11 April 2026
Beranda blog Halaman 40185

IHSG Ditutup Melemah 50,93 Poin

Jakarta, Aktual.co —   Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melanjutkan koreksi sebesar 50,93 poin atau 0,98 persen ke posisi 5.169,06. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun sebesar 10,06 poin atau 1,12 persen ke posisi 888,20.

“Koreksi IHSG BEI cukup wajar setelah ‘rally’ kenaikan pada akhir tahun 2014 lalu hingga awal pembukaan bursa di 2015,” kata Analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya di Jakarta, Selasa (6/1).

Ia memproyeksikan bahwa tekanan indeks BEI bersifat jangka pendek dikarenakan prospek industri pasar modal Indonesia masih positif ke depannya seiring dengan masih cukup kuatnya sentimen kebijakan pemerintah dalam mengembangkan infrastruktur.

Di sisi lain, lanjut dia, arus dana asing keluar (capital outflow) di pasar modal juga tidak terlalu besar, itu menunjukan bahwa investor masih percaya terhadap kinerja pasar saham domestik.

“Di tengah mayoritas saham-saham di BEI yang terkoreksi, pelaku pasar saham dapat memanfaatkan peluang untuk melakukan akumulasi saham,” ujarnya..

Sementara itu, Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa pelemahan indeks BEI diperkirakan berjangka pendek. Secara teknikal IHSG masih berpotensi untuk menuju level batas atas ke 5.251 poin.

Saat ini, lanjut dia, sentimen dari penurunan minyak dunia hingga di kisaran 50 dolar AS per barel, akan berdampak positif bagi sektor konstruksi BUMN karena dapat membuka ruang lebih untuk anggaran dana infrastruktur.

“Kondisi itu dapat mendorong indeks BEI kembali terangkat ke depannya,” katanya.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 264.423 kali dengan volume mencapai 5,09 miliar lembar saham senilai Rp4,16 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 71 saham, yang melemah 243 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 85 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 235,91 poin (0,99 persen) ke 23.485,41, indeks Bursa Nikkei turun 525,52 poin (3,02 persen) ke 16.883,19, dan Straits Times melemah 45,19 poin (1,36 persen) ke posisi 3.283,09.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Sertijab Kepala Staf TNI Angkatan Laut

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (tengah) melakukan salam komando dengan KSAL yang baru Laksamana Madya TNI Ade Supandi (kiri) beserta pejabat lama, Laksamana TNI Marsetio (kanan) usai upacara serah terima jabatan (Sertijab) di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/1/2014). Laksamana Madya TNI Ade Supandi menggantikan Laksamana TNI Marsetio yang telah memasuki masa purna tugas. AKTUAL/PUSPEN TNI

Istri Musisi Fariz RM Juga Dicokok Polisi

Jakarta, Aktual.co — Petugas Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menangkap musisi FRM (56) terkait dugaan kepemilikan narkoba jenis heroin saat bersama istrinya.
“Istrinya ada di kamar, apakah ia mengetahui jika suaminya memakai kami masih dalami dan menyelidikinya,” kata Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Hando Wibowo di Jakarta, Selasa (6/1).
Hando menuturkan awalnya polisi mendapatkan informasi ada penggunaan narkoba di Jalan Damar Bintaro Permai, Tangerang Selatan.
Selanjutnya, polisi menggerebek tempat kejadian dengan mengamankan musisi era 1980-an itu bersama istrinya.
Berdasarkan tes urine menunjukkan FRM positif mengonsumsi tiga jenis narkoba.
Polisi juga menyita satu paket narkoba jenis heroin, satu paket ganja dan alat hisap (bong).
Petugas menciduk FRM bertepatan dengan hari ulang tahun musisi senior itu pada Selasa (6/1) dinihari.
FRM berpotensi dijerat Pasal 111 juncto Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Dalami Pengetahuan Agama, Mahasiswa STAIN Sowan ke MUI

Suasanan mahasiswa Program Pasca Sarjana STAIN Juarai Siwo Metro Lampung saat mengunjungi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, Selasa (6/1/2015). Kedatangan mahasiswa tersebut untuk berdiskusi tentang pengetahuan Agama Islam. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Rupiah Ditutup Melemah 84 Poin ke Rp12.669

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar 84 poin menjadi Rp12.669 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.585 per dolar AS.

“Sentimen negatif yang datang dari global maupun eksternal kembali menekan mata uang rupiah terhadap dolar AS ke level Rp13.600-an,” ujar Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta, Selasa (6/1).

Ia mengemukakan ekspektasi pasar terkait bank sentral AS (Federal Reserve) akan menaikan suku bunga (Fed rate) masih membayangi pasar keuangan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dari dalam negeri, lanjut dia, data perekonomian Indonesia yang telah dirilis menunjukan perlambatan kinerja. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan November 2014 mengalami defisit sebesar 420 juta dolar AS. Sementara inflasi Desember 2014 mencapai 2,46 persen, lebih tinggi dari perkiraan Bank Indonesia (BI) yang sebesar 2,1-2,2 persen.

“Ke depan, inflasi diperkirakan juga masih kembali tinggi, begitupun dengan kinerja neraca perdagangan Indonesia yang juga diperkirakan kembali defisit. Kondisi itu masih menjadi sentimen negatif bagi rupiah,” katanya.

Namun, menurut dia, adanya harapan positif di pasar mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mendorong pembangunan infrastruktur akan menjadi modal bagi pondasi mata uang rupiah untuk tidak tertekan lebih dalam.

“Diharapkan harapan itu segera terealisasi dan dirasakan dampaknya,” katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa (6/1) ini tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp12.658 dibandingkan hari sebelumnya, Senin (5/1) di posisi Rp12.589 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kongres Umat Islam Indonesia ke-6 akan digelar di Yogyakarta 6 hingga 8 Februari

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Selasa (6/1/2015). Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-6 akan menggelar di Jogjakarta 6-8 February mengangkat tema “Menguatkan Umat Islam Ekonomi, Sosial, Budaya dan Politik untuk Membangun Indonesia” AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Berita Lain