14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39990

Seperti Ini Lezatnya Pancake Durian dan Es Durian ‘SBY’ & ‘Obama’ di Bandung

Jakarta, Aktual.co — Seperti yang kita ketahui bahwa buah durian suka dikonsumsi oleh para pecintanya dalam bentuk durian asli yang berbiji. Namun, di kota Garut, Jawa Barat, ada durian yang berbentuk dodol. Sementara itu, di kota Bandung Anda bisa menikmati durian dalam bentuk pancake hingga minuman.

Pantauan Aktual.co, Cafe D’Durens yang berada di jalan Lengkong Besar No. 81, Bandung ini,  menyediakan berbagai makanan dan minuman bercita rasa durian. Seperti, pancake durian.

Kita mungkin tahu, bahwa pancake durian ini berasal dari kota Medan, dan sudah meluas di berbagai wilayah kota Bandung, Jawa Barat. Pancake tersebut dikemas dalam bentuk kotak, yang isinya duren itu sendiri yang dibalut oleh krim susu dan tepung terigu yang membalut kedua bahan tersebut.

“Pancake ini kita buat sendiri, bahannya dan duriannya juga, dan disini justru yang lebih lakunya pancake durian itu,” jelas Deni Budiman, pemilik D’Durens Bandung.

Menu yang disajikan di tempat tersebut cukup menarik. Pasalnya, tidak hanya pancake durian yang dijual tetapi juga ada menu dengan Es Durian yang dicampur oleh kacang, susu layaknya es campur. Ada juga bajigur durian dan juice durian itu sendiri. Tak hanya itu, disini juga D’Durens menyediakan makanan pokok khas sunda yang tersedia dalam menu.

Menariknya disini adalah menu es durian dinamakan nama Presiden dimulai dari ‘SBY’, ‘Obama’ hingga nama aktor ‘Jacky Chan’.

“Maksud dari nama tersebut supaya orang gampang hafal saja,” katanya lagi. 

Selain itu, dia juga menerangkan terkait warna pancake yang dijualnya, hanya berwarna kuning, tidak seperti yang kita lihat oleh penjual pancake durian pada umumnya yang menjual dengan berbagai warna pilihan. Tambahnya, warna kuning itu hanya sebagai penarik mata saja.

“Bisa dicoba pancake durian yang lain. Mungkin memang bentuknya lebih besar dan kita sengaja lebih kecil, tapi pasti beda kualitasnya sama yang dibuat sendiri” jelasnya.

Untuk diketahui, D’Duren sendiri berdiri pada tahun 2009 lalu. Banyak juga orang luar kota yang sengaja mampir ke sana bersama keluarga hanya untuk menikmati sepotong pancake durian tersebut.

“Bahkan, sampai ada orang yang nggak suka durian, tetapi ia menjadi suka setelah ia memakan pancake durian disini,” ceplosnya.

Selain itu, harga pancake durian tersebut juga sangat terjangkau oleh semua kalangan. Serta rasa duren yang begitu terasa, cocok dimakan saat musim panas.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Tidak Ada, Petugas Kebersihan Dibacok Celurit Geng Motor

Jakarta, Aktual.co —Tidak adanya kehadiran petugas kepolisian di jam-jam rawan kejahatan, mengakibatkan geng motor di wilayah Jakarta Timur semakin merajalela.
Aksi brutal geng motor kembali memakan korban di Jalan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Raya, Makassar, Jakarta Timur, dini hari tadi pukul 03.00Wib.
Mumuh Maulana, 30 tahun, mengalami luka parah akibat dibacok celurit oleh sekelompok geng motor yang menyerangnya tanpa alasan jelas.
Padahal sejak pukul 24.00Wib bersama 19 kawan-kawannya, petugas kebersihan pekerja harian lepas Sudin Kebersihan Jakarta Timur itu tengah membersihkan sampah sisa perayaan tahun baru.
Malang bagi Mumuh, saat teman-temannya berhasil menyelematkan diri lari kocar-kacir, langkahnya justru tertahan saat punggungnya terkena sabetan celurit.
Parahnya, meski sudah tersungkur, pelaku yang belum diketahui identitasnya justru terus menjadikannya sebagai bulan-bulanan dan membacok kepala korban. Puas melakukan aksinya, pelaku kabur ke arah Cipayung. Meninggalkan korban yang tersungkur bersimbah darah.
Usai gerombolan pelaku pergi, barulah teman-teman korban yang bersembunyi di saluran air, Masjid At Tien, dan Padepokan Pencak Silat, berani untuk keluar dan melakukan pertolongan. Mumuh kemudian langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pondok Gede.
Dari informasi yang didapat, Kapolsek Cipayung, Kompol Cecep Subagia, saat dikonfirmasi mengenai kejadian itu justru mengaku belum tahu. Kata dia, tidak ada laporan masuk dari masyarakat mengenai kasus ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Sepihan Pesawat AirAsia QZ8501 Kembali Ditemukan

Kumai, Aktual.co — Tim gabungan evakuasi Pesawat AirAsia QZ 8501 kembali mendatangi Pelabuhan Panglima Utar Kumai. Tim SAR yang menggunakan Kapal KP Kunai milik Polairud Polda Kalteng itu, mengantarkan serpihan berupa tangga darurat (emergency slider) dan tabung oksigen pesawat.
Kapolda Kalimantan Tengah, Brigjen Pol, Bambang Hermanu mengatakan, serpihan itu merupakan tangga darurat yang ditemukan oleh Kapal Malaysia KD Lekir 26 pada Kamis 1 Januari, dini hari.
“Alhamdullilah bisa sampai Kumai, saya serahkan ke Basarnas,” ujar Bambang Hermanu di Pelabuhan Kumai, Pangkalan Bun, Kalimamtan Tengah, Kamis (1/1).
Menurut Hermanu, lokasi penemuan serpihan pesawat itu berada di antara perairan Selat Karimata dengan Laut Jawa, di titik koordinat 03 derajat 53 menit 86 detik LS/110 derajat 45 menit 42 detik BT.
“Kemudian pada pukul 05.30 WIB tadi diserahkan ke kita,” kata Kapolda.
Dia menambahkan, penemuan serpihan pesawat AirAsia QZ8501 ini akan diserahkan ke Badan SAR Nasional. “Nanti saya serahkan ke Basarnas, biarkan mereka yang menjelaskan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Perluasan Tambak Udang, Rusak Ekosistem Mangrove dan Rugikan Masyarakat Pesisir

Jakarta, Aktual.co —  Penambahan lahan untuk tambak udang seluas 60.000 hektare (ha) menjadi target Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hingga tahun 2019.

Jumlah ini terdiri dari 10.000 ha tambak intensif, 20.000 ha tambak semi-intensif, dan 30.000 ha tambak tradisional. Perluasan tambak udang ini untuk meningkatkan volume dan nilai produksi.

Pusat Data dan Informasi KIARA (Desember 2014) mencatat luas lahan budidaya tambak mengalami kenaikan: dari 618.251 hektare (2008) menjadi 650.509 hektare (2013).

“Peningkatan luas lahan budidaya tambak ini berbanding terbalik dengan volume dan nilai produksi tambak yang justru menurun dalam periode yang sama. Dengan perkataan lain, penambahan lahan untuk tambak udang tidak berkorelasi positif terhadap target produksi, baik dari sisi volume maupun nilai,” kata Abdul Halim, Sekretaris Jenderal KIARA dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta (31/12).

Ditambah lagi, produksi udang nasional pada tahun 2008 dan 2013 justru menurun: dari 409.590 ton menjadi 320.000 ton.

“Pada konteks ini, penambahan lahan untuk tambak udang justru merusak ekosistem mangrove dan merugikan masyarakat pesisir,” tambahnya.

Di Langkat, Sumatera Utara, misalnya, hutan mangrove yang dikonversi mencapai 2.052,83 hektar selama 2003-2012. Dampaknya, pendapatan nelayan menurun hingga  51,37%. Rata-rata pendapatan nelayan per bulan pada tahun 2003 sebesar Rp.2.739.780, sementara pada tahun 2012 menurun menjadi Rp.1.407.637.

“Dalam studinya, The Royal Society memaparkan bahwa kerusakan mangrove akibat perluasan tambak tak sebanding dengan kesejahteraan masyarakat pesisir. Di Thailand, misalnya, tiap hektare luas tambak hanya memberikan keuntungan sebesar USD9,632. Keuntungan ini hanya dimiliki oleh segelintir orang. Sebaliknya, pemerintah Thailand harus menanggung biaya polusi sebesar USD1,000, biaya hilangnya fungsi-fungsi ekologis sebesar USD12,392, dan pemerintah harus memberi subsidi kepada masyarakat korban senilai USD8,412. Tak hanya itu, tetapi pemerintah juga harus mengalokasikan dana tambahan sebesar USD9,318 untuk merehabilitasi mangrove,” paparnya.

Untuk itu, Kiara memandang bahwa pengalaman Thailand hendaknya dijadikan pelajaran bagi Indonesia agar tak sembarangan mengeluarkan kebijakan terkait dengan eksploitasi ekosistem penting dan genting seperti ekosistem mangrove.

Perlu pertimbangan yang matang jangan sampai atas nama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, ekosistem penting yang ada rusak dan hancur.

Artikel ini ditulis oleh:

Indef: BBM Berdampak Signifikan Terhadap Harga Kebutuhan Pokok

Jakarta, Aktual.co — Di penghujung tahun 2014 Pemerintah menetapkan kebijakan menghapus subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan menurunkan harganya menjadi Rp7.600 per liter dari sebelumnya sebesar Rp8.500 per liter.

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) berharap penurunan harga BBM tersebut dapat mempengaruhi harga bahan pokok yang telah terlanjur naik karena kenaikan BBM pada November 2014 lalu.

Direktur Indef, Enny Sri Hartati turut mengomentari pernyataan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel yang menyebut bahwa pada dasarnya turunnya harga BBM subsidi tidak ada pengaruhnya dengan harga bahan baku atau bahan pokok. Menurut Enny, harga BBM justru memiliki dampak yang signifikan terhadap kebutuhan pokok.

“BBM punya dampak signifikan terhadap kebutuhan pokok,” katanya kepada wartawan, Jakarta, Kamis (1/1).

Ia menjelaskan bahwa distribusi merupakan hal yang penting dalam menetapkan harga. Sementara itu, distribusi sendiri tergantung pada transportasi darat yang menggunakan BBM.

“Harga kebutuhan pokok yang pertama memang ditentukan dari suplai demand, yang kedua itu distribusi,” jelasnya.

Meski andilnya cukup besar, Enny memperkirakan akan terjadi kekakuan harga. Sehingga, ketika harga BBM turun, tidak akan berpengaruh terhadap harga lainnya.

“Sudah berkali-kali terjadi. Ketika BBM naik, harga lain melonjak naik. Tapi kalau turun, harga itu sangat kaku,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Atasi Banjir, Yuddy Crisnandi Fasilitasi Gubernur Aher Ketemu Wapres JK

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi menyatakan mempunyai tanggungjawab moral terhadap permasalahan banjir di tanah kelahirannya, Bandung Selatan, Jawa Barat. 
Tanggungjawab itu pula yang mendasari Yuddy memfasilitasi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Kepala Balai Besar Sungai Wilayah Citarum Syaifuddin menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla, Selasa (30/12) lalu. 
Terlebih Presiden Joko Widodo, disampaikan dia juga meminta langsung agar segera dibuatkan roadmap penanggulangan banjir di Bandung Selatan. Menurutnya, penanganan banjir di Bandung Selatan membutuhkan tiga langkah besar, pertama dengan relokasi penduduk dari tempat yang menjadi mangkuk sumber banjir. 
Kedua, membangun waduk penyerapan air minimal seluas 5 hektar dan lakukan sodetan di anak-anak sungai yang menuju aliran sungai Citarum. Ketiga, melakukan perbaikan hulu seperti penghijauan hutan, pengembalian lahan-lahan hutan di sepanjang sungai, dan pengerukan panjang sampai muara hilirnya di sungai Cirata sekitar 300 kilo meter. 
“Biaya yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan dan pembangunan waduk sekitar Rp 150 miliar sampai Rp 200 miliar dan bisa diselesaikan dalam waktu 1 tahun. Namun secara komprehensif untuk biaya keseluruhan mencapai Rp 1,3 triliun dengan jangka waktu 3 tahun,” kata Yuddy kepada wartawan, Kamis (1/1). 
Wapres Jusuf Kalla, kata dia, pada prinsipnya setuju dan memerintahkan Menteri PUPera untuk mendukung sepenuhnya rencana tersebut. 
Namun ditekankan agar rencana itu disiapkan dengan matang, khususnya menyangkut pembiayaannya. 
“Saya sebagai pembantu Presiden yang berasal dari Jabar, walau pun ini bukan bidang saya tetapi saya mempunyai kewajiban moral untuk mengatasi masalah banjir yang ada di Bandung ini,” ucapnya. 
MenPAN sendiri sebelumnya telah meninjau lokasi banjir di Kecamatan Baleendah, Bandung, didampingi Gubernur Jabar Aher dan Wakil Bupati Bandung Deden R Rumaji.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain