2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40048

Ini 7 Resep Hidangan Atasi Asam Lambung

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Malam tahun baru dan liburan akhir tahun bersama keluarga dan teman-teman pasti tak ingin Anda lewatkan. Terutama jika ada hidangan kudapan yang menerbitkan air liur Anda.

Sehingga meski Anda sensitif terhadap makanan tertentu atau dilarang menyantap makanan pedas, Anda tak perlu khawatir.

Mengapa? Karena penyakit sensitif makanan begitu yang lazim dikenal sebagai “GERD” Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau ‘acid reflux’ banyak dialami orang di seluruh dunia.

GERD terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan sehingga menyebabkan ketidaknyamanan. GERD disebabkan karena otot-otot esophageal sphincter bagian bawah tidak berfungsi normal. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh asupan dan kebiasaan makan seseorang.

Makan makanan pedas, gorengan, makan berat di malam hari, segera berbaring atau membungkuk setelah makan bisa memicu GERD.

Di sisi lain, merokok, konsumsi alkohol, obesitas juga disebut sebagai penyebab utama kondisi ini.

GERD juga umum terjadi pada wanita hamil karena terjadinya peningkatan ukuran rahim dan berat badan sehingga memberi tekanan pada perut. Perubahan hormon dalam tubuh juga dapat menyebabkan GERD.

Maka dari itu, inilah tips obatan buatan rumah yang lebih efektif:

1. Lemon Juice Dan Air Hangat:
Saat Anda terbangun, minumlah segelas air hangat dan jus lemon saat perut dalam keadaan kosong dan tidak memakan apapun selama 20 menit. Ini akan membantu tubuh untuk menyeimbangkan tingkat asam. Hal ini aman dan bertindak sebagai pencernaan yang baik.

2. Pisang Mengurangi Keasaman:
Pisang memiliki kandungan serat yang tinggi, membantu proses pencernaan dan dengan demikian mengurangi keasaman. Selain itu, diperkaya dengan kandungan kalium dengan nilai pH yang tinggi dan nilai kurang asam. Memiliki komponen penting yang merangsang lapisan perut untuk meningkatkan produksi lendir. Jika Anda menderita refluks asam, makan pisang yang masak untuk hasil yang cepat.

3. Susu Dingin
Susu dingin mengandung kandungan kalsium lebih yang mencegah keasaman. Dan jangan tambahkan gula saat meminumnya.

4. Apple Cider Vinegar:
Cuka sari apel banyak digunakan sebagai obat rumah untuk keasaman. Anda dapat menambahkannya untuk menghangatkan air. Anda bisa mencampurnya dengan teh sebelum meminumnya.

5. Aloe Vera:
Aloe Vera memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu dalam memberikan sensasi menenangkan esofagus dan lambung. Ini membawa bantuan dari keasaman. Ambil ¼ cangkir jus lidah buaya sekitar setengah jam sebelum makan. Selama konsumsi jus lidah buaya bermanfaat sebagai pencahar. Oleh karena itu pastikan untuk mengambil dalam jumlah yang tepat.

6. Mengurangi Berat Badan
Obesitas menyebabkan banyak masalah pencernaan termasuk keasaman. Mengurangi berat badan Anda, dan Anda akan mendapatkan bantuan dari keasaman.

7. Permen Karet:
Permen karet dikatakan obat yang baik untuk refluks asam menurut penelitian baru-baru ini. Air liur yang diproduksi dengan mengunyah permen karet membantu untuk membasuh asam di dalam usus. Permen kayu manis juga dapat memberikan bantuan dari keasaman. Perment karet rasa Mint harus dihindari karena meningkatkan keasaman.

dikutip dari stylecraze, Senin (29/12)

Artikel ini ditulis oleh:

Daftar Nama 155 Penumpang QZ8501 AirAsia, Berikut Nomer Kontak

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —   Pesawat Airbus A320-200 milik AirAsia yang raib  dalam penerbangan dari Surabaya ke Singapura Minggu pagi (28/12/2014), masih belum terlacak hingga Senin dini hari. QZ8501 yang terbang dari Bandara Internasional Juanda pukul 05.20 WIB seharusnya tiba di Bandara Internasional Changi pukul 08.30 WIB, namun hilang kontak pukul 06.17 WIB.
 
Dari data 155 penumpang QZ8501 ini tercatat 68 orang wanita dan 70 laki-laki. Termasuk 16 anak-anak dan 1 bayi. Penumpang terbanyak warga negara Indonesia, terutama asal Malang, Jawa Timur. Selebihnya, 1 Singapura, 1 Perancis, 1 Malaysia, dan 3 Korea Selatan. Total barang bawaan yang diangkut mencapai 1.305 kilogram.

Bagi keluarga yang ingin mencari informasi dapat menghubungi call center posko Surabaya 031-8690945, call center Jakarta 021-55912648, dan emergency call center untuk Indonesia AirAsia di Jakarta 021-29270811.

Berikut daftar nama penumpang AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura:

1. Choi, Zoe Man Suen
2. Choi, Chi Man
3. Sia, Soetikno
4. Yuanita, Jou Christine
5. Yongki, Jou
6. Lee, Kyung Hwa
7. Go, Feilensia Sularmo
8. Youvita, Elisabeth
9. Youvito, Brian
10. Fei Joe Jeng
11. Anggraini, Monica
12. Park Seongbeom
Infant: Park Yuna
13. Alain Oktavianus Siauw
14. Angelina Ong
15. Febriantus Edward
16. Haripin, Sukiatna
17. Noventus, Andrian
18. Oktavianus, Denny
19. Soetjipto, Kevin Alexander
20. Soetjipto, Rudy
21. Soetjipto, Cindy Clarissa
22. Anggara, Lindawati
23. Abraham, Viona Florensia
24. Wuntarjo, Natalina
25. Wijaya, William
26. Wijaya, Alfred
27. Wijaya, Marilyn
28. Widjaja, Eko
29. Liman, Susandhini
30. Indri, Jo
31. Hutama, Christanto Leoma
32. Yani, Indri
33. Santoso, Fandi
34. Djomi Martinus
35. Ratna Sari, Ria
36. Djomi Kaylee C
37. Wijaya Kwee, Indar Prasetyo
38. Wijaya, Bob Hartanto
39. Puspitasari, Ruth Natalia M
40. Widodo, Florentina Maria
41. Gunawan, Jie Stevie
42. Gunawan, Jie Charly
43. Gunawan, Kayla Audrey
44. Gunawan, Kenneth Matthew
45. Ho, Juliana
46. Gunawan, David
47. Thejakusuma, The Meiji
48. Andriani, Ratri Si
49. Giovanni, Nico
50. Sentoso, Samuel Joyo
51. Darmaji, The
52. Sukianto, Kartika Dewi
53. Jauw, Monita Wahyuni
54. Sebastian, Yonathan
55. Muttaqin, Abdullah
56. Wicaksana, Bhima Aly
57. Jessica, Jessica
58. Kho, Vera Chandra
59. Susiyah, Susiyah
60. Astutik, Yuni
61. Yuni, Indah
62. Gani, Susilo
63. Suryaatmadja, Hanny
64. Biantoro, Djarot
65. Emmanuel, Angeline Esther
66. Fernando, Adrian
67. Sari, Lia
68. Ranuwidjojo, Mulyahadikusum
69. Ernawati, Ernawati
70. Biantoro, Kevin
71. Yulianto, Albertus Eka Sury
72. Yulianto, Stephanie
73. Andrijany, Vincencia Sri
74. Yulianto, Indra
75. Liem, Fransisca Lanny Winat
76. Oei, Jimmy Sentosa Winata
77. Harja Subagio, Prawira
78. Chandra, Gani
79. Winata, Boby Hartanto
80. Widodo, Nanang Priyo
81. Winata, Inggrid Jessica
82. Ardhi, Reggy
83. Gunawan Syawal, Hendra
84. Hartono, David
85. Ardhi, Jayden Cruz
86. Claudia Ardhi, Marianne
87. Clemency Ardhi, Michelle
88. Harwon Lioe, Caroline
89. Sidartha, Gusti Made Bobi
90. Nurwatie, Donna Indah
91. Permata, Gusti Atu Putriyan
92. Putri, Gusti Ayu Made Keish
93. Widjaja, Djoko Satryo Tanoe
94. Sii, Chung Huei
95. Wahyuni, Eny
96. Widjaja, Andreas
97. Linaksita, Grayson Herbert
98. Linaksita, Kathleen Fulvia
99. Megawati, Megawati
100. Linaksita, Tony
101. Kristiyono, Kristiyono
102. Sulastri, Sulastri
103. Krisputra, Sesha Aldi
104. Krisputri, Felicia Sabrina
105. Gunawan, Jie Steven
106. Ligo, Ekawati
107. Suseno, Djoko
108. Hamid, Hayati Lutfiah
109. Rai, Soemamik Saeran
110. Suseno, Naura Kanita Rosada
111. Su Bundi
112. Ang, Steven Michael
113. Kusumo, Wirantono
114. Kusuma, Nelson
115. Widyawati, Anna
116. Gunawan, Jie Stephanie
117. Soewono, Yenni
118. Ang, Sharon Michelle
119. Poo, Andri Wijaya
120. Merry, Merry
121. Tanus, Hermanto
122. Liangsih, Indahju
123. Giovanni, Justin
124. Limantara, Juanita
125. Lim, Yan Koen
126. Halim Hindarto
127. Linggarwati, Sri
128. Santoso, Karina
129. Josal, Shiane
130. Pornomo, Ferny Yufina
131. Pornomo, Christien Aulia
132. Octavani, Lanny
133. Diani, Inda
134. Santoso, Nikolas Theo
135. Theodoros, Hendra
136. Theodoros, Raynaldi
137. Theodoros, Wiynoya
138. Aurelia, Thirza
139. Jong, Ang Mie
140. Soetanto, Lina
141. Evientri Wahab, Musaba
142. Romlah, Siti
143. Ann Santiogo, Jasmine Rose
144. Utomo, Soesilo
145. Usin, Suriani
146. Soesilo, Elbert
147. Sholeh Marwin
148. Handayani, Finna
149. Handoyo, Rony
150. Kho, Kosuma Chandra
151. Ong, Sherlly
152. Soetanto, Aris
153. Anggreni, Linda
154. Wen, Oktaria
155, Infant: Park Yuna

Bersama ke-155 penumpang itu, tercatat ada 2 pilot, 4 pramugari, dan 1 teknisi pesawat. Yaitu Kapten Iriyanto dan Remi Emmanuel Plesel, bersama awak kabin, Wanti Setiawati, Khairunisa Haidar Fauzi, Oscar Desano, Wismoyo Ari Prambudi, serta teknisi Saiful Rakhmad.

Data manifest keberangkatan pesawat yang dirilis Dephub.go.id, Minggu (28/12/2014), mencatat semula ada 177 orang dan 4 bayi calon penumpang. Namun saat tinggal landas pagi tadi, hanya 155 orang yang confirm berangkat. Sisanya 23 berikut 3 bayi batal ikut penerbangan, akibat terlambat check ini dan berbagai alasan lain.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto mengatakan, TNI AU telah mengirim pesawat pengintai Boeing 737 surveillance untuk mencari pesawat yang raib ini.

Artikel ini ditulis oleh:

NEO-LIBERALISME RINTANGAN BAGI NASIONALISME

Jakarta, Aktual.co —  SepertI sistem pemerintahan dan politik lain, sebuah sistem ekonomi kemasyarakatan senantiasa didasarkan atas pemikiran atau dasar falsafah tertentu. Demikian neo-liberalisme yang sering diperdebatkan selama beberapa tahun terakhir ini dan dipandang menggerogoti dasar-dasar falsafah bangsa kita Pancasila serta sistem sosial, politik, ekonomi dan pemerintahan dicita-citakan Mukadimah UUD 45 dan batang tubuhnya.

Oleh sebab itu neo-liberalisme tidak hanya bisa diperdebatkan hanya dalam lingkup ilmu ekonomi, tetapi juga dari perspektif sejarah pemikiran filsafat.

Sebagai aliran pemikiran kemasyarakatan, neo-liberalisme sering dikaitkan dengan sistem ekonomi pasar bebas dan berakar dari perpaduan pemikiran sosial, politik dan ekonomi, serta anthropologi falsafah seperti liberalisme, utilitarianisme, individualisme, materialisme, kapitalisme, hedonisme, dan lain sebagainya.

Yang kedua lahir dari paham seperti altruisme, kolektivisme, dan sosialisme, baik sosialisme bercorak secular maupun keagamaan.

Liberalisme dan Neo-Liberalisme

Istilah neo-liberalisme sebenarnya telah lama diperkenalkan di Indonesia, yaitu oleh Mohammad Hatta dalam bukunya Ekonomi Terpimpin (1959). Sebutan ini merujuk kepada pemikiran tiga filosof ekonomi terkemuka pasca-Perang Dunia II – Walter Euchen, Friedrich von Hayek, dan Wilhelm Ropke.

Mereka menuntut adanya peraturan yang menjamin lancarnya persaingan bebas dapalm kehidupan ekonomi seperti ketetapan nilai mata uang, adanya pasar terbuka di banyak negara, pemilikan swasta atas sarana produksi, kebebasan membuat perjanjian yang tepat mengenai tanggung jawab perusahaan dan politik perekonomian sesuai.

Secara umum paham ini lahir dari rahim aliran filsafat liberalisme atau paham serba bebas. Pencetusnya dua filosof Inggeris abad ke-17 M, Thomas Hobbes dan John Locke. Aliran ini berkembang pesat pada abad ke-18 M. Menurut dua filosof ini dalam kodratnya manusia bukanlah mahluk altruistik atau cinta kepada masyarakat. Karena itu cenderung pula tidak kooperatif atau bekerja sama dengan sesama anggota masyarakat. Bawaan manusia sebagai hewan berakal (animal rationale) adalah mengutamakan kepentingan pribadi.

Dalam bukunya Leviathan Thomas Hobbes mengatakan bahwa “manusia adalah serigala bagi manusia lainnya” (homo homini lopus). Semboyannya yang lain yang terkenal ialah “a war of all against all”.  Untuk mengatasi situasi hukum rimba yang serba kejam itu harus ada negara yang dikuasai oleh satu orang secara mutlak, yaitu monarki absolute. Bentuk kekuasaan absolut ini dijumpai dalam pribadi Raja Louis IX yang terkenal dengan semboyannya “Le`etat est moi” (negara adalah saya).

Dengan jalan pikiran yang sama John Locke membawa liberalismenya ke tempat lain.  Kebebasan, menurutnya, tak punya nilai instrinsik. Nilai ditambahkan manusia dalam kehidupan sosialnya. Ia menunjuk property sebagai sumber nilai yang membawa manusia mau hidup bermasyarakat. Hanya hal-hal yang bersifat kebendaan yang dapat dijadikan dasar untuk membangun suatu masyarakat.

Lebih jauh baginya kehidupan sosial tak lebih daripada gelanggang persaingan bebas antar individu. Sebaik-baiknya cara agar masyarakat maju dan berkembang ialah dengan membiarkan persaingan itu berlangsung tanpa campur tangan negara.

Berdasarkan pemikiran dua filosof abad ke-17 itu Adam Smith (1723-1790) mengembangkannya menjadi aliran pemikiran ekonomi. Menurutnya pusat kehidupan sosial yang ideal adalah pasar.  Di sini liberalisme, dalam pengertian ekonomi, ia artikan sebagai pemeliharaan kebebasan individu untuk berjual beli dan saling bersaing dengan bebas di pasar. Motivasi jual beli bukan kerjasama, melainkan kepentingan pribadi. Hasil akhir persaingan yang fair ialah keadilan, asal saja setiap orang diberi kesempatan yang sama untuk bersaing (Mead 1972:14-6).

Dalam bukunya An Enquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776) Adam Smith mengatakan bahwa sebagai mahluk ekonomi manusia cenderung memburu kenikmatan dan keuntungan sebesar-besarnya bagi dirinya. Jika tabiat bawaan manusia yang individualistik, egosentrik dan condong pada kebebasan ini dibiarkan berkembang tanpa campur tangan pemerintah/negara, dengan sendirinya akan terjadi alokasi yang memadai dari faktor-faktor produksi, pemerataan dan keadilan, kebebasan, dan dengan demikian inovasi dan kreativitas dapat berkembang.

Bersumber dari pemikiran Adam Smith, pada akhir abad ke-18 bersamaan dengan berkobarnya Revolusi Perancis dan lahirnya Revolusi Industri di Inggeris, lahir pula dua aliran pemikiran yang dominan.

Yaitu individualisme di bidang hukum dan anthropologi filsafat, dan ide pasar terbuka yang berkaitan dengan perkembangan industri.  Menurut paham individualisme, manusia yang lahir dengan bawaan bebas dan hidup bebas, tidak boleh dikekang kebebasannya. Paham ini sangat dominan pada abad ke-20 dalam kehidupan politik, ekonomi, dan seni.

Aliran kedua berkenaan dengan berpindahnya pusat usaha dari kaum merkantilis (pedagang) ke tangan kaum industrialis. Kaum industri yang menguasai modal ini pantang berkoalisi seperti partai-partai politik, dan hanya bisa membuat persekutuan modal dalam bentuk perseroan terbatas. Semakin lama persekutuan ini kian kuat dan mengancam kehidupan kaum pekerja yang dilarang berserikat. Dari perkembangan inilah lahir badan-badan monopoli atau oligopoly yang begitu berkuasa.

Tetapi sebagai hasil dari perjuangan kaum sosialis, negara-negara industri di Eropa memperkenankan kaum buruh membentuk serikat pekerja untuk memperjuangkan nasibnya. Pada awal abad ke-20 zaman keemasan individualisme ekonomi mulai pudar. Perang Dunia I (1914-1918) mendorong negara-negara kapitalis memberlakukan banyak aturan yang mengekang sistem pasar bebas.

Krisis ekonomi pada dekade 1920an juga mendorong negara-negara Eropa untuk menyusun industrinya masing-masing dengan berbagai proteksi. Pada tahun 1929 krisis hebat melanda kapitalisme disusul dengan bayangan bangkitnya kembali Fascisme Jerman dan Italia. Berbagai regulasi diberlakukan agar ekonomi rakyat tidak ambruk. Pada masa inilah gagasan Ekonomi Terpimpin atau yang semacam itu mulai diterapkan di beberapa negara Eropa.

Menjelang berakhirnya Perang Dunia II, seorang ahli ekonomi terkenal Karl Polanyi menerbitkan buku yang kemudian masyhur The Great Transformation (1944). Dia mengecam keras masyarakat industri kaplitalis yang mendasarkan perkembangan ekonominya pada sistem pasar bebas. “Dengan mengakui mekanisme pasar sebagai satu-satunya penentu nasib manusia dan kondisi alam lingkungannya,” kata Polanyi, “kerusakan besar akan menimpa masyarakat.” (hal 73).

“Kerusakan itu tidak akan terjadi jika kepentingan masyarakat tidak diabaikan di atas kepentingan individu.” Pandangan Polanyi dan lain-lain berpengaruh besar di dunia, ditopang lagi dengan Perang Dingin antara Blok Barat yang kapitalis dengan Bolok Timur yang sosialis-komunis. Neo-liberalisme untuk sementara waktu harus bertiarap.

Memasuki dekade 1970-an sistem sosialisme mulai memperlihatkan kegagalan dan negara-negara industri mulai mengalami krisis. Keyakinan akan keunggulan sistem pasar bebas mulai bertunas kembali.  Pada tahun 1974 Robert Nozick, seorang filosof politik Amerika, menerbitkan buku Anarchy, State and Utopia yang kemudian masyhur dan dianggap sebagai tanda nyata lahirnya kembali liberalisme dalam bentuknya baru. Dalam bukunya itu Nozick mengatakan bahwa tugas negara bukanlah memaksakan sistem dan pola tertentu bagi kehidupan warna negara, termasuk kehidupan sosial, ekonomi, dan kebudayaannya.

Menurutnya, gagasan tentang keadilan dan pemerataan bertentangan dengan kodrat manusia yang menginginkan kebebasan penuh. Negara karenanya tidak boleh melakukan intervensi atas apa yang berlalu di pasar. Biarkan pemodal dengan modalnya saling bersaing.  Peranan negara dengan demikian harus ditekan seminimal mungkin dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Urusan negara yang terpenting adalah menentukan kebijakan luar negeri.

Berdasar pemikiran Nozick, seorang ahli ekonomi terkenal dari Universitas Chicago Friedrich von Hayek dan para pengikutnya seperti Milton Friedman mengembangkan pemikiran yang dikenal dengan sebutan ekonomi pasar bebas atau neo-liberalisme.

Pada akhir 1970an gagasan neo-liberalisme mulai tersebar luas dan diterima banyak sarjana dan pemimpin negara maju. Antara lain Ronald Reagan dan Margareth Tatcher.  Tatcher sendiri adalah seorang pengikut von Hayek, yang meyakini kebenaran teori Darwin tentang survival of the fittest. Begitu terpilih jadi PM Inggeris pada tahun 1979, ia mencanangkan doktrin neo-liberalismenya yang dikenal dengan sebutan TINA (There is No Alternative).

Dalam doktrinnya itu dikemukakan keutamaan persaingan bebas dalam kehidupan manusia, termasuk persaingan antar bangsa, negeri, perusahaan besar, dan umat berbeda agama, serta persaingan antar individu dalam masyarakat (Susan George 1999).

Persaingan bagi Tatcher adalah kebajikan tertinggi. Akibat-akibat daripadanya tidak boleh dipandang buruk. Pasar adalah pusat kebijakan dan kebajikan tertinggi, menggantikan peranan Tuhan. Sebagaimana Tuhan pula ia dapat menelorkan kebaikan dari sesuatu yang tampaknya jahat dan buruk.

Melalui kebijakannya itu sector publik dihancurkan. Akibatnya antara tahun 1979-1995 jumlah pekerja di Inggris dikurangi dari 7 juta menjadi 5 juta. Sementara itu income yang diperoleh negara dari pajak bukannya digunakan untuk kepentingan publik, melainkan untuk menutupi hutang perusahan-perusahaan besar dan memberikan suntikan modal baru agar bangkit kembali dari kebangkrutan.

Ciri-ciri Neo-liberalisme Seperti liberalisme klasik, neo-liberalisme menolak nilai-nilai moral dan agama yang diungkapkan dalam slogan Hak Asasi Manusia. Masyarakat tidaklah penting, sebab yang asasi adalah kebebasan individu.  Pendek kata sebagai doktrin ekonomi, neo-liberalisme menghendaki perluasan perdagangan bebas tanpa kontrol dan regulasi. Idea utamanya ialah persaingan bebas antara pemilik modal yang satu dengan yang lain. Tujuannya menciptakan keuntungan sebesar-besarnya bagi penguasa pasar, yaitu pemilik modal besar.

Seperti dikatakan Marcos, pemimpin gerakan Zapatista di Meksiko, “Kaum neo-liberalis ingin menciptakan seluruh dunia menjadi Mall raksasa sehingga dengan mudah dapat membeli penduduk pribumi, wanita dan anak-anak mereka dengan harga murah sebagai tenaga kerja, berikut tanah milik dan sumber kekayaan alam mereka.”

Sebagai paham ekonomi jelas neo-liberalisme bukan suatu yang baru. Kebaruannya disebabkan penyebarannya yang begitu luas ke seluruh dunia.  Walau kata-kata tersebut jarang terdengar di AS, kata Elizabeth Martinez dan Arnoldo Garcia (2005), dampak buruknya pada akhirnya dirasakan di negeri asalnya sendiri. Di sana yang kaya (20%) bertambah kaya, dan yang miskin (80%) bertambah-tambah miskinnya.

Di seluruh dunia kebijakan neo-liberalis dipaksakan melalui tangan lembaga-lembaga keuangan dan perdagangan dunia seperti IMF, ADB, WTO, IGGI (untuk Indonesia), Bank Dunia, dan lain-lain.  Yang memicu lahirnya kembali liberalisme ekonomi ini ialah krisis kapitalis sepanjang 25 tahun terakhir, berupa anjlognya keuntungan yang mereka peroleh sejak awal dekade 1970an yang menyebabkan meningkatnya jumlah pengagguran.

Istilah neo-liberalisme untuk pertama kali memang muncul di Amerika Latin, anak benua yang paling awal merasakan dampak buruknya. Sejak itu kaum intelektual negeri itu berkeyakinan bahwa kendati neo-liberalisme merupakan fenomena negara Barat kapitalis, namun yang paling menderita disebabkan dampaknya ialah negara-negara berkembang.

Secara garis besar pendirian neo-liberalisme dapat digambarkan sebagai berikut:

Pertama, ia merupakan paham yang menekankan pada kekuasaan pasar. Menurut paham ini adanya pasar bebas tanpa pengawasan dan regulasi yang ketat akan memungkinkan pesatnya pertumbuhan ekonomi. Reagan menyebutnya sebagai kebijakan ekonomi suply side, yaitu suatu kebijakan yang dapat mengucurkan kemakmuran secara cepat dan meluas dari atas ke bawah.  Dalam perkembangannya terbukti bahwa kemakmuran menumpuk di atas, sedangkan milik yang di bawah semakin terkuras. Kesenjangan kaya dan miskin semakin menjadi-jadi. Jika terjadi krisis ekonomi, maka yang menanggung beban ialah mayoritas penduduk yang miskin.

Kedua, untuk meminimalkan peranan negara dilakukan pemotongan besar-besaran anggaran negara untuk sektor-sektor seperti pelayanan sosial termasuk kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan juga kebudayaan dan keagamaan.  Suplai dan subsidi bahan bakar dan air juga dikurangi, sehingga beban masyarakat bertambah berat. Biaya pendidikan dan kesehatan bertambah mahal.

Ketiga, deregulasi. Perusahan-perusahaan besar wajib mengenyampingkan regulasi dari pemerintah apabila keuntungan yang mereka peroleh berkurang. Dalam kaitan ini pasar mempunyai kekuasaan untuk mengatur opini dan pemikiran masyarakat, yaitu melalui media yang mereka miliki atau kuasai. Termasuk selera seni atau budaya.  Pasar juga berusaha melakukan hegemoni penafsiran terhadap konstitusi, wacana keagamaan, politik, dan falsafah. Misalnya melalui LSM dan lembaga pendidikan yang mereka danai.

Keempat, privatisasi. Dengan privatisasi perusahaan negara terbuka peluang bagi investor asing untuk menguasai dunia perbankan, sarana transportasi, media informasi dan komunikasi, bahkan media cetak, elektronik, dan penerbitan buku, sekolah, lembaga penelitian sosial dan keilmuan, lembaga keagamaan, dan lain sebagainya.  Tidak mengherankan di banyak negeri berkembang seperti Indonesia, Filipina, Thailand, dan lain-lain neo-liberalisme sanggup menjadikan negara sebagai benar-benar sebuah pasar bebas.

Kelima, tak kalah penting ialah apa yang disebut penciutan komunitas-komunitas besar dalam masyarakat menjadi komunitas-komunitas kecil yang terpecah belah serta sukar terintegrasikan.  Neo-liberalisme lihai menciptakan komunitas-komunitas kecil di bidang pendidikan, kebudayaan, ekonomi, keuangan, politik, bahkan dalam bidang keagamaan, seni, dan lain sebagainya. Dengan demikian masyarakat kian terpecah belah.

Pada peringkat internasional, neo-liberalisme dapat disebut sebagai paham yang memberi tekanan kepada:
(1) Keleluasaan perdagangan barang komoditi dan jasa, termasuk film, hiburan, senjata, dan lain -lain kendati komoditi-komoditi tersebut menimbulkan kerusakan moral. Biasanya ini ditamengi dengan hiruk pikuknya wacana seperti kebebasan berekspresi, pluralisme, multikulturalisme, relativisme nilai, dan lain sebagainya;

(2) Perputaran modal yang lebih bebas, dengan akibat hancurnya modal kecil dan menengah dibawah kekuatan modal besar;

(3) Kebebasan menanamkan investasi dalam berbagai sektor kehidupan asal saja mendatangkan keuntungan berlipat ganda. Termasuk di dalamnya sektor pendidikan, kesehatan, penerbitan buku, massmedia, telekomunikasi, transportasi, dan lain sebagainya.

Dalam bukunya La Mondialisation du capital (Penduniaan Modal) Dumeil dan Levy mengatakan bahwa neoliberalisme telah merebut kekuasaan negara di dunia melalui modal finansial. Tujuan kudeta itu ialah untuk merintangi negara-negara lain di dunia menjalankan kebijakan ekonomi yang memihak rakyat. Karena itu ia juga menghalangi bangkitnya kembali nasionalisme,yang di dalamnya kebudayaan nasional dimungkinkan tumbuh dengan subur melalui kebijakan yang mandiri.(2008)

Penulis:  Abdul Hadi W. M.
Budayawan, penyair, pemerhati masalah sosial politik

Artikel ini ditulis oleh:

AirAsia Serahkan Pencarian Pesawat ke Basarnas

Jakarta, Aktual.co —PT AirAsia Indonesia menyerahkan pencarian pesawat Airbus A320-200 dengan nomor penerbangan QZ8501 ke Badan SAR Nasional (Basarnas).
Selanjutnya, pihak AirAsia akan fokus kepada keluarga penumpang pesawat.
“Kami menyerahkan proses pencarian kepada Basarnas dan fokus kami saat ini adalah keluarga penumpang pesawat,” kata Presiden Direktur AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko, dalam konferensi pers di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu malam, Minggu (28/12) malam.
Pihak AirAsia, kata dia, telah menghubungi seluruh keluarga penumpang untuk memberi dukungan. Di antaranya menyediakan hotel dan akomodasi bagi keluarga para penumpang.
“Baik di Surabaya maupun Singapura,” kata dia.
Sunu juga berkomitmen bahwa PT AirAsia Indonesia akan terus memberikan informasi terkini terkait pencarian pesawat, baik melalui konferensi pers maupun laman resmi mereka. “Ini adalah komitmen kami terkait insiden tersebut.” 
CEO AirAsia Tony Fernandes juga terbang dari Kuala Lumpur Malaysia ke Surabaya untuk menemui para keluarga penumpang dan ikut menghadiri konferensi pers.
“Mari kita serahkan kepada tim SAR untuk menemukan pesawat tersebut, dan mohon jangan membuat spekulasi atas insiden ini,” kata dia.
AirAsia membuka jalur komunikasi “Emergency Call Centre” bagi keluarga atau kerabat penumpang yang berada dalam penerbangan tersebut di nomor +62 21 29270811.

Artikel ini ditulis oleh:

Tirta Bhagasasi Kesulitan Sediakan 80 Persen Kebutuhan Air di Bekasi

Jakarta, Aktual.co —PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi kesulitan realisasikan 80 persen penyediaan air bersih untuk warga di 2015, sesuai target Millennium Development Goals (MDGs).
Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Usep Rahman Salim, beralasan pihaknya kesulitan lantaran minimnya modal.
“Kita masih sangat terbatas untuk menyelesaikan target itu pada 2015,” ujarnya di Bekasi, Minggu, (28/12).
Sedangkan saat ini, kata dia, perusahaannya baru bisa melayani 40,76 persen penduduk Kota Bekasi. Yakni tujuh dari total 12 kecamatan yang ada. Sementara cakupan pelayanan di Kabupaten Bekasi baru berkisar 39,2 persen, yang tersebar di 11 dari total 23 kecamatan.
Ditambah lagi saat ini PDAM Tirta Bhagasasi dibebani hutang masa lalu ke Pemerintah Pusat sebesar Rp81 miliar. 
“Baru ketika ada pembebasan hutang pada tahun 2009, kami baru bisa berkonsentrasi pada pengembangan usaha,” katanya.
Pengembangan usaha yang dilakukan berupa target penambahan sambungan langsung pelanggan sebanyak total 300 ribu sambungan langsung pelanggan hingga akhir 2014.
Saat ini, sambungan langsung di Kota Bekasi sebanyak 104.588 dan di Kabupaten Bekasi sebanyak 108.856.
Itu berarti, PDAM Tirta Bhagasasi harus sanggup menambang 86.556 sambungan langsung baru tahun depan.
“Tentu saja target penambahan sambungan langsung kami barengi dengan upaya peningkatan kapasitas produksi,” katanya.
Diketahui target Millennium Development Goals (MDGs) cakupan pelayanan air bersih di masyarakat perkotaan minimal harus mencapai 80 persen pada 2015.
Sementara target cakupan pelayanan di wilayah pedesaan minimal harus 60 persen dari total jumlah penduduk.

Artikel ini ditulis oleh:

Posisi Seks Pasangan Bertubuh Besar, Rasakan Sensasi & Kenikmatannya!

Jakarta, Aktual.co — Mungkin Anda banyak mengetahui mengenai tips posisi bercinta untuk pasangan yang bertubuh kecil (mayoritas tubuh orang Indonesia, red). Namun demikian, ternyata orang yang mempunyai kelebihan badan juga mempunya posisi seks yang berbeda.

Dan, berikut adalah tips posisi bagi orang yang bertubuh besar, demikian seperti Askmen melaporkan, pada Minggu (28/12).

‘Bantal adalah temanmu’
Posisi misionaris yaitu, style yang sering digunakan orang bertubuh besar. Khusus pria atau wanita berbadan gemuk, posisi ini harus ditambah dengan bantal. Tempatkan beberapa bantal di bawah bokong wanita Anda sampai dengan vaginanya berada pada sudut di mana penetrasi dibuat mudah (simple).

Ultimate move
Posisi ini hampir sama dengan posisi Dogy Style. Hanya saja posisi wanita tertidur dengan gaya berbaring miring, Anda bisa menambahkan kembali bantal di bawah bokongnya, tetapi jika pasangan Anda tidak nyaman, maka jangan gunakan. Anda bisa mengangkat satu kakinya pada bahu Anda.

Flying legs
Ini adalah posisi yang sama dengan misionaris. Dengan mengangkat kedua kaki wanita ke bahu Anda. Dan,  jika masih berat Anda bisa memberinya bantal yang ditaruh pada bokong.

Dogy style
Mungkin posisi ini memang banyak digunakan oleh beberapa bentuk badan. Untuk yang berbadan gemuk pun gaya ini cocok mengingat perut yang buncit akan jatuh ke bawah. Tempatkan pasangan Anda merangkak. Dan, sebelum Anda membiarkan diri Anda menjadi liar, luangkanlah waktu untuk menyentuh bagian tubuhnya yang lain.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain