14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39991

Salah Satu Korban AirAsia Berulangtahun Hari Ini

Jakarta, Aktual.co —  Seorang korban pesawat Air Asia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata pada Minggu (28/12) William Wijaya berulang tahun pada hari ini.

“Selamat ulang tahun ke-9 keponakanku tercinta di surga. Saya tahu, kamu dan keluargamu mempunyai pesta (perayaan) yang fantastis di sana bersama Tuhan. Saya akan selalu mengingat senyum manismu dan koleksi mobil-mobilanmu. Kami semua mencintai kalian,” demikian tulis paman korban, Adi Kwok Handojo, dalam Bahasa Inggris di akun Facebooknya, Kamis (1/1).

William Wijaya dan empat anggota keluarganya berangkat ke Singapura untuk liburan akhir tahun.

Empat anggota keluarga lainnya yakni kedua orang tuanya Eko Wijaya dan Susandhini Liman dan dua kakaknya Marilyn Wijaya dan Alfred Wijaya.

William Wijaya duduk di kelas tiga SD Bina Bangsa River Side Malang. Sementara, kedua kakaknya duduk di kelas VIII SMP dan X SMA di sekolah yang sama.

Sejumlah teman Adi di jejaring sosial itu memberikan komentar keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa keluarga tersebut.

Bagi Adi, kakaknya Eko Wijaya merupakan panutan. Eko membimbing Adi untuk mengenal Tuhannya secara lebih dekat. Hal itu tertuang dalam statusnya pada 30 Desember.

Adi juga menyebut Eko merupakan gurunya dan selalu berusaha melindunginya.

Ibu dari Eko Wijaya, Sumargasari, mengatakan Natal 2014 merupakan pertemuan terakhirnya dengan anaknya itu.

“Saya masih berharap anak saya dan keluarganya kembali ke Surabaya dengan selamat,” harap Sumargasari.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Bangkai Kapal Romawi Timur Kuno Ditemukan di Turki, Ini Hasil Penelitiannya

Jakarta, Aktual.co —  Sebuah harta luar biasa dari bangkai kapal kuno ditemukan di wilayah Turki, menjadi informasi terbaru tentang kapal itu sebenarnya, dimana kapal tersebut pernah dipakai berlayar pada seribu tahun yang lalu, di Kerajaan Romawi Timur (atau Bizantium, red).

Sejak tahun 2004, arkeolog dari Museum Arkeologi Istanbul telah menemukan 37 bangkai kapal selama penggalian di distrik Yenikapi, Istanbul, Turki tersebut. Sekarang, delapan dari bangkai kapal – kapal termasuk yang berasal dari abad ke-5 ke akhir abad ke-10 – telah dijelaskan dalam sebuah makalah yang baru.

“Tidak pernah ada sebelumnya seperti sejumlah jenis kapal besar terawat ditemukan di satu lokasi,” kata penulis studi tersebut, Profesor, Dr Cemal Pulak, dari Texas A & M University Institute of Nautical Archaeology, kepada The Huffington Post, dalam surat elektronik-nya, Kamis (01/01).

“Bahkan lebih menarik, adalah kenyataan bahwa kita sekarang dapat melacak bagaimana konstruksi kapal dan desain kapal berubah selama hampir setengah millennium,” katanya lagi.

Delapan bangkai kapal, termasuk enam kapal berbentuk bulat dan dua kapal berukuran panjang, (atau galley) Angkatan Laut. Kapal-kapal lain yang ditemukan di kawasan ini termasuk perahu kecil nelayan kecil hingga bentuk coaster menengah, dan kapal laut dagang yang sangat besar.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengamati secara hati-hati bagaimana kapal-kapal yang dibangun, yang menghubungkan setiap lubang paku dalam bingkai setiap kapal untuk lubang yang sesuai di papan tersebut.

“Secara teliti dan seksama, memakan waktu ketelitian pekerjaan seperti seorang detektif yang akhirnya mengungkapkan bagaimana kapal ini dirancang, dibangun, serta diubah, dibongkar, dan digunakan dari waktu ke waktu, ” kata Pulak.

“Dengan cara seperti itu kita mencoba untuk memahami pemikiran pembuat kapal dan desain dan konseptualisasi (visualitas), proses mereka dalam rangka untuk lebih memahami sejarah sains dan teknik,” urainya.

Apa tepatnya yang ditemukan para peneliti?

Dua metode yang berbeda yang dipakai untuk membangun kapal. Pertama, dengan metode tradisional serta bahan dasar kapal dari papan, bagaimana dibangun. Dan, metode modern, di mana kerangka kapal (atau frame, red) dibangun pertama.

Temuan menunjukkan bahwa pergeseran dari metode pertama dengan metode kerangka-pertama kali datang- antara abad  ke-5 dan abad ke-11, demikian Live Science melaporkan.

“Dengan kata lain, apa yang membuat Byzantium seorang pedagang maritim dan kekuatan Angkatan Laut yakni memanfaatkan dari berbagai jenis kapal yang berbeda dalam ukuran dan bentuk, dan berdasarkan kriteria desain yang berbeda seperti yang diperlukan untuk tugas dinas khusus mereka,” katanya lagi.

Studi tersebut dipublikasikan secara online pada 8 Desember 2014 dalam International Journal of Nautical Archaeology.

Artikel ini ditulis oleh:

Asik Makan-makan, Bayi Ini Tewas Kelaparan di Dalam Mobil

Jakarta, Aktual.co — Bayi baru berusia 22 hari bernama Betsey Kee Stephens ditemukan meninggal dengan kondisi tubuh terikat dalam mobil di central Florida. Bayi malang itu meninggal setelah ditinggal oleh kedua orang tuanya di dalam mobil.
Ruby Stephens (23 tahun) dan Roy Stephens (48 tahun), mereka adalah orang tua yang tega meninggalkan bayinya sendiri di dalam mobil sementara mereka makan-makan enak di restoran. Bayi malang tersebut diduga meninggal karena kelaparan. 
Mengetahui hal tersebut, orang tuanya Betsey sempat memanggil layanan darurat, namun sayang akhirnya Betsey meninggal di rumah sakit karena sudah terlanjur kritis.
Pasutri yang tega meninggalkan anaknya itu diketahui asik makan–makan di sebuah restoran mewah bernama Golden Corral Restaurant sampai akhirnya tragedi menyedihkan itu terjadi.
Dari hasil pemeriksaan medis kemudian diketahui bahwa kematian Betsey murni karena kelalaian orang tua sehingga mengakibatkan bayinya kelaparan. Hasil otopsi juga menemukan jika berat badan bayi tersebut turun drastis menjadi 2 kg, kehilangan 1,2 kg sejak kelahirannya. Kantor pemeriksa medis mencatat, berat badan normal untuk bayi usianya sekitar 3,6 kg.
Menurut laporan, bayi tersebut mengalami dehidrasi hebat dan tidak diberi makan selama enam sampai tujuh jam sebelum kematiannya.
Ruby Stephens awalnya mengatakan kepada polisi jika dia selalu menyusui bayinya setiap jam. Tapi setelah polisi mengungkapkan temuan otopsinya, akhirnya dia mengakui jika Betsey sama sekali belum makan (disusui) sepanjang hari selama dalam perjalanan. Menurut dia, lalu lintas yang padat membuatnya sulit untuk keluar dan menyusui bayinya.
Polisi lantas menetapkan keduanya sebagai tersangka karena lalai mengawasi bayinya sendiri dan didakwa atas kasus pembunuhan tingkat pertama.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Keluarga Korban AirAsia Apresiasi Kinerja Basarnas

Jakarta, Aktual.co — Keluarga korban penumpang AirAsia QZ8501 mengapresiasi kerja Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Indonesia yang berhasil menemukan puing pesawat dan sejumlah jasad pada hari ketiga pencarian.
“Saya mewakili keluarga korban menghargai kinerja Basarnas yang bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, yang sudah menemukan pesawat,” ujar Bambang Andreas, ayah Ratri Sri Indriyani, salah satu penumpang AirAsia, Kamis (1/1).
Menurut dia, kecepatan Tim SAR yang bekerja tanpa henti berusaha mencari puing pesawat tidak lepas dari koordinasi dan perhatian semua pihak, terutama pemerintah, mulai tingkat pusat sampai daerah.
“Saya sangat sedih kehilangan anak. Tapi harapan kami ke Tim SAR sangat besar sehingga jasad penumpang bisa dievakuasi,” katanya.
Kendati peluangnya kecil, lanjut dia, Bambang yakin anaknya masih bertahan hidup karena menganggap tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.
“Mukjizat dari Allah SWT bukan tidak mungkin dan saya masih yakin Ratri hidup. Tapi, kalau tidak sesuai harapan, kami ikhlas dan Tawaqal,” katanya.
Bambang yang tinggal di Rungkut Menanggal Harapan Surabaya mengaku terkejut dan tidak menyangka anaknya menjadi salah satu korban AirAsia yang melakukan perjalanan dari Surabaya ke Singapura.
Sebagai seorang pemandu wisata di salah satu “tour and travel” di Surabaya, Ratri membawa rombongan 24 orang dan keluarga tidak mendapat firasat apapun sebelum keberangkatan.
“Anak saya biasa berangkat ke luar kota maupun luar negeri karena pemandu wisata. Kami sangat kehilangan dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya,” kata Bambang.
Secara khusus, pihaknya juga mengapresiasi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mulai hari pertama hingga saat ini mendampingi keluarga penumpang, serta melakukan pendataan.
“Apa yang dilakukan Bu Risma sangat berharga bagi keluarga. Orang lain yang menyebut beliau hanya pencitraan itu tidak bijak. Kami keluarga korban sangat merasakan pentingnya langkah yang dilakukan beliau. Seharusnya pemkot/pemkab lain menirunya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Melebihi 5 Hari, Tim Dokter: Korban AirAsia Sulit Dicari

Jakarta, Aktual.co —  Tim dokter berharap semua penumpang korban AirAsia segera ditemukan karena jika kondisi jenazah korban AirAsia di dalam laut rusak dikhawatirkan akan tenggelam sehingga makin menyulitkan pencarian dan identifikasi.
“Jenazah itu kalau sudah lima hari itu biasanya akan mulai rusak di bagian perut sehingga dikhawatirkan akan membuat jenazah tenggelam dan makin sulit dicari,” kata Kapusdokkes Mabes Polri Brigjen Arthur Tampi, di RSUD Sultan Imanuddin, Kamis (1/1).
Kondisi jenazah korban pesawat AirAsia mulai sulit dikenali secara fisik karena mengalami pembengkakan dan kerusakan. Jenazah di laut biasanya akan mengalami pembusukan lanjut mulai hari kelima, sedangkan jenazah di sungai mengalami pembusukan lanjut mulai hari ketiga.
Perlakuan terhadap jenazah-jenazah tersebut yaitu bertujuan untuk memperlambat pembusukan. Selain itu, ada perlakuan untuk mengamankan organ seperti sidik jari dan gigi karena akan sangat dibutuhkan dalam pengidentifikasian nanti di Surabaya.
Disinggung soal jenazah ketujuh penumpang AirAsia yang dibawa ke RSUD Sultan Imanuddin, Arthur menyebutkan jenazah tersebut berjenis kelamin perempuan usia dewasa.
Dari identifikasi awal, jenazah mengenakan celana jins ikat pinggang coklat, sepatu kets, jam tangan kuning dan gelang karet. Sedangkan baju jenazah tersebut sudah terlepas.
Sejak Rabu (31/12) hingga Kamis, pukul 12.30 WIB siang, sudah ada tujuh jenazah yang dibawa ke RSUD Sultan Imanuddin. Kabarnya, tim gabungan kembali menemukan sejumlah jenazah di kawasan Gosong Aling, sekitar 10 mil dari Selat Karimata, tempat pesawat mengangkut 155 penumpang dan tujuh kru pesawat itu hilang kontak.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Tokoh Lintas Agama Doakan Korban QZ8501

Jakarta, Aktual.co — Perlakuan secara keagamaan dilakukan kepada seluruh jenazah penumpang korban pesawat AirAsia QZ 8501 yang dievakuasi ke RSUD Sultan Imanuddin.

“Kami mempersilahkan kepada tokoh agama Islam, Kristen dan lainnya yang ingin mendoakan sesuai dengan agama masing-masing. Jenazah yang dibawa ke sini kan umumnya belum teridentifikasi,” kata Direktur RSUD Sultan Imanuddin, dr Sayuti Syamsul di Pangkalan Bun, Kamis (1/1).

Sejak Rabu hingga Kamis pukul 13.00 WIB, sudah ada tujuh jenazah yang dibawa ke rumah sakit tersebut. Setelah dibersihkan dan dikemas untuk mengurangi percepatan pembusukan dan mau.

Seluruh jenazah yang dievakuasi rata-rata sudah dalam kondisi membusuk dan sulit ditemukan. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi khusus oleh tim dokter.

Salah seorang tokoh Kristen, Pendeta Sirdjon Palese mengatakan, pihaknya menyiapkan ada sepuluh pendeta yang bertugas bergantian setiap harinya untuk mendoakan jenazah yang dibawa ke rumah sakit tersebut.

Hampir semua perwakilan tokoh agama selalu hadir untuk mendoakan jenazah yang dibawa ke kamar jenazah rumah sakit tersebut. Rohaniawan mendoakan jenazah setelah tim dokter membersihkan dan mengemas jenazah untuk disiapkan diberangkatkan.

“Kami mendoakan dengan cara agama masing-masing, tanpa melihat apapun agama jenazah tersebut. Apalagi sebagian besar jenazah yang dibawa ke sini itu belum teridentifikasi,” kata Sirdjon Palese.

Para rohaniawan atau tokoh agama akan terus secara bergantian berada di rumah sakit karena diperkirakan masih banyak jenazah yang akan dievakuasi ke rumah sakit tersebut, sebelum diterbangkan ke Surabaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain