19 April 2026
Beranda blog Halaman 40233

Lima Orang Tewas Akibat Serangan di Pangkalan Militer Mali

Jakarta, Aktual.co —  Sedikitnya lima orang tewas dalam serangan Senin di pangkalan militer Mali dekat perbatasan Mauritania, kata sumber militer.

Sejumlah pria bersenjata masuk ke kamp di Nampala Senin pagi sebelum melepaskan tembakan, kata sumber dalam misi MINUSMA PBB di negara itu kepada AFP.

“Untuk saat ini saya tidak bisa mengatakan siapa yang tewas. Mereka semua mengenakan baju seragam militer,” kata sumber militer yang lain, dan menambahkan bahwa dua tentara Mali terluka kini sedang dirawat di rumah walikota.

Sumber PBB mengatakan pejuang tak dikenal berhasil masuk ke kamp “dengan relatif mudah” sekitar pukul 06.15 GMT dan mulai menembak, dengan pasukan Mali membalasnya kembali.

Pertempuran berlangsung selama lebih dari tiga setengah jam, dengan penyerang mundur pada pukul 11.00 GMT.

Seorang juru bicara kementerian pertahanan menegaskan, pertempuran di Nampala, 530 kilometer (330 mil) timur laut dari ibu kota Bamako.

“Posisi kami diserang dini hari tadi … Kita dihadapkan pada musuh dan bala bantuan sekarang sedang dikirim dari daerah tetangga ke Nampala,” katanya.

Di tempat lain, enam tentara Nigeria dari misi MINUSMA PBB terluka di timur laut pada Minggu, dengan orang-orang bersenjata juga membakar empat truk PBB.

Satu operasi militer yang dipimpin Prancis menghentikan pengambilalihan gurun utara negara Afrika barat yang luas itu pada Januari 2013, namun serangan sporadic masih terus terjadi.

Prancis telah membentuk 1.000 tentara di Mali utara sejak Operasi Serval sebagai bagian dari operasi kontra-terorisme yang lebih luas.

Operasi baru, yang disebut Barkhane, berlangsung di Mauritania, Mali, Burkina Faso, Niger dan Chad melibatkan total 3.000 tentara Prancis serta tentara dari negara-negara tetangga.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Tiga Penambang Emas Ilegal di Banten Tewas

Jakarta, Aktual.co — Tiga penambang emas tanpa izin (ilegal) ditemukan tewas dalam lubang di Blok Kadu Kalahang, Desa Warung Banten, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten.

“Diduga ketiga penambang itu tewas setelah menghirup gas beracun dari dalam lubang setinggi 50 meter,” kata Kapolsek Cibeber Ajun Komisaris Chotim saat dihubungi di Lebak, Senin (5/1).

Menurut dia, ketiga korban itu bernama Adwa (42), Enday (40) dan Andi (35). Semua warga yang tewas itu warga Desa Neglasari, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak.

Peristiwa kecelakaan terjadi Senin (5/1) pukul 11.30 WIB, mereka para korban sedang menambang di lubang emas milik Haji Agus, Desa Cinangga, Kecamatan Bayah.

Mereka penambang hendak menggali batu berkadar emas di lubang dengan kedalaman sekira 50 meter.

Musibah ini berawal dari salah satu korban bernama Adwa melakukan penambangan emas dengan turun ke lubang.

Namun korban setelah masuk ke lubang dipanggil oleh dua temannya yang berada di atas lubang sambil memanggil korban.

Mendengar temannya tidak ada jawaban, Enday dan Andi turun ke lubang untuk melihat Adwa, namun tiba-tiba kedua temannya jatuh hingga meninggal.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara ketiga korban jiwa itu diduga menghirup gas beracun.

Sebab kondisi tubuhnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun bekas penganiayaan.

“Kami menduga korban itu mengirup gas beracun,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Cibeber Kabupaten Lebak Erwan Susanto mengatakan ketiga penambang emas itu sempat mendapat pertolongan medis, namun ketiga korban sudah meninggal.

“Kami memperkirakan korban meninggal saat berada di lubang,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

BNN Bongkar 800 Kg Sabu Yang Dibungkus Karung Berisi Kopi

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Anang Iskandar mengatakan dari hasil penggerebekan yang terjadi di kawasan Lotte Mart Taman Surya, Kalideres,Jakarta Barat, pada Senin (5/1) berhasil  mengamankan  kurang  lebih  800  kg narkotika  jenis  sabu. 
“Sabu dikemas dalam karung  di  dalam bungkus  kopi  untuk  mengelabui petugas,” katanya dalam siaran pers yang diterima aktual.co, Senin (5/1).  
Dikatakan Anang total narkotika yang diamankan oleh pihaknya ada 40  karung. Masing-masing  karung  berisi  20 kemasan kopi dengan berat 1 kemasan kopi sekitar 1 kg.
Selain itu, kata Anang BNN juga menyita dua unit mobil, satu unit motor, dan satu unit kapal yang digunakan untuk  transaksi.  
“Ini  merupakan tangkapan pertama di  awal  tahun 2015 sekaligus  tangkapan terbesar yang pernah diungkap oleh BNN,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menkeu: Upaya Percepatan Anggaran Belanja 2015

Jakarta, Aktual.co — Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan upaya percepatan penyerapan anggaran belanja pemerintah harus mulai dilakukan pada 2015, agar realisasi tidak lagi menumpuk menjelang berakhirnya tahun.

“DIPA baru (setelah pembahasan APBN-Perubahan) harus mulai pada Maret, dan saat ini juga sedang dilakukan revisi Perpres (70/2012 tentang pengadaan barang dan jasa) agar pencairan anggaran tidak menumpuk di akhir tahun,” ujarnya di Jakarta, Senin (5/1).

Bambang mengakui masih banyak satuan kerja yang baru melakukan lelang pengadaan barang dan jasa pada pertengahan tahun, padahal peraturan memperbolehkan lelang dilakukan sejak awal tahun sejak penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

“Masih sering terjadi kegiatan lelang dilakukan pada Agustus dan pengadaan pada September, sehingga otomatis baru anggaran baru terserap pada akhir tahun. Ini tidak wajar, karena sebenarnya kegiatan itu bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.

Selain itu, salah satu penyebab terjadinya perlambatan penyerapan anggaran adalah karena pemerintah membuat APBN-Perubahan, karena dengan demikian DIPA baru terbentuk setelah parlemen memberikan persetujuan atas APBN-Perubahan tersebut.

“Seharusnya tidak ada APBN-Perubahan, karena biasanya pengadaan baru berjalan setelah adanya APBN-Perubahan. Tapi tahun ini harus lebih cepat, percuma kita mengurangi risiko dengan subsidi tetap dan membuat perencanaan lebih awal, tapi lelang masih di belakang,” ujar Bambang.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono menambahkan pola penyerapan anggaran dalam lima tahun terakhir tidak berubah dan realisasi selalu meningkat menjelang akhir tahun, untuk itu pemerintah membuat sejumlah penyesuaian aturan maupun memperkuat koordinasi.

“Tahun ini arahan Presiden sudah tegas dan sudah di-‘follow up’ dengan revisi aturan pengadaan, ini diharapkan mempercepat proses pengadaan barang. Selain itu, kita melakukan komunikasi dengan kementerian lembaga yang mau melakukan revisi DIPA, karena biasanya itu mempersulit pengadaan,” ujarnya.

Saat ini, pola penyerapan anggaran belanja pemerintah cenderung berkisar hanya sebesar 10 persen-15 persen pada triwulan I hingga triwulan II, sekitar 50 persen-60 persen pada triwulan III dan mencapai 30 persen-40 persen pada triwulan IV.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi belanja pemerintah pusat periode 1 Januari-31 Desember 2014 telah mencapai Rp1.190,8 triliun atau 93 persen dari pagu yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan sebesar Rp1.280,4 triliun.

Salah satu realisasi yang masih menjadi kendala pemerintah dalam mendorong penyerapan belanja secara keseluruhan, adalah belanja modal yang selama periode 2014 baru mencapai Rp135,07 triliun atau 84 persen dari pagu Rp160,8 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menkeu: Indikator Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,1 Persen

Jakarta, Aktual.co —  Sejumlah indikator ekonomi makro pada 2014 tidak sesuai ekspektasi, atau meleset dari asumsi yang ditetapkan oleh pemerintah dalam APBN-Perubahan, kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

“Salah satunya indikator pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai 5,1 persen, meskipun kondisi ekonomi 2014 menunjukkan perkembangan yang cukup baik,” katanya dalam jumpa pers perkembangan ekonomi makro dan realisasi APBN-Perubahan 2014 di Jakarta, Senin (5/1).

Bambang menjelaskan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen jauh dari asumsi dalam APBN-Perubahan 5,5 persen, karena terpengaruh dengan kondisi perekonomian global dan defisit neraca transaksi berjalan yang masih lebar.

“Kondisi global masih mengalami perlemahan, kecuali di Amerika Serikat. Sedangkan, besarnya defisit transaksi berjalan membuat pemerintah harus menetapkan kebijakan moneter dan fiskal yang ketat, sehingga pertumbuhan ekonomi terkendala dan tidak bisa mencapai yang kita inginkan,” ujarnya.

Sementara, tingkat inflasi yang tercatat mencapai 8,36 persen, melampaui asumsi makro sebesar 5,3 persen, karena sewaktu penyusunan APBN-Perubahan, pemerintah belum mempertimbangkan adanya penyesuaian harga BBM bersubsidi pada November 2014 serta dampaknya.

“Penanganan inflasi di masa mendatang memerlukan ekstra ‘effort’, karena ini tidak hanya terkait pergerakan harga, namun juga masalah logistik serta manajemen dan tata niaga perdagangan. Pemerintah akan fokus melakukan pembenahan,” jelas Bambang.

Untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, rata-rata setahun mencapai Rp11.878 atau hampir sesuai asumsi Rp11.600 dan tingkat suku bunga 3 bulan sebesar 5,8 persen atau lebih rendah dari asumsi 6,0 persen di APBN-Perubahan.

“Nilai rupiah rata-rata setahun lebih lemah dari yang diperkirakan di APBN-Perubahan 2014, karena tingginya defisit neraca pembayaran dan perlemahan ini mempengaruhi bunga utang dan subsidi BBM yang telah direncanakan sebelumnya,” ujar Bambang.

Ia menambahkan untuk harga ICP minyak rata-rata setahun mencapai 97 dolar AS per barel, atau lebih rendah dari asumsi 105 dolar AS per barel, lifting minyak rata-rata 794 ribu barel per hari atau lebih rendah dari asumsi 818 ribu barel per hari dan lifting gas sesuai dengan asumsi yaitu 1.224 ribu barel setara minyak per hari.

“Harga minyak rata-rata delapan dolar lebih rendah dari asumsi, karena tingginya pasokan minyak mentah dunia, ini memberikan konsekuensi bagi penerimaan di sektor migas. Sedangkan, hanya realisasi lifting gas yang sesuai dengan target di APBN-Perubahan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Koordinator: Tim Sembilan Harus Transparan

Jakarta, Aktual.co — Koordinator Tim Sembilan, Oegroseno mengungkapkan, tim yang dibentuk oleh Kemenpora itu, akan melakukan transparansi terhadap penemuan ketika menjalani tugasnya.

Ditegaskan mantan Wakapolri itu, saat ini merupakan zaman keterbukaan.

Oegroseno mencontohkan, Presiden Joko Widodo, Ketua KPK Abraham Samad, sudah berani berbicara keterbukaan.

“Presiden saja sudah mulai terbuka, Ketua KPK bicara terbuka, kenapa kita takut? Bukan masalah apa ini sepakbola, jadi transparan saja,” katanya usai melakukan rapat perdana Tim Sembilan di gedung Kemenpora Senayan, Jakarta, Senin (5/1).

Tim Sembila ditargetkan oleh Menpora Imam Nahrawi, akan melakukan pekerjaannya untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja PSSI, selama tiga bulan.

“Makanya, nanti agendanya kita susun. Kita semua di sini, kalau ada yang mau berdialog, silakan. Dengan begitu Menpora bisa ambil kebijakan. Misalnya sepakbola gajah, ini harus diselesaikan. Kalau suporter lempar-lemparan kok jadi ribut, tapi kalau sepakbola gajah orang gak ribut, kenapa?,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain