7 April 2026
Beranda blog Halaman 39973

Mabes Polri Bantah Budi Gunawan Masuk Tim Pemenangan Jokowi-JK

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri membantah keterlibatan Komjen Pol Budi Gunawan dalam tim pemenangan kampanye Jokowi-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014.
“Kami tidak melibatkan diri dalam keterlibatan politik praktis,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Kombes Agus Rianto di Jakarta, Senin (12/1).
Hal itu menurut dia sesuai amanat Undang-undang Kepolisian yang melarang anggota Polri untuk terlibat dalam politik praktis. “Sejak awal kami berkomitmen untuk tidak melibatkan diri dalam politik praktis,” katanya.
Dalam pelaksanaan Pilpres 2014 lalu, tersiar kabar adanya pertemuan politisi PDI-Perjuangan Trimedya Panjaitan dan timses Jokowi-JK dengan jenderal polisi berinisial BG. Pertemuan dilakukan di sebuah restoran di Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu, 7 Juni 2014.
Pertemuan tersebut diketahui Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono yang saat itu sedang berada di restoran yang sama untuk mengadakan rapat dengan para pimpinan buruh.
Arief pun sempat beberapa kali mengambil foto pertemuan tersebut secara diam-diam. Meski demikian tidak diketahui apa isi pembicaraan dalam pertemuan tersebut.
Isu ini kembali muncul ke permukaan setelah Presiden Joko Widodo mengirimkan surat kepada pimpinan DPR terkait usulan Komjen Pol Budi Gunawan untuk menjadi Kapolri baru menggantikan Kapolri Jenderal Pol Sutarman.
Surat tertanggal 9 Januari 2014 yang berperihal “Pemberhentian dan Pengangkatan Kapolri” itu ditandatangani langsung oleh Presiden.
Dalam surat tersebut, Presiden Jokowi memandang Budi Gunawan mampu dan memenuhi syarat untuk diangkat menjadi Kapolri.
“Kami berharap DPR dapat memberikan persetujuannya dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tertulis dalam surat itu.
Penunjukkan Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri menimbulkan pro dan kontra karena Budi merupakan mantan ajudan presiden di masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Beberapa pihak berpendapat bahwa penunjukkan tersebut merupakan campur tangan Megawati dalam pemerintahan Jokowi-JK.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Fligth Data Record AirAsia QZ8501 Tiba di kantor KNKT

Karyawan PT KAI membawa Fligth Data Record (FDR) yang baru tiba di kantor Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2015). FDR yang dibawa dari Pangkalan Bun menuju ke Lanud Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat TNI AU. AKTUAL/MUNZIR

Dradjad Wibowo: Sebainya, Pemilihan Ketum Partai Aklamasi

Jakarta, Aktual.co —Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo mengatakan pemilihan ketua umum PAN periode 2015-2010 sebaiknya dilakukan secara aklamasi. “Jika pemilihan ketua umum dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara maka akan menimbulkan konflik di antara yang dapat membela partai,” kata Dradjad Wibowo pada diskusi “Trend Aklamasi dan Regenerasi Kepemimpinan Parpol” di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (12/1).

Menurut Dradjad, jika pemilihan ketua umum PAN dilakukan secara aklamasi maka dapat membuat partai tetap solid, sebaliknya jika dilakukan pemungutan suara dan calonnya lebih dari satu maka dapat menimpulkan perbedaan aspirasi sehingga membuat partai dapat terpecah. Beberapa kali pemilihan ketua umum di PAN dilakukan secara aklamasi, kata dia, terbukti PAN tetap solid hingga saat ini.

Dradjad juga melihat, partai-partai politik yang lahir dari sempalan semuanya gagal, kecuali partai politik yang lahir dari sempalan Partai Golkar, seperti partai Gerindra, Hanura, dan NasDem. Pada kesempatan tersebut, Dradjad juga memberikan contoh, partai-partai yang lahir dari sempalan Partai Golkar berhasil masuk parlemen.

Namun, partai yang lahir dari sempalan PDI Perjuangan, seperti, PDP, Pelopor, dan PNI Marhaen semuanya gagal menuju ke parlemen. Demikian juga partai yang lahir dari sempalan PPP, kata dia, juga gagal masuk ke parlemen, seperti PBR dan PBB.

“PKB yang lahir setelah reformasi, juga telah melahirkan paryai baru yakni PNU dan PKNU, serta PAN yang melahirkan PMB juga gagal masuk parlemen. Ini fakta,” katanya. Dradjad menjelaskan, kenapa partai pecahan Partai Golkar bisa masuk parlemen, karena tokoh Paryai Golkar banyak dan mereka tidak terpaku pada satu orang figur seperti partai yang lain. “Artinya, kalangan aktivis partai dihadapkan pada banyak pilihan tokoh, bukan hanya satu tokoh,” katanya.

Menurut Dradjad, menjelang Kongres IV PAN di Bali, pada 28 Februari hingga 2 Maret mendatang, belum dapat dipastikan apakah pemilihan ketua umum akan dilakukan secara aklamasi atau melalui pemungutan suara. Kalau soal regenerasi kepemimpinan, kata dia, hal itu akan berjalan secara alamiah sesuai dengan aturan internal partai masing-masing.

Pemprov Jateng Didorong Antisipasi Bonus Demografi

Jakarta, Aktual.co — Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah mendorong pemerintah provinsi setempat untuk mengantisipasi bonus demografi yang diprediksi terjadi pada 2020-2030, di mana jumlah penduduk usai produktif akan mencapai dua kali lipat dibanding usia non produktif.
“Kalau kualitas usia produktif di luar dari yang diharapkan maka rata-rata bonus demografi akan berubah menjadi musibah karena akan muncul kriminalitas dan penyelewengan yang berhubungan dengan angkatan kerja,” kata Ketua PKBI Jawa Tengah, Widoyono, di Semarang, Senin (12/1).
Dirinya mengaku prihatin dengan adanya prediksi bonus demografi sehingga perlu ada langkah antisipasi supaya usia produktif ini tidak menjadi beban tapi mampu menyumbang untuk kemajuan di Provinsi Jateng.
“Di Jateng ada sekitar 685 ribu pasangan usia subur warga miskin yang belum terlayani oleh program Keluarga Berencana,” ujarnya.
Oleh karena itu, PKBI Jateng berkoordinasi dengan pemprov setempat untuk mendorong dan turun langsung ke daerah-daerah yang masih banyak terdapat warga miskin.
Untuk mengantisipasi bonus demografi, PKBI Jateng juga mempersiapkan generasi muda dengan menjadikan remaja sebagai prioritas dalam agenda pembangunan melalui penyediaan dukungan akses pendidikan serta kesehatan yang merata, berkualitas, dan terjangkau.
Kemudian, menyediakan fasilitas bagi remaja untuk berkreasi dan mengeksprsikan diri melalui seni, budaya, olah raga, serta teknologi, termasuk mendukung upaya remaja untuk berpartisipasi dalam pembangunan mulai dari tingkat desa hingga nasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Dirjen Perhubungan Udara dan Darat Dicopot

Jakarta, Aktual.co —Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memenuhi janjinya melakukan mutasi besar-besaran di lingkungan kementeriannya, usai tragedi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata. Berbeda dari sebelumnya, pelantikan pejabat di lingkungan Kemenhub dilakukan tertutup dan pengamanan ekstra ketat di Ballroom, lantai 7 Gedung Cipta atau gedung Utama Kemenhub. Tidak ada satupun pejabat Kemenhub yang mau berkomentar perihal pelantikan tersebut. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pun menghindar dari awak media.

Adapun pelantikan eselon I, II dan III meliputi Direktorat Jendral Perhubungan Darat dan Direktorat Jendral Perhubungan Udara. “Semua sama Pak Barata saja (Kepala Kapuskom Kemenhub), semua satu pintu sekarang,” ujar Staf Ahli Menteri Perhubungan, Hadi M Djuraid di Kemenhub, Jakarta, Senin (12/1). Djoko Murjatmojo dicopot dari jabatannya sebagai Plt Dirjen Perhubungan Udara. Bambang Tjahjono juga dicopot dari jabatannya sebagai Plt Dirjen Perhubungan Darat. Keduanya hanya dua bulan duduk di posisi tersebut setelah dilantik pada November 2014.

Demikian beberapa pejabat Kemenhub yang dilantik dan diberhentikan, sebagai berikut

Direktorat Jendral Perhubungan Darat

1. Djoko Sasono diangkat menjadi Direktur Jenderal Perhubungan Darat. Sebelumnya dia bertugas sebagai Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan

2. Sigit Irfansyah sebagai Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan sebelumnya Kepala Subdirektorat Jaringan Transportasi Perkotaan, Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan

Direktorat Jendral Perhubungan Udara

1. Suprasetyo diangkat menjadi Direktur Jenderal Perhubungan Udara sebelumnya dia bertugas sebagai Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah Kelas Utama Soekarno Hatta Banten

2. Umar Aris sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Perhubungan sebelumnya dia bertugas sebagai Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri

3. Basuki Mardianto sebagai Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah Kelas Utama Soekarno Hatta Banteng sebelumnya Kepala Kantor Otoritas Bandara Udara Wilayah V Kelas I Hasanuddin Makassar

4. Mohammad Pramintohadi sebagai Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Kelasa I Hasanuddin Makassar sebelumnya Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Kelasa I Juanda Surabaya

5. Dadun Kohar sebagai Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Kelas I Juanda Surabaya sebelumnya Koarmatim / Lantamal IX AMB / Srena / AS

6. Israfulhayat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama Soekarno Hatta sebelumnya Kepala Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Direktorat Angkutan Udara

7. Harry Suwignyo sebagai Kepala Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Non Niaga Direktorat Angkutan Udara sebelumnya Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama Soekarno Hatta

Sekretaris Jenderal

1. Sri Lestari Rahayu diangkat sebagfai Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut

TNI Cermati Daerah Konflik

Jakarta, Aktual.co — Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Iskandar M Sahil mengingatkan para prajurit dalam jajarannya harus peka dan selalu mencermati potensi dan daerah rawan konflik di daerah itu supaya kondisi wilayah tersebut semakin aman dan nyaman.

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Iskandar M Sahil dalam amanatnya disampaikan inspektur upacara yang juga Aslog Kasdam Kolonel Czi Faturrohman di Palembang, mengatakan, bukan itu saja tetapi para prajurit TNI juga harus melakukan langkah antisipasi dan pencegahan dini sesuai dengan tugas masing-masing, Senin (12/1).

Menurutnya, hal ini karena perbedaan yang dapat menimbulkan konflik bila tidak dicegah secara dini maka akan dapat mengganggu ketenteraman. Selain itu pihaknya juga menekankan kepada seluruh prajurit Kodam II Sriwijaya agar benar-benar bersikap disiplin dan tanggung jawab terhadap tugas dan keawjiban.

Prajurit harus disiplin menjalankan tugas termasuk dalam kehidupan sehari-hari, kata Pangdam. Namun, lanjut dia, yang tidak kalah pentingnya dalam menjalankan tugas harus dilakasanakan pengawasan.

Pangawasan, menurut Pangdam, dapat dilaksanakan oleh diri sendiri dan itu dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Begitu juga unsur pimpinan satuan agar lebih memperhatikan dan peduli terhadap pembinaan satuan serta melakukan pengawasan terhadap anggotanya baik pada jam dinas maupun di luar dinas.

Kesemuanya itu guna menekan agar dapat meminimalisir akan terjadinya pelanggaran terutama di kalangan satuan, ujar dia. Dalam upacara mingguan yang dilaksanakan di Makodam II/Sriwijaya itu diikuti para anggota TNI dan pejabat dalam jajaran Kodam II.

Berita Lain