13 April 2026
Beranda blog Halaman 39952

Didrel,Charlie Hebdo tidak “Kapok”

Jakarta, Aktual.co —Insiden penyerangan kantor redaksi majalah Charlie Hebdo telah berlangsung hampir sepekan. Dalam insiden tersebut, 12 orang awak redaksi tewas dan menjadi korban serangan.

Insiden itu sendiri dipicu dengan karikatur yang sering ditampilkan majalah satir tersebut. Seperti diketahui, majalah Charlie Hebdo kerap kali menyinggung kaum muslimin dan juga pemeluk agama lainnya dengan karikatur-karikatur penghinaan.

Hampir sepekan setelah  insiden itu berlangsung, majalah Charlie Hebdo kembali merilis karikatur terbaru dalam sampulnya. Adalah Nabi Muhammad yang lagi-lagi dijadikan objek hinaan majalah tersebut.

Sampul itu menampilkan karikatur Nabi Muhammad yang sedang memegang poster bertuliskan, ‘Saya Charlie’. Di bawah karikatur terdapat tulisan, ‘Semua dimaafkan’, demikian seperti dikutip dari Washingtonpost.

Rilis karikatur terbaru ini seolah menjadi simbol pembenaran dari apa yang telah mereka lakukan sebelumnya. Bahkan  Richard, Malka, pengacara dari majalah ini, mengatakan kepada radio Perancis bahwa penting bagi awak redaksi untuk menunjukkan bahwa mereka tidak takluk dengan cara apapun kepada para ekstremis.

Sementara itu menurut Direktur Keuangan Charlie Hebdo, Eric Portheault, edisi terkini dicetak sebanyak tiga juta eksemplar. Sebelumnya, majalah itu biasanya hanya mencetak 60.000 eksemplar tiap pekan.

BG Tersangka, Seskab: Nasibnya Ditentukan Hari Ini

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Kabinet, Andi Wijayanto mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengadakan pertemuan mendadak soal penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan pada Selasa (13/1).
“Sejumlah pertemuan sudah digelar malam ini. Hari ini sudah ada beberapa penugasan dari presiden ke beberapa Menteri,” ujarnya kepada wartawan. 
Dikatakan Andi meski pertemuannya dengan segala pihak digelar malam ini, namun keputusannya akan disampaikan pada Rabu (14/1) pagi.
“Setelah itu baru kami bisa menyampaikan apa yang diputuskan Presiden tentang proses pencalonan Pak Budi Gunawan sebagai Kapolri,” paparnya.
Untuk diketahui Presiden Jokowi dan JK kembali akan menggelar rapat terbatas pada Rabu (14/1) dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Seskab, dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno selaku Ketua Kompolnas.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Ditetapkan Sebagai Tersangka, BG: Ada Apa?

Jakarta, Aktual.co — Calon Kapolri, Komjen Budi Gunawan, mempertanyakan siakap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menjadikan dirinya tersangka, jelang proses fit and proper test, Rabu (14/1).

Kalemdikpol ini ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga pimpinan Abraham Samad itu, dengan dugaan rekening gendut Polri pada Selasa (13/1).

“Ada satu hal yang kami pun baru tahu, kalaupun ini sebuah pelanggaran hukum yang harus ditindaklanjuti, kenapa baru sekarang diproses saat ada pencalonan Kapolri. Ada apa?,” kata Budi, usai menerima kunjungan dari Komisi III DPR, di kediamannya.

Budi Gunawan menduga bahwa, dengan penetapannya sebagai tersangka, ada kepentingan yang dilakukan oleh KPK.

“Saya tidak ingin mengakhiri karir seperti itu, kami juga tidak ingin ada yang sewenang-wenang oleh orang lain,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Dibobol “Hacker” ISIS, Pentagon Tutup Akun Militer

Jakarta, Aktual.co — Peretas atau hacker yang mengaku bekerja di bawah kelompok militan Islamic State (ISIS) membobol akun Twitter dan YouTube militer Amerika Serikat (AS), Senin (12/1). Pentagon langsung bertindak cepat dan menutup kedua akun tersebut. Grup hacker, yang menyebut diri mereka CyberCalipathe, diduga merupakan grup yang sedang diselidiki FBI atas peretasan sejumlah situs pekan lalu, termasuk saluran televisi Maryland dan surat kabar New Mexico.

Menurut laporan Pentagon, seperti diwartakan Associated Press, tidak ada material rahasia pemerintah yang dibobol hacker. Pentagon telah berkoordinasi dengan FBI untuk menentukan apakah grup ini memang terkait ISIS atau tidak.

Dalam akun Twitter militer AS, hacker menuliskan beberapa ancaman: “Prajurit Amerika, kami akan datang, waspadalah.” Ancaman lainnya adalah deretan nama, nomor telepon dan alamat surat elektronik sejumlah personel militer Negeri Paman Sam.

Sebagian besar material yang dibobol berlabel FOUO atau “For Official Use Only” (Hanya untuk pejabat pemerintah). Namun menurut Pentagon, tidak ada satu pun informasi sensitif yang diambil hacker. Pembobolan hanya terjadi pada akun Twitter dan YouTube militer AS, yang tidak berasal dari server internet Pentagon. Pusat Komando menegaskan jaringan militer AS tidak terganggu aksi pembobolan.

Ketua KOI Minta Tim Sembilan Dibubarkan

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo, berharap Tim Sembilan bentukan Kemenpora dibubarkan. Menurut Rita Subowo, sebaiknya Kemenpora fokus saja pada persiapan Asian Games 2018.

Ditegaskan mantan Ketua Umum KONI ini, Indonesia memiliki waktu dua tahun hingga 2016 untuk Indonesia melakukan persiapannya.

“2018 kan sudah dekat. Menurut saya, itu yang harus dipikirkan bagaimana Indonesia bisa menyukseskan penyelenggaraan dan yang terpenting Indonesia bisa berprestasi,” kata Rita Subowo di Jakarta, Selasa (13/1).

Mantan Ketua Umum PBVSI ini menilai, pembentukan tim yang dikoordinasikan oleh mantan Wakapolri Oegroseno ini, berpotensi mengundang sanksi dari federasi sepakbola dunia, FIFA.

“Waktu saya diundang Menpora (Imam Nahrawi), bersama tim Sembilan sudah saya sampaikan. Kalau langkah ini sangat riskan buat PSSI di banned (sanksi) FIFA. Dan, saya juga menjelaskan negara-negara yang terkena banned FIFA,” tuturnya.

Untuk diketahui, persiapan Asian Games 2018, hingga saat ini belum satu pun yang bisa dijalankan oleh pemerintah. Pasalnya, Presiden Joko Widodo, belum mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) yang menjadi payung hukum penyelenggaraan multi even empat tahunan terbesar se-Asia itu.

Artikel ini ditulis oleh:

PDIP: Jangan Sampai Unsur Politik Dominan, Permalukan Presiden dan Polri

Jakarta, Aktual.co — Penetapan tersangka terhadap Komjen Polisi Budi Gunawan atas kasus rekening gendut Polri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat PDI Perjuangan terkejut.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan dengan penetapan tersangka tersebut harus disikapi secara hati-hati.
“Jangan sampai unsur politiknya lebih dominan sehingga ada kesan mempermalukan institusi Presiden dan Polri,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (13/1).
Dikatakan Hasto bahwa PDI Perjuangan dengan adanya kasus ini, maka pihaknya akan bersikap lebih berhati-hati. Hasto menambahkan PDI Perjuangan juga akan mencermati segala sesuatunya sehingga menjadi lebih jelas.
“Kami berharap agar azas praduga tidak bersalah tetap dihormati dan jangan ada proses yang mengabaikan fakta-fakta hukum sehingga secara mendadak muncul perubahan status tersebut dengan mengalahkan beberapa kasus kakap seperti mafia migas dan korupsi besar yang sudah ditangani begitu lama oleh KPK,” ujarnya.
Lebih lanjut Hasto mengatakan bahwa PDI Perjuangan mendukung upaya yang dilakukan oleh KPK untuk memberantas korupsi. Bahkan kata Hasto PDI Perjuangan juga mengedepankan hukum yang berkeadilan, tanpa kepentingan politik dari pejabat yang memiliki kewenangan untuk penetapan status tersebut.
“Marilah kita menegakkan hukum yang berkeadilan tanpa tendensi kepentingan politik orang per orang‎,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain