Jakarta, Aktual.co — Hilang kontak. Untuk sementara hingga pukul 13.30 WIB itulah pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan atas nasib dari pesawat Air Asia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura.
Pesawat yang lepas landas dari Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur pada Minggu pukul 05.36 WIB itu seharusnya hanya memerlukan waktu sekitar dua jam 20 menit untuk tiba di Bandara Changi, Singapura.
Namun hingga pukul 13.30 WIB kabar tentang keberadaan pesawat yang seharusnya tiba di Singapura pada pukul 08.30 waktu setempat tersebut belum diketahui dengan pasti.
Dalam konferensi pers dengan wartawan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murdjatmojo menyatakan bahwa pada pukul 06.12 WIB pesawat masih terlacak di menara pengawas (ATC) Jakarta dengan ketinggian 38.000 kaki.
Ia juga menyatakan bahwa pada pukul 06.16 WIB pesawat juga masih terlacak di radar ATC dan Kapten Iriyanto mengatakan ingin menaikan ketinggian karena cuaca buruk.
“Pukul 06.17 pesawat hilang kontak dan hanya tampak sinyal ASDP,” katanya seraya menambahkan bahwa pada 06.18 WIB, realisasi pesawat pada radar hilang dan yang tampak hanya “flight plan track” (jalur rencana penerbangan).
Menurut Djoko, pesawat itu hilang kontak dengan menara pengawas antara Tanjung Pandan, Provinsi Bangka Belitung, dan Pontianak (Kalimantan Barat). Ia menolak untuk berasumsi lebih jauh tentang nasib pesawat tersebut dan bersikukuh dengan status hilang kontak sekalipun beberapa pihak telah menyebut pesawat tersebut jatuh.
Berdasarkan data-data tersebut Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan telah melakukan koordinasi dengan Kantor SAR di Pangkalpinang, Jambi, Tanjungpinang, Palembang, Pontianak, Banjarmasin dan Lampung.
Pencarian terutama akan dilakukan di sekitar koordinat terakhir kontak pesawat, yaitu di lokasi 03.09.15 Lintang Selatan dan 111. 28.21 Bujur Timur.
Menindaklanjuti dugaan lokasi terakhir pesawat berada di kawasan Belitung maka Tim gabungan dari Brimobda, Polair dan Basarnas Bangka Belitung telah mulai menyisir kawasan tersebut.
Kasi Ops Brimobda Bangka Belitung Suwinto di Pangkalpinang menjelaskan tim diperkirakan menempuh perjalanan sekitar tujuh jam untuk menjangkau titik koordinat pesawat tersebut.
“Nanti sampai di titik koordinat, kami juga dibantu sekitar 20 anggota Polair di Belitung. Kita sudah koordinasi dengan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Komunikasi Basarnas Pangkalpinang, Supriandi mengatakan, diduga pesawat mengalami turbelensi setelah sebelumnya sempat berputar-putar di atas perairan untuk menghindari badai.
Selain tim gabungan tersebut, TNI Angkatan Udara juga mengerahkan Boeing 737 Surveilance untuk mencari AirAsia QZ 8501 itu.
“TNI AU juga mengirimkan 17 orang, yang terdiri dari tim outing dan tim pemantau radar untuk mencari pesawat berisi 155 orang itu,” kata Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto.
Ia mengatakan, sekitar pukul 07.15 WIB, Korhanudnas HAS Hanandjoeddin Bangka Belitung memantau pesawat Air Asia jenis Air Bus yang terbang dari Surabaya menuju Singapura.
Pantauan terakhir pesawat itu terakhir kontak di bearing 249 derajat dengan jarak 127 nautical mile dari Palangkaraya. Oleh karena itu, tambah dia, Pesawat Boeing Surveilance itu akan diterbangkan ke arah tersebut.
“Crisis Center” Pesawat jenis Airbus A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC itu disebutkan mengangkut 155 penumpang yang terdiri dari 138 penumpang dewasa, 16 penumpang anak-anak dan seorang bayi. Sementara itu data kru pesawat tersebut adalah pilot Iriyanto, kopilot Remi Emmanuel Plesel, pramugari/pramugara adalah Wanti Setiawati, Khairunisa Haidar Fauzi, Oscar Desano dan Wismoyo Ari Prambudi serta seorang engineer Saiful Rakhmad.
Setelah mendengar kabar resmi bahwa pesawat tersebut hilang kontak, keluarga korban penumpang pesawat Air Asia mulai mendatangi posko “Crisis Centre” Air Asia di Bandara Internasional Juanda. Terlihat kepanikan di wajah-wajah keluarga korban yang harap-harap cemas menanti kabar tentang keberadaan pesawat tersebut.
Salah seorang keluarga korban, Erna W mengatakan, ada empat orang keluarganya yang ikut dalam penerbangan tersebut tersebut.
“Saya berharap secepatnya ada kabar dari keluarga terkait dengan hilangnya kontak pesawat ini,” katanya sembari menangis.
Ia mengaku dirinya mengetahui hilangnya kontak pesawat tersebut dari televisi dan juga radio yang ada di Surabaya ini.
Di lokasi “Crisis Center” tersebut tampak petugas memasang daftar nama penumpang pesawat untuk memudahkan keluarga korban.
Sementara itu, General Manager Angkasa Pura Juanda Trikora Harjo mengatakan pihaknya akan berusaha memberikan informasi secepat mungkin kepada keluarga terkait dengan peristiwa ini.
Untuk memperlancar penyampaian informasi kepada pihak keluarga, Maskapai Air Asia telah membuka “Emergency Call Centre” di line +622129270811 bagi para keluarga dan kerabat yang berada dalam pesawat dengan nomor QZ 8501 itu.
Saat ini maskapai itu sedang melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui kondisi terkini mengenai status penumpang dan crew member dari pesawat tersebut.
“Kami akan memberikan informasi terkini jika sudah mendapatkan informasi lebih lanjut,” kata Communications AirAsia Indonesia Malinda Yasmin dalam keterangan tertulisnya.
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Surabaya kepada keluarga korban menjanjikan untuk selalu memperbarui informasi setiap satu jam. Ia juga mengatakan semua pihak terus bekerja keras untuk menemukan pesawat itu dan meminta tidak perlu dikembangkan asumsi-asumsi.
Demi kenyamanan keluarga korban dalam memperoleh informasi cepat, Menhub juga menyatakan bahwa telah disediakan hotel bagi keluarga korban yang ingin menanti di Surabaya.
Media Sosial Kabar perihal hilang kontaknya pesawat Air Asia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura itu menjadi topik utama yang paling banyak dikicaukan atau “trending topic” dunia di media sosial Twitter.
Pantauan di Jakarta, Minggu, lini masa twitter hingga siang ini dipenuhi dengan kicauan terkait Air Asia.
Tanda pagar #QZ8501, #AirAsia dan #Surabaya-Singapura menjadi tiga “trending topic worldwide”, di mana #QZ8501 dan #AirAsia berada pada urutan satu dan dua topik yang paling banyak dikicaukan.
Bahkan tanda pagar #prayforAirAsia juga telah tampak beredar di dunia maya.
Wakil Presiden, Jusuf Kalla merupakan salah satu tokoh yang juga menggunakan dunia maya untuk menyampaikan harapannya agar pesawat tersebut segera ditemukan.
“Kita doakan bersama agar pesawat AirAsia yang hilang kontak segera ditemukan dan seluruh penumpang serta awak pesawat selamat,” kata Jusuf Kalla dalam twitter resminya.
Wapres mengaku sudah mengetahui informasi perihal pesawat Air Asia yang hilang kontak dan tetap berharap agar segera ditemukan.
Sementara itu penyanyi Raisa dalam akun twitternya @raisa6690 menuliskan ” …dgr kbr pesawat airasia yg ilang kontak dr pagi. semoga cpt ada kbr bagus dan semua baik2 aja. mohon doanya ya tmn2…”
Penyanyi Vidi Aldiano dalam akun twitternya @vidialdiano serupa menuliskan; “Berdoa untuk pesawat Air Asia Surabaya-Singapura. Lindungi semua penumpang dan awak pesawatnya ya Rabb….”
Kabar soal itupun telah sampai ke Gedung Putih melalui tweet Today dalam tanda pagar “#QZ8501 update: US President @BarackObama has been briefed on the situation tdy.sg/1x9UPPv”.
Air Asia melalui laman Facebooknya pun secara resmi menyampaikan pernyataan tentang hilang kontaknya pesawat tersebut pada 07.24 WIB. Perusahaan penerbangan itu juga mengubah warna logo Air Asia yang selama ini merah menjadi abu-abu di media sosial.
Artikel ini ditulis oleh: