16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39973

Sikap Ambigu Masalah Papua Belum Tentu Menyelesaikan Persoalan

Jakarta, Aktual.co — Kebijakan untuk menangani persoalan di Papua kerap ambigu, terutama ketika menghadapi Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dan sepertinya, ada perbedaan treatment ketika menghadapi teroris yang ada di daerah lain, dengan cap agama tertentu.

Demikian disampaikan pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati. Pernyataan Susaningtyas ini terkait dengan kesiapan Mabes TNI mengikuti semua kebijakan politik yang direncanakan Pemerintah, termasuk dengan rencana dialog antara pemerintah pusat dengan berbagai kelompok masyarakat di Papua, yang juga bahkan mau melibatkan kelompok-kelompok separatis yang ada di Papua dan luar negeri.

Susaningtyas mengingatkan, pemerintah dan aparat harus berhati-hati kepada tindakan desepsi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok gelap. Untuk mengatasi persoalan Papua ini, perlu juga pendekatan dari sisi budaya dan ekonomi, dari hulu sampai hilir. Hulu persoalannya adalah masalah kesejahteraan atau ekonomi, yang kemudian menjadi embrio persoalan.

Susaningtyas juga mengingatkan, adalah tidak bijak bila pendekatan yang digunakan melulu berkelindan dalam domain keamanan saja. Pertanyaan yang juga harus dijawab, apalah misalnya LSM-LSM maupun kekuatan politik lokal yang mungkin saja memiliki kekuatan intelijen sandhiyudha di Papua apa sudah diadakan treatment. Lalu bagaimana dengan rolling prajurit di papua.

“Berapa bulan sekali? Karena secara psykologis mereka juga harus dilihat. Belum lagi HIV dan Malaria yang menyerang prajurit. Data perbandingan antara jumlah TNI dan separatis setiap berapa waktu diupdate? Darimana senjata yang dimiliki sipil?” tegas Nuning, begitu Susaningtyas disapa. Secara geopolitik dan geososial, Nuning melanjutkan, Papua berbeda dengan Timtim maupun Aceh. Di Timtim misalnnya ada tokoh sentral seperti Xanana Gusmao maupun Jose Ramos-Horta. Pun demikian di Aceh ada Teuku Hasan Tiro.

“Di Papua, bila kita dalam posisi ambigu melakukan pendekatan ke tokoh-tokoh separatis belum tentu selesaikan masalahnya. Karena geoculture di Papua wilayah pantai dan pegunungan berbeda sekali. Mereka punya tokoh adatnya masing-masing,” tegas Nuning. Nuning menilai kompleksitas persoalan tentang Papua memang memprihatinkan. Termasuk di dalamnya terdapat aksi-aksi kekerasan bersenjata terhadap aparat dan warga sipil. Karena itu, perlu diadakan pembahan bersama jajaran Polhukam untuk menginisiasi gagasan baru dalam rangka mencari solusi komprehensif tentang masalah Papua, secara damai dan bermartabat dalam bingkai.

Editor: Fahad Hasan

Artikel ini ditulis oleh:

Pemprov DKI Lantik 4.676 Pejabat Pratama, Administrasi dan Pengawas Pemerintah

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melantik 4.676 pejabat pratama, administrasi dan pengawas pemerintahannya di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat.
“Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, saya Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dengan resmi melantik saudara-saudara sebagai pejabat pratama, administrasi dan pengawas di lingkungan Pemprov DKI,” kata Ahok di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/1).
Menurut dia, dari total 6.511 jabatan Pemprov DKI, baru 4.676 pejabat yang dilantik pada hari ini. Sedangkan, sisanya sebanyak 1.835 jabatan masih dikosongkan.
“Memang masih ada 1.835 jabatan struktural yang dikosongkan. Karena menurut penilaian kami, intinya bukan terletak pada jabatan struktural, tetapi pada fungsi pelayanan untuk masyarakat,” ujar Ahok.
Kepada ribuan pejabat yang baru dilantik hari ini, dia berharap agar dapat bekerja keras dan bekerja cepat untuk menunaikan kewajiban pelayanan kepada seluruh warga ibu kota.
“Warga Jakarta sudah tidak sabar untuk melihat kerja kita. Jadi, kita harus bekerja cepat dan bekerja keras untuk memenuhi tugas pelayanan kita di Jakarta,” tutur Ahok.
Beberapa pejabat yang dilantik di antaranya Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD DKI, Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana yang sebelumnya merupakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI, dan Kepala Dinas Perumahan Ika Lestari Aji yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Perumahan Jakarta Utara.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Dihentikan, Pencarian Nelayan Hilang di Sumatera Barat

Jakarta, Aktual.co — Tim Search and Rescue menghentikan pencarian tiga nelayan di Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, yang hilang saat melaut.
“Penghentian pencarian korban atas kesepakatan bersama tokoh masyarakat dan keluarga korban. Kita mendapat informasi dari Walinagari (Kepala Desa) Air Bangis bahwa pencarian tiga orang nelayan yang hilang di tengah laut dihentikan hari ini,” kata Kapolres Pasaman Barat, AKBP Sofian Hidayat, di Simpang Ampek, Jumat (2/1).
Pencarian tiga orang nelayan Air Bangis telah dilakukan semaksimal mungkin. Seluruh kawasan tempat mencari ikan yang biasa dilakukan nelayan telah disisir tapi tidak membuahkan hasil.
Kemudian pencarian juga telah dilakukan di pantai Sasak Ranah Pasisia tapi tidak juga membuahkan hasil. Pencarian tiga nelayan oleh tim SAR, Polisi Air, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, dan para nelayan Air Bangis telah dilakukan sejak Senin (29/12).
Tim pencarian korban sudah kembali ke Simpang Ampek. Suasana duka di Air Bangis masih telihat, terutama di rumah keluarga tiga orang nelayan. Sementara itu dilokasi dermaga, masyarakat masih ramai.
Tiga orang nelayan yang belum ditemukan itu adalah Eri (30) Pian (55) dan Ery (30), ketiganya merupakan warga Air Bangis.
Sebelumnya, dua buah kapal nelayan Air Bangis KM Gurita dan KM Ikan Layar pergi melaut mencari ikan pada Rabu (24/12) lalu ke tengah laut arah selatan pulau Gosong Bide.
Setelah sekian lama berlayar, kapal yang kembali ke dermaga hanya KM Gurita. Satu orang nelayan atas nama Budi (32) ditemukan tewas mengapung di laut.

Artikel ini ditulis oleh:

Pencarian Blackbox AirAsia QZ8501 Mulai Ditingkatkan

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co – Setidaknya ada dua tugas utama yang harus dilakukan tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian disektor ‘Prioritas’. Kedua tugas itu, yakni mencari lokasi pasti bagian besar dari pesawat AirAsia QZ8501, dan mencari lokasi atau posisi blaack box dri pesawat.

“Akan ada dua tugas utama, pertama mencaari bagian besar dari badan pesawat. Kedua, mencari lokasi atau posisi blaack box dari pesawat,” Hal ini disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo,dalam konfrensi persnya, di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Jumat (2/1).

Lebih jauh, untuk dua pencarian utama pada sektor prioritas tersebut, dalam pencarian black box dari pesawat AirAsdia akan dilakukan pencarian oleh pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Tugas mencari black box dari pesawat dilaksanakan oleh KNKT yang sudah mulai bekerja pagi ini, dengan menggunakan kapal Kaladaya.”

“Kemudian, tugas mencari bagian besar dari pesawat dilakukan oleh kapal-kapal kita maupun bantuan dari luar yang mempuyai sistem pencarian di bawah permukaan, diantaranya adalah, Kapal-kapak KRI Penyapu Ranjau, Kapal Baruna Jaya, Kapal Geo Survey,  mereka ini saya tugaskan untuk prioritas di sektor pencarian prioritas,” bebernya.

Sementara itu, masih kata Soelistyo, dalam sektor ‘prioritas’ pencarian ini, tim juga sudah menyiapkan para penyelam untuk membantu melakukan pencarian terhadap badan pesawat. “Para penyelam sudah berada di kapal KRI Banda Aceh dan siap melakukan tugas penyelaman untuk daewrah prioritas, stlah inidikasi dari badan pesawat aatau bagian dari badan pesawat ditemukaan,” tandasnya.

Editor: Fahad Hasan

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Basarnas Minta Jenazah Korban AirAsia Segera Diterbangkan ke Surabaya

Pangkalanbun, Aktual.co  — RSUD Sultan Imanuddin sebagai tempat transit jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ 8501 kembali menerima dua jenazah dari Tim SAR gabungan, Jumat (2/1) pagi.
Jenazah tersebut merupakan hasil temuan KRI Yos Sudarso dan KM Baruna Jaya di perairan Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah kemarin malam.
Direktur Operasional Basarnas Posko Pangkalan Bun, SB Supriyadi mengatakan bahwa setelah memasuki hari keenam, jasad para korban harus dibawa secepat mungkin ke RS Bhayangkara Surabaya agar tidak semakin membusuk.
“Khawatir di RSUD (Sultan Imanuddin) tidak steril dan kurang baik penempatan jenazah karena terbatasnya tempat, khawatir cepat rusak,” kata Supriyadi di Posko Utama Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Jumat (2/1).
Dia menjelskan, proses pembusukan makin cepat setelah jenazah diangkat dari laut. Kondisi jenazah yang semakin membusuk akan membuat Tim DVI Indonesia kesulitan mengidentifikasi para korban.
“Dari air dan diangkat, proses pembusukan lebih cepat, kalau sudah rusak maka sulit bagi tim forensik. Maka akan segera kita kirim korban ke ke Surabaya agar bisa segra diidentifikasi,” tegasnya.
Sebelumnya, dua jenazah penumpang AirAsia QZ 8501 kembali dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Dua jenazah ini di bawa menggunakan helikopter Bell bersama beberapa puing pesawat.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Maksimalkan Pencarian Korban dan Pesawat QZ8501, Basarnas kerahkan 46 Kapal SRU

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Muda F. Henry Bambang Soelistyo mengatakan sebanyak 46 unit kapal pencarian dan penyelamatan atau search and rescue unit (SRU) sedang bergerak melakukan pencarian korban dan pesawat AirAsia QZ8501.
“Pada hari ini, sebanyak 46 SRU bergerak melakukan pencarian,” kata Henry, Jumat (2/1).
Dia menyebutkan, dari 46 SRU, sebanyak 17 di antaranya SRU udara dan 29 lainnya SRU laut. Search and rescue unit udara terdiri atas tujuh helikopter dari dalam negeri, lima fix wing dalam negeri, dua helikopter Singapura, dua helikopter Amerika, dan satu fix wing milik Korea.
SRU udara dari dalam negeri merupakan gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Basarna. Sementara itu, SRU laut terdiri atas 21 kapal dari dalam negeri, empat kapal Singapura, tiga kapal Malaysia, dan satu kapal milik Amerika.
Search and rescue unit laut dari dalam negeri, terdiri atas unsur TNI, Basarnas, Polri, BPPT, dan lain sebagainya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain