19 April 2026
Beranda blog Halaman 40235

Peringati Harlah, PPP Sumut Lakukan Doa Bersama Untuk Bangsa

Jakarta, Aktual.co —  Partai Persatuan Pembangunan Sumatera Utara memperingati Hari Lahir dengan sederhana karena hanya melakukan doa bersama di kantor partai politik itu di Medan, Senin (5/1) malam.

Kegiatan peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke-42 itu diawali dengan pembacaan ayat Al Quran, tahlil, dan diakhiri dengan doa.

Sekretaris PPP Sumut Yulizar Parlagutan Lubis mengatakan, peringatan harlah dengan sederhana tersebut dilakukan untuk menyikapi bangsa Indonesia sedang menerima cobaan beruntun.

Selain musibah banjir dan longsor yang menimbulkan korban jiwa, dunia penerbangan nasional juga mengalami musibah dengan jatuhnya pesawat AirAsia.

Dengan doa bersama tersebut diharapkan bangsa Indonesia terhindar dari bahaya dan mampu menyelesaikan musibah yang sedang dialami.

“Di malam peringatan harlah ini, kita berdoa semoga Allah SWT mencukupkan musibah yang menimpa bangsa Indonesia,” katanya.

Selain doa bersama, PPP Sumut juga akan melakukan bakti sosial, termasuk mendatangi dan memberikan bantuan kepada anak yatim di sejumlah panti asuhan.

“Kita yang akan mendatangi anak-anak yatim itu karena doa mereka dikabulkan Allah SWT,” kata Yulizar.

Ketua Majelis Pakar PPP Sumut Rijal Sirait mengatakan, peringatan harlah ke-42 tersebut juga momentum untuk merepleksi diri guna meraih kemajuan di masa mendatang.

Salah satu maslah yang dihadapi adalah ketidakberhasilan PPP dalam meraih kursi legislatif secara maksimal, baik di tingkat Provinsi Sumut mau pun nasional.

Di tingkat DPRD Sumut, PPP hanya meraih empat kursi sehingga tidak mampu membentuk fraksi secara mandi dan terpaksa bergabung dengan parpol.

Di tingkat nasional, peraihan kursi PPP juga kurang menggembirakan karena menempati peringkat terakhir yakni 39 kursi dari 560 kursi yang ada di DPR RI.

“Kita sedih karena PPP tidak dapat memiliki fraksi sendiri di DPRD Sumut. Itu menjadi pelajaran politik untuk perjuangan ke depan,” katanya.

Untuk meraih keberhasilan, seluruh kader parpol yang berasaskan Islam tersebut diharapkan dapat mengawali perjuangannya dengan prinsip ibadah.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pasang 400 Parkir Meter, DKI Butuh Waktu Tiga Tahun

Jakarta, Aktual.co —Dinas Perhubungan DKI menargetkan pemasangan mesin parkir meter di 400 titik di seluruh DKI Jakarta.
Kepala Unit Pengelola (UP) Perpakiran Dishub DKI, Sunardi Sinaga, memperkirakan untuk memasang seluruh mesin parkir meter itu dibutuhkan waktu dua hingga tiga tahun. 
“Kami akan terus lakukan evaluasi agar ‎parkir on street di Jakarta bisa seperti di negara maju. Kami targetkan dua sampai tiga tahun ke depan, 400 titik parkir on street sudah menerapkan parkir meter,” kata dia, di Jakarta, Senin (5/1).
Sunardi yakin, pemasangan parkir meter bisa meningkatkan pendapatan daerah DKI hingga Rp400 miliar per tahun. Dari sebelumnya yang hanya Rp26 miliar. 
Dia mencontohkan pendapatan yang diraup dari pemasangan 11 mesin parkir di Jalan Sabang. Yang mampu menyumbang pemasukan hingga Rp10 juta dari Rp 400 ribu per hari. 
“Parkir meter tidak memakai APBD,” ucap dia.
Dijelaskan dia, perusahaan yang berinvestasi di parkir meter akan dapat bagian 70 persen. Sementara Dinas Pajak DKI dapat 30 persen. 
“Kalau per tahun Rp 400 miliar, Dinas Pajak akan dapat Rp 150 miliar,” ujarnya.
Sunardi menambahkan, pendapatan 70 persen untuk investor disepakati lantaran gaji operator parkir meter‎ sebesar dua kali lipat dari Upah Minimum Provinsi (UMP) menjadi tanggungan mereka. 
Sistem pembagian 30:70 persen ini akan berlaku sampai kurun waktu tiga tahun ke depan sesuai kontrak kerjasama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan investor. 
“Tiga tahun nanti, bisa saja pembagiannya 50:50. Kami akan terus evaluasi.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Banjir di Empat Kecamatan Banten Mulai Surut

Jakarta, Aktual.co — Banjir empat kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kini surut dan warga sudah kembali ke rumah masing-masing setelah guyuran hujan berhenti sejak pagi hingga malam.

“Banjir di empat kecamatan itu surut sekitar pukul 16.30 WIB,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi saat dihubungi di Lebak, Senin (5/1).

Ia mengatakan banjir yang merendam rumah sebanyak 1.556 unit di Kecamatan Banjarsari, Wanasalam, Cimarga dan Rangkasbitung surut karena debit sejumlah sungai menurun.

Menurunnya debit air sungai itu karena pagi hingga malam hari tidak diguyur hujan.

Intensitas curah hujan ringan dan sedang melanda wilayah Kabupaten Lebak sepanjang Minggu pagi hingga malam hari sehingga mengakibatkan ribuan rumah terendam banjir.

Saat ini, warga sudah kembali ke rumah masing-masing membersihkan sampah dan lumpur pascabanjir.

“Kami berharap warga tetap waspada banjir susulan karena curah hujan masih tinggi,” katanya.

Menurut dia, banjir yang terparah delapan desa di Kecamatan Banjarsari tercatat 1.071 rumah terendam air setinggi 2,0 meter.

Banjir di wilayah itu akibat meluapnya Sungai Ciliman dan Cimoyan setelah curah hujan cukup tinggi di daerah itu.

Sedangkan, banjir Kecamatan Rangkasbitung, Cimarga dan Wanasalam hanya puluhan unit rumah yang terendam.

“Banjir yang menerjang empat kecamatan tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan banjir karena puncak hujan akan terjadi pertengahan Januari 2015.

Pemerintah daerah telah menyalurkan kepada warga korban banjir antara lain beras, sarden, mie instan, air mineral dan makanan.

“Penyaluran bahan pokok itu agar para warga korban banjir tidak kelaparan,” katanya.

Sementara itu, sejumlah warga Kecamatan Banjarsari mengaku bahwa mereka kini sudah kembali ke rumah setelah guyuran hujan berhenti.

“Kami berharap banjir tidak merendam rumah lagi karena banjir sudah dua kali,” kata Aminah warga Kecamatan Banjarsari.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Persipura Jalani Latihan Perdana di Stadion Mandala

Jakarta, Aktual.co — Persipura Jayapura, Senin sore (5/1), menggelar latihan perdana di Stadion Mandala, Kota Jayapura, yang melibatkan sejumlah pemain baru untuk musim kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015.

Pada latihan yang dimulai pukul 16.30 WIT – 17.00 WIT itu, sebagian besar tim berjuluk Mutiara Hitam itu tampak hadir kapten tim Boaz TE Salossa, Imanuel Wanggai, Bio Paulin Pierre, Ferinando Pahabol, Ruben Sanadi, Jaeleni Arey Sibi, Fandri Imbiri, Lim Jun Sik, kiper Dede Sulaiman dan kiper Ferdiansyah.

Selain itu, Yohanis Tjoe, Yustinus Pae, Dominggus Fakdawer, Daniel Tata, Andri Ibo, Ian Luois Kabes, M. Tahir, Nelson Alom, Gerald Pangkali, Ricky Kayame, dan kiper Enecko Pahabol.

Pemain lainnya yang baru direkrut pada musim ini yakni Zulham Zamrun, Ricardo Salampessy, kiper Celsius Gebze dan dua pemain muda dari Persipura U-21 nampak hadir.

Sementara Lancine Kone yang juga baru direkrut belum terlihat bersama Robertino Pugliara dan Lukas Mandowen.

“Intinya hari ini kami hanya latihan game saja. Belum untuk peningkatan fisik,” kata asisten pelatih Persipura Mettu Dwaramuri, usai latihan.

Mengenai ketidakhadiran tiga orang pemain pada latihan perdana itu, Mettu mengungkapkan jika mereka terlambat karena ada alasannya masing-masing.

“Kemungkinan besar besok pagi saat kami latihan lagi, ketiga pemain itu sudah bersama kami. Lancine Kone dalam perjalan ke Jayapura, begitu juga dengan Robertino. Kalau Lukas sedang penyembuhan,” katanya.

Dalam latihan perdana itu, nampak hadir Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tommy Mano, manejer Rudi Maswi, pelatih kepala Osvaldo Lessa, asisten pelatih Chrisleo Yarangga, pelatih fisik Lidyo Nijo asal Brasil yang pada musim lalu melatih di Persiram Raja Ampat.

Direncanakan pada Selasa (6/1) pagi, tim Persipura Jayapura akan melanjutkan latihannya di Stadion Mandala, Kota Jayapura.

Artikel ini ditulis oleh:

Wakatobi Adopsi Nilai Kearifan Budaya Lokal

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara mengadopsi nilai-nilai kearifan budaya lokal setempat dalam penyelenggaraan pemerintahan di kabupaten tersebut.

Bupati Wakatobi, Hugua mengatakan, pihaknya mengadopsi nilai-nilai kearifan budaya lokal itu dalam penyelenggaraan pemerintahan di Wakatobi, merupakan bagian dari upaya Pemkab Wakatobi melakukan reformasi birokrasi dan revolusi mental.

“Periode pertama saya jadi bupati nyaris tak bisa berbuat apa-apa karena masyarakat kurang bisa menerima sistem penyelenggaraan pemerintahan yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai budaya yang dianut masyarakat,” katanya di Kendari, Senin (5/1).

Setelah menyadari hal tersebut katanya, barulah Pemkab Wakatobi melakukan reformasi birokrasi yang dikemas dengan istilah reformasi birokrasi ala Wakatobi.

“Dalalam reformasi ala Wakatobi, kita membagi tugas dengan perangkat adat dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan kemasyarakat di Wakatobi,” katanya.

Menurut dia, perangkat pemerintah daerah menjalankan tugas-tugas menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan fisik seperti gedung, jalan dan jembatan, sedangkan perangkat adat menjalankan tugas pembangunan kemasyarakatan dalam sisi adat istiadat dan agama.

Alhasil ujarnya, kurang lebih dua tahun reformasi birokrasi ala Wakatobi tersebut berjalan, pemerintah bersama masyarakat sudah bisa menjalankan pemerintahan dengan sangat kondusif.

“Oleh karena itu, nilai-nilai budaya menjadi sangat penting diadopasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, sebab budaya selalu mengajarkan hal-hal yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan mengutuk perilaku yang bertentangan dengan budaya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

DKI Akan Perluas Pemberlakuan Parkir Meter

Jakarta, Aktual.co —Dinas Perhubungan DKI akan perluas pemberlakuan parkir meter di Jakarta di Februari. Menyusul dianggap suksesnya uji coba penerapan terminal parkir elektronik (TPE) di Jalan Haji Agus Salim atau Jalan Sabang, Jakarta Pusat. 
Perluasan pemberlakuan parkir meter akan dilakukan di empat wilayah kota administrasi. Dengan sistem pembayaran menggunakan kartu elektronik.
Yaitu Jalan Boulevard Kelapa Gading (Jakarta Utara), Jalan Falatehan (Jakarta Selatan), Jalan Pintu Kecil, Toko Tiga, dan Jembatan Lima (Jakarta Barat), dan Jalan Balai Pustaka (Jakarta Timur).
Sedangkan untuk pembayaran dengan kartu elektronik, disampaikan Kepala Unit Pengelola (UP) Perpakiran Dishub DKI, Sunardi Sinaga,‎ sudah bisa diterapkan di Jalan Sabang, bulan depan.
“Setelah Sabang, kami akan perluas sistem parkir meter ke wilayah lain dengan sistem pembayaran elektronik,” ujar Sunardi Sinaga, Senin (5/1).
Diketahui, uji coba parkir meter di Jalan Sabang dilakukan sejak 26 September 2014 lalu. Untuk tarifnya, kendaraan roda empat Rp5 ribu/ jam, sedangkan roda dua Rp2 ribu/ jam.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain