13 April 2026
Beranda blog Halaman 39951

Menaker: Seluruh Pelayanan Ketenagakerjaan Satu Atap

Jakarta, Aktual.co —  Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri akan menyatukan seluruh layanan ketenagakerjaan di bawah satu atap sehingga memudahkan masyarakat.

“Pelayanan tenaga kerja asing dan semuanya akan kita lakukan di satu tempat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (13/1).

Namun karena gedung Unit Pelayanan Perizinan Penggunaan TKA itu kecil dan tidak akan sanggup menampung layanan ketenagakerjaan lainnya, Hanif mengatakan kemungkinan harus dicarikan tempat lain yang cukup luas. “Kita akan buat di ruangan yang lebih luas,” katanya.

Selain menyatukan lokasi layanan, Menaker juga menyatakan bahwa semua pelayanan telah memiliki fasilitas daring (online) sehingga meminimalisasi kemungkinan pungli.

“Semua pelayanan kita sudah online, masyarakat cukup buka internet mendaftarkan, lalu tinggal memonitor di layar yang kami sediakan untuk memantau apakah berkas yang diurus sudah selesai atau belum,” ujarnya.

Sementara itu, dalam melakukan sidak, Menaker sempat berdialog dengan beberapa perwakilan perusahaan yang sedang mengurus izin TKA.

Salah satu pertanyaan yang diajukan Menaker adalah mengenai jumlah biaya pendaftaran yang dibayarkan, apakah masih ada praktek pungli.

Namun para perwakilan perusahaan itu mengatakan bahwa mereka hanya datang memantau berkas pendaftaran saja karena proses pendaftarannya dilakukan secara daring.

Selain melakukan layanan secara daring, Menaker juga mengatakan akan memangkas waktu layanan bagi rekomendasi persetujuan kawat visa kerja ke Imigrasi dari dua hari menjadi satu hari.

“Saya ingin pelayanan benar-benar ditingkatkan dan proses layanannya benar-benar dipercepat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Alun-alun Kota Malang di Komersialkan?

Malang, Aktual.co — Alun-alun Merdeka Kota Malang, Jawa Timur, kini sedang dilakukan revitalisasi melalui dana corporate social responsibility (CSR) dari Bank BRI.

Namun, ternyata dibalik pemberian CSR itu, terkuak fakta bahwa akan ada bangunan Drive Thru (layanan mobile) untuk para nasabah.

Hal inilah yang membuat beberapa lembaga sosial masyarakat (LSM) setempat geram. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Malang menolak dengan keras rencana dibangunnya drive thru itu.

“Walhi Jawa Timur menolak bila ada Drive Thru Bank BRI disana, kami tidak permasalahkan pembangunan Alun-alun-nya,” Kata Dewan Walhi Jawa Timur, Purnawan D Negara kepada Aktual.co, di Malang, Selasa (12/1).

Alun-alun Merdeka berdasarkan Perda RTRW merupakan kawasan ruang terbuka hijau (RTH) yang tidak bisa dialih fungsikan menjadi sarana bisnis oleh Pemkot Malang. Sebab, perjanjian adanya Drive Thru dengan nilai sewa Rp21 juta pertahun yang ditandangani oleh Pemkot Malang dan Bank BRI, dinilai merupakan usaha tukar guling dana CSR.

“CSR itu sebuah kewajiban, jadi tidak boleh ada pertukaran apapun,” imbuhnya.

Penolakan adanya Drive Thru rupanya juga datang dari Komisi C DPRD Kota Malang. Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Bambang Sumarto mengatakan, rencana pembangunan drive thru di Alun-alun rupanya tidak memiliki advice planning (AP) atau rencana pembangunan yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Kalau gak ada AP, maka tidak bisa keluar ijin untuk bangunan Drive Thru disana,” tegasnya.

Bahkan, Komisi anggota dewan telah berulang kali memanggil dinas terkait untuk hearing, membahas masalah drive thru di Alun-alun Merdeka Malang. “Kami sudah berulang kali memanggil, karena memang bangunan drive thru tidak boleh ada disana,” pungkas politisi Golkar itu.

Artikel ini ditulis oleh:

TNI Tetap Operasi Pencarian Evakuasi Korban dan Badan Pesawat

Pangkalan Bun, Aktual.co — Panglima Komando RI Armada Wilayah Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Widodo mengatakan TNI akan mengikuti komando pemerintah untuk melaksanakan operasi pencarian dan evakuasi korban dan pesawat Air Asia QZ8501.

“Untuk operasi SAR kami akan mengikuti komando pemerintah. Yang jelas sebelum dinyatakan selesai TNI dengan segala aset yang ada tetap mencari badan utama pesawat agar korban dapat ditemukan,” kata Pangarmabar di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (13/1).

Sejauh ini, ia mengatakan TNI belum mendapatkan aba-aba dari pemerintah. Karena itu, pencarian dan evakuasi masih dilakukan, ada 11 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), dua kapal Amerika Serikat (AS), dua kapal Malaysia, dua kapal Singapura, dan beberapa kapal negara masih berada di sektor-sektor pencarian.

“Untuk masalah operasi selesai atau tidak kami menunggu perintah Presiden melalui Basarnas,” ujar dia.

Sebelumnya, Direktur Operasional Badan SAR Nasional (Basarnas) SB Supriyadi mengatakan tim SAR gabungan berupaya mengevakuasi korban yang diduga masih berada di dalamnya.

“Jika badan pesawat ditemukan, korban yang mungkin masih ada di dalamnya bisa segera dievakuasi juga,” kata Supriyadi.

Hingga saat ini, ia mengatakan belum mendapat laporan penemuan korban lagi dari jatuhnya pesawat AirAsia di selatan perairan Teluk Kumai, Kalteng, Minggu (28/12). “Belum ada laporan, harapannya di objek lain bisa ditemukan jasad para korban,” katanya.

Saat ini operasi pencarian difokuskan di dalam air. Sebanyak 81 penyelam TNI AL menyisir sektor prioritas kedua, dengan harapan menemukan korban yang diduga ada di dalam badan pesawat.

Tim penyelam berada di lima kapal dan dibuat tiga gelombang penyelaman untuk menyisir bawah laut. “Biasanya 30 menit mereka (penyelam) naik, turun tim berikutnya, bergantian. Sehingga saat kondisi cuaca baik ini bisa dimaksimalkan evakuasinya.” Berdasarkan laporan, ia mengatakan kebanyakan serpihan pesawat yang sudah berhasil ditemukan terendam lumpur atau pasir di dasar laut. Dan berdasarkan hasil deteksi kapal-kapal yang membawa sonar dan berhasil mendeteksi objek metal para tim penyelam dari TNI AL mencoba menyisir radius 500 meter dari objek yang ditemukan.

“Itu bergantian, jadi mereka bergerak 10 meter terus naik ke permukaan. Untuk ukuran 10 meter di bawah air itu cukup jauh, terutama saat visibility-nya buruk,” ujar Supriyadi.

Akan dilihat apa yang dapat dilakukan tim SAR gabungan mengingat titik badan pesawat sudah jelas. Yang jelas, ia mengatakan kekuatan tim gabungan sudah mulai dikurangi digantikan dengan kapal-kapal yang bisa mengambil serpihan pesawat saja.

Jika operasi SAR gabungan ditutup, menurut Supriyadi, operasi harian Basarnas tetap akan dilakukan untuk mencari korban dari pesawat AirAsia. Sebelumnya disebutkan bahwa badan pesawat telah ditemukan berjarak 1.7 mil dari penemuan ekor pesawat.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Hingga Pagi Ini, Rumah Mega Sepi

Jakarta, Aktual.co —Sejumlah politisi dari partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) sempat mengadakan pertemuan di kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/1) malam. Dari informasi yang diperoleh, Ketua Umum PKPI Sutiyoso terlihat mendatangi kediaman Megawati, sekitar pukul 18.45.

Setelah lebih kurang satu jam berada di dalam, Sutiyoso kemudian meninggalkan kediaman Mega. Sebelum masuk ke dalam mobil, Sutiyoso sempat dihampiri wartawan yang sudah menunggu di depan pagar rumah Mega. “Saya mau makan dulu. Nanti ke sini lagi,” ujar Sutiyoso.

Tak berapa lama kemudian, giliran Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mendatangi rumah Megawati. Setelah itu, Ketua Umum PPP hasil Muktamar Surabaya Romahurmuziy juga terlihat mendatangi kediaman Megawati. Selain itu, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio Capella juga disebut-sebut ikut mendatangi rumah Mega.

Meski demikian, tidak ada keterangan apa pun mengenai alasan kedatangan para petinggi KIH tersebut di rumah Megawati. Pantauan Kompas.com, hingga pukul 00.49, dua kendaraan pribadi secara bergiliran keluar dari halaman depan rumah Megawati. Diduga kendaraan- kendaraan tersebut milik para petinggi KIH. Para petugas keamanan yang mengawasi kediaman Mega, enggan menjelaskan situasi di dalam rumah. Bahkan petugas keamanan meminta wartawan untuk menjaga jarak dan menjauh dari rumah Megawati.

Keberadaan para petinggi KIH tersebut hingga kini belum bisa dipastikan. Tapi banyak dugaan pertemuan dilakukan untuk membahas penetapan Komisaris Jenderal Budi Gunawan yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Budi Gunawan merupakan mantan ajudan Megawati yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Kapolri. Beredar juga kabar yang menyebut Budi Gunawan akan mendatangi rumah Megawati. Tapi hingga Rabu (14/1) sekitar pukul 01.00, tidak terlihat tanda-tanda kedatangan Budi Gunawan ke rumah Megawati.

Mendes Marwan: Dana Desa Diberikan Secara Bertahap

Jakarta, Aktual.co — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT), Marwan Jafar, mengatakan dana desa sebesar Rp1,4 miliar diberikan secara bertahap selama tiga hingga empat tahun.

“Kalau targetnya Rp1,4 miliar per desa, tapi dikasihnya bertahap, bukan sekarang langsung. Anggaran di tahun berikutnya masih ada,” kata Marwan setelah rapat koordiansi di Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (13/1).

Ia mengatakan untuk 2015, dana yang diberikan per desa sekitar Rp240 juta hingga Rp270 juta. Sedangkan desa yang akan menerima dana tersebut sejumlah 73 ribu desa.

Terkait besaran dana per desa, ia mengatakan hal tersebut tergantung pada jumlah penduduk, luas wilayah serta tingkat kemiskinan desa tersebut.

Ia menegaskan desa yang akan menerima dana tersebut harus menyerahkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) lebih dulu.

“Dana tidak bisa keluar kalau desa tidak mempersiapkan RPJMDes dan RKPDes. RPJMDes dan RKPDes harus tegas dan jelas peruntukannya untuk apa baru dana keluar,” tutur dia.

RPJMDes dan RKPDes, kata dia, harus disesuaikan dengan RPJMKota/Kabupaten dan RKPKota/Kabupaten agar semua pembangunan berjalan selaras.

Sementara itu, untuk pembangunan, ia mengatakan hal tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan desa masing-masing seperti yang tertera dalam RPJMDes dan RKPDes.

Untuk 2015, dana pembangunan desa ditetapkan sebesar Rp20 triliun, naik Rp11 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp9 triliun pada 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menlu Kanada Bebaskan Warga dan Wartawan

Ottawa, Aktual.co — Menteri Luar Negeri Kanada John Baird rencananya akan berangkat ke Mesir pada Rabu (14/1) untuk mengusahakan pembebasan warga Kanada-Mesir Mohamed Fahmy, yang dipenjarakan pada Desember 2014 bersama dua wartawan Al-Jazirah lainnya.
Diplomat tertinggi Ottawa itu mengatakan pekan lalu persetujuan dengan Mesir mengenai deportasi Fahmy ke Kanada sudah hampir dicapai, dan menambahkan perundingan-perundingan berada di “fase kritikal.” 
Kantornya mengatakan Baird dijadwalkan mengadakan pembicaraan Rabu dan Kamis di Luxor dan Kairo dengan para pejabat senior Mesir, termasuk rekan sejawatnya Sameh Shoukry, dan Presiden Mesir Abdel fattah el-Sisi.
“Kanada merupakan pendukung usaha-usaha Mesir untuk membangun satu negara yang demokratis, sejahtera, inklusif dan stabil berdasarkan penghormatan pada hak-hak asasi manusia, kebebasan fundamental dan perundang-undangan,” kata Baird dalam satu pernyataan.
“Kunjungan ini akan menjadi peluang untuk lebih memajukan prioritas-prioritas ini.” Baird juga akan membahas keamanan regional, kebebasan agama dan isu-isu ekonomi.
Fahmy dan dua wartawan Al-Jazirah lainnya — Peter Greste, warga Australia, dan Baher Mohamed warga Mesir — ditahan pada Desember 2013 karena didakwa menyebarkan informasi salah dan dituding membantu Ikhwanul Muslimin yang dimasukkan dalam daftar hitam.
Adik laki-laki Fahmy mengatakan permintaan telah diajukan supaya ia dideportasi dari Mesir berdasarkan undang-undang baru yang ditandatangani oleh Sisi.
Pengacara Greste mengatakan ia mengajukan permintaan serupa sementara istri Mohamed mengatakan ia juga mencari cara-cara agar suaminya keluar dari Mesir.
Greste dan Fahmy dijatuhi hukuman masing-masing tujuh tahun oleh pengadilan dan Mohamed selama 10 tahun. Para pendukung mereka menyatakan tuduhan-tuduhan atas mereka bermotif politik.
Mahkamah Tinggi mesir memerintahkan peradilan ulang dua pekan lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain