2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40042

Ulang Tahun ke 11, KPK Gelar Sunat Masal Hingga Pamer Prestasi

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (29/12) genap menginjak usia ke 11 tahun, untuk memeriahkannya dipamerkan prestasi dan percapaian KPK dari tahun 2003 hingga 2014.
Media untuk memajang perjalanan KPK dari tahun ke tahun itu berupa dinding sepanjang 15 meter dan tinggi tiga meter dengan latar belakang berwarna merah, didirikan di teras Gedung KPK, Kuningan Jakarta Selatan.
Dinding tersebut dibagi menjadi lima bagian, yang terdiri dari tiga dinding merekam tiga periode KPK dipimpin oleh komisioner yang berbeda sementara dua dinding lainnya menampilkan sejarah berdirinya KPK dan prestasi KPK tahun 2014.
Dinding pertama menampilkan sejarah cikal bakal berdirinya lembaga antirasuah itu dimulai tahun 1957 hingga 2003 dimana pada masa itu dibagi menjadi tiga bagian yakni orde lama, orde baru dan orde reformasi.
Berurutan dinding berikutnya menampilkan susunan pimpinan KPK dari waktu ke waktu sejak kepemimpinan Taufiequrachman Ruki hingga era Abraham Samad.
Selain itu, KPK juga menyelenggarakan acara khitanan masal bagi anak-anak pegawai di lingkungan KPK dan juga warga sekitar.
Rencananya pada sore hari, pukul 16.00 WIB pimpinan KPK akan menggelar conference pers untuk membeberkan kinerjanya selama tahun 2014 di Ruang Auditorium, Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pengamat Heran Pemprov DKI Gemar ‘Ngaspal’ Jalan di Musim Hujan

Jakarta, Aktual.co —’Kebiasaan’ Pemprov DKI Jakarta melakukan perbaikan jalan dan pembangunan infrastruktur di akhir tahun, mengundang tanya dari pengamat perkotaan Darmaningtyas. 
Seperti proses pengaspalan misalnya. Padahal di akhir tahun biasanya memasuki musim penghujan.
“Sedangkan yang namanya aspal itu kan musuhnya air. Bisa cepat rusak pengaspalan jika dilakukan berbarengan dengan musim hujan,” kata Darmaningtyas, saat dihubungi Aktual.co, Senin (29/12).
Selain persoalan waktu pengerjaan proyek yang tidak tepat, masalah menurutnya juga ada di dranaise yang tidak efektif. Di mana akibat penebalan jalan yang dilakukan terus menerus, membuat lebar saluran air juga jadi menyempit. 
Selain itu, tinggi drainase juga harus lebih rendah dari tinggi jalan. Sehingga air yang disalurkan dari dranaise ke sungai lancar dan tidak menggenangi jalan. 
Keluhan mengenai banyaknya proyek di DKI Jakarta, seperti pembuatan jalan atau saluran air yang dikerjakan di akhir tahun, banyak menuai keluhan dari warga. Selain dianggap hanya demi menghabiskan anggaran, proyek dikerjakan saat musim hujan juga dianggap bikin semrawut.
Namun Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) punya alasan mengapa proyek-proyek banyak dikerjakan di akhir tahun. Kata dia, hal itu justru disebabkan oleh lambannya proses pembelanjaan anggaran. Akibatnya pengerjaan proyek jadi ikut lamban. 
Dinas Pekerjaan Umum, kata Ahok, belum bisa melakukan belanja negara di awal tahun, dikarenakan harus melelang tender. Sedangkan proses tender bisa berlangsung enam hingga tujuh bulan.
“Proyek perbaikan jalan dan saluran air Juni atau Juli baru pengumuman, belum mulai bekerja. Jadi baru bisa mulai kerja akhir tahun,” ujar dia, di Jakarta, Senin (15/12).
Karena itu, Ahok menganjurkan proses tender diganti dengan pembelian produk barang atau jasa dari perusahaan yang ada dalam katalog elektronik atau e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
“Perusahaan hotmix (teknik pengaspalan permukaan jalan) ada banyak kok di Jakarta, ada di e-katalog,” ujar Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur ini pun tengah menggencarkan pemerintahan agar melakukan belanja negara melalui LKPP. Ada beberapa keuntungan dengan belanja lewat LKPP. 
Seperti proses belanja yang lebih cepat dari lelang tender dan menghindari tindak kecurangan dalam pengadaan harga barang atau jasa.

Artikel ini ditulis oleh:

Konversi BBM ke BBG, Indonesia Harus Contoh Negeri Gajah Putih

Jakarta, Aktual.co — Ketua Asosiasi Perusahaan Compressed Natural Gas Indonesia (APCNGI), Robbi R. Sukardi mengatakan bahwa sudah selayaknya Indonesia mencontoh negara tetangga yakni Thailand yang sukses melakukan konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG).
“Selayaknya Negeri Gajah Putih tersebut menjadi contoh bagi Indonesia agar bisa mewujudkan upaya dalam melakukan konversi BBM ke BBG,” kata Robbi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, ditulis Senin (29/12).
Menurutnya, Indonesia sendiri masih belum mampu bersaing dengan negara Asia lainnya dalam hal konversi BBM ke BBG.
“Indonesia bisa dibilang tertinggal dalam upaya konversi BBM ke BBG dibanding sejumlah negara tetangga seperti Singapura, Malaysia bahkan Filipina,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan Thailand mengalihkan konsumsi bahan bakar kendaraanya dari BBM ke BBG, karena didorong dengan banyaknya infrastruktur SPBG. Sehingga tidak menyulitkan masyarakatnya untuk beralih ke BBG.
“Di Thailand itu ada 500 lebih SPBG, kita baru ada di Jakarta, Palembang, Surabaya dan Kalimantan, itu pun jumlah totalnya nggak sampai 50, akibatnya orang nggak mau ngelirik mobil BBG, walaupun harga bahan bakarnya lebih murah (Rp 3.100/setara liter), dan lebih bersih,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kapal Malaysia dan Singapura Bantu Cari Pesawat AirAsia QZ8501

Jakarta, Aktual.co — Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara wilayah III Dirjen Perhubungan Jatim, Jateng, DIY, dan Kalsel, M Praminto Hadi Sukarno mengatakan bahwa pencarian pesawat AirAsia QZ8501 dibantu oleh kapal Malaysia dan Singapura.
“Ada tiga kapal Malaysia dan dua dari singapura,” kata dia, Senin (29/12).
Pencarian dilakukan dengan melibatkan banyak kapal dan pesawat yang dikerahkan Tim SAR. Pencarian dilakukan di titik yang diperkirakan yaitu sekitar Bangka-Belitung, teluk Kumai, dan daerah lain.
Tim pencarian saat ini sudah 45 persen di wilayah Teluk Kumai dan sekitarnya, dan tim bekerjasama dengan saling berkomunikasi di masing-masing koordinat.

Artikel ini ditulis oleh:

Mau Perluas Pelarangan Motor, Pemprov Diminta Benahi Angkutan Umum

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana memperluas kawasan pelarangan sepeda motor melintasi jalan protokol di Jakarta.
Rencana itu menuai komentar pengamat transportasi, Azas Tigor Nainggolan. Menurutnya sebelum larangan diperluas wilayahnya, harusnya ditinjau dulu kesiapan ketersediaan angkutan umum. 
“Saya setuju dengan pengendalian ruang gerak kendaraan pribadi, tapi jangan coba-coba dong sementara angkutan umum sebagai alternatif belum siap,” kata Azas kepada Aktual.co, Senin (29/12).
Dengan belum adanya kepastian mengenai kesiapan angkutan umum, Tigor mendapat kesan Pemprov seperti lakukan pendekatan setengah-setengah dalam memberlakukan peraturan.
“Karena untuk kebijakan revitalisasi angkutan umum saja nggak ada,” ungkapnya.
Pemprov DKI, menurutnya juga harus benar-benar menerapkan dasar hukum pelarangan itu. Sehingga jelas untuk sanksinya.
Sebelumnya, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Benjamin Bukit mengatakan akan mengembangkan pelarangan jalur motor. Sehingga nantinya semua jalan protokol akan steril dari sepeda motor. 
Namun perluasan dilakukan bila uji coba selama sebulan yang sudah dimulai sejak 17 Desember dianggap berhasil. Nantinya akan dievaluasi untuk menentukan berhasil atau tidaknya pelarangan motor menekan kemacetan.

Artikel ini ditulis oleh:

Melawan Lupa, Tanggal 29 Desember: Jurnalis Ersa Siregar Gugur di Aceh

Jakarta, Aktual.co — Tepat sudah 11 tahun meninggalnya seorang Jurnalis bernama Ersa Siregar yang gugur dalam tugasnya di kota Aceh pada tanggal 29 Desember 2013. Sebelumnya, pada 1 Juli 2003, Ersa dan juru kamera Ferry Santoro dilaporkan hilang di Kuala Langsa, Aceh Timur.

Pada 5 Juli, mobil Kijang yang dipakai Ersa, dan kawan-kawan, ditemukan di Langsa, Aceh Timur, yang dikenal sebagai basis GAM. Dan pada tanggal 29 Desember 2003 lalu, pria  kelahiran Brastagi, 4 Desember 1951 tersebut ditemukan tewas pasca kontak senjata antara pasukan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) dengan pasukan TNI Yonif Marinir VI, di sungai Malehen, Simpang Ulim, Aceh Timur, sekitar pukul 12.30 WIB.

Ersa tewas akibat dua tembakan di tubuhnya, yakni di leher yang tembus hingga ke tangan kanan dan dada yang tembus ke punggung. Sebelumnya, pria yang berstatus pegawai RCTI sejak 18 Agustus 1993 tersebut menjadi sandera GAM sejak 29 Juni 2003, bersama kameramen RCTI Ferry Santoro dan sopir RCTI Rahmatsyah. Namun keduanya berhasil diamankan TNI.

Meninggalnya Ersa saat itu melengkapi masa suram kebebasan pers di Indonesia, yang masih dihadapkan serangkaian kasus gugatan terhadap institusi penerbitan pers beserta aksi-aksi premanisme yang masih sering terjadi hingga saat ini.

Medan perang memang menjadi pilihan yang sulit, bagi seorang jurnalis untuk meliputnya. Saat berada di medan perang, seorang jurnalis harus berpikir bagaimana menyelamatkan dirinya. Lantaran tak ada yang memberikan jaminan, pihak-pihak yang bertikai akan mentaati konvensi internasional tentang perlindungan Jurnalis saat melakukan peliputan perang.

Namun, bagi seorang Jurnalis sejati seperti Ersa Siregar, hal tersebut bukanlah menjadi halangan untuknya mendapatkan informasi-informasi yang akan disajikan ke publik.

Dengan keberanian tersebut, Ersa pun bisa membangun akses ke kedua belah pihak yang bertikai. Hingga pada akhirnya risiko terburuk pun harus dihadapinya. Kepergian Ersa mungkin akan menjadi pengorbanan tertinggi dalam profesi sebagai Jurnalis, yakni meninggal saat menjalankan tugas jurnalistik.

Mengenai Ersa Siregar, sebelumnya ia pernah di TVRI dan pernah menjadi pembaca berita di Dunia Dalam Berita antara tahun 1978 sampai dengan tahun 1993, Ersa juga pernah berkarier di PT. Fesda, PT. Satmarindo, Majalah Suasana dan Majalah Keluarga.

Di RCTI, Ersa mengawali kariernya sebagai penerjemah/produser, lalu berubah menjadi koordinator daerah, lantas koordinator liputan (korlip) pariwisata, lifestyle dan entertainment, Koordinator Bidang Hukum dan Kriminal kota, dan mulai 16 November 2001 hingga tewas tertembak, posisinya adalah sebagai Koordinator Liputan.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain