1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40062

Kapolda Jateng: Polisi akan Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Klewer

Jakarta, Aktual.co — Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Pol. Noer Ali mengatakan bahwa polisi mengamankan lokasi kebakaran di pusat perbelanjaan kain dan batik terbesar di Indonesia, Pasar Klewer di Jalan Dr. Rajiman, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.
“Polisi melakukan pengamanan di lokasi kebakaran Pasar Klewer, sehingga petugas pemadam kebakaran bisa bekerja memadamkan api dengan lancar,” kata Kapolda saat memantau langsung lokasi kebakaran Pasar Klewer, Solo, hingga Minggu (28/12) dini hari.
Menurut Kapolda, polisi pengamanan lokasi kebakaran sebagai lamngkah antisipasi agar tidak sampai terjadi tindak pidana. Setelah itu, polisi baru melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran.
“Tim Laboratorium Forensik Polda Jateng untuk melakukan olah di tempat kejadian perkara. Apakah penyebab kebakaran ada unsur kesengajaan atau dugaan akibat konseleting listrik,” kata Kapolda.
Tim Labfor telah disiapkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP setelah api dapat dipadamkan.
“Dugaan sementara akibat konseleting listrik, tetapi kita tunggu hasil labfor nanti,” demikian Kapolda.
Perlu diketahui, kebakaran di Pasar Klewer Solo terjadi Sabtu (27/12), sekitar pukul 19.45 WIB. Warga setempat mengetahui munculnya asap pertama kali dari salah satu kios Blok D di lantai dua pasar.

Artikel ini ditulis oleh:

Pasar Klewer Terbakar, Ratusan Pedagang Tak Bisa Selamatkan Barang

Jakarta, Aktual.co — Ratusan pedagang tak bisa menyelamatkan barang dagangannya saat kebakaran hebat melanda Pasar Klewer Solo, Sabtu (27/12) malam.
Aparat kepolisian melarang para pedagang masuk ke dalam pasar karena api yang kian membesar akan membahayakan keselamatan jiwa mereka, sehingga mereka hanya bisa melihat api melalap sebagian bangunan Pasar Klewer Solo.
Meski sudah ada larangan dari polisi untuk mendekat ke lokasi, ada sejumlah pedagang yang tetap berupaya menyelamatkan dagangan dengan menggunakan karung yang ditumpuk di depan Pasar Klewer.
Menurut Nono (45), salah seorang pedagang di Pasar Klewer, api pertama kali berasal dari bagian belakang pasar dan sampai sekarang terus membesar meski sudah lebih dari dua jam.
Ia mengaku hanya bisa pasrah melihat kiosnya terbakar habis tanpa sempat menyelamatkan barang dagangannya, sebab api sudah telanjur membesar saat dirinya tiba di pasar tersebut.
“Ya, bagaimana lagi. Api sudah telanjur membesar, jadi tidak sempat lagi menyelamatkan barang-barang,” kata pemilik Kios “Cemoro Asri” yang berada di Blok C itu, sembari tertunduk lesu.
Sampai sejauh ini, belum diketahui jumlah kios yang habis dilalap si jago merah, namun api sudah melalap habis separuh dari pusat penjualan tekstil dan batik itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Pencurian Traktor Marak di Jembrana

Jakarta, Aktual.co — Pencurian traktor milik petani di Kabupaten Jembrana, Bali, marak dalam satu bulan terakhir, sudah 10 unit hilang.

Terakhir, tiga unit traktor yang disimpan di Balai Benih Pembantu (BPP) Padi Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo diketahui hilang, Sabtu (27/12).

“Kami menduga maling masuk ke balai ini Jumat malam. Saya tahu tiga unit traktor hilang tadi pagi saat hendak sembahyang di kantor ini,” kata Wita Darma, salah seorang pegawai BPP, Minggu (28/12).

Menurut dia, mesin traktor merek Kubota yang hilang tersebut merupakan bantuan dari Pemkab Jembrana, yang total berjumlah 32 unit.

Ia mengatakan, tiga traktor yang hilang tersebut bagian dari 15 unit yang ditaruh di halaman, karena gudang tidak mampu menampung seluruhnya.

“Kantor ini juga tidak ada yang menjaga, karena kami tidak memiliki anggaran. Padahal rencananya hari Senin (29/12), traktor ini akan dibagikan kepada kelompok petani,” katanya.

Kapolsek Mendoyo, Komisaris Wayan Sinaryasa mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP untuk menyelidiki kasus ini, dengan dugaan sementara pelakunya lebih dari satu orang.

Dari olah TKP, ia memperkirakan, pelaku masuk setelah menjebol pagar besi bagian belakang kantor dengan kunci besar yang masih tertinggal di lokasi.

Selain di Kecamatan Mendoyo, pencurian mesin traktor juga terjadi di Kecamatan Pekutatan dan Melaya yang sampai saat ini belum terungkap.

Artikel ini ditulis oleh:

Pasar Klewer Terbakar, Ratusan Pedagang Tak Bisa Selamatkan Barang

Jakarta, Aktual.co — Ratusan pedagang tak bisa menyelamatkan barang dagangannya saat kebakaran hebat melanda Pasar Klewer Solo, Sabtu (27/12) malam.
Aparat kepolisian melarang para pedagang masuk ke dalam pasar karena api yang kian membesar akan membahayakan keselamatan jiwa mereka, sehingga mereka hanya bisa melihat api melalap sebagian bangunan Pasar Klewer Solo.
Meski sudah ada larangan dari polisi untuk mendekat ke lokasi, ada sejumlah pedagang yang tetap berupaya menyelamatkan dagangan dengan menggunakan karung yang ditumpuk di depan Pasar Klewer.
Menurut Nono (45), salah seorang pedagang di Pasar Klewer, api pertama kali berasal dari bagian belakang pasar dan sampai sekarang terus membesar meski sudah lebih dari dua jam.
Ia mengaku hanya bisa pasrah melihat kiosnya terbakar habis tanpa sempat menyelamatkan barang dagangannya, sebab api sudah telanjur membesar saat dirinya tiba di pasar tersebut.
“Ya, bagaimana lagi. Api sudah telanjur membesar, jadi tidak sempat lagi menyelamatkan barang-barang,” kata pemilik Kios “Cemoro Asri” yang berada di Blok C itu, sembari tertunduk lesu.
Sampai sejauh ini, belum diketahui jumlah kios yang habis dilalap si jago merah, namun api sudah melalap habis separuh dari pusat penjualan tekstil dan batik itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Kejar Kawanan Penculik Bersenjata di Poso

Jakarta, Aktual.co — Aparat kepolisian gabungan mengejar kawanan penculik bersenjata di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, yang beraksi Sabtu pagi (27/12), dan menciderai satu warga.

Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, AKBP Utoro Saputro di Palu, Sabtu (27/12) mengatakan, aparat telah diturunkan ke lokasi penculikan di Desa Tamadue, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, yang berbatasan dengan Kabupaten Sigi.

Penculik itu beraksi pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.30 WITA dan sempat menyandera tiga warga yang sedang mencari damar di hutan, dan mengancamnya dengan senjata api.

Ketiga korban penculikan tersebut adalah Harun Tobimbi, Garataudu dan Victor Polaba. Harun saat ini masih disandera oleh para penculik, sedangkan Garataudu mengalami luka tembak dan kondisinya kritis.

Sementara Victor Polaba berhasil melarikan diri dan melapor kepada petugas bahwa dirinya merupakan korban penculikan dari orang tidak dikenal.

Victor berhasil kabur ketika disuruh membeli beras oleh kawanan penculik berjumlah empat orang dan beberapa di antaranya membawa senjata api. Kawanan penculik itu diduga masih berada di wilayah hutan di sekitar Lembah Napu.

Utoro mengaku belum mengetahui penculik tersebut dan motif yang melatarbelakangi aksi kekerasan itu.

Beberapa pekan sebelumnya juga terjadi kasus penculikan di wilayah Lembah Napu yang menghilangkan dua orang, dan hingga kini belum ditemukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Lagi, Harga Beras di Kendari Alami Kenaikan

Jakarta, Aktual.co — Harga beras di pasar tradisional di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, naik lagi sebesar Rp30.000 per karung (ukuran 50 kg), setelah dua kali mengalami kenaikkan setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Pantauan di Pasar Tradisional Andonohu Kendari, Sabtu (28/12), harga beras yang pekan lalu sebesar Rp410.000/karung, naik menjadi Rp440.000/ karung.

Sebelum harga BBM naik, harga beras masih Rp380.000/karung dan setelah harga BBM naik, harga beras naik menjadi Rp390.000/karung.

“Kami terpaksa menaikkan harga beras karena harga yang kami terima dari distributor beras di daerah ini juga sudah naik,” kata salah seorang pedagang beras di Pasar Andonohu Kendari, Ny Irun (34).

Menurut dia pihak distributor beras menaikkan harga, karena harga beras di sentra-sentra produksi beras juga menaikan harga setelah harga BBM naik. Selain itu kata dia, juga ongkos angkutan dari sentra produksi beras ke pasar-pasar, juga naik.

“Makanya, pascapemerintah menaikkan harga BBM, pihak distributor juga menaikkan harga beras, bahkan dalam satu bulan terakhir harga beras sudah tiga kali naik,” katanya.

Keterangan serupa juga diungkapkan H Sjasumddin (42), juga pedagang beras di Pasar Andonohu Kendari.

Menurut dia, para distributor beras menaikkan harga beras, karena selain harga beras di tingkat produsen sudah naik, juga ongkos jasa buruh sudah naik.

“Alasan dari pihak distributor menaikkan beras seperti itu, selain harga di tingkat produsen yang naik, juga ongkos jasa buruh sudah naik,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain