12 April 2026
Beranda blog Halaman 40203

Ini Statment DPR terkait Tim 9 Menpora

Jakarta, Aktual.co — Demikian disampaikan Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PPP, Reni Marlinawati dalam katerangannya, Selasa (6/1).

Sebut Reni, Tim Sembilan ini jangan diniatkan untuk mendongkrak prestasi di dunia olahraga. Karena, prestasi di olahraga tidak bisa dilakukan dengan cara instan. “Dapat dipastikan Tim Sembilan yang ad hoc ini juga tidak akan mampu mendongkrak prestasi olahraga di Indonesia dengan cara instan,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan prestasi olahraga, lanjut Reni, semestinya pemerintah penuhi dan perkuat infrastruktur, peningkatan pembinaan usia muda, serta peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang meliputi integritas para pelatih dan wasit.

Empat tugas pokok dari Tim Sembilan yakni perbaikan sistem, organisasi, pengelolaan dan pembinaan. Namun, sambung Reni, masuknya sejumlah tokoh yang berlatar belakang di bidang hukum patut dipertanyakan. “Apa relevansinya dalam konteks empat tugas pokok tersebut? Jangan sampai Tim Sembilan justru menjadi blunder dan tidak menghasilkan apapun. Apalagi pembentukan tim ini pembiayaannya (Rp 1-2 miliar) bersumber dari anggaran negara,” demikian Reni.

Kemenpora telah mengumumkan nama-nama yang akan bekerja sebagai Tim Sembilan yang bertugas mengawasi kinerja Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan sepakbola nasional. Mereka adalah: Oegroseno (mantan Wakapolri), Imam B Prasodjo (sosiolog), Budiarto Shambazy (wartawan senior), Ricky Yakobi (mantan pemain nasional), Gatot Dewa Broto (Kemenpora), Nur Hasan (Akademisi), Joko Susilo (mantan Dubes RI untuk Swiss), Yunus Husein (mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan/PPATK) dan Eko Ciptadi (mantan Deputi Pencegahan Komite Pemberantasan Korupsi.

Rupiah Dibuka Turun 50 Poin ke Rp12.643

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar 58 poin menjadi Rp12.643 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.585 per dolar AS.

“Hampir seluruh mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Baiknya angka penjualan mobil di Amerika Serikat menjadi salah satu alasan bagi dolar AS untuk naik,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Selasa (6/1).

Ia menambahkan bahwa meningkatnya kekhawatiran akan keluarnya Yunani dari negara-negara Euro serta jatuhnya inflasi Jerman menambah sentimen negatif bagi pasar keuangan pada negara-negara berkembang sehingga menopang aset mata uang “safe haven” seperti dolar AS.

Namun, menurut dia, sentimen positif dari dalam negeri diharapkan dapat terasa setelah anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang akan dialokasikan untuk sektor produktif serta harapan neraca fiskal yang lebih baik diharapkan mampu menahan tekanan rupiah.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa melambatnya aktivitas manufaktur global memberikan kekhawatiran akan perekonomian di awal tahun ini melambat, kondisi itu membuat minat investor terhadap aset berisiko menjadi berkurang dan meningkatkan permintaan mata uang “safe haven”.

“Mata uang dolar AS dipandang sebagai aset ‘safe haven’ sehingga mampu menguat terhadap mayoritas mata uang utama dunia,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, kekhawatiran lain muncul dari kemungkinan keluarnya Yunani dari zona Euro. Dan bila itu terjadi, akan mempengaruhi tingkat keyakinan investor terhadap perekonomian zona Euro yang imbas negatifnya bisa ke Asia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jokowi Diingatkan Tolak Budi Gunawan

Jakarta, Aktual.co — Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Juntho mengatakan pihaknya bakal memperingatkan Presiden Joko Widodo ihwal calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Menurut Emerson, ICW tidak merekomendasikan Kepala Lembaga Pendidikan Komjen Budi Gunawan dan Asisten Operasi Kapolri Irjen Badrudin Haiti maju menjadi calon Kepala Kepolisian. “Pasti tidak (merekomendasikan). Jangan dipaksakan kalau punya kartu kuning,” kata Emerson , Senin (5/1).

Sebelumnya, pada Juni 2010, majalah Tempo menulis laporan mengenai rekening gendut polisi. Dalam laporan itu, disebut per tanggal 19 Agustus 2008 kekayaan Budi Gunawan mencapai Rp 4,6 miliar. Dia juga dituduh melakukan transaksi dalam jumlah besar, tak sesuai dengan profilnya. Bersama anaknya, Budi disebutkan telah membuka rekening dan menyetor masing-masing Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar.

Sementara Badrodin Haiti per tanggal 24 Maret 2008 disebut memilik harta Rp 2 miliar dan US$ 4.000. Dia juga dituduh membeli polis asuransi pada PT Prudential Life Assurance Rp 1,1 miliar. Asal dana dari pihak ketiga. Menarik dana Rp 700 juta dan menerima dana rutin setiap bulan. Bila salah satu dari keduanya terpilih, kata dia, artinya ada proses pemilihan yang janggal. Sebab, keduanya pernah masuk dalam daftar pemilik rekening gendut. “Logikanya pemilihan Menteri saja harus melalui saringan PPATK dan KPK, kalau kedua calon itu lolos, lha ini ada apa?,” ujar Emerson.

Dampak yang terjadi bila Budi atau Badrudin terpilih, kepercayaan masyarakat terhadap polisi sebagai penegakan hukum akan berkurang bahkan hilang. Selain itu, menurut Emerson, polisi sulit menindak tegas kasus korupsi atau pencucian uang. Anggota Komisi Kepolisian Nasional M. Nasser mengatakan pihaknya masih memperdalam pengumpulan informasi rekam jejak kedua calon. Katanya, Kompolnas belum mendapat laporan soal dugaan kepemilikan rekening gendut kedua calon.

Hingga saat ini, Kompolnas masih dalam tahap penyempurnaan informasi secara keseluruhan. Nama-nama calon Kapolri juga belum diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat. “Belum sejauh itu. Kami masih menanyai mantan atasannya, mantan anak buahnya, tetangganya, si calon ini gimana,” kata Nasser. Selain kedua calon tersebut, Kompolnas juga akan menggali informasi rekam jejak para polisi bintang tiga. “Kami belum mempertajam akan mengerucut ke siapa, yang jelas kami kumpulkan informasinya semua dulu,” kata Nasser.

Presiden Rusia Keluarkan Dekrit Rekrut WNA Gabung dalam Misi Militer Rusia

Jakarta, Aktual.co —  Presiden Rusia, Vladimir Putin mengeluarkan dekrit untuk merekrut warga negara asing (WNA) untuk bergabung dalam misi militer Rusia selama lima tahun ke depan. Orang asing ini bisa masuk ke dinas militer Rusia, asalkan mereka mampu dalam berbicara bahasa Rusia.

BBCNews melaporkan pada Selasa (7/1), bahwa keputusan Putin untuk merekrut tentara asing merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk memprofesionalkan angkatan bersenjata Rusia,

Analis pertahanan BBC, Jonathan Marcus mengungkapkan, langkah ini memiliki implikasi diplomatik bagi hubungan Rusia dengan Republik bekas Negara yang pernah bergabung dalam Uni Soviet.

Sementara itu, ahli militer Rusia, Pavel Felgenhauer dan Alexander Golts menerangkan, kepada BBC, bahwa keputusan ini untuk mengatasi situasi yang sudah ada selama beberapa tahun di wilayah dimana pasukan Rusia dikerahkan di luar perbatasan Rusia.

“Ini akan membuat lebih mudah bagi pasukan Rusia untuk merekrut penduduk setempat di beberapa wilayah Asia Tengah, Kaukasus dan di Trans-Dniester, wilayah yang memisahkan diri pro-Rusia di Moldova,” kata mereka.

Sebelumnya, banyak warga di Asia Tengah, Kaukasus dan di Trans-Dniester diminta untuk mendapatkan kewarganegaraan Rusia dan bergabung dengan militer Rusia.

“Sekarang mereka secara hukum tanpa kewarganegaraan Rusia,” kata Felgenhauer.

Menurut Golts, sudah ada sekitar 300 orang asing dalam regu pasukan Rusia.

Di Kaukasus, Rusia masih mengoperasikan sebuah pangkalan militer di Armenia dan pasukan di dua bagian yang memisahkan diri dari Georgia – Abkhazia dan Ossetia Selatan.

Oleh sebab itu,  pemerintah Putin mengirim tentara kontrak Rusia ke Asia Tengah, yang berbiaya mahal dan harus menetap.

“Jadi mengambil penduduk setempat sangat praktis,” ceplos Felgenhauer.

Disamping itu, ancaman yang mungkin tumbuh di Asia Tengah, berada di Afghanistan. Jadi akan ada perluasan kemungkinan hadirnya militer Rusia di Asia Tengah.

Golts  kembali menuturkan, bahwa Rusia tidak berbicara tentang upaya menciptakan gaya Prancis  dengan ‘legiun asing-nya’.

Untuk diketahui, Prancis telah lama menggunakan pasukan asing elit untuk memadamkan kerusuhan di bekas koloninya di kawasan Afrika, dan di wilayah lainnya. (Laporan: Sukardjito)

Artikel ini ditulis oleh:

Inilah Indikator Kesehatan Ekonomi Global Tahun 2015

Jakarta, Aktual.co — Tahun 2015 merupakan tahun tantangan bagi perekonomian global. Pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) saja dinilai tak cukup membawa perekonomian dunia menjadi sehat.
Berikut ini beberapa indikator kunci untuk mengukur kesehatan ekonomi global di 2015 seperti dilansir Wall Street Journal, Senin (5/1):
Langkah Besar Janet YellenPemimpin bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve, Janet Yellen, telah mengambil langkah awal untuk menaikkan suku bunga pada tahun 2015, pertama kalinya sejak 2006. Ekonom telah fokus pada rapat Fed Juni nanti sebagai kemungkinan titik awal kenaikan suku bunga. Jika Yellen betul-betul melakukannya, hal ini akan mensinyalir kembali normalnya kebijakan moneter AS, sesuatu yang telah lama dinanti publik. Namun jumlah dan waktu kenaikan suku bunga akan krusial, mengingat faktor ini penting dalam menarik investor.
Bursa Kerja ASSampai November, pasar tenaga kerja AS telah mencatatkan tahun terbaik dalam pertumbuhan lapangan kerja sejak 1999. Jika momentum itu lanjut tahun ini, ekspansi ekonomi berpotensi berkembang menjadi lonjakan ekonomi. Namun dalam lima tahun terakhir, ekonomi AS kerap menunjukkan sinyal palsu. Pertumbuhan lapangan kerja terlihat berkembang pesat, tetapi lantas kolaps. Pertumbuhan gaji juga tetap lemah.
Risiko Krisis EropaInvestor global belakangan tidak dapat istirahat dengan tenang lantaran cemas krisis utang Eropa dapat muncul kembali setiap saat. Kini Bank Sentral Eropa (ECB) tengah menimbang membeli obligasi pemerintah untuk membantu ekonomi Eropa. Ketidakpastian sedang mencuat di Eropa terkait pemilihan umum Yunani Januari ini. Partai sayap kiri, yang bersaing dengan kubu konservatif yang tengah berkuasa, ingin mengurangi kebijakan penghematan.
Spanyol juga akan menggelar pemilu tahun ini, di tengah meluasnya ketidakpuasan akan tingkat pengangguran negara tersebut yang mencapai 24 persen. Bahkan Jerman, yang sejak dulu memimpin ekonomi zona Eropa, sedikit terjengkal pada 2014. Ekonominya menyusut 0,1 persen pada kuartal II dan hanya tumbuh 0,1 persen pada kuartal III.
Abenomics Jilid 2Jepang membuka tahun baru dengan menyetujui paket stimulus fiskal sebesar USD29 miliar. Bank of Japan meningkatkan stimulus moneternya pada Oktober dengan memperbesar program pembelian obligasinya. Apakah strategi ekonomi Shinzo Abe, atau Abenomics, jilid II ini akan lebih sukses? Abenomics jilid I juga mencakup kebijakan stimulus moneter dan fiskal besar-besaran. Namun produk domestik bruto (PDB) Jepang masih turun dalam dua triwulan setelah kenaikan pajak penjualan nasional April silam.
Masalah China MenggunungSetelah selama beberapa dekade mencatat rata-rata pertumbuhan 10 persen, proyeksi ekonomi China kini terancam oleh banyaknya utang pembangunan infrastruktur, populasi yang menua, dan urbanisasi besar-besaran. Untuk menyeimbangkan kembali ekonominya, pengamat menilai 1,4 miliar warga China perlu lebih banyak berbelanja—sesuatu yang lebih mudah dalam teori ketimbang praktik.
Kinerja DowIndeks Dow Jones Industrial Average baru-baru ini menyentuh 18.000, naik lebih dari 170 persen sejak titik terendah pada 2009. Jika Dow kembali menyentuh rekor pada 2015, investasi dan keyakinan pasar pun akan terangkat. Namun, harapan akan terangkatnya ekonomi global secara menyeluruh akan sirna jika lonjakan ekuitas yang sudah berlangsung lima tahun itu berakhir pada 2015.
Naik Turun Harga MinyakHarga bensin untuk konsumen jadi lebih murah berkat jatuhnya harga minyak dunia. Namun hal ini adalah tantangan bagi lonjakan minyak di AS yang kilangnya kini bermunculan dari Texas sampai North Dakota. Pertanyaannya adalah apakah harga bensin yang lebih murah lebih bermanfaat bagi ekonomi AS ketimbang melemahnya industri energi—seperti berkurangnya investasi dalam pengeboran minyak dan potensi turunnya lapangan kerja.

Artikel ini ditulis oleh:

Bambang Soesatyo: Batalkan Islah!

Jakarta, Aktual.co — Bendahara Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Bambang Soesatyo meminta Aburizal Bakrie segera membatalkan dan menghentikan kelanjutan perundingan dalam upaya islah dengan kubu Agung Laksono. “Kubu Agung Laksono menginginkan perundingan islah jalan terus pada 8 Januari 2015.

Sebaiknya Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (hasil Munas Bali) segera membatalkan dan menghentikan kelanjutan perundingan itu karena tidak ada gunanya lagi,” kata Bambang dalam pesan Blackberry di Jakarta, Selasa (6/1).

Dia menjelaskan, pertama, tidak etis meminta islah melalui perundingan, tetapi tidak mencabut gugatan di pengadilan sesuai kesepakatan perundingan sebelumnya. Kedua, menurut dia, pengadilan adalah forum yang tepat untuk membuktikan kubu mana yang menyelenggarakan munas-munasan dan kubu mana yang sungguh-sungguh menggelar munas sesuai ketentuan UU dan AD/ART partai Golkar.

“Meskipun UU Parpol menyatakan perkara gugatan dualisme kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar yg mulai digelar di Pengadillan Negeri Jakarta Pusat hari ini harus diputus dalam 60 hari, ARB sebaiknya membatalkan perundingan tersebut,” ujarnya.

Bambang menjelaskan alasan ketiga, adanya permintaan macam-macam yang tidak mungkin dapat dipenuhi DPP Partai Golkar hasil Munas Bali. Keempat, menurut dia, ada kesan kubu hasil Munas Jakarta melakukan taktik mengulur waktu sambil berharap dukungan politik dan dukungan kekuasaan dari pemerintah. “Kelima, kami tidak melihat keseriusan kubu hasil Munas Jakarta untuk benar-benar ingin mencapai islah demi kepentingan masa depan partai,” katanya.

Bambang meminta ARB segera menarik tim juru runding yang ada dan menghentikan perundingan islah yang ‘basa-basi’. Menurut dia lebih baik penyelesaian kekisruhan tersebut melalui pengadilan, agar ada kepastian hukum bagi masa depan Partai Golkar. “Islah dapat dilakukan setelah pengadilan memutuskan siapa pemenangnya dan pemilu masih 5 tahun lagi,” katanya.

Selain itu, ujar Bambang, terkait pilkada tidak ada pengaruhnya karena di KPU atau KPUD, tanda tangan yang masih diakui secara legal formal konstitusi dan masih tercatat adalah Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal hasil Munas Golkar VIII Riau 2009 yaitu Aburizal Bakrie dan Idrus Marham.

Berita Lain