Juklak Jelas

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan pembagian dan pemanfaatan dana desa membutuhkan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang jelas agar efektif dalam membangun desa.
“Penggunaan dana desa masih perlu jutlak yang lebih jelas untuk mempercepat pembangunan desa,” kata Menteri Sofyan setelah rapat koordinasi tentang dana pendidikan untuk desa di Jakarta, Selasa (13/1) sore.
Ia mengatakan juklak yang jelas dapat digunaklan untuk mengarahkan dana pada bidang-bidang pembangunan desa yang diprioritaskan.
Ia mencontohkan bidang yang diprioritaskan untuk 2015 adalah swasembada pangan sehingga juklak akan dibuat mengatur pembangunan infrasruktur pertanian seperti irigasi.
Lebih lanjut, ia mengatakan juklak tersebut akan dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri atau Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT).
Juklak tersebut, tutur dia, akan mengarahkan prioritas pelaksanaan sejalan dengan prioritas pembangunan serta mengintegrasikan dana desa dengan program yang sudah ada seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).
“Di desa sudah ada PNPM dan itu akan tetap diberikan atau diperpanjang supaya bisa membantu implementasi dana desa dengan baik,” kata dia.
Untuk 2015, dana pembangunan desa ditetapkan sebesar Rp20 triliun, naik Rp11 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp9 triliun pada 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Mendes: Dana Desa akan Dibagikan Bertahap

Jakarta, Aktual.co — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT), Marwan Jafar, mengatakan dana desa sebesar Rp1,4 miliar diberikan secara bertahap selama tiga hingga empat tahun.
“Kalau targetnya Rp1,4 miliar per desa, tapi dikasihnya bertahap, bukan sekarang langsung. Anggaran di tahun berikutnya masih ada,” kata Marwan setelah rapat koordiansi di Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (13/1) sore.
Ia mengatakan untuk 2015, dana yang diberikan per desa sekitar Rp240 juta hingga Rp270 juta. Sedangkan desa yang akan menerima dana tersebut sejumlah 73 ribu desa.
Terkait besaran dana per desa, ia mengatakan hal tersebut tergantung pada jumlah penduduk, luas wilayah serta tingkat kemiskinan desa tersebut.
Ia menegaskan desa yang akan menerima dana tersebut harus menyerahkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) lebih dulu.
“Dana tidak bisa keluar kalau desa tidak mempersiapkan RPJMDes dan RKPDes. RPJMDes dan RKPDes harus tegas dan jelas peruntukannya untuk apa baru dana keluar,” tutur dia.
RPJMDes dan RKPDes, kata dia, harus disesuaikan dengan RPJMKota/Kabupaten dan RKPKota/Kabupaten agar semua pembangunan berjalan selaras.
Sementara itu, untuk pembangunan, ia mengatakan hal tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan desa masing-masing seperti yang tertera dalam RPJMDes dan RKPDes.
Untuk 2015, dana pembangunan desa ditetapkan sebesar Rp20 triliun, naik Rp11 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp9 triliun pada 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

WKSI: Rupiah Masih Rentan Sentimen Negatif

Jakarta, Aktual.co — Pada penutupan perdagangan kemarin, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) melemah. Pasalnya, nilai DolarAS kembali menguat akibat pelemahan Euro dan Poundsterling.

“Turunnya data Jerman dan Italia yang dibarengi dengan rilis masih rendahnya tingkat inflasi Inggris memberikan tekanan negatif bagi kedua mata uang tersebut,” tulis Kepala Riset Woori Koorindo Secirities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada dalam riset yang diterima, Rabu (14/1).

Pada Rabu (14/1) Reza memprediksikan Rupiah berada di bawah target level support 12.573, yakni Rp12.615-12.600 (kurs tengah BI). Menurutnya, laju Rupiah yang sempat mengalami penguatan belum cukup kuat dan masih rentan dengan sentiment negatif yang ada.

“Tetap waspada terhadap potensi pelemahan lanjutan seiring melemahnya sejumlah mata uang tandingan Dolar AS,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain