4 April 2026
Beranda blog Halaman 40141

Ketua Partai Demokrat Ditahan

Palu, Aktual.co — Ketua Partai Demokrat Kota Palu Yos Sudarso Mardjuni ditahan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Kota Palu, Selasa petang, terkait kasus dugaan korupsi dana bantuan partai itu periode 2005-2013. Yos Sudarso yang mengenakan kemeja putih digiring menuju Rutan Maesa Palu usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Palu Asnawi mengatakan penahanan tersangka itu adalah untuk memudahkan penyidikan perkara. Yos Sudarso yang kini masih menjadi anggota DPRD Kota Palu sebelumnya ditetapkan menjadi tersangka pada pertengahan September 2014.

Penetapan tersangka itu dilakukan setelah tim penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup dengan diperkuat oleh keterangan saksi. Bukti tersebut antara lain pelaporan keuangan yang tidak didukung administrasi lengkap, selain itu penggunaan dana partai yang berasal dari pemerintah itu tidak dibuat sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan Partai Politik.

Selain itu, ada hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, serta pertanggungjawaban fiktif yang dibuat tersangka. Kasus tersebut adalah pengembangan dari laporan masyarakat dan pengurus Partai Demokrat Kota Palu yang merasa janggal dengan administrasi keuangan partai tersebut.

Dalam laporan itu, pelapor mengindikasikan adanya penggunaan dana operasional partai yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh Ketua Partai Demokrat Kota Palu. Dana itu antara lain dari APBD Kota Palu yang sebesar Rp86 juta per tahun, dan dana dari fraksi di DPRD Kota Palu sebesar Rp5 juta per bulan. Yos Sudarso adalah mantan Wakil Ketua DPRD Kota Palu periode 2009-2014, dan telah menahkodai Partai Demokrat Palu selama hampir 10 tahun.

Kondisi Fisik Tak Dikenali, Dua Jenazah Dibawa ke Surabaya

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak dua jenazah korban AirAsia QZ8501 yang sudah tak dikenali secara fisik dibawa ke Surabaya untuk menjalani proses otopsi.
Kondisi jenazah yang sudah rusak ditaruh didalam cold storage agar kondisi fisiknya tak semakin rusak, di RSUD Imanuddin, PangkalanBun, Kalimantan Tengah.
“Ciri fisik sudah sulit dikenali. Bagian tubuh yang tak tertutup pakaian sudah rusak,” kata Koordinator DVI Polri Kombes Pol dr Hariyanto, di PangkalanBun, Rabu (7/1).
Kedua jenazah berkelamin perempuan ini sudah dibawa ke Lanud Iskandar untuk diterbangkan ke Surabaya dan menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
Hingga hari ke-11 pencarian pesawat Airasia QZ8501, telah ditemukan 39 jenazah.

Artikel ini ditulis oleh:

Kompolnas Siap Ajukan Empat Jenderal Pengganti Sutarman

Jakarta, Aktual.co — Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah menyiapkan empat jenderal yang dianggap layak menggantikan posisi Kepala Polri Jenderal Pol Sutarman. Keempat nama itu akan diajukan kepada Presiden Joko Widodo jika dibutuhkan sebagai saran dan pertimbangan.

Komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan mengaku belum mengetahui pasti kapan rencana pergantian jabatan di posisi itu. “Itu tidak bisa diprediksi. Kebijakan itu merupakan hak prerogatif Presiden. Yang pasti tahun 2015 ini,” kata Edi, Rabu (7/1). Posisi Kompolnas, kata Edi, hanya mengajukan nama-nama. Terkait siapa yang terpilih, keputusan sepenuhnya ada di tangan Presiden Jokowi.

Menurut Edi, Kompolnas sudah meminta daftar rekam jejak sejumlah jenderal yang dianggap pantas menjabat sebagai Kapolri. Nama-nama yang masuk ke bursa pengganti Sutarman akan dilihat rekam jejaknya. Hal-hal yang menjadi pertimbangan, di antaranya, prestasi, kepemimpinan, profil, serta sekurangnya memiliki masa kerja dua tahun sebelum pensiun.

Secara terpisah, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie mengatakan Kapolri belum diminta presiden untuk mengajukan calon penggantinya. “Yang saya monitor saat ini, belum ada permintaan (dari Presiden kepada Kapolri). Kapolri menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden karena itu hak Presiden,” kata Ronny.

Sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat calon Kapolri adalah Inspektur Pengawasan Umum Komjen Pol Dwi Priyatno (Akpol 82), Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian Komjen Pol Budi Gunawan (Akpol 83), Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Komjen Pol Putut Eko Bayuseno (Akpol 84), dan Kepala Badan Reserse Kriminal Komjen Pol Suhardi Alius (Akpol 85).

Kejari Palu Tahan Ketua DPC Partai Demokrat

Jakarta, Aktual.co — Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Palu Yos Sudarso Mardjuni ditahan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Kota Palu, Selasa (6/1) petang. Penahanan Yos terkait kasus dugaan korupsi dana bantuan partai periode 2005-2013.
Yos Sudarso yang mengenakan kemeja putih digiring menuju Rutan Maesa Palu usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Kepala Kejaksaan Negeri Palu Asnawi mengatakan penahanan Yos untuk memudahkan penyidikan perkara. Yos Sudarso yang kini masih menjadi anggota DPRD Kota Palu sebelumnya ditetapkan menjadi tersangka pada pertengahan September 2014.
Penetapan tersangka itu dilakukan setelah tim penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup dengan diperkuat oleh keterangan saksi.
Bukti tersebut antara lain pelaporan keuangan yang tidak didukung administrasi lengkap, selain itu penggunaan dana partai yang berasal dari pemerintah itu tidak dibuat sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan Partai Politik.
Selain itu, ada hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, serta pertanggungjawaban fiktif yang dibuat tersangka. Kasus tersebut adalah pengembangan dari laporan masyarakat dan pengurus Partai Demokrat Kota Palu yang merasa janggal dengan administrasi keuangan partai tersebut.
Dalam laporan itu, pelapor mengindikasikan adanya penggunaan dana operasional partai yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh Ketua Partai Demokrat Kota Palu itu. Dana itu antara lain dari APBD Kota Palu yang sebesar Rp86 juta per tahun, dan dana dari fraksi di DPRD Kota Palu sebesar Rp5 juta per bulan.
Yos Sudarso adalah mantan Wakil Ketua DPRD Kota Palu periode 2009-2014, dan telah menahkodai Partai Demokrat Palu selama hampir 10 tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Video ISIS untuk Indonesia Dibalas

Jakarta, Aktual.co — Video seorang wanita yang bertutur dengan bahasa Jawa medok populer di YouTube. Perempuan berambut pendek ini mengungkapkan penolakannya atas Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Dalam video berdurasi 1 menit 45 detik, wanita ini menyebut pengikut ISIS, Abu Jandal al Yamani al Indonesi, bodoh karena mengancam Indonesia. “Kowe gak ngerti sih wong Indonesia iki duwe tentara hebat, gak mempan tembak, bom, lan peluru. Mak Lampir duwe pasukan iblis, Gerandong, Nyi Roro Kidul. Wani kowe? Durung ngerti wong Indonesia duwe santet barang, disantet lah kuwi.

(Kamu tidak tahu sih, orang Indonesia punya tentara hebat, tidak bisa ditembak, bom, dan peluru. Mak Lampir punya pasukan iblis, Gerandong, Nyi Roro Kidul. Berani kamu? Belum tahu orang Indonesia juga punya santet. Disantet lah kamu),” kata dia dengan intonasi dan ekspresi wajah datar yang diunggah di YouTube pada Sabtu, (3/1).

“Wes ojo teko nang Indonesia, mati tenan Abu Jandal. Kowe goblok sih (Sudah jangan datang ke Indonesia, mati beneran kamu Abu Jandal. Kamu bodoh, sih),” ucapnya. Wanita yang belum diketahui namanya itu juga menyarankan Abu Jandal untuk berjihad di Palestina, bukan di Indonesia. Perempuan itu juga meminta Abu Jandal mengusir Yahudi dan Israel. “Jajal kowe nek wani, tak acungi jempol tenan, dadi pasukan  Allah (Coba kalau kamu berani, saya acungi jempol, jadi pasukannya Allah),” ujarnya.

Wanita yang memakai bandana berwarna merah dan biru itu menegaskan Indonesia tidak takut dengan ancaman ISIS. “Perlu kamu tahu ya Abu Jandal, orang Indonesia enggak takut karena bagi kami NKRI harga mati. Tak omongi yo kowe Abu Jandal, kowe kok goblok sih (Saya kasih tau ya Abu Jandal, kamu bodoh, sih).”  Video yang telah ditonton ratusan kali itu mendapat banyak respon dari netizen. “Gokil, muanteb iku mba. Iyo bener iku, pas banget,” komentar akun Donna Dhenox.

Keluarga Korban Pesawat AdamAir Doakan Korban AirAsia QZ8501

Jakarta, Aktual.co — Keluarga korban hilangnya pesawat Adam Air pada 1 januari 2007 lalu, mendoakan korban AirAsia QZ8501 dan meminta agar keluarga yang ditinggalkan, tabah menghadapi cobaan.
Muzlina Said, salah seorang isteri korban dari jatuhnya pesawat Adam Air di perairan Mamuju Sulawesi Barat 1 januari 2007, mengatakan bahwa kejadian jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di perairan laut Karimata beberapa waktu lalu, merupakan musibah yang tidak bisa diduga dan diprediksi siapapun.
Sehingga, perlu adanya ketabahan dan kekuatan batin dalam menghadapi cobaan ini, sama seperti keluarga korban Adam Air saat mendapat informasi musibah tersebut pada 1 Januari 2007 lalu. 
“Saya waktu mendengar infomasi tentang jatuhnya Adam Air dan salah satu penumpang adalah suami, pikiran menjadi kalut dan tidak menentu lagi,” kata Muzlina, Rabu (7/1).
Menurut dia, sebaiknya keluarga pasrah dan terus memanjatkan doa agar jasad korban AirAsia bisa ditemukan semuanya, sehingga nantinya setiap saat bisa ziarah ke pemakaman. Berbeda dengan korban Adam Air yang hingga saat ini tidak ditemukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain