14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39989

Gusur Warga Miskin, Ahok Dianggap Ingkari Janji Saat Kampanye

Jakarta, Aktual.co — Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) anggap Gubernur Tjahaja Purnama (Ahok) ingkari janjinya saat kampanye Pemilu Gubernur DKI 2012. Di mana saat itu Ahok menjadi cawagub, dan Joko Widodo menjadi cagub.
Kata Sekretaris Wilayah SPRI DKI Jakarta, Rio Ayudhia Putra, pasangan tersebut saat kampanye menyatakan komitmen tak akan menggusur pedagang kaki lima dan pemukiman warga miskin jika terpilih.
Selain itu mereka juga berjanji menggunakan pendekatan dialog dalam menata  pemukiman kumuh. Kenyataannya, kebijakan Pemprov DKI saat ini sangat bertolak belakang dengan janji-janji itu. 
“Jakarta tidak untuk rakyat miskin. Ahok adalah Gubernur penggusur,” kata Ryo dalam press rilis akhir tahun 2014, Rabu (31/12).
Dia menyebutkan sebelumnya Ahok saat berpasangan dengan Joko Widodo kala itu, juga berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai milik semua. Kaya dan miskin dapat hidup tenteram bergandengan tangan. 
Sedangkan di 2014, kehidupan warga miskin di Ibukota selalu diliputi rasa was-was tergusur. Data yang dikeluarkan SPRI, saat ini 131 titik lokasi gusuran tahun ini menjadi ancaman kehidupan si miskin.
“Seperti tak ada tempat untuk lagi bersembunyi, keberadaan si miskin akan terus dikejar dan diburu layaknya binatang.Si miskin tak dapat tidur dengan nyenyak dan bermimpi indah sebagaimana kelas mayoritas yang menghuni Jakarta,” ucap dia.
Komentar mengenai kebijakan Pemprov DKI dalam melakukan penggusuran juga sudah dilontarkan Wakil Sekretaris Fraksi PDI-P DPRD DKI Dwi Rio Sambodo. Kata dia, perlu ada kebijakan khusus, terutama dalam melaksanakan penataan, pengusuran, dan penertiban untuk membenahi Jakarta.
“Kami (PDI-P) menekankan pada Pemprov DKI Jakarta untuk melaksanakan upaya-upaya pendekatan yang manusiawi. Di antaranya melakukan sosialisasi yang maksimal sehingga bisa diterima dan tidak merugikan satu sama lainnya,” ujarnya, Senin (29/12).
Namun Gubernur Ahok kesal saat disebut di 2014 Pemprov DKI banyak melakukan penggusuran dan dirinya dianggap tidak menyenangi warga miskin tinggal di Ibu Kota.
Kata Ahok, langkah Pemprov DKI merelokasi warga ke rumah susun merupakan cara paling manusiawi.
“Pernah enggak dalam sejarah republik ini, kami menyiapkan rusun full furnished (di rusun)? Coba kasih tahu sama saya dunia mana yang lebih manusiawi dari Jakarta, jangan dilihat gusurnya,” kata Basuki, Selasa (23/12).

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Bergantung ke Pasar, Indikator Jokowi Jadikan Indonesia Berpaham Liberal

Jakarta, Aktual.co —  Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago (Ipang) mengapresiasi kebijakan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) -Jusuf Kalla (JK) yang menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) per 2015 ini.
Namun, disisi lain, kata Ipang, dirinya menyayangkan sikap pemerintah yang akan mencabut sistem mekanisme subsidi.
“Pada saat yang sama, sangat disayangkan kebijakan Jokowi mencabut subsidi dan menyerahkan harga BBM berdasarkan mekanisme pasar,” kata dia ketika berbincang dengan aktual.co, di Jakarta, Kamis (1/1).
Ia berpandangan, bahwa kemenangan dari para kaum neolib adalah apabila semua ketentuan di sebuah negara, baik dari sisi sumber daya alam(SDA) maupun sumber daya manusia (SDM) nya sudah mengikuti pada mekanisme pasar.
Lebih lanjut, kata dia, Gerakan neoliberal telah menyusun kesepakatan antara IMF, bank dunia dan pemerintahan Amerika Serikat yang tersusun ke dalam sepuluh (10) poin yang kemudian disebut dengan Washington Consensus.
“Salah satu isinya pada poin kedua adalah kebijakan pemotongan anggaran subsidi untuk keperluan publik, pemberian kelonggaran dalam pembayaran pajak bagi para pengusaha, penentuan bunga bank menurut mekanisme pasar, menyingkirkan segala hal ysng merintangi berlakunya perdagangan bebas, privatisasi perusahaan negara kepada swasta,” bebernya.
“Indikator kebijakan Indonesia sudah terkonfirmasi bahwa kita sudah terjun bebas menjadi negara yang sangat liberal. Negara tak boleh terlalu intervensi mengurus sektor ekonomi dan semua berdasarkan mekanisme pasar. Jadi lengkap sempurna bahwa negara kita,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Nebby

Barang dari Korban Pesawat AirAsia QZ8501

Anggota Basarnas dan TNI AU membawa tas perempuan berwarna hitam dan satu koper berukuran kecil warna gelap, dua buah tas dan satu kantong plastik yang diduga berasal dari pesawat AirAsia QZ 8501 di Lanud Iskandar, Pangkalanbun, Kotawaringin Barat, Kamis (1/1/2015). AKTUAL/MUNZIR

Evakuasi Korban AirAsia QZ 8501 Saat Hujan Lebat

Petugas Basarnas memindahkan satu kantong jenazah beserta satu tas dan koper yang diduga milik penumpang pesawat AirAsia QZ 8501 saat tiba di Lanud Iskandar, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1/2015). Satu jenazah beserta barang-barang yang ditemukan oleh kapal Malaysia tersebut akan dibawa ke RSUD Sultan Imanuddin untuk diproses lebih lanjut. AKTUAL/MUNZIR

Larang Tahun Baru, Wali Kota Banda Aceh Dinilai Belenggu Kebebasan Berekpresi

Banda Aceh, Aktual.co — Suasana perayaan malam pergantian tahun di kota Banda Aceh tidak semeriah tahun sebelumnya. Tahun ini, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal melarang warga untuk merayakan Tahun Baru.

Sosialisasi larangan itu pun dilakukan melalui pesan singkat (SMS) ke handphone warga dan patroli, saat puncak pergantian tahun. Sehingga, tidak terlihat perayaan pembakaran mercon, terompet dan kembang api.
 
Sebagian warga kota menuding Wali Kota tersebut melanggar kebebasan berekspresi.

“Harusnya Wali Kota itu berpikir bagaimana memajukan kota Banda Aceh, menekan angka kemiskinan dan lain sebagainya. Jangan sampai persoalan membakar mercon dan terompet Tahun Baru pun sibuk diurusin oleh Wali Kota,’ keluh Fauzi, warga Kota Banda Aceh kepada Aktual.co, pada Kamis (1/1).

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza dan Kapolresta Banda Aceh Kombes Zulkifli menggelar patroli ke sejumlah pusat berkumpulnya warga. Wali Kota dan Satpol PP mengimbau agar warga tidak merayakan Tahun Baru 2015 dan pulang ke rumah masing-masing.

“Kalau pun ada hari ini yang marah adalah mereka yang belum paham. Tapi saya yakin suatu hari nati mereka akan bersyukur kepada Allah SWT” ujar Illiza yang saat itu didampingi Kapolresta Banda Aceh, Kombes Zulkifli.
Terkait dengan kritikan di sejumlah media sosial, Illiza mengaku tidak masalah sejauh yang dia jalankan bersama jajarannya adalah untuk kepentingan bersama.

“Apa yang kita lakukan selama hidup ini akan kita pertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT. Tugas saya adalah menyampaikan yang haq adalah haq dan yang bathil adalah bathil, yang boleh dan yang tidak” terang Illiza.

Bahkan, sambung Illiza, dia bangga karena tidak terlihat perayaan Tahun Baru di Banda Aceh. Hal itu menurutnya, menandakan masyarakat telah memahami larangan dalam Islam.

“Warga sudah semakin mengerti bahwa perayaan Tahun Baru itu bukan budaya Islam,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Polsek Dawan Gagalkan Penyelundupan 3,4 Ton BBM

Jakarta, Aktual.co —Berkat informasi dari masyarakat, Polsek Dawan, Bali, berhasil gagalkan penyelundupan 3,4 ton bahan bakar minyak (BBM) ilegal. Rencananya BBM jenis premium itu akan dibawa ke daerah Jungut Batu, Nusa Penida. Kapolsek Dawan AKP Ketut Suastika mengatakan penyelundupan digagalkan di Pantai Segara, Kusamba sekitar pukul 05.00 Wit.
“Pada penghujung 2014,” kata dia, didampingi Kapolres Klungkung, AKBP Ni Wayan Sri Yudatni Wirawati, Kamis (31/12).
Dalam penangkapan, diamankan 100 jirigen besar masing-masing berisi 34 liter, atau total sebanyak 3.400 liter (3,4 ton) BBM jenis Premium. Menggunakan dua mobil pick-up, pelaku mengambil BBM tersebut dari SPBU Jumpai, di malam sebelumnya. 
Suastika menjelaskan, saat diperiksa kedua pelaku tidak mempu menunjukkan surat surat yang sah. Mereka hanya membawa surat gandaan dan tidak diisi jumlah pembelian BBM saat itu.
“Mestinya surat aslinya yang dibawa dan ada jumlah pembelian,” ujar dia.
Kedua pelaku yakni, Nuradam alias Ucok (39) asal jalan Puputan klungkung sebagai sopir dan I Gede Sukayasa (37) asal Banjar Minggir, Gelgel, Klungkung juga sebagai sopir yang mengangkut BBM tersebut.
Menurut Sukayasa pemilik BBM tersebut adalah Made Sukarjana alias Ople (38) asal Kamasan. Ople sendiri dikenal sebagai kontraktor.
Sukayasa mengaku baru selama sebulan bekerja di sana dan sudah dua kali mengangkut BBM tersebut. Ada surat rekomendasi haya saja surat aslinya dibawa majikannya.
Sementara dia hanya membawa foto copinya saja. Sementara soal jumlah yang diambil Sukayasa mengaku lupa mengisinya.
Kapolsek mengaku sempat mengikuti pelaku ketika melintas di depan Mapolsek. Begitu tiba di pantai langsung disergap. Pelaku sempat dimintai keterangan sementara BBM yang diangkut langsung diamankan.
“Belum ada tersangka, mereka semua termasuk sang pemilik akan dipanggil sebagai saksi,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain