7 April 2026
Beranda blog Halaman 401

Pendekatan Kultural Dinilai Jadi Opsi Redam Polemik Ijazah Jokowi di Tengah Proses Hukum

Jakarta, aktual.com – Dosen Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana Amir Karyatin menyarankan para pihak yang berperkara dapat mempertimbangkan pendekatan kultural sebagai bentuk penyelesaian alternatif kasus ijazah Presiden Ke-7 RI Joko Widodo, selain menempuh jalur hukum.

Menurutnya, gagasan tersebut tidak dimaksudkan untuk menegasikan hukum positif maupun norma agama, tetapi sebagai upaya meredakan ketegangan sosial yang kian meluas.

“Perdebatan yang tak kunjung selesai justru berpotensi memperkeruh suasana dan menjauhkan substansi persoalan dari kepentingan publik yang lebih besar,” ucap Amir dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Pendekatan kultural adalah metode memahami atau menganalisis fenomena sosial, perilaku, atau materi (seperti pendidikan, dakwah, keperawatan) dengan menggunakan lensa budaya.

Lensa budaya dimaksud, yaitu nilai, norma, tradisi, bahasa, dan cara pandang khas suatu kelompok masyarakat sebagai pedoman utama, agar solusi atau interaksi yang diberikan relevan, efektif, dan diterima, bukan hanya melihat dari sisi universal atau struktural saja.

Amir mengatakan sengketa hukum berlarut dalam kasus tersebut berpotensi memperdalam polarisasi di masyarakat dan menjadi kerugian bagi bangsa.

Apalagi dalam sengketa ijazah itu, tidak ada pihak yang benar-benar diuntungkan, apalagi memberi kontribusi positif bagi bangsa Indonesia.

“Perdebatan ini justru menyisakan kegaduhan sosial,” ungkapnya.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Hukum Unkris Prof. Soetomo berpendapat dalam perspektif keagamaan Islam, penyelesaian sengketa lebih menekankan pada pencarian kebenaran secara bertanggung jawab dan menghindari berbagai praktik yang berpotensi menimbulkan kontroversi teologis di tengah masyarakat.

Menurut dia, tidak semua tradisi lokal dapat diterima secara universal, terutama jika menimbulkan perbedaan tafsir dalam ajaran agama.

“Oleh karena itu, penyelesaian polemik publik sebaiknya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, rasionalitas, dan kepentingan persatuan sosial,” kata Prof. Soetomo.

Sebelumnya, kuasa hukum Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar dan Tifauzia Tyassuma, meminta Polda Metro Jaya untuk melakukan uji forensik ijazah Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) dilakukan secara independen.

“Meminta agar dilakukan uji laboratorium forensik yang bersifat independen, dengan hasil yang kredibel, transparan, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan oleh semua pihak,” kata kuasa hukum Roy Suryo dkk, Khozinudin saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/12).

Khozinudin menjelaskan permintaan uji forensik independen ini berangkat dari pengalaman dalam berbagai kasus besar yang menunjukkan adanya anomali dalam proses penegakan hukum.

Adapun Polda Metro Jaya menyebutkan hasil gelar perkara khusus yang diajukan oleh Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar dan Tifauzia Tyassuma, tetap memutuskan mereka sebagai tersangka.

“Terhadap penetapan tersangka yang sudah kami lakukan, apabila para tersangka atau kuasa hukum keberatan maka dipersilahkan untuk melakukan pengujian melalui mekanisme pra peradilan sebagaimana yang sudah diatur dalam KUHAP,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/12).

Iman menjelaskan gelar perkara khusus yang diselenggarakan pada Senin (15/12) pukul 10.30 – 22.10 WIB tersebut juga dihadiri oleh pengawas eksternal, internal, para prinsipiel, Komisi Kepolisian Nasional, Komnas HAM dan Komisi Nasional Perempuan.

“Hal tersebut dilakukan untuk menjamin transparansi profesionalitas dan proporsionalitas,” katanya.

Sementara itu, terkait keaslian ijazah milik pelapor, Iman menjelaskan telah menunjukkan ijazah atas nama Joko Widodo.

“Sekali lagi, kami sampaikan kepada rekan-rekan bahwa pada kesempatan gelar perkara tersebut, penyidik telah menunjukkan ijazah atas nama Joko Widodo yang diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan UGM,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kemenpora Segera Evaluasi Cabang Olahraga Gagal Capai Target Sea Games

Jakarta, aktual.com – Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Surono mengatakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan segera mengevaluasi cabang olahraga yang gagal mencapai target dalam SEA Games Thailand 2025.

Surono menyatakan Kemenpora tengah melakukan rapat evaluasi sebelum memberikan hukuman kepada cabang-cabang yang telah ditinjau gagal memenuhi target dari Kemenpora.

“Kami sudah petakan ada beberapa cabor yang memang satu tidak sesuai dengan target yang kedua adalah cabang yang sesuai target. Bahkan ada cabang yang memang melebihi target itu nanti ada penghargaan dan ada pasti hukuman dan lain-lain,” kata Surono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (23/12).

Surono tak menutup kemungkinan sepak bola akan turut dievaluasi setelah gagal memenuhi target pada SEA Games 2025.

Sepak bola ditargetkan mendulang medali perak tapi malah gagal mencapai semifinal.

“Ya semua yang tadi kami sampaikan nukan masalah cabang yang kami evaluasi adalah (secara keseluruhan) semua yang kami evaluasi,” kata Surono.

Indonesia menempati peringkat kedua klasemen SEA Games 2025, dengan 91 medali emas, 111 medali perak, dan 131 medali perunggu.

Selain melampaui target 80 medali emas, raihan medali emas pada 2025 menjadi yang terbanyak ketiga Indonesia saat tidak menjadi tuan rumah SEA Games.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

BMKG Prakirakan Wilayah Jakarta Diguyur Hujan

Pengendara sepeda motor menerobos hujan di kawasan Senopati, Jakarta,
Pengendara sepeda motor menerobos hujan di kawasan Senopati, Jakarta,

Jakarta, aktual.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan pada Selasa pagi hingga malam sejumlah wilayah DKI Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas ringan.

Informasi di akun Instagram BMKG di Jakarta, Selasa (23/12), menyebutkan, hujan dengan intensitas ringan akan terjadi di Jakarta Barat, Timur, Pusat, Utara dan Kabupaten Kepulauan Seribu pada pagi hari, kecuali Jakarta Selatan yang hanya berawan tebal.

Pada Selasa siang, hujan masih mengguyur beberapa daerah di DKI seperti Jakarta Pusat, Barat, Timur dan Selatan, sementara Jakarta Utara dan Kabupaten Kepulauan Seribu cerah berawan serta berawan tebal.

Beranjak pada Selasa sore, empat wilayah yaitu Jakarta Barat, Timur, Selatan dan Pusat masih diguyur hujan sementara Jakarta Utara, serta Kabupaten Kepulauan Seribu masih diselimuti awan.

Sementara pada malam hari langit Jakarta kembali berawan tebal sedangkan tengah malam semua Jakarta diguyur hujan ringan.

Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan menurunkan air kurang dari 1-5 mm (milimeter) per jam.

Pada hari yang sama, untuk kecepatan angin di lima wilayah yaitu berkisar 7-11 kilometer per jam, sedangkan di Kabupaten Kepulauan Seribu mencapai 14 kilometer per jam, dengan suhu udara berada pada kisaran terendah 25 hingga tertinggi 31 derajat Celcius.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Libur Sekolah, Anggaran Tetap Jalan: Program MBG Disorot Ekonom

Jakarta, Aktual.com – Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menyoroti keputusan pemerintah yang tetap menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah pada akhir 2025. Menurutnya, kebijakan tersebut berisiko membuat penggunaan anggaran negara tidak tepat sasaran.

Ia menilai keberlanjutan MBG saat tidak ada aktivitas belajar mengajar menimbulkan pertanyaan terkait urgensi program. Di sisi lain, sejumlah wilayah di Sumatra justru tengah membutuhkan dukungan negara akibat bencana alam dan tekanan ekonomi.

“Apakah tidak lebih bijak jika dana itu digunakan untuk masyarakat yang sedang kesusahan,” ujar Nailul dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Berdasarkan catatan CELIOS, hingga Desember 2025 terdapat 17.555 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tetap beroperasi selama libur sekolah. Dengan asumsi setiap dapur menyalurkan 3.000 porsi per hari, jumlah produksi diperkirakan mencapai sekitar 526,65 juta porsi.

Besarnya produksi tersebut berdampak langsung pada penyerapan anggaran negara. Nailul memperkirakan, dengan harga rata-rata Rp15 ribu per porsi, dana publik yang terserap mencapai sekitar Rp7,9 triliun selama masa libur.

Ia juga menyoroti potensi keuntungan yang diterima pengelola dapur MBG. Menurutnya, kondisi ini perlu pengawasan ketat agar tidak menimbulkan konflik kepentingan dalam pelaksanaan program.

Selain itu, Nailul mengingatkan tujuan utama MBG adalah membentuk pola makan sehat anak melalui menu seimbang. Penyaluran makanan kemasan selama liburan, kata dia, berisiko menjauhkan program dari tujuan awal.

“Jangan sampai libur sekolah justru dijadikan waktu untuk mempercepat balik modal pemilik SPPG,” tegasnya.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) membantah anggapan pemborosan anggaran. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan penyaluran MBG saat libur sekolah justru mencerminkan efisiensi.

“Anggaran MBG 2025 sebesar Rp71 triliun awalnya ditargetkan untuk 6 juta penerima manfaat, namun realisasinya mampu menjangkau hingga 50 juta anak Indonesia dan kelompok 3B,” ujar Nanik dalam keterangan tertulis, Selasa (22/12/2025).

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Jaringan Internasional Terbongkar, WNA Malaysia hingga Nigeria Terlibat Kasus Narkoba di Jakarta

Jakarta, aktual.com – Polda Metro Jaya mengungkap keterlibatan jaringan internasional dalam kasus narkoba akhir 2025. Sebanyak delapan tersangka tercatat sebagai warga negara asing.

Para WNA tersebut berasal dari Malaysia, Australia, China, dan Nigeria. Mereka ditangkap dalam pengungkapan 1.517 kasus narkoba selama Oktober hingga Desember 2025.

Wadirresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Dedy Anung menyebut penanganan WNA tetap mengacu hukum nasional. “Proses hukum tetap sama tanpa membedakan kewarganegaraan,” kata Dedy, Jakarta, dikutip Senin (22/12/2025)

Meski demikian, kepolisian berkoordinasi dengan kedutaan besar negara asal tersangka. “Pendampingan diplomatik dilakukan, namun penegakan hukum tetap berjalan,” ujarnya.

Keterlibatan WNA menunjukkan jaringan narkoba lintas negara masih aktif di wilayah Jakarta. Sebagian berperan sebagai kurir yang dikendalikan bandar buron.

Dedy menambahkan Polda Metro Jaya berkomitmen menindak tegas seluruh pelaku narkoba. “Kami tidak pandang bulu dalam penegakan hukum,” tegas Dedy.

(Muhammad Hamidan Multazam)

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Dino Patti Djalal Kritik Kinerja dan Komunikasi Menlu Sugiono

Jakarta, aktual.com – Mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal menyampaikan kritik terbuka kepada Menlu Sugiono. Pesan itu disampaikan melalui akun Instagram pribadinya @dinopattidjalal.

Dino menyebut pesannya berasal dari pengalaman hampir 40 tahun berkecimpung di dunia diplomasi nasional dan internasional. Ia menegaskan berbicara sebagai sesepuh Kemlu, tokoh masyarakat, sekaligus warga negara.

Kritik pertama menyangkut kepemimpinan Menlu dalam mengelola Kementerian Luar Negeri. Menurut Dino, Kemlu membutuhkan kehadiran pemimpin yang fokus dan konsisten.

Ia mengibaratkan Kemenlu seperti mobil mewah performa tinggi.

“Kemenlu itu seperti Ferrari, tapi butuh sopir yang piawai dan fokus,” ujarnya, dikutip Senin (22/12/2025)

Dino menilai kurangnya arahan membuat kinerja perwakilan RI melemah. Rapat duta besar tertunda dan banyak keputusan strategis minim tindak lanjut.

Kritik kedua diarahkan pada lemahnya komunikasi publik soal politik luar negeri. Dino mengingatkan prinsip “foreign policy begins at home”.

Ia menilai Menlu jarang menyampaikan pidato kebijakan atau wawancara substantif. Menurutnya, komunikasi visual tanpa penjelasan substansi tidak cukup.

Kritik ketiga menyasar hubungan Menlu dengan pemangku kepentingan hubungan internasional. Dino menilai banyak undangan dialog dari komunitas tidak direspons.

Ia menekankan kepercayaan tidak hadir dengan sendirinya.

“Trust dan respect harus diperjuangkan,” tegas Dino.

Kritik terakhir menyoroti keterbukaan kerja sama dengan akar rumput diplomasi. Dino menilai gotong royong pemerintah dan masyarakat adalah kunci sukses diplomasi Indonesia.

(Muhammad Hamidan Multazam)

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain