13 April 2026
Beranda blog Halaman 39949

Pengamat: Presiden Perlu Evaluasi Penunjukan Calon Pejabat

Yogyakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo perlu mengevaluasi mekanisme penunjukan calon pejabat publik dengan tetap memprioritaskan kepercayaan masyarakat.
Demikian dikatakan pengamat politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Tulus Warsito.

“Penunjukan Budi Gunawan sebagai calon Kepala Polri harus menjadi awal untuk lebih berhati-hati ke depan dengan melibatkan lembaga hukum dalam menentukan pejabat publik,” kata Tulus di Yogyakarta, Selasa (13/1).

Menurut dia, pascapenetapan Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Budi Gunawan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Presiden Jokowi perlu segera mengambil sikap, misalkan dengan segera mencabut pencalonannya.

Selain menjaga kredibilitas lembaga penegakan hukum negara, kata dia, upaya itu juga berkaitan dengan kepercayaan publik terhadap Jokowi yang telah terbangun selama ini.

“Sebab secara politik ini tentu memiliki kaitan dengan kepercayaan publik yang selama ini telah terbangun,” kata Direktur Program Magister Ilmu Politik Universitas Muhammaiyah Yogyakarta (UMY) ini.

Sementara itu dalam penentuan Budi Gunawan sebelumnya, Tulus menilai bukan tidak mungkin Jokowi juga memiliki banyak tekanan politik di belakangnya. Meski demikian, kata dia, sesungguhnya terdapat banyak upaya untuk menangkal tekanan tersebut secara tepat.

“Kalau tidak bisa menolak secara langsung, bukan berarti dia (Jokowi) 100 persen setuju. Banyak cara untuk menolak secara lebih beradab,” kata dia.

Pada Selasa ini KPK menetapkan calon tunggal Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka. Yang bersangkutan diduga memiliki transaksi mencurigakan.

Budi Gunawan merupakan calon tunggal Kapolri yang diajukan oleh Presiden RI Joko Widodo ke DPR untuk dimintakan persetujuan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Wagub Djarot Tantang PD Pasar Jaya Ubah Pasar Tradisional

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan instruksi kepada PD Pasar Jaya agar membuat ciri khas terhadap setiap pasar tradisional yang ada di wilayah ibu kota.

“Di Jakarta ada ratusan pasar tradisional, tapi saya lihat tidak ada ciri khasnya. Oleh karena itu, saya minta PD Pasar Jaya membuat ciri khas untuk masing-masing pasar tradisional,” kata Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (13/1).

Menurut dia, dengan adanya ciri khas, maka selanjutnya dapat diterapkan sebuah konsep tematik di tiap-tiap pasar tradisional yang tersebar di seluruh wilayah Kota Jakarta.

“Kalau konsep tematik ini diterapkan di setiap pasar, maka pasar tradisional akan mampu bersaing dengan pasar modern. Selain itu, konsep tematik juga mampu menarik lebih banyak pengunjung,” ujar Djarot.

Mantan Wali Kota Blitar itu menyebutkan beberapa konsep pasar tematik yang dimaksud, diantaranya Pasar Ikan, Pasar Burung dan Pasar Batu Akik.

Dengan demikian, dia menuturkan pasar tradisional tidak perlu merasa khawatir akan tergeser dengan keberadaan pasar modern, karena pasar tradisional tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

“Di pasar modern, aktivitas jual beli hanya terjadi antara manusia dengan label (merek). Sedangkan di pasar tradisional, kita masih bisa melakukan aktivitas tawar-menawar. Ini lah yang menarik dan harus dipertahankan,” tutur Djarot.

Selain membuat ciri khas, dia juga menginstruksikan PD Pasar Jaya agar merelokasi sejumlah pasar grosir ke luar wilayah Jakarta dengan tujuan untuk mengurangi produksi sampah.

“Kalau pasar-pasar grosir itu berada diluar wilayah Kota Jakarta, maka nantinya sayur mayur atau buah-buah yang masuk kesini sudah dalam kondisi bersih, misalnya buah kelapa yang sudah dibersihkan kulitnya, dan buah atau sayur lainnya,” ungkap Djarot.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Mantan Kapolri Menduga Ada Persaingan Terkait Penetapan BG

Jakarta, Aktual.co — Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Chaerudin Ismail menduga kemungkinan ada persaingan terkait penetapan calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Mungkin ada persaingan, ‘wallahualam’, saya belum tahu itu. Tapi kalau terjadi persaingan tidak sehat, apalagi mempengaruhi politik, ini berbahaya,” ujar Chaerudin di Jakarta, Selasa (13/1) malam.

Chaerudin yang menjabat Kapolri di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu mengatakan dirinya tidak bisa menjawab terlalu banyak terkait penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK, karena tidak mengetahui pasti kasusnya.

Namun, dia memandang bahwa tidak bisa dipungkiri di era reformasi seperti saat ini banyak pihak yang menginginkan jabatan Kapolri.

Semua pihak, menurut dia, merasa pantas menduduki jabatan tersebut. “Sekarang di era reformasi semua orang ingin jabatan Kapolri. Kalau dulu orang itu tahu diri bahwa dirinya tidak pantas, tetapi sekarang setiap orang merasa pantas,” ujar dia.

Dia menekankan persaingan menuju kursi Kapolri harus sehat, karena telah ada kriteria yang menjadi persyaratan dalam menduduki jabatan tersebut.

Kriteria itu antara lain berpengalaman dalam persoalan reserse, karena masalah utama yang dihadapi polisi adalah keamanan publik. Sehingga, Kapolri harus bisa memastikan terpeliharanya keamanan dan ketenteraman, serta memerangi kejahatan dengan upaya penyidikan dan pengungkapan kasus. “Pemimpin kepolisian harus memahami betul masalah itu,” kata dia.

Selain itu, Kapolri juga harus memahami segala bentuk tugas dari anak buahnya yang bekerja di lapangan.

Lebih jauh Chaerudin secara pribadi menilai Budi Gunawan yang pernah menjadi anak buahnya, merupakan orang yang memiliki kecakapan selama bertugas.

Namun, sekali lagi, dia menekankan tidak bisa memastikan ada tidaknya permainan dalam penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka.

Pada Selasa (13/1) KPK menetapkan calon tunggal Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka, karena yang bersangkutan diduga memiliki transaksi yang mencurigakan.

Budi Gunawan merupakan calon tunggal Kepala Kepolisian RI yang ditunjuk oleh Presiden RI Joko Widodo.

Pascapenetapan Budi Gunawan sebagai tersangka, Komisi III DPR RI dikabarkan tetap akan melanjutkan proses uji kepatutan dan kelayakan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Erdogan: Barat Munafik terkait Charlie Hebdo

Jakarta, Aktual.co —Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding negara-negara Barat hipokrit atau munafik dalam menyikapi serangan teror di kantor majalah Charlie Hebdo dan supermarket Yahudi di Paris, Perancis. Erdogan menilai negara-negara Barat sama sekali tidak memberikan respon apapun terhadap kekerasan anti-Islam yang menyebar di Eropa usai peristiwa di Paris.

Di sisi lain, Erdogan juga mengecam kehadiran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam parade solidaritas di Perancis, Minggu (11/1), bersama sejumlah pemimpin negara lainnya. “Bagaimana mungkin seorang pria yang membunuh 2.500 orang di Gaza dapat mengikuti aksi damai di Paris? Bagaimana mungkin dia memberanikan diri ke sana?” kata Erdogan. “Anda harus mengingat anak-anak dan perempuan yang anda bunuh,” tambahnya.

Erdogan terkenal kritis atas kebijakan Netanyahu menyerang Jalur Gaza pada pertengahan tahun lalu meski negaranya punya hubungan dagang yang kuat dengan Israel. Di bawah kepemimpinan Netanyahu, Israel menyerang Gaza sebanyak dua kali—pertama pada November 2012 dan kedua pada Juli-Agustus 2014. Menurut data PBB, 174 warga Palestina tewas dalam agresi tahun 2012. Sementara pada musim panas tahun lalu, jumlah korban tewas diperkirakan lebih dari 2.100 orang, dan kebanyakan adalah warga sipil, di antaranya anak-anak dan perempuan.

Erdogan sendiri tidak menghadiri parade di Paris. Turki pada saat itu diwakili Perdana Menteri Ahmet Davutoglu. “Kemunafikan Barat sangat jelas. Sebagai Muslim, kami tidak pernah ambil bagian dalam pembunuhan massal. Di belakang semua ini ada rasisme, kebencian, dan Islamophobia. Pemerintahan di negara-negara itu harus segera bertindak atas serangan terhadap masjid-masjid kami di sana,” kata Erdogan.

Sejumlah masjid di Prancis, Jerman, dan Swedia menjadi sasaran vandalisme pasca-serangan Paris dan Turki menilai hal itu merupakan tanda tumbuhnya sentimen anti-Islam di Eropa. Erdogan secara implisit menyalahkan pihak keamanan Perancis atas serangan terhadap majalah Charlie Hebdo dan minimarket yang menewaskan 17 orang itu karena para terduga pelaku baru saja keluar dari penjara.

“Warga Perancis melakukan pembunuhan massal dan Muslim harus membayar harganya… Apakah badan intelejen di negara itu tidak melacak mereka yang baru saja keluar dari penjara?” katanya. Mengenai masalah imigran, Erdogan menuduh Barat terjangkit Islamophobia karena tidak mau menampung pengungsi dari Suriah sementara Turki harus mengurus lebih dari 1,6 juta pelarian perang dari negara itu.

Garuda Indonesia Resmikan Rute Beijing-Denpasar

Jakarta, Aktual.co —   Garuda Indonesia hari ini, Selasa (13/1) meresmikan rute penerbangan Beijing-Denpasar. Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo mengatakan pembukaan rute Beijing-Denpasar merupakan upaya Garuda Indonesia untuk terus mengembangkan jaringan penerbangannya di internasional, khususnya ke Tiongkok.
“Tiongkok saat ini merupakan salah satu dari pasar yang sangat penting bagi Garuda dengan potensi turis mencapai 100 juta orang. Dengan potensi tersebut, maka Tiongkok menjadi salah satu wilayah yang menjadi fokus pengembangan jaringan Garuda Indonesia,” ujar Arif dalam siaran persnya, Selasa (13/1).
Sebagai upaya untuk memaksimalkan pasar Tiongkok, Garuda Indonesia juga akan meningkatkan kapasitas antara Tiongkok dan Indonesia melalui penerbangan charter dari beberapa kota di Tiongkok ke Denpasar dan Manado. Nantinya Garuda Indonesia akan melayani penerbangan Beijing-Denpasar sebanyak tiga kali seminggu setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu, dengan penerbangan GA 893 berangkat dari Beijing pada pukul 06.30 LT dan tiba di Denpasar pada pukul 13.50 WITA.
Sementara itu, GA 892 berangkat dari Denpasar pada pukul 21.45 WITA dan tiba di Beijing keesokan harinya pada pukul 05.00 LT. Khusus hari Jumat, penerbangan GA 892 dilayani dari Denpasar pada pukul 23.45 WITA dan tiba di Beijing pada pukul 06.30. Sedangkan pada hari Sabtu, GA 893 berangkat dari Beijing pada pukul 08.50 LT dan tiba di Denpasar pada pukul 16.10 WITA.
“Penerbangan tersebut dilayani dengan menggunakan pesawat Airbus A330-200 dengan kapasitas 222 penumpang dengan konfigurasi kursi 36 kursi bisnis dan 186 kursi ekonomi,” terang Arif.
Dengan penerbangan Baru Beijing-Denpasar tersebut, saat ini Garuda Indonesia melayani penerbangan langsung dari dan menuju Beijing sebanyak tujuh kali per minggu dari Denpasar dan Jakarta. Selain Beijing, saat ini Garuda Indonesia juga melayani beberapa rute penerbangan ke Tiongkok yaitu Shanghai dan Guangzhou.
Seluruh penerbangan Garuda Indonesia tersebut dilayani dengan konsep layanan ‘Garuda Indonesia Experience’ yang merupakan konsep layanan yang menyajikan seluruh aspek-aspek terbaik dari Indonesia kepada para pengguna jasa dalam seluruh penerbangan baik pre, in maupun post flight.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Tim Sembilan Jalin Kerjasama dengan PPATK

Jakarta, Aktual.co — Tim Sembilan yang dibentuk Kementerian Pemuda dan Olahraga, membuat nota kesepahaman dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan untuk memungkinkan Kemenpora bergerak lebih luas dalam mengawasi perputaran uang di PSSI.

“Sejauh tanpa ada MoU kelembagaan, hanya bisa melakukan pengaduan pada pihak PPATK. Kalau ada MoU, Menpora bisa bergerak lebih jauh,” kata salah satu anggota Tim Sembilan, Gatot Dewa Broto usai rapat ketiga Tim Sembilan di Jakarta, Selasa (13/1).

PPATK yang hadir dalam rapat ketiga Tim Sembilan tersebut berperan mewujudkan pemerintahan yang bersih dan baik atau “clean and good government”. Oleh karenanya, PPATK berfungsi mengetahui ada atau tidaknya sepak bola ganda dan tindak pencucian uang di Liga Indonesia atau PSSI.

Selain itu, Tim Sembilan juga membuat nota kesepahaman dengan Kapolri.

“Harus ada MOU antara pihak Kemenpora dan Kapolri karena sebenarnya proses perizinan (pertandingan) yang dilakukan dengan Intelkam, prakteknya sudah berlangsung, namun ada kewajiban yang harus dilakukan antara Kemenpora dan Polri yang belum sepenuhnya mulus,” kata Gatot yang juga menjabat sebagai Deputi V Kemenpora Bidang Harmonisasi tersebut.

Gatot menambahkan MOU tersebut akan direalisasikan selama Tim Sembilan menjalankan masa kerja hingga Maret 2015.

“Target kami adalah mendorong agar MOU dilaksanakan selama Tim Sembilan berlangsung. Semua keputusan dari Tim Sembilan akan dilaporkan kepada Menteri untuk dipertimbangkan dan segera diikuti,” kata Gatot.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain