14 April 2026
Beranda blog Halaman 40185

Permasalahan Perizinan di Kota Bogor, Walikota Sampaikan Tiga Alasan

Jakarta, Aktual.co —Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan ada tiga poin dalam permasalahan perizinan di Kota Bogor, Jawa Barat. 
Pertama, banyak warisan masa lalu atau era pemerintahan wali kota sebelumnya, yakni Diani Budiarto, yang dibebankan ke pemerintahan saat ini.
Poin kedua yakni persoalan tentang mekanisme pengurusan perizinan yang banyak menggunakan calo. Yakni lewat beberapa orang dan ada juga yang lewat PNS.
Dan yang ketiga, adanya area abu-abu dalam regulasi perizinan.
“Ini membuat masyarakat Kota Bogor terbelah dan terpecah. Seperti kasus Botanical Residen, dua RW sudah terpecah ada yang pro dan kontra,” kata Bima, di Bogor, Selasa (6/1).
Menurut dia, wilayah abu-abu itu harus segera ditutup dan tidak boleh ada lagi, karena akan mempersulit investor.
Harus ada kejelasan tentang izin warga, ujar dia, mengenai izin mendirikan bangunan. Seperti patokan atau ukuran radius berapa meter untuk diizinkan mendirikan bangunan.
“Yang terpenting bagaimana mengurangi interaksi antar manusia dalam proses perizinan. Kita membutuhkan SDM yang mumpuni, dan perlu ada tim ahli bangunan yang bertugas untuk memberikan rekomendasi isu perizinan,” ujar dia.
Dalam Laporan Pertanggungjawaban Wali Kota Bogor tahun 2013 lalu, terdapat 3.387 izin pembangunan fisik. Dan 3.773 izin pada sektor ekonomi dalam artian terkait penanaman modal yang sudah diterbitkan bagi investor.
Persoalan perizinan di kota Bogor mendapat sorotan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan Bogor Raya.
Direktur Eksekutif LBH Keadilan Bogor Raya, Prasetyo Utomo mengatakan ada tiga kasus perizinan di Kota Bogor. Yakni Hotel Amarosa, Hotel Whiz dan Botanical Residence.
“Sudah ada tiga tersangka dari pejabat pemerintah yang tersangkut kasus perizinan ini,” kata dia, di Bogor, Selasa (6/1).
Jika tidak ada langkah tegas dari wali kota dan DPRD mengenai persoalan perizinan di Kota Bogor, dia memprediksi di 2015 mafia perizinan akan menggurita di pemerintahan.

Artikel ini ditulis oleh:

Musisi Fariz RM Kembali Ditangkap, Kasus Narkoba

Jakarta, Aktual.co —Musisi senior Fariz RM diringkus polisi di rumahnya oleh kepolisian di rumahnya di Jalan Camar IX, Bintaro, Jakarta Selatan, Selasa (6/1) dini hari. Dia kembali terlibat kasus yang sama seperti yang pernah menjeratnya, yakni narkoba. 
Fariz dibekuk satu hari setelah merayakan ulang tahun. Dari saku celana dia, polisi menemukan satu paket heroin. Dari penggeledahan di rumahnya, polisi temukan satu paket ganja dan alat hisap sabu.
“Kita amankan di rumahnya saat dia seorang diri. Penangkapan ini tepat satu hari setelah dia ulang tahun,” kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Hando Pandowo, di Jakarta, Selasa (6/1).
Dari hasil tes urine di Polres Metro Jakarta Selatan, pelaku positif memakai ganja, sabu dan heroin. 
Dia dijerat dengan Pasal 111, 112 dan 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman penjara minimal selama empat tahun.
Ini bukan kali pertama Fariz ditangkap untuk kasus narkoba. Di 2007, dia juga pernah ditangkap petugas Polsek Metro Kebayoran Baru. Karena kedapatan menyimpan ganja di mobil.
Dia akhirnya divonis 8 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Artikel ini ditulis oleh:

Kebijakan Kemdikbud Soal Kurikulum 2013, Ini Pendapat Rektor UNJ

Jakarta, Aktual.co —Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membatasi penerapan Kurikulum 2013 dan menggantinya ke Kurikulum 2006, dianggap tidak tepat.
Pendapat tersebut disampaikan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Djaali, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/1). Mengapa? Karena dia menilai 6.212 sekolah percontohan yang menerapkan Kurikulum 2013 adalah sekolah yang dianggap bagus.
“Sekolah yang menjadi percontohan itu adalah sekolah-sekolah yang bagus. Tidak ada sekolah yang kurang bagus kualitasnya,” ucap dia, di Jakarta, Selasa (6/1).
Karena itu, menurut Djaali, sekolah-sekolah itu tidak bisa dijadikan sampel. “Seharusnya untuk sampel juga diambil sekolah yang kurang bagus kualitasnya, baru dievaluasi (kurikulum 2013).” 
Djaali menilai ada dua permasalahan di pergantian kurikulum. Pertama, belum ada evaluasi terhadap kurikulum 2013 dan pelaksanaannya yang menyeluruh. Padahal seharusnya bertahap.
Kemendikbud juga dinilainya terlalu tergesa-gesa dalam menerapkan Kurikulum 2013, dan juga penghentiannya. 
Dia pun berharap penerapan kurikulum 2013 bisa dilakukan secara acak, dan tidak hanya di sekolah-sekolah bagus saja. 
Mendikbud Anies Baswedan mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap kurikulum itu. Anies menyebut banyak tidak selaras, contohnya kompetensi inti dan kompetensi dasar.
Karena itu dia memutuskan untuk melanjutkan penerapan Kurikulum 2013, dan mengembalikan kurikulum kembali ke kurikulum sebelumnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Harga Minyak Dunia Masih Tertekan Sepanjang Tahun Ini

Jakarta, Aktual.co — Harga minyak mentah jatuh sekitar US$2 menuju level US$50,64 per barel pada hari ini (6/1), setelah sempat menyentuh angka US$50,40 per barel. 
Angka tersebut menunjukkan harga terlemah sejak 30 April 2009. Sementara minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Februari diperdagangkan di harga US$53,41 per barel, atau turun US$2,77.
Surplus pasokan global menjadi salah satu pertimbangan para pedagang minyak dalam menentukan harga. Seperti diketahui, negara-negara OPEC enggan menurunkan tingkat produksinya. Ditambah, Amerika Serikat yang juga turut membuka keran ekspor minyak.
Melihat hal itu, Analis bank investasi global, Citi memperkirakan harga minyak akan terus tertekan di sepanjang tahun 2015 ini. Pihaknya juga menurunkan proyeksi mengenai harga minyak dunia di 2015.
“Tiga faktor besar yang menyambut awal 2015 adalah revolusi minyak AS, penolakan Arab Saudi untuk menyerahkan pangsa pasar pada para produsen dan lemahnya ekonomi dunia,” kata anggota tim analis Citi, Edward Morse, seperti dilansir CNBC.
Citi memprediksi harga Brent akan berada di kisaran US$63 per barel tahun ini. Padahal sebelumnya Citi memproyeksikan harga minyak tahun ini akan berada di level US$80 per barel.
Sementara untuk 2016, Citi memangkas prediksi harganya dari US$85 menjadi US$70 per barel. Adapun untuk minyak mentah jenis West Texas Intermediate, Citi memangkas perkiraan harganya dari US$75 menjadi US$62 per barel.

Artikel ini ditulis oleh:

Beijing Ajukan Diri Sebagai Tuan Rumah Olimpiade 2022

Jakarta, Aktual.co — Pimpinan Beijing, pada Selasa (6/1) mengambil alih penawaran resmi mereka sebagai tuan rumah Olimpiade musim dingin 2022 kepada IOC, untuk memperkuat persaingan dengan Almaty Kazakhstan.

Penyelenggaraan Olimpiade tersebut telah dipastikan bakal digelar di Asia dengan hanya Beijing dan Almaty sebagai kandidatnya. Komite Olimpiade Internasional (IOC) akan mengambil keputusannya pada Juli.

Liu Peng, Ketua Komite Olimpiade Tiongkok, dan Wang Anshun, Ketua Panitia Komite Penawaran Beijing sebagai tuan rumah Olimpiade 2022, merepresentasikan jaminan konstruksi dan pendanaan pesta olahraga itu di markas besar IOC.

Mereka belum memberikan pernyataan lebih lanjut.

Pemimpin olahraga dan penawaran Almaty memberikan jaminan resmi kepada pihak IOC pada Selasa mendatang.

Kendati Tiongkok juga menjadi tuan rumah penyelenggaraan invitasi internasional ski yang berjarak 220 km dari Beijing, namun penawaran Tiongkok tersebut tetap menjadi pertimbangan favorit, karena adanya keterkaitan aktor-aktor politik pemerintahannya dalam kiprah olimpiade itu.

Sejumlah pejabat yang pernah berkiprah dalam mengorganisasikan Olimpiade musim panas 2008 di Beijing juga terdaftar dalam tim yang akan memenangkan Olimpiade musim dingin tersebut.

Almaty diusulkan setelah sebelumnya sempat ada kesenjangan dukungan dari Presiden Nursultan Nazarbayev. Namun pemerintah sekarang mendukung sepenuhnya proyek tersebut.

Almaty juga pernah menjadi kandidat tuan rumah Olimpiade musim dingin 2014, yang kemudian beralih ke Sochi Rusia. Kota tersebut juga menjadi tuan rumah Asian Games musim dingin 2011 dan terpilih sebagai penyelenggara Olimpiade Universitas musim dingin.

Sejumlah kota di Eropa, Oslo, Stockholm, Krakow di Polandia dan Lviv di Ukraina semuanya menarik diri karena adanya kekhawatiran masyarakatnya atas biaya yang besar.

Komite evaluasi IOC akan mengunjungi Almaty pada 14-18 Februari dan kemudian Beijing pada 24-28 Maret. Kedua kota tersebut akan melakukan presentasi mereka kepada IOC di Lausanne pada Juni dan selanjutnya Komite Eksekutif IOC segera mengambil keputusannya dalam pertemuan di Kuala Lumpur pada 31 Juli.

Artikel ini ditulis oleh:

ICW: Pemerintah Jual BBM di Atas Harga Keekonomian

Jakarta, Aktual.co — Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkapkan fakta-fakta di balik penetapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar, serta harga gas elpiji 12 kg yang baru saja dinaikkan. Data tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran ICW, Firdaus Ilyas.
Menurutnya, meskipun pemerintah menurunkan harga BBM jenis premium maupun solar, namun sesungguhnya Pemerintah telah menjual harga dua jenis BBM tersebut di atas harga yang seharusnya.
“Untuk BBM jenis premium pada Januari 2015 harga keekonomiannya berada di angka Rp7.013,67 per liter. Sedangkan pemerintah menjual dengan harga Rp 7.600 per liter. Sehingga penetapan harga premium versi pemerintah berpotensi lebih mahal sebesar Rp586,33 per liter,” papar Firdaus di Jakarta, Selasa (6/1).
Lanjutnya, untuk BBM jenis solar harga keekonomian pada Januari 2015 berada pada level Rp6.607,53 per liter. Akan tetapi Pemerintah menjual dengan harga Rp7.250 per liter setelah menambahkan komponen PPN dan PBBKB.
“Dari perhitungan ICW, subsidi solar yang diberikan Pemerintah tidak Rp1.000 per liter. Tetapi hanya Rp303,18 per liter. Angka ini, didapatkan dari asumsi harga solar yang dijual ke pasaran Rp7.250 per liter dikurangi PPN dan (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor).  (Rp 7.250 – PPN – PBBKB) – Rp 6.607,53),” ucapnya.
Sehingga menurut dia,  secara keseluruhan potensi pemahalan harga terkait penetapan harga BBM jenis premiun mencapai Rp1,440 triliun dan solar sebesar Rp 909,9 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain