15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40273

Bahas Liberalisme, NU Undang Mufti Malaysia

Jakarta, Aktual.co — “Aswaja Center” Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur mengundang sejumlah mufti Malaysia untuk membahas perkembangan gerakan liberalisme dan radikalisme dalam Islam melalui seminar internasional di Surabaya, 23 Desember 2014.
“Bagaimanapun, menyikapi berbagai ideologi transnasional itu perlu sinergi antarnegara agar umat Islam dapat mengawal Islam Tengah yang ramah,” kata ketua panitia seminar Fathul Qodir MHI di Surabaya, Senin (22/12).
Dalam seminar itu, beberapa narasumber yang bersedia adalah KH. Miftakhul Akhyar (Rais Syuriah PWNU Jatim), dan Prof. Dr. H. Abd. A’la, M.Ag (Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya).
Untuk delegasi Malaysia, antara lain Prof. Dato Sheikh Haji Noh Gadot (Penasihat Utama Majelis Agama Islam Negri Johor), Prof. Dato Dr. Haji Abdul Razak Omar (University Tun Husein onn Malaysia), Prof. Dr. Md Som Sujimon (Kolej Pengajian Tinggi Islam Johor), serta Prof. Dr. Sayyed Muhammad Dawelah al-Aidrus.

Artikel ini ditulis oleh:

Bahas Liberalisme, NU Undang Mufti Malaysia

Jakarta, Aktual.co — “Aswaja Center” Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur mengundang sejumlah mufti Malaysia untuk membahas perkembangan gerakan liberalisme dan radikalisme dalam Islam melalui seminar internasional di Surabaya, 23 Desember 2014.
“Bagaimanapun, menyikapi berbagai ideologi transnasional itu perlu sinergi antarnegara agar umat Islam dapat mengawal Islam Tengah yang ramah,” kata ketua panitia seminar Fathul Qodir MHI di Surabaya, Senin (22/12).
Dalam seminar itu, beberapa narasumber yang bersedia adalah KH. Miftakhul Akhyar (Rais Syuriah PWNU Jatim), dan Prof. Dr. H. Abd. A’la, M.Ag (Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya).
Untuk delegasi Malaysia, antara lain Prof. Dato Sheikh Haji Noh Gadot (Penasihat Utama Majelis Agama Islam Negri Johor), Prof. Dato Dr. Haji Abdul Razak Omar (University Tun Husein onn Malaysia), Prof. Dr. Md Som Sujimon (Kolej Pengajian Tinggi Islam Johor), serta Prof. Dr. Sayyed Muhammad Dawelah al-Aidrus.

Artikel ini ditulis oleh:

Instagram Peringatkan Pengguna dalam Penghapusan Akun Spam

Jakarta, Aktual.co — Media sosial yang berbagi gambar dan video pendek ini secara berkala akan menghapus akun tertentu untuk membatasi spam serta mencegah pengguna membeli pengikut (follower) untuk tujuan popularitas.

Upaya pembersihan berakibat kepada berkurangnya jumlah pengikut pada pemilik akun resmi, apabila diketahui ada akun spam di dalamnya. Hasil penelitian lembaga Zach Allia -yang tidak berafiliasi dengan Instagram- mengungkapkan langkah pembersihan ini berdampak terhadap 100 akun yang dikenal memiliki banyak pengikut.

BBC melaporkan Senin (22/12), sejumlah pesohor seperti penyanyi rap, Akon dilaporkan kehilangan 56 persen pengikutnya akibat pemangkasan akun berupa sampah tersebut. Sementara itu, penyanyi pop terkenal Justin Bieber disebutkan kehilangan 3.538.228 pengikut. Sedangkan, ahli pemasaran Wellington Campos kehilangan 3.284.304 pengikut dalam semalam.

Penyanyi rap Ma$e, yang kehilangan sekitar satu juta pengikut, telah menghapus akunnya setelah dia dituduh membayar para pengikutnya. Sementara, blogger video, Jamie Curry dalam akun Twitternya menulis, “Saya kehilangan 30 ribu pengikut di Instagram, oh my god.”

Beberapa akun pengguna lain juga mengeluh akan tindakan Instagram ini. Bahkan, ada yang berkomentar “OMG” karena kehilangan 99 persen dari pengikutnya, sebelum akhirnya pemiliknya menghapus sendiri akunnya.

Dan, akun Instagram sendiri diketahui kehilangan 18.880.211 pengikut dalam waktu yang relatif pendek. Dalam keterangan resminya, Instagram telah memperingatkan kepada penggunanya bahwa pihaknya akan melakukan penghapusan terhadap akun sampah mulai awal bulan ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Instagram Peringatkan Pengguna dalam Penghapusan Akun Spam

Jakarta, Aktual.co — Media sosial yang berbagi gambar dan video pendek ini secara berkala akan menghapus akun tertentu untuk membatasi spam serta mencegah pengguna membeli pengikut (follower) untuk tujuan popularitas.

Upaya pembersihan berakibat kepada berkurangnya jumlah pengikut pada pemilik akun resmi, apabila diketahui ada akun spam di dalamnya. Hasil penelitian lembaga Zach Allia -yang tidak berafiliasi dengan Instagram- mengungkapkan langkah pembersihan ini berdampak terhadap 100 akun yang dikenal memiliki banyak pengikut.

BBC melaporkan Senin (22/12), sejumlah pesohor seperti penyanyi rap, Akon dilaporkan kehilangan 56 persen pengikutnya akibat pemangkasan akun berupa sampah tersebut. Sementara itu, penyanyi pop terkenal Justin Bieber disebutkan kehilangan 3.538.228 pengikut. Sedangkan, ahli pemasaran Wellington Campos kehilangan 3.284.304 pengikut dalam semalam.

Penyanyi rap Ma$e, yang kehilangan sekitar satu juta pengikut, telah menghapus akunnya setelah dia dituduh membayar para pengikutnya. Sementara, blogger video, Jamie Curry dalam akun Twitternya menulis, “Saya kehilangan 30 ribu pengikut di Instagram, oh my god.”

Beberapa akun pengguna lain juga mengeluh akan tindakan Instagram ini. Bahkan, ada yang berkomentar “OMG” karena kehilangan 99 persen dari pengikutnya, sebelum akhirnya pemiliknya menghapus sendiri akunnya.

Dan, akun Instagram sendiri diketahui kehilangan 18.880.211 pengikut dalam waktu yang relatif pendek. Dalam keterangan resminya, Instagram telah memperingatkan kepada penggunanya bahwa pihaknya akan melakukan penghapusan terhadap akun sampah mulai awal bulan ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat : Kinerja Pemprov DKI Atasi Banjir Belum Terlihat

Jakarta, Aktual.co — Pengamat perkotaan Yayat Supriatna berkomentar soal kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam upaya pengendalian banjir. Ia mengatakan, hingga saat ini upaya Pemprov DKI belum terlihat.
Ia mengatakan meskipun beberapa program pengendalian banjir seperti sodetan, normalisasi Sungai Ciliwung, pintu air Manggarai sudah dipantau dan dikoreksi oleh Gubernur DKI Jakarta Ahok beberapa waktu lalu, nyatanya hingga kini belum ada perubahan apapun.
“Belum ada yang terlihat hasil kinerjanya hingga saat ini,” ujarnya ketika dihubungi, Senin (22/12).
“Hingga saat ini belum ada kepastiannya kapan program-program yang ia lakukan akan selesai,” lanjutnya.
Untuk itu, Yayat menyarankan agar sebaiknya pekerjaan itu segera dilakukan dan dipercepat mengingat musim hujan akan mencapai puncaknya pada Januari mendatang.
Sebagai informasi, Pemprov DKI beralasan kelambatan penanganan banjir di Jakarta diakibatkan oleh proses tender yang lama dan juga waktu pengerjaan yang lambat dari pihak swasta yang mengerjakan.
Untuk itu, Pemprov DKI mengandalkan LKPP dalam pengadaan alat untuk proyek pengerukan dan pembuatan jalan inspeksi serta program lainnya dalam pengendalian banjir pada tahun depan.
“Jadi tahun depan harus ngebut. Saya gak mau denger jalur inspeksi, PU telat, sheet pile, telat ngeruk, dan telat bangun jalan. Ini gak boleh lagi. Makanya kita andalkan LKPP,” ujarnya di Balai Kota, Kamis (18/12).
Selain itu, tahun depan akan swakelola agar pengerjaannya menjadi lebih terkoordinir dan lebih cepat. Ahok menganggap selama ini pengerjaan swasta lambat.
“Kita tidak mau lagi menswastakan untuk ngeruk-ngeruk sungai di Jakarta. Kenapa sih kita harus sewa sama orang? Kita punya sendiri, kerja sendiri dan rawat sendiri,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengamat : Kinerja Pemprov DKI Atasi Banjir Belum Terlihat

Jakarta, Aktual.co — Pengamat perkotaan Yayat Supriatna berkomentar soal kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam upaya pengendalian banjir. Ia mengatakan, hingga saat ini upaya Pemprov DKI belum terlihat.
Ia mengatakan meskipun beberapa program pengendalian banjir seperti sodetan, normalisasi Sungai Ciliwung, pintu air Manggarai sudah dipantau dan dikoreksi oleh Gubernur DKI Jakarta Ahok beberapa waktu lalu, nyatanya hingga kini belum ada perubahan apapun.
“Belum ada yang terlihat hasil kinerjanya hingga saat ini,” ujarnya ketika dihubungi, Senin (22/12).
“Hingga saat ini belum ada kepastiannya kapan program-program yang ia lakukan akan selesai,” lanjutnya.
Untuk itu, Yayat menyarankan agar sebaiknya pekerjaan itu segera dilakukan dan dipercepat mengingat musim hujan akan mencapai puncaknya pada Januari mendatang.
Sebagai informasi, Pemprov DKI beralasan kelambatan penanganan banjir di Jakarta diakibatkan oleh proses tender yang lama dan juga waktu pengerjaan yang lambat dari pihak swasta yang mengerjakan.
Untuk itu, Pemprov DKI mengandalkan LKPP dalam pengadaan alat untuk proyek pengerukan dan pembuatan jalan inspeksi serta program lainnya dalam pengendalian banjir pada tahun depan.
“Jadi tahun depan harus ngebut. Saya gak mau denger jalur inspeksi, PU telat, sheet pile, telat ngeruk, dan telat bangun jalan. Ini gak boleh lagi. Makanya kita andalkan LKPP,” ujarnya di Balai Kota, Kamis (18/12).
Selain itu, tahun depan akan swakelola agar pengerjaannya menjadi lebih terkoordinir dan lebih cepat. Ahok menganggap selama ini pengerjaan swasta lambat.
“Kita tidak mau lagi menswastakan untuk ngeruk-ngeruk sungai di Jakarta. Kenapa sih kita harus sewa sama orang? Kita punya sendiri, kerja sendiri dan rawat sendiri,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain