12 April 2026
Beranda blog Halaman 40201

AS Hikam: Pernyataan Kapolri soal ISIS Berbahaya

Jakarta, Aktual.co — Pakar politik senior Muhammad AS Hikam menyayangkan pernyataan Kapolri Jenderal Sutarman terkait keberadaan kelompok yang mengatasnamakan Islamic State for Iraq and Syria (ISIS) belum merupakan bahaya bagi NKRI. “Statemen Kapolri Jenderal Sutarman bagi saya sangat mengecewakan dan menunjukkan ketiadaan sense of criris yang ada dalam batang tubuh Polri, atau minimum elite-nya,” sebut dia seperti dikutip dari laman facebook miliknya, Muhammad A S Hikam, Selasa (6/1).

Mengapa demikian? Hemat AS Hikam, menganggap ISIS belum merupakan bahaya bagi NKRI ibaratnya sama dengan mengatakan kanker stadium satu tidak bahaya bagi si penderita. Memang, soal level ‘kebahayaan’ itu bisa berbeda-beda menurut gradasi, bisa dianggap status siaga 3, 2, 1 dan lain-lain. “Namun dalam hal bahaya terhadap keamanan nasional, saya kira Polri sebagai alat negara yang memiliki tugas di barisan depan dalam keamanan dan ketertiban umum masyarakat dan bangsa, harusnya lebih berhati-hati dan lebih baik jika tidak meremehkan ancaman kelompok Islam garis keras (Igaras) seperti ISIS,” jelas dia.

Ia mengaku tidak jelas ukuran apa yang dipakai Kapolri untuk menganggap bahaya itu benar-benar bahaya. Apakah jika teror sudah dilakukan seperti di Irak dan Syria? Ataukah jika ideologi Igaras sudah menyebar di akar rumput, khususnya di kalanga generasi muda Islam? Ataukah bahaya itu menurut Kapolri hanya urusan persepsi belaka. Kendati aksi terorisme dan rekrutmen anggota ISIS sudah massif, tetapi kalau persepsinya belum bahaya maka dianggap tdk ada bahaya apapun?. “Pernyataan Kapolri bagi saya justru sangat berbahaya, dan menunjukkan kelemahan bahkan ketiadaan sense of crisis dari elit Polri, yang pada gilirannya, akan menular ke seluruh jajaran Polri,” ujar AS Hikam.

Hal ini, lanjut dia, berakibat dengan makin maraknya propaganda ISIS melalui media sosial dan juga pola rekruitmen yang makin canggih, melibatkan teknologi tinggi dan dukungan finasial yang kuat. Sementara Polri sendiri tidak peka terhadap perkembangan tersebut, karena persepsi mereka tidak kuat. Polri hanya terfokus pada masalah-masalah penegakan hukum dan gangguan keamanan yang tampak di depan mata, sedangkan bahaya yang tidak tampak seperti ideologi dan kegiatan klandeestin Igaras dianggap sepi. “Jika kepemimpinan Polri tidak sensitif terhadap bahaya yang jelas dan nyata (a clear and present danger) seperti ISIS dan kaum Igaras lainnya, maka saya ragu apakah NKRI akan bisa tetap menjaga kedaulatannya. Polri seharusnya lebih awas dan lebih siap, walaupun tidak perlu paranoid juga,” demikian AS Hikam.

Besok, Tarif Baru Angkutan Umum di Bekasi Mulai Berlaku

Jakarta, Aktual.co —Meski sebenarnya tidak sepakat dengan penurunan tarif angkutan umum, Organisasi Pengusaha Angkutan Darat tetap akan menyebarkan surat edaran tarif baru ke pengusaha angkutan, Rabu (7/1) besok.
Ketua Organda Kota Bekasi Hotman Pane mengakui, sebenarnya pihaknya tidak sepakat menurunkan tarif angkutan umum. Karena, meski harga BBM turun, tapi tidak demikian dengan harga suku cadang. 
“Kami keberatan jika turunnya sesuai dengan angka turun BBM,” ujar dia, di Bekasi, Selasa (6/1).
Namun, demi kebaikan bersama, Organda terpaksa menyepakati penurunan tarif untuk jarak jauh maupun dekat sebesar Rp 500.
Dituturkan dia, surat edaran penyesuaian tarif baru ditandatangani Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi hari ini, Selasa (6/1). Dengan begitu, pemberlakuan tarif baru angkutan umum Kota Bekasi mulai diberlakukan Rabu (7/1) besok. 
“Suratnya kami terima hari ini (dari Dishub) dan kami baru sebarkan pada pengusaha besok,” kata dia, di Bekasi, Selasa (6/1).
Organda juga akan tetap menegur pengusaha angkutan umum jika ada yang melanggar kesepakatan penurunan tarif. Hingga 2014 jumlah angkutan umum di Kota Bekasi yang beroperasi jumlahnya ada enam ribu unit.

Artikel ini ditulis oleh:

Cuci Uang Nazaruddin, Dua Bos Properti Diperiksa KPK

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil dua bos properti dalam kasus dugaan penerimaan hadiah terkait pelaksanaan proyek PT Duta Graha Indah dan pencucian uang pembelian saham PT Garuda Indonesia. Keduanya adalah bos Binakarya Propertindo Group (Agung Sedayu Group), Go Hengky Setiawan; dan Direktur Utama PT Satwika Permai Indah, Budianto Halim. “Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MNZ (Muhammad Nazaruddin),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha melalui siaran pers, Selasa (6/1).

Hengky sudah tiba di gedung komisi antirasuah sekitar pukul 10.00 WIB. Selain Hengky dan Budianto, penyidik memanggil Team Leader Business Banking Center Bank Mandiri, Ahmad Arif Purwoko; dan notaris Muhammad Kholid Artha. Penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan dari pihak swasta yakni Enny Nurillah Niti Kusumo, Zakirman Karim, dan Ibnu Hanny.

Nazaruddin memang sudah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung. Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat itu divonis hukuman pidana penjara 4 tahun dan 10 bulan serta denda Rp 200 juta atas kasus dugaan korupsi proyek Wisma Atlet. Kendati demikian, Nazaruddin masih terjerat kasus pencucian uang dengan membeli saham di PT Garuda menggunakan dana yang berasal dari hasil tindak pidana korupsi. KPK mengumumkannya sebagai tersangka pencucian uang terkait dengan pembelian saham perdana PT Garuda Indonesia pada 12 Mei 2012. Hingga kini, KPK terus memeriksa para saksi.

Jampidsus: Rekening “Jumbo” Bupati Ahmad Hidayat Ditangani Polisi

Jakarta, Aktual.co — Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) R Widyo Pramono mengatakan, satu dari sepuluh pejabat daerah yang diduga mempunyai rekening ‘gendut’ ditangani oleh kepolisian.
Dugaan itu muncul setelah sebelumnya Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), melaporkan bahwa terdapat sepuluh transaksi mencurigakan kepala daerah tersebut.
Kepemilikian Rekening ‘jumbo’ yang kasusnya ditangani pihak kepolisian yakni, Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, Ahmad Hidayat Mus (AHM). AHM menjadi salah satu dari 10 pejabat daerah yang dilaporkan oleh Kepala PPATK Muhammad Yusuf kepada Kejagung, KPK, dan kepolisian.
“Iya itu (Ahmad Hidayat Mus) ditangani polisi,” kata Widyo usai acara ‘Penyampaian Kinerja Tahun 2014 Kejaksaan RI’ di Gedung Sasana Pradana, Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/1).
Widyo memastikan nama AHM masuk dalam radar PPATK yang diduga memiliki rekening gendut. Namun soal fulus yang dicurigai PPATK itu Widyo kurang tahu persis total nilai rekeningnya.
“Itu polisi yang tangani,” kata Widyo.
Seperti diketahui Laporan Hasil Analisi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap 10 nama pejabat daerah diduga memiliki rekening gendut. Dari 10 nama tersebut, delapan diantaranya ditangani Kejagung, satu KPK, dan 1 kepolisian.
Dari delapan nama tersebut, sejauh ini yang ditangani Kejagung itu diantaranya; yakni Gubernur Sultra, Nur Alam; Bupati Seruyan, Sudarsono; mantan Bupati Pulang Pisau, Achmad Amur; Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh; dan mantan Bupati Klungkung, I Wayan Candra. Sementara satu nama pejabat yang ditangani KPK adalah Mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Besok, Samsung Terbaru Meluncur di Wilayah AS

Jakarta, Aktual.co —  Produsen elektronik raksasa asal Korea Selatan, Samsung kembali meluncurkan Samsung Galaxy Note Edge untuk wilayah Amerika Serikat (AS), besok Rabu (07/01), dengan penjualan kontrak senilai USD399.  Namun,  bila tanpa kontrak diperkirakan harga Samsung Note Edge dikisaran USD850-USD950, demikan dikutip Aktual.co dari Androidpolice, Selasa (6/1).

Galaxy Note Edge merupakan kelanjutan dari generasi sebelumnya, Galaxy Note 4 dengan penambahan layar gulir melengkung pada bezel (pinggiran) smartphone. Layar gulir pada ujung tepi kanan perangkat menyediakan notifikasi dan akses cepat ke aplikasi yang sering digunakan.

Perangkat ini mengusung layar Super AMOLED dengan luas 5,6 Inchi dengan resolusi mencapai 2560 x 1440, sedangkan pemberitahuan disesuaikan akan muncul di ‘layar Edge’ tanpa mengganggu tampilan. Selain itu, juga memiliki keunggulan di layar, Samsung galaxy Note Edge dibenamkan Chipset Qualcomm Snapdragon 805, Prosesor Quad-core 2.7 GHz Krait 450 dan GPU Adreno 420. Untuk urusan berfoto ria, Samsung menyematkan kamera utama 16 megapiksel dan kamera depan 3,7 megapiksel.

Sistem operasi yang dibenamkan menggunakan Android OS, v4.4.4 (KitKat) dengan dukungan RAM mencapai 3GB. Media penyimpanan internal disediakan dari 32GB atau 64GB. Jika dirasa kurang,  bisa memanfaarkan slot microSD yang mampu menampung memori hingga 128GB.

Kapasitas baterai Li-Ion 3000 mAh diklaim mampu bertahan hingga 18 jam bicara pada jaringan 3G, sedangkan untuk mendengarkan musik mampu bertahan hingga 67 jam.

Galaxy Note Edge juga dilengkapi dengan semua fitur canggih dari ‘New Galaxy note 4’, termasuk ‘S Pen’ dengan fungsi seperti mouse.  Disamping itu juga ada ‘Multi Jendela Samsung’, fitur yang memungkinkan konsumen untuk berinteraksi dengan beberapa aplikasi secara bersamaan serta ‘Adaptive Fast Charging2’, pilihan pengisian cepat.

Pihak seluler AS (US Cellular) menawarkan pilihan angsuran nol persen selama 20 bulan, pembeli hanya membayar pajak. dalam jangka waktu 12 bulan. Pelanggan juga dapat meng-upgrade software. Pelanggan juga diberikan keleluasaan untuk melunasi angsuran kapan saja mereka inginkan. Anda tertarik?, tunggu saja kedatangannya ke Indonesia beberapa waktu kemudian. (Laporan: Ismed Eka Kusuma)

Artikel ini ditulis oleh:

Tanggulangi Rob, DKI Pasang Lima Pompa Berdaya Sedot Besar

Jakarta, Aktual.co —Antisipasi banjir rob di wilayah pesisir Ibukota, di 2015 Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tata Air DKI beli lima unit pompa air. 
Kepala Dinas PU Tata Air DKI, Agus Priyono, mengatakan lima pompa itu akan dipasang di wilayah  Kali Sentiong, Kamal Muara, Muara Angke, kawasan Marina, dan Muara Karang.
“Kita mau taruh pompa itu, karena rob sudah tinggi. Kalau robnya tinggi, air sungai berhenti. Makanya kita tinggal pasang pompa,” kata Agus, di Balai Kota DKI, Senin (5/1).
Daya sedot pompa air yang satuannya seharga Rp600 miliar hingga Rp1 triliun itu pun tak tanggung-tanggung. Bisa menampung debit air sampai 110 meter kubik per detik. Atau sama dengan sepuluh penyedot air yang sudah ada. ‎Dengan pompa-pompa itu, Agus berharap, warga yang tinggal di daerah Kanal Banjir Barat (KBB) dan Muara Angke, tak lagi dilanda kebanjiran.
Saat ini, ujar dia, sekarang aliran air dari Muara Angke ke KBB kondisinya tak bergerak. Sehingga warga kebanjiran. “Kita harapkan pompa-pompa itu bisa mengeringkan air di wilayah itu,” ucap dia.
Selain lima unit pompa besar, kata Agus, pihaknya juga menambah pompa di kawasan Pasar Ikan, Pluit Timur Jakarta Utara. Hasilnya, cukup efektif mengurangi banjir di sana.
“‎Seperti yang Pak Gubernur bilang, di Jakarta itu kalau bisa banjir tidak lebih dari satu hari. Hal ini yang sedang kita upayakan.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain