1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40055

Ingin Hidup Lebih Baik? Inilah Resolusi untuk Tahun Baru

Jakarta, Aktual.co — Biasanya menyambut Tahun Baru, sebagian besar manusia mempunyai rencana (atau resolusi) untuk tahun ke depan agar lebih baik lagi. Dan inilah, beberapa resolusi yang bisa Anda capai untuk mengatasi permasalahan di tahun sebelumnya, demikian lapor laman Womandays, Minggu (28/12).

Tidur yang baik
Mulailah dengan menata istirahat dengan tidur yang baik. Anda bisa lebih bersinergi sepanjang hari, meningkatkan mood Anda dan bahkan membantu Anda menurunkan berat badan. Ini adalah rahasia cara terbaik untuk kesehatan. Memperbaiki struktur tubuh dan meregenerasi saat tidur, bahkan saat tulang ditambahkan kalsium di saat Anda tertidur.

Menurut dokter Donald Novey, MD,  dari Fakultas Kedokteran dan Family Practice di Poulsbo, Washington, Amerika Serikat mengatakan, bahwa waktu tidur yang optimal adalah saat Anda tertidur sampai Anda terbangun sendiri tanpa bunyi alarm. Lakukan teknik tersebut, dalam dua atau tiga hari berturut-turut agar memiliki jumlah tidur yang ideal.

Makanan sehat
Sayuran dan buah-buahan adalah reolusi cerdas untuk tahun depan, dengan rajin mengonsumsinya. Seperti yang kita ketahui bahwa sayur dan buah memiliki manfaat untuk mencegah penyakit.

Latihan yang Anda sukai
Sebagian orang mungkin sangat malas untuk melakukan joging maupun aerobik. Maka dari itu Elizabeth Lombardo, PhD, seorang psikolog, terapis fisik dan penulis  ‘A Happy You: Your Ultimate Prescription for Happiness’ menuturkan, bahwa Anda bisa melakukan kegiatan yang benar-benar Anda sukai dalam bentuk olahraga atau pergerakan tubuh.

Planning dengan teman
Apa salahnya Anda membuat rencana dengan teman-teman Anda untuk sebuah pesta atau kegiatan yang menyenangkan?. Penelitian menunjukkan, bahwa kehidupan sosial yang sehat dapat membantu Anda untuk tetap sehat dan menghindari penyakit stres atau depresi.

Hindari  hubungan yang menyakitkan
Menghindari pasangan yang jelas-jelas membuat Anda tidak bahagia adalah resolusi tahun depan yang harus Anda lakukan. Jangan takut akan rasa bersalah, takut gagal, serta rendah diri, cemas akan kesendirian. Karena begitu banyak alasan kebahagiaan yang akan Anda rasakan jika Anda tegas dengan hubungan yang tidak baik. Anda bisa dengan tegas mengatasinya, memulai dengan lembaran baru dengan memperbaiki diri terlebih dahulu.

Itulah 5 resolusi sederhana yang hampir semua manusia tidak mudah untuk melakukannya, padahal sangat berpengaruh besar bagi kehidupan Anda. Anda bisa mencobanya dan merenungkannya untuk resolusi tahun depan. Selamat mencoba!.

Artikel ini ditulis oleh:

Basarnas-Relawan Bergerak Menuju Titik Jatuh Pesawat

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 13 orang personel Basarnas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama 20 orang relawan bergerak menuju lokasi yang diduga sebagai titik jatuhnya pesawat Air Asia jenis Air Bus A320-200.
“Bersama kita juga ikut serbanyak 20 orang relawan,” ujar Humas Basarnas Bangka Belitung, Darma Putra di Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang, Minggu (28/12).
Tim berangkat dari Pelabuhan Pangkalbalam menggunakan Kapal RB201 tepat pukul 13.00 WIB. Tim membawa sejumlah perlengkapan untuk penyelamatan seperti torpedo putar, puluhan set alat selam, selang dan jaket pelampung.
“Perjalanan kita menuju titik lokasi membutuhkan waktu sekitar tujuh jam,” ujar Darma Putra.
Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 8501 itu hilang kontak di perairan Pulau Belitung dengan titik koordinat 03.22.46LS dan 108.50.07 BT.
Pesawat membawa sebanyak 155 orang penumpang, dimana 16 orang di antaranya adalah anak-anak dan seorang bayi.
Pesawat berangkat dari Bandara Juanda Surabaya pada pukul 5.12 WIB dan sejak itu terus mengikuti jalur penerbangan yang sebelumnya telah ditetapkan.
Pada pukul 06.12 WIB pesawat masih terlacak di ATC Jakarta dengan ketinggian 38.000 kaki dan pada pukul 06.18 WIB hilang pantauan dari radar dan dinyatakan hilang.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenhub Laporkan Pesawat AirAsia QZ8501 Hilang

Plt Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Djoko Murdjiatmo (tengah), memberikan keterangan seputar hilangnya Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 jurusan Surabaya-Singapura di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (28/12/2014). Pesawat AirAsia tiba-tiba hilang kontak saat melintas di antara Pontianak dan Bangka Belitung. Pesawat tersebut saat terbang dalam kondisi bagus, tetapi data cuaca di daerah itu memang sedang tidak bagus. AKTUAL/MUNZIR

Pantauan Lengkap Air Asia Hilang: Artis Hingga Obama Tunjukkan Simpati

Jakarta, Aktual.co — Hilang kontak. Untuk sementara hingga pukul 13.30 WIB itulah pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan atas nasib dari pesawat Air Asia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura.

Pesawat yang lepas landas dari Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur pada Minggu pukul 05.36 WIB itu seharusnya hanya memerlukan waktu sekitar dua jam 20 menit untuk tiba di Bandara Changi, Singapura.

Namun hingga pukul 13.30 WIB kabar tentang keberadaan pesawat yang seharusnya tiba di Singapura pada pukul 08.30 waktu setempat tersebut belum diketahui dengan pasti.

Dalam konferensi pers dengan wartawan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murdjatmojo menyatakan bahwa pada pukul 06.12 WIB pesawat masih terlacak di menara pengawas (ATC) Jakarta dengan ketinggian 38.000 kaki.

Ia juga menyatakan bahwa pada pukul 06.16 WIB pesawat juga masih terlacak di radar ATC dan Kapten Iriyanto mengatakan ingin menaikan ketinggian karena cuaca buruk.

“Pukul 06.17 pesawat hilang kontak dan hanya tampak sinyal ASDP,” katanya seraya menambahkan bahwa pada 06.18 WIB, realisasi pesawat pada radar hilang dan yang tampak hanya “flight plan track” (jalur rencana penerbangan).

Menurut Djoko, pesawat itu hilang kontak dengan menara pengawas antara Tanjung Pandan, Provinsi Bangka Belitung, dan Pontianak (Kalimantan Barat). Ia menolak untuk berasumsi lebih jauh tentang nasib pesawat tersebut dan bersikukuh dengan status hilang kontak sekalipun beberapa pihak telah menyebut pesawat tersebut jatuh.

Berdasarkan data-data tersebut Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan telah melakukan koordinasi dengan Kantor SAR di Pangkalpinang, Jambi, Tanjungpinang, Palembang, Pontianak, Banjarmasin dan Lampung.

Pencarian terutama akan dilakukan di sekitar koordinat terakhir kontak pesawat, yaitu di lokasi 03.09.15 Lintang Selatan dan 111. 28.21 Bujur Timur.

Menindaklanjuti dugaan lokasi terakhir pesawat berada di kawasan Belitung maka Tim gabungan dari Brimobda, Polair dan Basarnas Bangka Belitung telah mulai menyisir kawasan tersebut.

Kasi Ops Brimobda Bangka Belitung Suwinto di Pangkalpinang menjelaskan tim diperkirakan menempuh perjalanan sekitar tujuh jam untuk menjangkau titik koordinat pesawat tersebut.

“Nanti sampai di titik koordinat, kami juga dibantu sekitar 20 anggota Polair di Belitung. Kita sudah koordinasi dengan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Komunikasi Basarnas Pangkalpinang, Supriandi mengatakan, diduga pesawat mengalami turbelensi setelah sebelumnya sempat berputar-putar di atas perairan untuk menghindari badai.

Selain tim gabungan tersebut, TNI Angkatan Udara juga mengerahkan Boeing 737 Surveilance untuk mencari AirAsia QZ 8501 itu.

“TNI AU juga mengirimkan 17 orang, yang terdiri dari tim outing dan tim pemantau radar untuk mencari pesawat berisi 155 orang itu,” kata Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto.

Ia mengatakan, sekitar pukul 07.15 WIB, Korhanudnas HAS Hanandjoeddin Bangka Belitung memantau pesawat Air Asia jenis Air Bus yang terbang dari Surabaya menuju Singapura.

Pantauan terakhir pesawat itu terakhir kontak di bearing 249 derajat dengan jarak 127 nautical mile dari Palangkaraya. Oleh karena itu, tambah dia, Pesawat Boeing Surveilance itu akan diterbangkan ke arah tersebut.

“Crisis Center” Pesawat jenis Airbus A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC itu disebutkan mengangkut 155 penumpang yang terdiri dari 138 penumpang dewasa, 16 penumpang anak-anak dan seorang bayi. Sementara itu data kru pesawat tersebut adalah pilot Iriyanto, kopilot Remi Emmanuel Plesel, pramugari/pramugara adalah Wanti Setiawati, Khairunisa Haidar Fauzi, Oscar Desano dan Wismoyo Ari Prambudi serta seorang engineer Saiful Rakhmad.

Setelah mendengar kabar resmi bahwa pesawat tersebut hilang kontak, keluarga korban penumpang pesawat Air Asia mulai mendatangi posko “Crisis Centre” Air Asia di Bandara Internasional Juanda. Terlihat kepanikan di wajah-wajah keluarga korban yang harap-harap cemas menanti kabar tentang keberadaan pesawat tersebut.

Salah seorang keluarga korban, Erna W mengatakan, ada empat orang keluarganya yang ikut dalam penerbangan tersebut tersebut.

“Saya berharap secepatnya ada kabar dari keluarga terkait dengan hilangnya kontak pesawat ini,” katanya sembari menangis.

Ia mengaku dirinya mengetahui hilangnya kontak pesawat tersebut dari televisi dan juga radio yang ada di Surabaya ini.

Di lokasi “Crisis Center” tersebut tampak petugas memasang daftar nama penumpang pesawat untuk memudahkan keluarga korban.

Sementara itu, General Manager Angkasa Pura Juanda Trikora Harjo mengatakan pihaknya akan berusaha memberikan informasi secepat mungkin kepada keluarga terkait dengan peristiwa ini.

Untuk memperlancar penyampaian informasi kepada pihak keluarga, Maskapai Air Asia telah membuka “Emergency Call Centre” di line +622129270811 bagi para keluarga dan kerabat yang berada dalam pesawat dengan nomor QZ 8501 itu.

Saat ini maskapai itu sedang melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui kondisi terkini mengenai status penumpang dan crew member dari pesawat tersebut.

“Kami akan memberikan informasi terkini jika sudah mendapatkan informasi lebih lanjut,” kata Communications AirAsia Indonesia Malinda Yasmin dalam keterangan tertulisnya.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Surabaya kepada keluarga korban menjanjikan untuk selalu memperbarui informasi setiap satu jam. Ia juga mengatakan semua pihak terus bekerja keras untuk menemukan pesawat itu dan meminta tidak perlu dikembangkan asumsi-asumsi.

Demi kenyamanan keluarga korban dalam memperoleh informasi cepat, Menhub juga menyatakan bahwa telah disediakan hotel bagi keluarga korban yang ingin menanti di Surabaya.

Media Sosial Kabar perihal hilang kontaknya pesawat Air Asia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura itu menjadi topik utama yang paling banyak dikicaukan atau “trending topic” dunia di media sosial Twitter.

Pantauan di Jakarta, Minggu, lini masa twitter hingga siang ini dipenuhi dengan kicauan terkait Air Asia.

Tanda pagar #QZ8501, #AirAsia dan #Surabaya-Singapura menjadi tiga “trending topic worldwide”, di mana #QZ8501 dan #AirAsia berada pada urutan satu dan dua topik yang paling banyak dikicaukan.

Bahkan tanda pagar #prayforAirAsia juga telah tampak beredar di dunia maya.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla merupakan salah satu tokoh yang juga menggunakan dunia maya untuk menyampaikan harapannya agar pesawat tersebut segera ditemukan.

“Kita doakan bersama agar pesawat AirAsia yang hilang kontak segera ditemukan dan seluruh penumpang serta awak pesawat selamat,” kata Jusuf Kalla dalam twitter resminya.

Wapres mengaku sudah mengetahui informasi perihal pesawat Air Asia yang hilang kontak dan tetap berharap agar segera ditemukan.

Sementara itu penyanyi Raisa dalam akun twitternya @raisa6690 menuliskan ” …dgr kbr pesawat airasia yg ilang kontak dr pagi. semoga cpt ada kbr bagus dan semua baik2 aja. mohon doanya ya tmn2…”

Penyanyi Vidi Aldiano dalam akun twitternya @vidialdiano serupa menuliskan; “Berdoa untuk pesawat Air Asia Surabaya-Singapura. Lindungi semua penumpang dan awak pesawatnya ya Rabb….”

Kabar soal itupun telah sampai ke Gedung Putih melalui tweet Today dalam tanda pagar “#QZ8501 update: US President @BarackObama has been briefed on the situation tdy.sg/1x9UPPv”.

Air Asia melalui laman Facebooknya pun secara resmi menyampaikan pernyataan tentang hilang kontaknya pesawat tersebut pada 07.24 WIB. Perusahaan penerbangan itu juga mengubah warna logo Air Asia yang selama ini merah menjadi abu-abu di media sosial.

Artikel ini ditulis oleh:

Chandra Hamzah jadi Komut PLN, Pengacara Ini Surati Presiden

Jakarta, Aktual.co — Pengacara OC Kaligis melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo soal pengangkatan mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M. Hamzah menjadi Komisaris Utama PT PLN (Persero).
“Kami mempunyai catatan negatif tentang Chandra M. Hamzah karena masih dalam status tersangka, tapi mengapa dijadikan komisaris utama,” kata OC di Jakarta, Minggu (28/12).
Dia mengatakan tujuan pengiriman surat tersebut karena sesuai program pemerintah yang dipimpin Presiden Joko Widodo yang bersih dari tindakan korupsi.
Namun Kaligis mengirim surat dengan nomor 2363/OCK.XII/2014 yang langsung ditujukan kepada presiden dengan berbagai bukti hukum termasuk pernah menulis dua buku dengan judul “Korupsi Bibit – Chandra” dan “M. Nazarudin : Jangan Saya Direkayasa Politik dan Dianiaya”.
Menurut dia, Chandra adalah tersangka dugaan penyuapan yang telah melalui proses penyidikan dan penuntutan yang seharusnya dimajukan ke pengadilan, namun akhirnya kasus tersebut “dideponering” oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dia mengatakan semua ahli hukum sependapat bahwa “deponering” tidak identik dengan penghentian penuntutan, maka status Chandra masih tetap tersangka kasus korupsi.
Padahal, tambahnya, KPK tidak pernah “mendeponering” satu kasus dan apabila berkas sudah lengkap (P-21), maka perkara harus dimajukan ke pengadilan untuk membuktikan kesalahan tersangka.
Kaligis mengatakan Chandra M. Hamzah adalah perantara bisnis yang melibatkan dirinya dalam pertemuan sebanyak lima kali dengan M. Nazarudin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat.
Pertemuan lima kali Chandra dengan Nazarudin itu untuk mengurus proyek diantaranya paket Bantuan Operasional Sekolah (BOS), proyek baju hansip, proyek paket e-KTP.
Sedangkan Kaligis juga melampirkan laporan mantan Ketua KPK Antasari Azhar ke Mabes Polri No. Pol 2008 K/VIII/2009/SPK UNIT III yang pada intinya menerangkan mengenai penyuapan pada oknum pimpinan KPK dan penyidik KPK untuk kasus PT Masaro dan testimoni Antasari dengan tulisan tangan.
Kaligis menambahkan setelah laporan itu, maka polisi memeriksa sejumlah saksi seperti Bambang Widaryatmo, Ari Muladi dan Anggodo Wijoyo serta saksi ahli Prof. Indriyanto Seno Adjie dan Lukas Budi Santoso.
Dia menambahkan pihaknya juga melampirkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi Ari Muladi tertanggal 11 Juli 2009 bahwa telah menyerahkan uang kepada Chandra di lokasi parkir Pasar Seni jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Dia menambahkan, atas beberapa bukti tersebut diharapkan Presiden Joko Widodo untuk meninjau kembali Chandra M. Hamzah sebagai Komisaris Utama PT PLN.
Kaligis mengatakan laporan kepada presiden tersebut tidak ada muatan politik tapi murni masalah hukum demi mendukung upaya pemerintah yang bersih dari korupsi. 

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Pemerintah Harus Atasi Ketimpangan Pembangunan

Jakarta, Aktual.co — Pakar Ekonomi Politik dari Universitas Indonesia Ichsanuddin Noorsy mengatakan, pemerintah Jokowi-JK harus benar-benar memperhatikan pemerataan pembangunan agar pertumbuhan ekonomi yang didengungkan benar-benar memenuhi aspek keadilan.
“PDB (Pendapatan Domestik Bruto) kita diangka 5,4 persen, dan penyebarannya ternyata didominasi di pulau Jawa sebesar 57 persen. Kemudian fokusnya lagi ke DKI Jakarta sebesar 17 persen. Ini artinya tidak ada pemerataan dalam pembangunan kita,” ujar Ichsanuddin dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (28/12).
Dengan dasar ini, Ichsanuddin menyarankan agar Jokowi jangan hanya fokus pada pembangunan namun mengabaikan masalah penyebaran.
“Oke kalau Jokowi mendengungkan poros maritim. Tapi itu kan baru infrastruktur saja. Lalu mana fasilitas yang langsung bermanfaat bagi masyarakat?” ujar Ichsanuddin.
Ichsanuddin juga meminta agar dalam penggunaan APBN, Jokowi jangan memusatkannya untuk DKI Jakarta, namun harus langsung disebar ke daerah-daerah. Kebijakan moneter pun harus difokuskan pada daerah-daerah agar laju pertumbuhan bisa seiring dengan kesejahteraan semua masyarakat.
“Kalau ini bisa dijalankan oleh Jokowi, maka saya akan katakan bahwa pemerintah ini berkualitas. Ta[i kalau tidak, maka pemerintah kali ini berkualitas rendah,” cetusnya.
Laporan: Sahlan

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain