17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39947

KPK Diajak Kemenkum HAM Bicarakan Remisi Koruptor

Jakarta, Aktual.co —Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut positif rencana Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) berkoordinasi dengan sejumlah lembaga terkait pemberian remisi kepada para koruptor. “Kami akan buka pintu selebar-lebarnya adanya rencana diskusi tersebut,” demikian disampaikan Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (2/1). Dikatakan Johan, koordinasi ihwal remisi membuat polemik yang selama ini terjadi mengenai remisi bisa terhindarkan.

Kebijakan pengurangan masa tahanan, menurut dia merupakan hak Kemenkum HAM. “Kalau soal koordinasi dan rencana diskusi soal remisi, pada dasarnya KPK siap saja, namun perlu disampaikan bahwa pemberian remisi adalah kewenangan Kumham,” jelas Johan. Pemberian remisi dan pembebasan bersyarat bagi para koruptor terus ditentang sejumlah pihak. Terutama aparat penegak hukum dan aktivis antikorupsi.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan, sejatinya remisi dan pembebasan bersyarat merupakan hak para narapidana. Karena itu, dia berencana mengundang pihak-pihak terkait untuk membicarakan masalah remisi. “Mungkin setelah tahun baru, saya akan mengajak teman-teman KPK, kemudian ICW dan teman-teman lain berdiskusi supaya nggak jadi bahan kritik yang oleh mereka soal hak remisi. Jadi, perlu ada persamaan persepsi kami soal itu,” ucap Yasonna.

Hari Ini, Puluhan Seniman Meriahkan Pentas Sendratari Ramayana di Bali

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 50 seniman Pulau Dewata yang terdiri atas penabuh dan penari ikut ambil bagian dalam pementasan Sendratari Ramayana di Gedung Natya Mandala Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Sabtu (03/01).

Rektor ISI Denpasar Dr. Gede Arya Sugiartha didampingi Kadek Suartaya S.,S.Kar., M.Si. mengatakan bahwa ke-50 seniman andal itu sebagian besar adalah dosen lembaga pendidikan tinggi seni yang pernah menjadi murid, mahasiswa, maupun bekas binaan dari almarhum Wayan Beratha yang meninggal dalam usia 91 tahun pada tanggal 10 Mei 2014.

Dalam pagelaran malam kenangan terhadap Empu Seni I Wayan Beratha yang bertajuk “Mengenang Empu Seni Karawitan Bali I Wayan Baratha” yang akan dimulai pukul 19.30 Wita itu menyajikan tiga buah ciptaan seni pertunjukan dari sekian banyak karya I Wayan Baratha, yakni tari Tani, tabuh Kutus Playon, dan Sendratari Ramayana.

Empu Seni I Wayan Beratha memiliki sumbangsih penting pada seni pertunjukan Bali karena dalam rentang perjalanan hidupnya, maestro seni karawitan dan tari yang dilahirkan di Banjar Belaluan, Denpasar, tahun 1923 telah mementaskan kesenian Bali ke berbagai negara penjuru dunia.

Pak Beratha–sapaan Empu Seni I Wayan Beratha–dikenal sebagai tokoh pembaharu gamelan kebyar dan pencetus lahirnya sendratari Bali. Jagat seni Bali kehilangan seorang seniman besar yang rendah hati.

“Untuk mengenang jasa luar biasa Pak Beratha sebagai seniman besar seni pertunjukan Bali itulah, di antaranya kami menyajikan karya-karya beliau kepada khalayak,” ujar Arya Sugiartha.

Dalam pagelaran Sendratari Ramayana, antara lain disajikan oleh Prof. Dr. I Wayan Dibia, S.S.T., M.A. (Anoman), Cokorda Raka Tisnu, S.S.T., M.Si. (Rahwana), dan Cokorda Putra Padmini, S.S.T., M.Sn. (Sita).

Sementara itu, para penabuh, antara lain Dr I Nyoman Astita, M.A., I Ketut Gede Asnawa, S.S.Kar., M.A., I Nyoman Windha, S.S.Kar., M.A., I Wayan Suweca, S.S.Kar., M.Si., I Wayan Suweca, S.S.Kar., M.Mus., dan sejumlah dosen ISI lainnya.

Sendratari Ramayana diciptakan pada tahun 1965 adalah salah satu karya monumental I Wayan Beratha. Seni drama tari dengan sumber cerita epos Ramayana itu begitu cepat dikenal luas oleh masyarakat Bali sehingga Wayan Beratha banyak diminta oleh sekaa (perkumpulan) seni pertunjukan untuk mengajarkan sendratari tersebut.

Didorong oleh sambutan yang begitu besar dari kalangan penonton terhadap pementasan sendratari yang dibawakan oleh Kokar Bali dan Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Denpasar pada tahun 1970-an, Wayan Beratha menambah peran-peran penting atau tambahan yang ada dalam cerita Ramayana.

Dikembangkan Lagi Suartaya menambahkan bahwa Sendratari Ramayana yang sebelumnya hanya terdiri atas beberapa adegan, yakni pengembaraan Rama, Sita, dan Laksmana di hutan Dandaka sampai terculiknya Sita oleh Rahwana, kemudian dikembangkan lagi dengan memasukkan peran-peran lain, seperti Anoman, Jatayu, Subali, Sugriwa, Kumbakarna, Wibisana, Trijata, beberapa dayang, monyet, dan raksasa, sehingga menambah durasi pentas dari empat puluh lima menit menjadi dua jam.

Kini, dalam bentuk yang dipadatkan, Sendratari Ramayana ciptaan I Wayan Beratha itu sering disajikan sebagai seni pertunjukan turistik untuk wisatawan dalam dan luar negeri yang menikmati liburan di Pulau Dewata.

Sebelumnya, Wayan Beratha telah menciptakan Sendratari Jayaprana pada tahun 1962, yang mengangkat lakon legenda romatik-tragik daerah Bali Utara, yakni sendratari pertama Bali setelah munculnya seni pentas dengan prinsip estetik yang sama (Sendratari Ramayana Prambanan) di Jawa Tengah pada tahun 1961.

Seluruh sendratari yang diciptakan Wayan Beratha dibawakan oleh siswa-siswi Kokar (Konservatori Karawitan) Bali, tempat dia mengabdi sebagai guru.

Pada tahun 1960-an, Wayan Beratha juga menciptakan Sendratari Mayadanawa (1966) dan Sendratari Rajapala (1967) yang sempat berkembang pada tahun 1970-an.

Dedikasi I Wayan Beratha untuk mengembangkan sendratari terus bergelora di sela-sela keasyikannya sebagai tukang laras gamelan yang laris.

Pada tahun 1977, Wayan Beratha diminta oleh Pemerintah Kabupaten Badung untuk menggarap sebuah sendratari yang akan disuguhkan dalam Festival Sendratari se-Bali.

Beratha memilih Nara Kesuma sebagai judul garapannya. Lakon yang mengisahkan masa muda Salya ini digarapnya dengan telaten dan penuh kesungguhan. Hasilnya, sendratari wakil Kabupaten Badung keluar sebagai juara pertama tingkat Provinsi Bali.

Masyarakat penonton dan jagat seni sungguh berterima kasih kepada Pak Beratha. Syukurlah, pemerintah daerah dan pusat telah memberikan pengakuannya terhadap ketokohan I Wayan Beratha lewat penganugrahan perhargaan seni.

Selain berjasa sebagai pembaharu gamelan kebyar, inovasinya menciptakan sendratari yang berawal pada tahun 1962 hingga puncak produktivitasnya berkarya iringan sendratari kolosal Pesta Kesenian Bali (PKB) hingga 1980-an meneguhkan diri I Wayan Beratha sebagai seniman perintis sendratari Bali.

“Kini, sendratari menjadi genre pertunjukan yang diapresiasi masyarakat, dan pantaslah Pak Beratha dihormati sebagai Bapak Sendratari Bali,” ujar Kadek Suartaya, kandidat doktor Kajian Budaya Universitas Udayana.

Artikel ini ditulis oleh:

Polda Riau Tangani Ratusan Kasus KDRT

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian Daerah Riau, sepanjang 2014, telah menerima dan memproses sebanyak 305 kasus kekerasan dalam rumah tangga yang rata-rata dilakukan oleh suami terhadap isteri dan keluarga terhadap pembantu serta lainnya.

“Untuk kasus KDRT dilakukan penanganan khusus dan beberapa berhasil dimediasikan hingga antara suami dan isteri kembali rujuk dan rukun,” kata Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan kepada wartawan di Pekanbaru, Sabtu (03/01).

Ia mengatakan sebagian kasus KDRT merupakan laporan yang diterima dari Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Riau, sebagian juga dilaporkan langsung oleh korbannya.

Menurut catatan kepolisian dan BP3AKB Riau, dominan kasus kekerasan dalam rumah tangga dialami oleh keluarga miskin, namun sebagian juga dialami keluarga menengah ke atas dengan intensitas pertemuan yang rendah.

Bahkan, menurut catatan, KDRT juga terjadi di keluarga anggota Polri. Terakhir ada empat orang personel Polresta Pekanbaru dipecat tidak dengan hormat (PTDH) setelah menjalani sidang Komisi Kode Etik (KKE).

Keempat anggota polisi tersebut dinilai terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba, desersi dan terlibat dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Sementara itu, Wakapolresta Pekanbaru AKBP Sugeng Putut Wicaksono mengatakan keempat anggota yang dikenai PTDH itu, yakni Brigadir Si, Brigadir Bd, Brigadir Ds dan Briptu Ap.

Brigadir Ds dipecat setelah dilaporkan oleh istrinya dalam kasus KDRT. Saat ini, Ds masih menjalani masa penahanan di Lapas Kelas II A Pekanbaru.

Sementara tiga anggota polisi lainnya yang juga dipecat, terbukti terlibat dalam kasus kepemilikan dan peredaran narkotika serta obat-obatan terlarang.

“Pemecatan oknum polisi ini sudah berlaku 30 September 2014,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Seribu Senjata Ilegal Beredar di Jakarta

Jakarta, Aktual.co — Hingga kini, tercatat masih ada lebih dari 1.000 pucuk pistol ilegal beredar di wilayah DKI Jakarta. Padahal, Polri sudah melakukan penarikan senjata api dari masyarakat sipil, sejak diberlakukannya Peraturan Kapolri (Perkap) No.177 Tahun 2005.

Direktur Intelijen Polda Metro Jaya, Kombes Sutanto mengatakan, pihaknya yang melakukan pengawasan dan pelayanan senpi dan handak (bahan peledak) sudah melakukan upaya penarikan. Dari 5.000 yang terdata, di wilayah Jakarta, kini tersisa 1.000 lebih yang belum ditarik.

Dia menjelaskan, pantauan Polda Metro, sejauh ini tak ada lagi senpi ilegal masuk di luar jumlah tersebut. “Dari 5.000 tidak ada lagi penambahan, adanya hibah. Kita sudah lakukan upaya penarikan, tinggal 1.000 sekian,” katanya, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/1).

Kendati demikian, Sutanto mengaku banyak kendala dalam penarikan senpi tersebut. Di antaranya banyak pemilik yang sudah pindah rumah, ada juga yang tidak melaporkan kehilangan. “Seperti ada di Bogor, tidak melaporkan. Saat penggerebekan di Jakarta Utara (Kampung Bahari), kita temukan senjata api peluru karet, dan ternyata terdaftar di Polri dan kita lakukan penarikan,” papar dia.

Dia menegaskan, dari 128 kasus kejahatan pencurian kekerasan (curas) bersenpi di Jakarta, tidak satu pun ditemukan senpi yang dikeluarkan Polda Metro Jaya. “90 persen merupakan senjata api rakitan, sisanya dari Filipina, Poso dan Timor-Timur,” terangnya.

Agung Laksono tak Khawatir Islah ‘Deadlock’

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Golkar versi Munas Jakarta, Agung Laksono mengatakan, jika pertemuan dua kubu pada 8 Januari mendatang mengalami jalan buntu, maka diputuskan untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya.
“Kalau deadlock, masih ada hari esok. Kalau tidak islah, ya ke jalur hukum,” kata Agung, Jakarta, Jumat (2/1) malam.

Ihwal syarat islah agar Golkar keluar dari Koalisi Merah Putih, Agung menganggap Golkar tetap memberi dukungan kepada pemerintah, dan menjadi mitra pemerintah yang kritis tanpa masuk dalam koalisi parpol mana pun.

“Jadi mitra pemerintah yang kritis. Kami di sini keluar dari KMP,” tegas Agung. Dia mengandaikan Partai Golkar bisa seperti Partai Demokrat, yang tidak tergabung dalam koalisi mana pun.

Dalam perundingan awal dengan Kubu Aburizal, Kubu Agung mengajukan syarat untuk mendukung pemerintah, menyetujui Pilpres dan Pilkada langsung, pemilu legislatif tetap dilakukan secara proporsional terbuka, dan keluar dari Koalisi Merah Putih.

KAI akan Terima Dana PSO Rp 1,5 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Perhubungan menetapkan anggaran public service obligation (PSO) untuk kereta api kelas ekonomi tahun anggaran 2015 sebesar Rp 1,52 triliun. Penetapan ini diumumkan setelah Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menandatangani kontrak PSO.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko mengatakan sasaran PSO tahun 2015 diberikan kepada KA jarak jauh, KA jarak sedang, KA jarak dekat, kereta rel diesel (KRD), KA Lebaran, dan kereta rel listrik (KRL). “Melalui kontrak ini diharapkan masyarakat dapat menikmati pelayanan angkutan kereta kelas ekonomi, baik antarkota maupun perkotaan, dengan tarif terjangkau,” katanya dalam siaran pers, Jumat, 2 Januari 2015.

Dia menjelaskan kontrak PSO untuk KA jarak jauh dan jarak sedang mulai berlaku 1 Maret hingga 30 Juni 2015. Sedangkan kontrak untuk KA jarak dekat dan KRD ekonomi mulai berlaku 1 Januari sampai 31 Desember 2015. Sementara itu kontrak PSO untuk KRL mulai berlaku 1 Januari hingga 30 September 2015.

PSO adalah yakni kewajiban pelayanan publik di bidang angkutan kereta kelas ekonomi, baik antarkota maupun perkotaan kepada masyarakat dengan tarif terjangkau dan sesuai standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan. PSO diselenggarakan oleh pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan oleh Badan Usaha Penyelenggara Sarana Perkeretaapian.

Berita Lain