5 April 2026
Beranda blog Halaman 39989

Komisi III akan Bahas ‘Fit and Propertes’ Kapolri

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi III DPR RI, Aziz Syamsuddin mengatakan akan mengadakan pembahasan dalam rapat pleno internal komisi terlebih dahulu terkait calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan pada tanggal 19 Januari 2015. Hal itu berdasarkan atas hasil rapat pleno komisi pembukaan masa sidang ke II tahun ini.

“Dalam rapat pleno Komisi III diputuskan beberapa agenda, salah satunya tentang Kapolri. Ada usulan dari anggota dan disepakati bahwa pleno pada 19 Januari 2015,” kata Aziz,  di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin (12/1).

Pasalnya, sambung politikus Golkar itu,  kepastian pleno masih harus menunggu rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI pada Selasa (13/1) pukul 10.00 WIB nanti. Masih katanya, Komisi III DPR RI juga meminta masing-masing fraksi masuk dalam tim kecil untuk menentukan mekanisme dan pertanyaan uji kelayakan dan kepatutan.

“Kami minta fraksi masuk tim kecil untuk mempersiapkan mekanisme dan pertanyaan meskipun pimpinan serta sekretariat sudah menyiapkannya. Kami ingin melibatkan fraksi-fraksi untuk ikut ‘urun rembug’,” ungkap dia. Pun demikian, Aziz berharap kapolri yang baru nanti bisa membawa perubahaan pada institusi polri. Berbagai masalah yang kerap timbul antara anggota masyarakat dan polri harus diminimalisir.

“Semua hal yang bersentuhan dengan masayrakat langsung harus dibenahi.Polri tidak bisa hanya melakukan tindakan-tindakan besar, sementara yang kecil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dilupakan.” Ia pun sempat mencontohkan betapa masyarakat menginginkan polisi hadir dalam mengatur lalu lintas di Jakarta yang semakin parah.

“Masyarakat maunya polisi hadir untuk mengatur lalu lintas yang semakin kacau, tanpa mengenal hujan dan panas untuk mengatur lalu lintas Jakarta. Ini memang seperti hal sepele, tapi karena berhubungan langsung dengan masyarakat, ini harus menjadi perhatian,” pungkas dia.

Puluhan SD di Solo Lanjutkan Kurikulum 2013

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 31 Sekolah Dasar (SD) baik negeri maupun swasta di Solo menyatakan untuk melanjutkan penggunaan kurikulum 2013, pada semester kedua pada tahun ajaran 2014/2015.
“Ya awalnya hanya ada 12 SD, tetapi kemudian terus ada tambahan sebanyak 19 SD. Jadi total yang menerapkan kurikulum 2013 di Solo sekarang ini ada 31 SD baik negeri maupun swasta ,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Pemkot Surakarta Aryo Widyandoko, di Solo, Senin (12/1).
Sebanyak 12 SD yang awal menyatakan meneruskan penggunaan Kurikulum 2013, diantaranya adalah SD Negeri Kleco 1 Solo, SD Negeri Begalon 2, SD Muhammadiyah Program Khusus, dan SD Muhammadiyah 24.
Kemudian SD yang mengajukan susulan diantaranya SD Negeri Mangkubumen Lor, SD Negeri Laweyan, SD Al Firdaus, SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari, SDI Diponegoro, SD Al Islam 2 Jamsaren, SDIT Luqman Hakim.
Adapun SD yang menyatakan kembali ke Kurikulum 2006, ada sebanyak 249 SD. Diantaranya adalah, SD Kristen Pelita Nusantara Kasih, SD Negeri Tegalsari, SD negeri Jajar, SD Negeri Pringgolayan, SD Muhammadiyah 2 Kauman, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, SD Kristen Kalam Kudus.
“Kendati mereka kembali ke Kurikulum 2006, namun kami berupaya terus mendorong agar kembali segera Kurikulum 2013. Sebab cepat atau lambat, seluruh SD nantinya tetap akan memakai Kurikulum 2013,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Amien Rais Dorong Hatta Jadi Ketua MPP PAN

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Taslim Chaniago menegaskan, pendiri PAN, Amien Rais dipastikan tidak akan pensiun dari partai politik.
“Pak Amien akan pensiun, tidak akan jadi Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP). Pak Amien hanya menghantarkan proses regenerasi di PAN. Pak Amien dorong Hatta Rajasa sebagai Ketua MPP PAN,” kata Taslim di Jakarta, Senin (12/1).
Suksesi ketua umum PAN, kata Taslim, bila Zulkifli Hasan menjadi ketum, dipastikan tidak ada oligarki partai.
“Sebaliknya bila Hatta Rajasa jadi ketum, maka oligarki partai akan terjadi. Misalnya, Hafiz Tohir, Anna Gayatri jadi anggota DPR RI. Ketua DPW PAN Sumsel juga saudara jadi pengurus juga,” kata Taslim.
Oleh karena itu, kader PAN bisa melihat adanya oligarki partai dan preseden buruk bagi partai PAN.
“Masyarakat sangat menentang dinasti partai. Kader PAN bisa merespon aspirasi masyarakat kepada PAN,” kata Taslim.
Selain itu, kata Taslim, bila Hatta menjadi Ketua Umum, PAN mengikuti Partai Demokrat. “Hatta akan tiru posisi PD, maka PAN akan dibawah ketiak PD,” ujarnya.
Laporan: Adi Adrian

Artikel ini ditulis oleh:

Mengecewakan, Kinerja SKPD di Gorontalo

Jakarta, Aktual.co — Wali Kota Gorontalo Marten Taha menegaskan, berdasarkan penilian dan evaluasi yang dilakukan, ternyata kinerja sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan pemerintahannya sangat mengecewakan.
Menurutnya, banyak program yang seharusnya segera dilaksanakan SKPD ternyata sangat lambat dan terkesan jalan ditempat, sehingga roda pembangunan lamban dan buntutnya warga yang merasakannya.
“Dalam waktu dekat pimpinan satuan kerja perangkat daerah, camat dan lurah akan segera diganti, yang tentunya dicari figur yang tepat dan amanah,” kata Marten, Senin (12/1).
Pelayanan kepada warga juga dinilai belum terlalu optimal, bahkan sejumlah pimpinan SKPD, camat dan lurah sering kali absen dalam menghadiri pertemuan maupun rapat, sehingga beberapa kali mendapat sorotan dari DPRD Kota Gorontalo.
Untuk mengoptimalkan 8 program unggulan yang dikenal dari lahir sampai mati gratis, maka diperlukan pimpinan SKPD, Camat, Lurah serta komponen yang masuk dalam pemerintahan, harus yang inovatif, kreatif dan amanah.
Untuk itu, pada penjaringan ataupun seleksi untuk pejabat eselon II yang akan memimpin SKPD, turut melibatkan akademisi serta terbuka dan tidak akan dilandasi dengan kepentingan apapun dan intevensi siapapun.
“Jika pimpinan ataupun pejabat di lingkungan pemerintah Kota Gorontalo, tidak mampu menjalankan program untuk kepentingan masyarakat, lebih baik mundur saja,” kata Marten.

Artikel ini ditulis oleh:

Suap Bangkalan, KPK Periksa Pejabat SKK Migas

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan suap jual beli gas alam di Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Untuk itu, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak.
Salah satu pihak yang dipanggil berasal dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) bernama Rudi Satwiko. Vice President Management Representative BP Indonesia SKK Migas ini akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Antonio Bambang Djatmiko.
“Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ABD,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Senin (12/1).
Rudi akan ditelisik seputar kontrak jual beli gas yang melibatkan sejumlah pihak. Termasuk Pertamina EP, PD Sumber Daya dan PT Media Karya Sentosa.
Direktur Utama PD Sumber Daya, Moch Soetikno dan Bendahara PD Sumber Daya Mariatul Kiptiyah ikut dipanggil penyidik KPK. Keduanya juga diperiksa sebagai saksi.
“Untuk tersangka ABD juga,”  ujar Priharsa.
Dari pihak PT MKS, penyidik KPK menggagendakan pmeriksaan terhadap direktur keuangan yang bernama Peni Utami. Sementara itu, dua karyawan swsta bernama Andi Adhiani Rinsi dan Budi Indianto juga akan diperiksa sebagai saksi.
Penyidik KPK juga mengagendakan pemeriksaan terhadap Antonio Bambang Djatmiko. Direktur PT MKS itu akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Ketua DPRD Bangkalan, Fuad Amin Imron.
KPK sebelumnya resmi menetapkan Ketua DPRD Bangkalan, Fuad Amin Imron, Ajudan Fuad yang bernama Rauf serta Direktur PT Media Karya Sentosa, Antonio Bambang Djatmiko sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait jual beli gas alam untuk pembangkit listrik di Gresik dan Gili Timur, Bangkalan.
Fuad dan Rauf diduga sebagai pihak penerima suap. Keduanya disangkakan telah melanggar Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, Pasal 5 ayat 2, Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.
Sementara Antonio diduga sebagai pihak pemberi suap. Dia disangkakan telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a, Pasal 5 ayat 1 huruf b serta Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kelanjutan Nasib Monorel Masih Suram, Diputuskan Siang Ini

Jakarta, Aktual.co —Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama akan bicarakan kelanjutan nasib proyek monorail yang ditangani PT Jakarta Monorail di rapat pimpinan Pemprov DKI, hari ini, Senin (12/1).
Ditemui di Balai Kota pagi ini, dari pernyataannya Ahok isyaratkan kalau hingga pagi ini memang belum ada kejelasan mengenai kelanjutan monorail. 
Mantan Bupati Belitung Timur itu masih kukuh tidak setuju dengan rencana PT JM yang ingin membangun depo di Tanah Abang dan Setiabudi. “Nggak bisa,” ujar dia. 
Dia pun heran dengan adanya desain dan laporan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI mengenai jalur depo monorail di Tanah Abang. 
“Berarti dulu mengatakan boleh ada depo di Tanah Abang dan Setiabudi ya,” kata dia.
Kalau pun mau ditukar daerah lain untuk dibangun depo, Ahok mengaku belum tahu di mananya. Belum lagi persoalan perlu tidaknya lelang untuk rute baru. 
Namun pagi ini, Ahok mengaku sudah tak mau dipusingkan dengan masalah berlarut-larut itu. 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo, Jumat (9/1) malam, lalu juga seperti mengisyaratkan ditundanya proyek monorail.
Meski tidak terang-terangan menyebut monorail, namun Jokowi mengatakan proyek transportasi massal di DKI harus tepat hitung-hitungannya. Apabila tak sesuai, proyek tak bisa dilaksanakan.
“Pada intinya, kalau hitung-hitungan atau kalkulasinya tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh Pemprov, tetap saja pembangunan tidak bisa dimulai. Hitungannya harus sesuai dengan Pemprov DKI,” ungkap Jokowi.
Jokowi lebih lanjut mengatakan, Jakarta memang butuh transportasi massal. 
“Tapi tetap saja yang namanya hitung-hitungan harus kita lakukan terlebih dahulu. Tidak bisa langsung bangun begitu saja,” ujar dia saat bertemu Ahok.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain