6 April 2026
Beranda blog Halaman 39984

Unjuk Rasa, KAMMI Bandung Nilai Kinerja Pemerintah Rugikan Rakyat

Jakarta, Aktual.co — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bandung, menilai  kebijakan pemerintah yang belum genap 100 hari, merugikan rakyat.
Hal ini dikatakan saat melakukan aksi unjuk rasa kehadiran Jokowi di Bandung, Senin (12/1).
“Kami menolak kinerja pemerintah yang penuh pencitraan. Apa yang dilakukan (pemerintah) bukan substansi untuk rakyat, tapi pembodohan dan pembohongan,” kata Ketua PD KAMMI Bandung Julhayadi.
Kebijakan yang diniai pembodohan dan pembohongan tersebut diantaranya adalah penaikan harga gas elpiji, listrik, dan BBM.
Selain itu, pengisian pos-pos kementerian dan jabatan strategis juga dianggap tak netral dan ada intervensi politik.
Aksi yang berlangsung damai ini dijaga oleh puluhan petugas kepolisian.
Diketahui, hari ini Presiden Joko Widodo beserta rombongan melakukan kunjungan ke Bandung, Jawa Barat, guna mendatangi sejumlah tempat, salah satunya pembukaan Munas XV Hipmi.

Artikel ini ditulis oleh:

Arief Hidayat Terpilih Secara Aklamasi

Jakarta, Aktual.co — Hakim konstitusi Arief Hidayat terpilih sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2015-2017. Terpilihnya Arief secara aklamasi untuk menggantikan Ketua MK sebelumnya, Hamdan Zoelva.
“Telah terpilih secara musyawarah mufakat, secara aklamasi, Prof Dr Arif Hidayat telah terpilih secara sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2015-2017,” kata Arif Hidayat di ruang sidang MK, Jakarta Pusat, Senin (12/1).
Arif dipilih sebagai Ketua melalui rapat yang dihadiri sembilan Hakim MK. Hal itu sesuai dengan Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2011 tentang Perubahan UU No 24 Tahun 2003, tentang MK, di mana pemilihan ketua MK dipilih dari dan oleh sembilan Hakim Konstitusi yang dimusyawarahkan secara tertutup.
Sesuai Undang-undang Nomor 8 Tahun 2011, Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 24 Tahun 2003 Tentang MK, masa jabatan Ketua MK terpilih adalah selama dua tahun enam bulan.
Hamdan Zoelva telah mengakhiri masa jabatan sebagai hakim MK pada 7 Januari yang lalu. Setelah Hamdan pensiun, posisi hakim konstitusi diisi I Dewa Gede Palguna, yang merupakan hakim MK dari unsur pemerintah.
Arif mengatakan, pemilihan wakil ketua MK tidak dapat dicapai melalui proses aklamasi. Pasalnya, ada tiga hakim konstitusi yang bersedia dicalonkan sebagai Wakil Ketua MK, yakni Anwar Usman, Patrialis Akbar, dan Aswanto.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Sebelum Disahkan, RAPBD 2015 Harus Lalui Empat Paripurna

Jakarta, Aktual.co —Penetapan Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015, sudah semakin mendekati final. Setelah lewati proses alot, meleset dari jadwal di 12 Desember, hari ini Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama akan bacakan hasil Raperda APBD DKI 2015.
“Jangan lupa sobat hari ini rapat Paripurna jam 13.00, Pidato Gubernur untuk APBD 2015,” kata salah satu staf Sekretaris Dewan di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (12/1).
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohammad Taufik mengatakan rapat paripurna akan digelar empat kali sebelum APBD DKI 2015 diketok. 
Di paripurna pertama, adalah penyampaian pidato Gubernur DKI mengenai penyampaian Raperda APBD DKI tahun 2015. Lalu paripurna kedua, untuk penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda APBD DKI 2015.
Kemudian rapat paripurna ketiga, adalah pendengaran penyampaian jawaban Gubernur DKI Jakarta terhadap pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda APBD DKI 2015.
Sedangkan di rapat paripurna terakhir yakni ke empat, barulah RAPBD diketok disahkan jadi APBD. Penyampaiannya akan dilakukan Badan Anggran (Banggar) DPRD DKI. 
Yang akan dibagi menjadi 2 bagian, Agenda pertama, permintaan persetujuan dari anggota secara lisan oleh pimpinan rapat Paripurna. Dan agenda kedua pendapat akhir Gubernur DKI Jakarta terhadap Raperda APBD DKI 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Polres Palu Bakal Bentuk Tim Atasi Curanmor

Jakarta, Aktual.co — Polres Palu tengah menyiapkan tiga tim khusus untuk menangani pencurian kendaraan bermotor di wilayahnya yang selama ini paling menonjol.
“Tugas-tugas  setiap tim sudah ada, tinggal pelaksanaan di lapangan,” kata Kepala Polres Palu AKBP Basya Radyananda di Palu, Senin (12/1).
Tim yang akan dibentuk itu, bertujuan untuk menekan jumlah kasus pencurian sepeda motor di Kota Palu, namun dia berharap masyarakat tetap waspada ketika memarkir kendaraannya agar tidak dicuri orang.
Pada awal Januari 2015, Polres Palu menangkap seorang pencuri sepeda motor di Kabupaten Parigi Moutong dengan barang bukti sebanyak 10 sepeda motor berbagai jenis. 
Polres Palu mencatat sepanjang 2014 terjadi 776 kasus pencurian sepeda motor. “Ini berarti setiap hari ada dua sepeda motor yang hilang di Kota Palu,” kata mantan Kepala Polres Palu AKBP Trisno Rahmadi pada beberapa waktu lalu.
Kasus pencurian sepeda motor merupakan kasus paling menonjol di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) selama 2014. Polisi menduga jumlah kasus itu bisa lebih banyak karena mungkin ada kasus pencurian motor yang tidak dilaporkan warga ke polisi.
Selama penanganannya, penyidik Polres Palu telah menangkap 32 tersangka kasus tersebut dengan menyita sebanyak 79 barang bukti sepeda motor berbagai jenis.
Modus pencurian sepeda motor di wilayahnya dilakukan secara beragam, misalnya berpura-pura menumpang, kemudian merampas sepeda motor, meniru kunci asli, merampas atau mencuri saat pemiliknya lalai.
Basya meminta masyarakat untuk lebih waspada saat menaruh sepeda motor agar tidak mudah diambil orang lain. “Kalau bisa dikunci ganda agar lebih aman,” kata Basya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kasus Waryono Karno, KPK Periksa Para Pejabat ESDM

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi mengagendakan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, terkait kasus kegiatan sosialisasi sepeda sehat, dan perawatan gedung ESDM.
Adapun sejumlah pihak yang akan diperiksa penyidik lembaga yang dikomandoi Abraham Samad cs itu, Cawa Awatara selaku Kabid Pengamanan dan Pemeliharaan PPBMN Kementerian ESDM, Sesditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Arief Indarto.
Kemudian, Kasubag Rumah Tangga Sekjen Kementerian ESDM Sutejo Sulasmono, Sekretaris Unit Nasional Korpri Kementerian ESDM Usman Yahya dan seorang bernama Sadiyah.
Keempatnya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka dalam kasus tersebut yakni bekas Sekjen ESDM Waryono Karno. ” Mereka akan diperiksa untuk tersangka WK,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Senin (12/1).
Sebelumnya, pada 18 Desember 2014 Waryono resmi ditahan oleh KPK di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Timur, Cabang KPK di Pomdam Jaya, Guntur.
Seperti diketahui, kasus ini adalah kasus lanjutan dari kasus yang disangakan kepada Waryono dalam dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait kegiatan di Kementerian ESDM. Waryono merupakan tersangka dengan dua surat perintah penyidikan yakni penerimaan gratifikasi dan markup anggaran kesetjenan.
Kasus gratifikasi ini merupakan pengembangan dari kasus suap atas mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini. KPK menemukan uang USD200 ribu di ruang kerja Waryono, saat menggeledah Setjen ESDM.
Uang itu rupanya menjadi pintu masuk dari penyidikan kasus ini. Pasalnya, uang itu menjadi bagian pemberian Rudi yang sebelumnya diminta Waryono untuk kepentingan pemberian uang kepada Komisi VII DPR.
Atas kasus tersebut, Waryono disangkakan melanggar Pasal 12 huruf B dan atau Pasal 11 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Dana Besar, Pemkot Tangerang Siapkan Jurus Hadapi Banjir

Jakarta, Aktual.co —Antisipasi banjir di musim penghujan 2015, Pemerintah Kota Tangerang klaim telah melakukan berbagai upaya. Seperti normalisasi kali, sungai, hingga pembuatan dan perawatan drainase yang telah dimulai sejak 2014.
Untuk drainase, di 2014, Pemkot Tangerang telah selesaikan bangun 6.500 meter, serta pemeliharaan drainase sepanjang 149 ribu meter.
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan untuk proyek normalisasi kali dan sungai, akan dilanjut tahun ini dengan bantuan Pemerintah Pusat. Ada lima sungai yang dinormalisasi tahun ini. Yakni Sungai Cisadane, Cirarab, Sabi, Angke dan Kali Cantiga.
Anggaran sebesar Rp60 miliar juga telah disiapkan tahun ini untuk penanganan banjir. Jumlahnya akan bertambah, karena ada bantuan Pemerintah Pusat sebesar Rp200 miliar.
Bahkan untuk normalisasi Kali Cisadane, sudah disiapkan anggaran multi years Rp1,5 triliun hingga Rp1,9 triliun dalam APBN Perubahan Pemerintah Pusat.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain