6 April 2026
Beranda blog Halaman 40005

Banjir Manado, 3.000 Warga Mengungsi

Jakarta, Aktual.co —Banjir setinggi 3,6 meter dan tanah longsor melanda Kota Manado, Sulawesi Utara, sejak Minggu (11/1) subuh. Akibatnya, sekitar 3.000 warga mengungsi. 
Wali Kota Manado, Vicky Lumentut mengatakan warganya yang mengungsi berasal dari daerah Paal Dua, Ternate Tanjung, Komo Luar, Dendengan Dalam, Sumompo, Bailang, Cempaka.
“Dan sebagian Wanea,” ujar dia, di Manado, Minggu (11/1).
Warga mengungsi di gedung-gedung sekolah, tempat ibadah, dan rumah saudara tak tersentuh banjir. 
Kata Vicky, bantuan berupa makanan siap saji sudah disalurkan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Manado selama tujuh hari ke depan. Dapur umum juga didirikan. 
Air disebutkan sudah naik sejak Sabtu (10/1) pukul 24.00 Wita. Hingga Minggu subuh pukul 04.00 Wita, ketinggian air sudah mencapai 3,6 meter.
Ditambahkan Vicky, pihaknya sudah berkoordinasi dan menginstruksikan seluruh camat, lurah sampai kepala lingkungan untuk bersama dengan BPBD dan Dinas Sosial mengarahkan warga mengungsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Ferry Mursyidan: Setifikat Tanah akan Dilengkapi Foto Pemilik

Jakarta, Aktual.co — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Ferry Mursyidan Baldan mewacanakan akan membuat peraturan baru pembuatan sertifikat tanah. “Sertifikat tanah terdapat pas foto pemilik sertifikat,” kata Ferry ketika melakukan kunjungan kerja di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (11/1).

Rencananya, program ini akan berlaku mulai tahun ini. “Sertifikat tanah seperti ijazah, ada foto pemiliknya,” katanya. Program yang saat ini disosialisasikan itu, kata dia, untuk mengantisipasi terjadinya sertifikat ganda yang sering dialami oleh masyarakat.

Selain untuk mempermudah melakukan inventarisasi. Rencananya, pemasangan foto akan mulai berlaku untuk pembuatan sertifikat baru. “Kalau berjalan lancar, sertifikat-sertifikat lama juga akan diperbaharui dengan pemasangan foto pemiliknya,” tuturnya.

Pemerintah Didesak Tetapkan HET LPG 3 Kg

Jakarta, Aktual.co — Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mendesak pemerintah melalui Kementerian ESDM menetapkan harga eceran tertinggi (HET) gas bersubsidi atau gas tabung tiga kilogram. “Harga tertinggi itu berlaku secara nasional,” kata Sofyano Zakaria saat dihubungi di Jakarta, Minggu (11/1).

Ia meminta Menteri ESDM sebaiknya menerbitkan kembali Peraturan Menteri ESDM terkait distribusi dan penggunaan gas bersubsidi tabung tiga kilogram termasuk besaran HET yang harusnya berlaku sama di seluruh pelosok negeri. Karena menurut Sofyano, pelaksanaan distribusi tertutup terhadap gas tabung tiga kilogram sebagaimana diatur dengan Peraturan Bersama Mendagri No. 17/2011 dan Menteri ESDM No. 5/2011, hanya merupakan gagasan dan pemikiran yang bagus di atas kertas saja. “Namun nyaris ‘mandul’ untuk dilaksanakan,” katanya.

Distribusi tertutup hanya bisa dilaksanakan apabila penyalur gas tabung tiga kilogram terbilang sedikit jumlahnya. Misalnya pada penyaluran BBM bersubsidi oleh SPBU-SPBU yang jumlahnya sekitar 5.300 SPBU. Saat ini, pemerintah harus mengawasi distribusi tertutup dengan jumlah agen sekitar 7.000, dan dengan jumlah pangkalan gas sekitar 150.000 pangkalan.

Ditambah lagi dengan sekitar 750.000 pengecer yang tersebar di seluruh Indonesia. “Saya yakin program distribusi tertutup yang ditetapkan pemerintah mustahil bisa terwujud,” kata Sofyano. Ia pesimis pemerintah daerah sebagai pihak yang ditugaskan melakukan pengawasan penyaluran gas subsidi, dan pembinaan terhadap agen dan pangkalan gas, dapat melaksanakan tugas itu.

Sisi Gelap Istana, Mega Ingatkan Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum PDI Perjuangan (PDI-P) Megawati Sukarnoputri membeberkan wejangannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum resmi dilantik menjadi Presiden Ke-7 Republik Indonesia. Mega berpesan kepada Jokowi agar memahami makna kekuasaan tidak hanya dari sisi megah dan gemerlapnya saja.

“Sebelum, Jokowi ini dilantik sebagai Presiden, saya secara khusus mengingatkan, agar jangan melihat istana dari sisi megahnya, dari sisi terangnya saja. Tetapi lihatlah juga sisi gelapnya, kenalilah sisi gelap itu,” kata Mega, dalam dalam pidato politiknya menyambut HUT Ke-42 PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (10/1).

Mega yang juga Presiden Ke-5 RI juga meminta Jokowi berani mengorbankan daya, harta dan pemikiran demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Terlebih mengingat Jokowi ialah sosok pemimpin yang cukup instan, Mega menuntut penerusnya banyak berkorban dan membuktikan bahwa ia mencintai rakyatnya. “Di situlah jati diri dan karakter seorang pemimpin diuji. Dengan demikian menjadi seorang pemimpin memang berproses. Pemimpin lahir melalui gemblengan dan ujian sejarah,” ujar Mega.

Usai sukses menggolkan Jokowi meraih posisi RI-1, Mega makin yakin kader partainya itu mampu menjadi pemimpin yang merakyat, mengamalkan amanat Trisakti dan Pancasila. Secara khusus, putri Bung Karno mengapresiasi gagasan Revolusi Mental yang digulirkan Jokowi. “Coba bayangkan, jika negeri ini dipimpin oleh orang yang kosong jiwanya, maka negeri ini akan hancur, dan terombang-ambing dalam ketidakpastian,” ucap Mega lantang.

Kebutuhan Gas Industri Dipenuhi PGN

Jakarta, Aktual.co — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mulai mengalirkan gas bumi ke sejumlah industri di wilayah Lampung. Hal ini, merupakan realisasi dari penandatanganan kontrak Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PGN dengan 14 industri besar di Lampung pada pertengahan tahun 2014.

Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup mengatakan, penyaluran gas bumi kepada sektor industri di Lampung sebagai bentuk dari komitmen PGN untuk terus meningkatkan penggunaan energi non Bahan Bakar Minyak (BBM). Diharapkan, penggunaan gas bumi ini mampu memperkuat daya saing industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Lampung dan sekitarnya. “PGN akan terus mendukung optimalisasi penggunaan gas bumi melalui pembangunan infrastruktur dan distribusi gas bumi,” kata Heri dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (11/1).

Menurutnya, sejumlah industri besar yang akan menggunakan gas dari FSRU Lampung yaitu PT Coca Cola Amatil Indonesia, PT Garuda Food Putra Prima, PT Nestle Indonesia, Novotel Lampung, PT Bumi Menara Internusa, PT Tunas Baru Lampung, PT Gizi Utama, PT Japfa Comfeed, PT Philips Seafood, Hotel Sahid Bandar Lampung, PT LDC Indonesia, PT Aman Jaya Perdana, Hotel Aston Lampung, dan Golden Dragon. “Pada Januari ini ada 3 industri yang sudah teraliri yaitu Coca Cola, Nestle dan Philips Seafod. Lainnya akan menyusul segera,” ucapnya.

Pengaliran gas ke sektor industri tersebut, kata Heri, sejalan dengan rampungnya pembangunan pipa distribusi PGN dari Labuan Maringgai ke Tanjung Panjang, Lampung sejauh lebih dari 90 km di akhir 2014. Selain membangun jaringan pipa yang berukuran sangat variatif mulai 4 inchi – 16 inchi, PGN juga membangun 2 stasiun penerima gas (offtake station) yaitu Sutami dan Sekampung Udik, untuk mengatur aliran dan tekanan gas ke pelanggan. Tercatat, saat ini total gas bumi yang dialirkan ke sektor industri di Lampung mencapai sekitar 1,01 BBTUD.

Kotak Hitam AirAsia QZ8501 Masih Belum Ditemukan

Jakarta, Aktual.co —Terkendala gelombang, arus bawah laut dan terbatasnya jarak pandang, usaha pencarian kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501 oleh tim penyelam hari ini belum membuahkan hasil.
Diakui Direktur Operasionar Basarnas, Marsma TNI SB Supriyadi, beberapa kapal yakni KN Jadayat, Kapal MGS GeoSurvey, Kapal Baruna Jaya I dan Kapal Java Imperia memang menerima sinyal ‘ping’. Sinyal yang diterima Sabtu (10/1), diduga kuat berasal dari kotak hitam pesawat nahas itu. 
Namun tim penyelam dari patroli maritim yang diturunkan jam 12.00Wib dalam dua gelombang dan dilengkapi alat side scan sonar, tetap belum berhasil temukan kotak hitam. Pencarian mereka hingga kedalaman 30 meter, tetap nihil lantaran terhalang buruknya kondisi dalam air. “Jarak pandang satu meter. Meraba-raba nggak ketemu yang selama ini kita pikir ‘ping’ jarak satu kilometer,” ujar Supriyadi, di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, Minggu (11/1).
Tak berbeda dengan di bawah air, di permukaan pun kondisinya tak lebih baik. Gelombang tinggi terjadi hingga mencapai tiga meter.
Akhirnya, setelah satu jam upaya pencarian, pukul 13.00 WIB penyelaman dihentikan. “Karena gelombang tinggi dan arus 5-8 knot,” kata Supriyadi. Kondisi gelombang, diakuinya menyulitkan penumpang untuk melakukan manuver.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain