14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40002

Ahok: Jumlah Korban Kecelakaan Sama dengan Korban Bencana Lain

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengimbau warga yang hadir dalam Jakarta Night Festival (JNF) 2015, untuk tertib berlalu-lintas menyusul jumlah korban kecelakaan lalu-lintas sama besar dengan korban bencana lain.

“Jakarta kita tentu tidak seperti tahun lalu yang ada karnaval. Ada bencana longsor, ada kecelakaan AirAsia. Tapi yang lebih penting, di Jakarta orang meninggal karena kecelakaan lebih dari 800 orang,” kata Ahok di panggung utama JNF 2015 Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Rabu malam (31/12).

Ahok mengimbau warga untuk tertib berlalu-lintas, tertib hunian, dan buang sampah pada tempatnya untuk mencegah banjir di Ibukota.

“Mari kita doakan kepada mereka yang alami musibah agar diberi kekuatan,” katanya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjut Ahok, akan mulai menerapkan pelayanan baru kepada warga Ibu kota terkait masalah perizinan dan administrasi.

“Biarkan kami yang pusing untuk urusan surat. Selama ini saudara yang pusing, jadi biarkan kami yang pusing,” kata Ahok.

Ahok datang ke HI sekitar pukul 21.40 WIB dan didampingi Pangdam Jaya Mayjend TNI Agus Sutomo, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dan Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiagakan lebih dari 200 petugas kesehatan, lebih dari 30 mobil ambulan, dan dua pos besar di sepanjang jalan penyelenggaraan JNF 2015.

Puluhan personil dari Polda Metro Jaya juga tampak berpatroli di sekitar bundaran HI selain jalur evakuasi dari pagar besi di sekeliling kolam Bundaran HI.

Artikel ini ditulis oleh:

Gubernur Jateng Minta Perayaan Malam Tahun Baru Tak Berlebihan

Semarang, Aktual.co — Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menghimbau kepada seluruh Bupati/Wali Kota di wilayahnya, agar tak berlebihan merayakan malam pergantian tahun 2014/2015. Sebab, saat ini seluruh wilayah Indonesia tengah berduka atas peristiwa kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang pada Minggu (28/12) lalu.

“Kami minta agar masyarakat Jawa Tengah kiranya untuk berdoa bersama secara khusuk atas peristiwa kecelakaan pesawat tersebut. Disamping itu, pelaksanaan ketertiban dan keamanan malam tahun baru bisa berjalan baik,” terang dia saat memimpin apel keselamatan berlalu lintas tahun 2015 di Semarang, Rabu (31/12).

Ia menegaskan himbauan tidak bergembira ria pada malam tahun baru itu berdasarkan perintah Menteri Dalam Negeri. Hal itu mengingat banyak musibah bencana belakangan di negeri ini.

Kegiatan doa bersama tersebut di sela-sela kegiatan malam tahun baru di seluruh daerah. Himbauan itu sekaligus menjadi intruksi orang nomor satu Jawa Tengah kepada masyarakat dalam rangka keamanan, kenyamanan dan ketertiban pesta malam tahun baru.

Pihaknya pun mengapresiasi kepada tim pencari yang berhasil menemukan serpihan pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata.

“Saya begitu mengapresiasi Tim evakuasi yang dalam waktu dua hari sudah menemukan pesawat yang kabar beritanya sempat menggemparkan seluruh dunia,” pungkas Ganjar.

Artikel ini ditulis oleh:

Hujan Tandai Pergantian Tahun 2014/2015 di Bali

Denpasar, Aktual.co — Hujan menjadi pertanda pergantian tahun di Pulau Bali. Di Kuta, hujan turun menjelang detik-detik pergantian tahun. Kendati begitu, air yang turun dari langit tak membuyarkan ribuan wisatawan yang sejak tadi memadati areal Jalan Legian hingga Jalan Pantai Kuta.

Pesta pun tetap meriah. Dentuman musik menggema di mana-mana. Di areal Monumen Bom Bali, ribuan wisatawan tumpah ruah di jalan-jalan. Tak sedikit dari mereka yang berjoged ria di jalan raya.

Diandra wisatawan asal Kota Bogor mengaku antusias meski hujan rintik membasahi tanah Bali. Ia yang datang ke Bali bersama kekasihnya itu nampak semangat berjingkrak. Mengikuti dentuman musik. “Senang merayakan tahun baru di Bali,” kata perempuan berkulit putih itu, Rabu (31/12).

Sementara itu, Michael turis asal Australia sengaja pergi ke Bali khusus merayakan pergantian tahun. “Saya datang sendiri. Ingin merasakan pergan|tian tahun di Asia. Makanya saya datang ke Bali,” imbuhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kapal Pembawa Ratusan Imigran Berlabuh di Pelabuhan Italia

Jakarta, Aktual.co — Sebuah kapal kargo yang membawa 700 imigran gelap berlabuh di pelabuhan Gallipoli, Italia.
Berdasarkan laporan, diantara penumpang kapal merupakan warga Suriah dan Kurdi. Kapal The Blue Sky M tampak telah ditinggalkan para kru kapal.
Berdasarkan gambar foto yang diposting Palang Merah Italia menunjukkan bahwa orang-orang berkerumun di dek. Kru ambulans menunggui kapal yang berlabuh karena berdasarkan laporan yang belum terkonfirmasi, ratusan orang yang berada dalam kapal menderita radang dingin.
Seorang saksi mata, Gilberto Busti melihat ratusan orang, yang diperkirakan pengungsi, turun dari kapal.
“Saya melihat polisi dan palang merah mendirikan tenda. Kami tak dapat pastikan apakah ada yang meninggal dunia didalam (kapal), tetapi teman saya mengatakan bahwa ada sekitar empat sampai lima orang yang tewas,” kata dia, seperti dilansir dari BBC News.
Italia menghadapi gelombang migran besar-besaran, (imigran) kebanyakan berasal dari Timur Tengah dan Afrika, berangkat dengan menggunakan kapal menuju Eropa.
Oknum-oknum pedagang yang mengatur penyeberangan sering meninggalkan kapal di laut untuk menghindari penangkapan.

Artikel ini ditulis oleh:

Deddy Mizwar Ajak Warga Jabar Doa Bersama Untuk Korban Bencana

Jakarta, Aktual.co — Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengajak masyarakat setempat menggelar doa bersama untuk korban bencana alam maupun musibah pesawat jatuh saat perayaan malam pergantian Tahun Baru 2014-2015.

“Di tengah kegembiraan itu (Tahun Baru) sebaiknya diisi dengan rasa kepedulian pada saudara kita yang sedang mengalami musibah, misalnya dengan doa bersama,” kata Deddy di Bandung, Jawa Barat, Rabu (31/12).

Ia menuturkan bergembira saat malam pergantian tahun sulit dilarang, bahkan pihaknya tidak dapat melarang warganya merayakan Tahun Baru.

Namun, Deddy berharap dalam perayaan Tahun Baru ada kelompok masyarakat atau komunitas menggelar kegiatan yang bersifat menunjukan kepedulian sesama seperti menggalang dana untuk korban bencana alam.

Menurut dia, kegiatan peduli sosial itu selain dapat bergembira saat perayaan malam Tahun Baru juga dapat bermanfaat bagi warga yang dilanda musibah bencana alam.

“Dengan mengumpulkan dana kebencanaan, kan lebih bagus juga tuh, pokoknya dalam kegembiraan itu berikanlah sesuatu yang bermanfaat untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah,” katanya.

Selain itu, Deddy mengimbau warga agar melampiaskan kegembiraan saat malam Tahun Baru tidak berlebihan apalagi sampai mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Saya harap jangan berlebihan, atau sampai anarkis,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

MIUMI Serukan Warga Jakarta Tidak Lakukan Maksiat Rayakan Tahun Baru

Jakarta, Aktual.co — Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), menyerukan warga Jakarta tidak merayakan malam pergantian tahun 2014-2015 dengan kegiatan yang bernuansa maksiat dan hura-hura.

“Akhir-akhir ini bangsa Indonesia dirundung berbagai bencana dan musibah. Kepada seluruh elemen umat dan bangsa hendaknya mengambil hikmah dan ibrah dari berbagai musibah tersebut, serta melakukan muhasabah (evaluasi diri),” kata Ketua Umum MIUMI H Fahmi Salim di Jakarta, Rabu (31/12).

Berbagai musibah dan bencana alam terjadi menjelang tutup tahun 2014 mulai dari musibah longsor Banjaneraga, erupsi Gunung Gamalama, kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501, dan sebagainya. MIUMI menyampaikan takziah dan turut berbelasungkawa yang mendalam atas berbagai musibah tersebut.

Karena, katanya, setiap musibah yang menimpa ummat manusia tidak lepas dari siksa, peringatan, atau ujian kepada hamba-Nya.

Untuk itu MIUMI menyerukan kepada seluruh masyarakat DKI Jakarta untuk tidak merayakan tahun baru 2015 dengan berbagai kegiatan yang bernuansa maksiat dan hura-hura. Apalagi ditengah situasi bangsa yang tengah berduka cita.

Selain itu juga menyerukan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar membatalkan “Jaknight Festival” malam tahun baru sebagai bentuk empati terhadap korban bencana dan musibah yang melanda bangsa saat ini.

“Jika perayaan maksiat itu tetap diadakan maka jelaslah Pemprov DKI Jakarta telah ikut menari di atas penderitaan orang lain, egois dan permissiv,” ujar Fahmi Salim.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain