13 April 2026
Beranda blog Halaman 39953

Ketua KOI Nilai Anggota Tim Sembilan Tak Ngerti Sepakbola

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo, menilai seluruh anggota Tim Sembilan, tidak mengerti sepakbola. Bahkan, Rita meyakini, tidak ada satupun anggota Tim Sembilan yang mengerti statuta PSSI.

“Saya menilai, ini sangat riskan dan berbahaya. Tim Sembilan berpotensi salah langkah, sehingga mengakibatkan PSSI disanksi FIFA,” ujar mantan Ketua KONI Pusat itu di Jakarta, Selasa (13/1).

Menurut Rita Subowo, Tim Sembilan bentukan Kemenpora itu, berpotensi mengundang sanksi dari FIFA, pasalnya tim yang dikoordinasikan oleh mantan Wakapolri Oegroseno itu, bisa dinilai sebagai intervensi terhadap federasi sepakbola Indonesia itu.

“Kalau kemarin (dualisme PSSI), pemerintah boleh intervensi. Sebab, itu masalah politis. Namun, sekarang kondisinya berbeda. Yang dipermasalahkan Menpora saat ini masalah teknis. Nah, kalau masalah teknis biar PSSI sendiri yang menyelesaikan, Menpora tidak perlu terlibat dengan Tim Sembilan-nya,” tutur Rita.

Selain mengundang sanksi dari federasi sepakbola dunia itu, Tim Sembilan juga memicu lahirnya permasalahan dualisme dalam tubuh federasi sepakbola Indonesia itu.

Rita Subowo mengaku, dirinya sudah lelah dengan permasalahan dualisme PSSI pada 2011 lalu. Oleh sebab itu, dirinya meminta Menpora, Imam Nahrawi, mempertimbangkan kelanjutan dari Tim Sembilan itu, yang diproyeksikan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja PSSI.

“Terus terang, saya sudah lelah menyelesaikan masalah dualisme organisasi di PSSI. Makanya, saya berharap masalah “duliasme” tidak terjadi lagi,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

BNPB:Banjir Akibatkan Ribuan Rumah Terendam di 16 Daerah

Jakarta, Aktual.co — Ribuan rumah di 16 daerah di Indonesia terendam akibat banjir, kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

“Sesuai dengan prakiraan sebelumnya bahwa banjir akan terus meningkat memasuki bulan Januari berpotensi menyebabkan banjir dan longsor,” kata Sutopo saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (13/1).

Dia mengatakan puncak hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Januari hingga Februari sehingga ancaman banjir dan longsor juga semakin meningkat.

Banjir terjadi di kabupaten Malinau, Langkat, Kudus, Tegal, Demak, Rokan Hilir, Pandeglang, Semarang, Situbondo, Aceh Tamiang, Donggala, Labuan Batu Utara, Kota Tebing Tinggi, Kota Medan, Kupang dan Jayapura.

“Meskipun banjir yang terjadi bukan banjir besar tapi telah menyebabkan ribuan rumah terendam banjir,” katanya.

Dia mencontohkan banjir di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara yang terjadi pada Selasa 01.00 WIB.

“Ini adalah banjir yang ketiga kali dalam dua minggu terakhir akibat hujan deras di bagian hulu di Kabupaten Simalungun sehingga Sungai Padang dan Sungai Bahilang meluap. Banjir merendam sekitar 700 rumah di Kecamatan Padang Hulu, Bajenis, Tebing Tinggi Kota dan Rambutan. Tinggi banjir 20-150 sentimeter,” kata dia.

Menurut dia, banyak warga yang mengungsi ke rumah tetangganya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tebing Tinggi telah melakukan evakuasi dan distribusi bantuan.

Sementara itu di Demak, banjir merendam beberapa desa di kecamatan Karangwetan dan Karangawen akibat jebolnya tanggul Sungai Cabean di Desa Rejosari Kecamatan Karangawen.

Sebanyak 257 rumah terendam banjir. Tidak ada pengungsian dan warga tetap berada di rumahnya.

Akibat banjir, masih kata dia, ruas jalan Grobogan Purwodadi-Semarang terendam banjir 50 cm sehingga hanya dapat dilewati kendaraan besar. Sebagian banjir sudah surut. BPBD Demak telah melakukan penanganan.

Atas sejumlah bencana alam itu dia meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan.

“BMKG sendiri memperkirakan hujan ada dalam kategori tinggi hingga sangat tinggi pada Januari 2015 berpotensi di pantura Jawa Tengah, Banten sebekah barat dan selatan, Aceh, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Papua dan Papua Barat.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Istri BG Yakin Kebaikan dan Kebenaran Akan Terlihat

Jakarta, Aktual.co — Susilawati Rahayu Istri Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Budi Gunawan, nampak tegar dan ikhlas setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan suaminya menjadi tersangka atas kasus kepemilikan rekening gendut. 
Padahal sebelumnya Susilawati bersama suami tercintanya tengah menerima kunjungan anggota Komisi III DPR RI untuk uji kepatutan dan kelayakan.
“Kami yakin kebaikan dan kebenaran akan terlihat. Itu yang bisa saya sampaikan sebagai istri,” ujarnya kepada wartawan di kediamannya Jalan Duren Tiga Barat VI No 21, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (13/1).
“Kita tidak tahu ke depan kayak bagaimana. Itu akan dipertanggungjawabkan ke Allah,” tambahnya
Susilawati yang saat itu mengenakan pakaian bercorak dan mengenakan kerudung hitam nampak pasrah dan menyerahkan semuanya kepada Allah, meski suami yang dicintainya dinyatakan oleh KPK sebagai tersangka. 
 “Saya Ikhlas menerima. Semua orang ingin mendapat yang terbaik,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pandeglang Kekurangan Damkar

Jakarta, Aktual.co —Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, kekurangan mobil pemadam kebakaran (damkar).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pandeglang Doni Hermawan mengatakan, idealnya wilayahnya punya delapan unit mobil damkar.
“Saat ini baru ada tiga unit, berarti masih kurang lima unit lagi,” kata dia, di Pandeglang, Selasa (13/1).
Menurut dia, pada 2015 ada alokasi anggaran dari APBD Kabupaten Pandeglang untuk pengadaan satu unit mobil damkar, dan sekarang dalam proses lelang.
“Kita dapat anggaran sekitar Rp1,5 miliar dari APBD kabupaten untuk pengadaan satu unit mobil damkar, jadi nanti kita punya empat unit,” katanya.
Terkait banyaknya kebutuhan mobil damkar, menurut dia, karena luasnya wilayah Kabupaten Pandeglang.
Doni menyatakan, jika kebutuhan itu sudah dipenuhi, maka kendaraan tersebut tidak akan ditempatkan pada satu lokasi, tapi akan disebar agar penanganan ketika terjadi kebakaran lebih cepat.
“Kalau ada delapan unit, maka akan disebar di wilayah Kota Pandeglang dua unit, Menes satu unit, Labuan satu unit, Panimbang dua unit dan dua di Kecamatan Sumur,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, kebakaran sering terjadi di wilayah Kabupaten Pandeglang, terutama ketika musim kemarau tiba.
“Saat musih kemarau sering terjadi kebakaran, makanya kebutuhan mobil damkar itu memang perlu segera dipenuhi,” katanya.
Doni menyatakan akan mengajukan usulan bantuan pengadaan mobil damkar ke pemerintah Provinsi Banten dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Artikel ini ditulis oleh:

795 Kepala Keluarga Pengungsi Gunung Sinabung Butuh Bantuan

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 2.443 dari 795 kepala keluarga pengungsi erupsi Gunung Sinabung membutuhkan bantuan di bidang pertanian.
Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan, Selasa (13/1).

“Berdasarkan wawancara dengan para pengungsi, alasan mereka belum mau pulang karena lahan pertanian mereka yang tidak bisa diolah akibat tertutup abu vulkanik,” katanya. 
Ia mengatakan lapisan abu vulkanik setebal 5-10 sentimeter telah membatu sehingga lahan pertanian sulit diolah.

Beberapa warga, kata dia, telah mencoba membongkar lapisan abu vulkanik dengan traktor kemudian menanaminya dengan kentang, jagung, kol dan lainnya tetapi tanaman mati.

“Saat hujan, abu vulkanik menyatu kembali dan membatu sehingga tanah menjadi keras. Untuk itu, warga meminta bantuan agar lapisan abu vulkanik ini dapat dibuang ke tempat lain,” kata dia.

Sutopo mengatakan BNPB telah meminta Pemerintah Daerah Karo dan Sumatera Utara untuk menangani masalah ini. Menurut dia, Bupati Karo tetap menjadi penanggung jawab utama.

“Tentu saja Kementerian Pertanian juga perlu memberikan bantuan terkait masalah pertanian, termasuk pengolahan lahan, bantuan bibit dan lainnya.” “BNPB terus memberikan pendampingan penanganan darurat di Sinabung, baik teknis, pendanaan, logistik peralatan dan administrasi,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, pengungsi erupsi Gunung Sinabung sudah ingin pulang ke rumahnya. Mereka berasal dari Desa Sigarang-garang dan Desa Sukanalu yang mengungsi sejak September 2013 hingga sekarang.

“Sebenarnya mereka sudah diperbolehkan pulang sejak 13 April 2014 lalu, setelah kedua desa tersebut dinyatakan aman oleh PVMBG. Bahkan rumah mereka juga sudah diperbaiki pemerintah. Namun pengungsi tetap memilih tinggal di pengungsian yang tersebar di tujuh titik pengungsian karena ketakutan erupsi Sinabung,” kata dia.

Aktivitas Sinabung sendiri masih tetap tinggi dengan status siaga level III. Pada Senin (13/1), telah terjadi guguran 159 kali dan 13 kali awan panas guguran dengan jarak sejauh 3.500 meter ke selatan dan tinggi kolom abu 1.500 meter.

Guguran lava pijar sejauh 1.500 meter ke selatan, arah angin ke timur-tenggara.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Perancis Diancam Al Qaeda

Jakarta, Aktual.co — Kelompok militan Al Qaeda cabang Afrika Utara, mengeluarkan ancaman serangan ke Perancis. Ancaman dikeluarkan setelah serangan yang dihadapi Perancis pekan lalu. “Perancis harus membayar kekerasan yang terjadi di negara Muslim dan pelanggaran atas kesuciannya,” ujar pihak Al Qaeda Islamic Maghreb (AQIM), seperti dikutip CNN, Selasa (13/1).

“Selama prajurit mereka (Perancis) menduduki negara seperti Mali dan Afrika Tengah dan memborbardir warga di Suriah dan Irak, serta mereka terus menghina Nabi Muhammad, Prancis akan tetap menjadi incaran serangan,” tegasnya. Perancis masih dirundung duka atas serangan yang terjadi di kantor Charlie Hebdo pada Rabu (7/1) yang menewaskan 12 orang. Pekan penuh serangan itu berlanjut pada Jumat (9/1), ketika kedua pelaku serangan Charlie Hebdo dan seorang pelaku terorisme lain melakukan penyanderaan.

Penyanderaan di dua tempat terpisah ini menyebabkan dua pelaku serangan Charlie Hebdo tewas. Sementara penyerang sebuah toko kelontong Yahudi (Kosher) di Paris juga tewas. Tetapi seorang yang diduga menjadi tersangka masih belum tertangkap.

Meskipun menjadi korban serangan, Charlie Hebdo masih terus mempublikasikan karikatur yang dianggap telah menghina Islam. Mereka merilis kembali karikatur Nabi Muhammad, yang digambarkan menitikan air mata. “Semuanya sudah dimaafkan,” tulis Chalie Hebdo dalam tajuknya, dalam bahasa Perancis. Dalam karikatur tersebut, ada tanda yang bertuliskan “Je Suis Charlie” atau berarti “Saya Charlie”, menyuarakan dukungan kepada Charlie Hebdo.

Berita Lain