11 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40340

Soal Akbar Tanjung, Wasekjen Golkar: Pernyataan Welly dan Leo Salah Besar

Jakarta, Aktual.co — Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Riyono Asnan menyayangkan atas pernyataan yang disampaikan oleh Yorrys Raweyai dan Leo Nababan, bahwa konseptor Munas IX Golkar di Bali pada beberapa waktu lalu adalah Akbar Tanjung. Dirinya menganggap bahwa apa yang diucapkan oleh keduanya merupakan salah besar.
“Saya berharap, mari kita selesaikan dengan baik-baik, Pernyataan Yorrys Raweyai dan Leo Nababan yang menuding Akbar Tandjung sebagai konseptor Musyawarah Nasional (Munas) 30 November di Bali adalah salah besar,” katanya, Sabtu (20/12).
Untuk itu Riyono meminta kepada seluruh elemen yang berada dalam Partai bergambar pohon beringin tersebnut untuk tidak terpengaruh oleh pernyataan tersebut. Ia juga berharap kepada semua pihak yang masih memiliki rasa serta menginginkan Partai Golkar kembali berjaya sebaiknya jangan memperkeruh suasana dengan menyerang pribadi atau personal sesorang.
“Apalagi, kalau yang diserang itu tokoh senior sekaliber Akbar Tandjung yang berhasil mengembalikan kejayaan partai saat krisis pasca-jatuhnya orde baru,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Soal Akbar Tanjung, Wasekjen Golkar: Pernyataan Welly dan Leo Salah Besar

Jakarta, Aktual.co — Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Riyono Asnan menyayangkan atas pernyataan yang disampaikan oleh Yorrys Raweyai dan Leo Nababan, bahwa konseptor Munas IX Golkar di Bali pada beberapa waktu lalu adalah Akbar Tanjung. Dirinya menganggap bahwa apa yang diucapkan oleh keduanya merupakan salah besar.
“Saya berharap, mari kita selesaikan dengan baik-baik, Pernyataan Yorrys Raweyai dan Leo Nababan yang menuding Akbar Tandjung sebagai konseptor Musyawarah Nasional (Munas) 30 November di Bali adalah salah besar,” katanya, Sabtu (20/12).
Untuk itu Riyono meminta kepada seluruh elemen yang berada dalam Partai bergambar pohon beringin tersebnut untuk tidak terpengaruh oleh pernyataan tersebut. Ia juga berharap kepada semua pihak yang masih memiliki rasa serta menginginkan Partai Golkar kembali berjaya sebaiknya jangan memperkeruh suasana dengan menyerang pribadi atau personal sesorang.
“Apalagi, kalau yang diserang itu tokoh senior sekaliber Akbar Tandjung yang berhasil mengembalikan kejayaan partai saat krisis pasca-jatuhnya orde baru,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kemendag Siapkan Strategi Penghentian Impor Gula

Jakarta, Aktual.co —  Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan strategi jangka menengah dan panjang penghentian impor gula untuk mendukung tumbuhnya investasi dan industri gula terintegrasi di dalam negeri.

“Seluruh arah kebijakan dan perangkat yang ada di Kemendag akan diarahkan untuk tidak hanya menjaga pasokan dan menstabilkan harga gula, namun juga mendorong investasi dan tumbuhnya industri gula di dalam negeri,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel di sela-sela kunjungan kerja ke Bangkok, Thailand, Sabtu.

Ia mengaku saat ini belum memungkinkan Indonesia menghentikan sama sekali impor gula dari luar negeri, karena produksi dalam negeri masih dibawah kebutuhan gula secara nasional.

Berdasarkan data Kemendag, total kebutuhan gula secara nasional mencapai 5,9 juta ton, yang terdiri dari konsumsi untuk rumah tangga sebesar 2,7 juta ton, kebutuhan gula mentah untuk industri makanan dan minuman sebesar 2,87 juta ton, kebutuhan industri MSG (bahan baku) sebesar 282 ribu ton, dan kebutuhan gula rafinasi sebanyak 50 ribu ton.

Sedangkan produksi gula nasional pada 2014 hanya mencapai sekitar 2,5 juta ton yang diproduksi oleh 52 pabrik gula milik BUMN dan 10 pabrik gula swasta. Hal itu menyebabkan Indonesia kekurangan pasokan gula sebanyak 3,4 juta ton.

“Jadi saat ini kebijakan (pembatasan/pengaturan) impor pun kami arahkan untuk mempersiapkan tumbuhnya industri gula nasional untuk mendukung kedaulatan pangan,” kata Rachmat.

Ia mencontohkan salah satu kebijakan yang akan dibuat adalah pengaturan impor gula hanya kepada importir tertentu atau importir produsen yang tengah mempersiapkan pembangunan industri gula terintegrasi di Indonesia.

“Perusahaan tersebut bisa saja mendapat izin impor gula 1-2 tahun, sampai industri yang tengah dibangunnya siap,” kata Rachmat.

Mantan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Teknologi, dan Kelautan itu, terkesan pada pengembangan industri gula di Thailand yang 80 persen diarahkan untuk ekspor dan hanya 20 persen untuk kebutuhan domestik.

Bahkan sejumlah industri gula di Negeri Gajah Putih, termasuk milik KSL Group, membangun industri gula terintegrasi yang mampu menghasilkan produk turunan tebu sangat beragam, mulai dari gula, etanol, pupuk (bio-fertilizer), hingga pembangkit listrik.

“Ke depan menghentikan impor gula dan menjaga stabilitas pasokan serta harga di dalam negeri, Indonesia harus memiliki industri gula terintegrasi,” ujar Rachmat.

Untuk itu, ia akan bekerja sama dengan Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Menteri Pertanian A Amran Sulaiman untuk membuat peta jalan membangun industri gula terintegrasi guna mewujudkan kedaulatan pangan, khususnya gula.

“Kebijakan Kemendag akan diarahkan untuk terwujudnya hal itu,” kata Rachmat.

Salah satu kendala kurangnya pasokan gula nasional, tidak hanya pada pabrik gula yang sudah tua sehingga produktivitasnya rendah, namun juga, kata dia, kurangnya lahan untuk penanaman tebu.

“Untuk mencapai kedaulatan pangan, khususnya, di gula, Indonesia paling sedikit membutuhkan 700 ribu hektare lahan tebu,” katanya.

Sampai saat ini, berdasarkan data yang dimiliki Kemendag, lahan tebu di dalam negeri sekitar 460 ribu hektare.

“Kini pun kebijakan impor gula, hanya boleh gula mentah (raw sugar), sehingga industri gula putih (konsumsi rumah tangga) dan rafinasi (industri makanan dan minuman) tumbuh di dalam negeri,” kata dia.

Namun dalam jangka menengah dan panjang, lanjut Rachmat, kebijakan impor gula secara bertahap akan dikurangi agar bisa dihentikan sama sekali setelah industri gula terintegrasi di Indonesia banyak terbentuk untuk memenuhi kebutuhan nasional yang beragam, baik untuk gula konsumsi rumah tangga maupun industri lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kemendag Siapkan Strategi Penghentian Impor Gula

Jakarta, Aktual.co —  Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan strategi jangka menengah dan panjang penghentian impor gula untuk mendukung tumbuhnya investasi dan industri gula terintegrasi di dalam negeri.

“Seluruh arah kebijakan dan perangkat yang ada di Kemendag akan diarahkan untuk tidak hanya menjaga pasokan dan menstabilkan harga gula, namun juga mendorong investasi dan tumbuhnya industri gula di dalam negeri,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel di sela-sela kunjungan kerja ke Bangkok, Thailand, Sabtu.

Ia mengaku saat ini belum memungkinkan Indonesia menghentikan sama sekali impor gula dari luar negeri, karena produksi dalam negeri masih dibawah kebutuhan gula secara nasional.

Berdasarkan data Kemendag, total kebutuhan gula secara nasional mencapai 5,9 juta ton, yang terdiri dari konsumsi untuk rumah tangga sebesar 2,7 juta ton, kebutuhan gula mentah untuk industri makanan dan minuman sebesar 2,87 juta ton, kebutuhan industri MSG (bahan baku) sebesar 282 ribu ton, dan kebutuhan gula rafinasi sebanyak 50 ribu ton.

Sedangkan produksi gula nasional pada 2014 hanya mencapai sekitar 2,5 juta ton yang diproduksi oleh 52 pabrik gula milik BUMN dan 10 pabrik gula swasta. Hal itu menyebabkan Indonesia kekurangan pasokan gula sebanyak 3,4 juta ton.

“Jadi saat ini kebijakan (pembatasan/pengaturan) impor pun kami arahkan untuk mempersiapkan tumbuhnya industri gula nasional untuk mendukung kedaulatan pangan,” kata Rachmat.

Ia mencontohkan salah satu kebijakan yang akan dibuat adalah pengaturan impor gula hanya kepada importir tertentu atau importir produsen yang tengah mempersiapkan pembangunan industri gula terintegrasi di Indonesia.

“Perusahaan tersebut bisa saja mendapat izin impor gula 1-2 tahun, sampai industri yang tengah dibangunnya siap,” kata Rachmat.

Mantan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Teknologi, dan Kelautan itu, terkesan pada pengembangan industri gula di Thailand yang 80 persen diarahkan untuk ekspor dan hanya 20 persen untuk kebutuhan domestik.

Bahkan sejumlah industri gula di Negeri Gajah Putih, termasuk milik KSL Group, membangun industri gula terintegrasi yang mampu menghasilkan produk turunan tebu sangat beragam, mulai dari gula, etanol, pupuk (bio-fertilizer), hingga pembangkit listrik.

“Ke depan menghentikan impor gula dan menjaga stabilitas pasokan serta harga di dalam negeri, Indonesia harus memiliki industri gula terintegrasi,” ujar Rachmat.

Untuk itu, ia akan bekerja sama dengan Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Menteri Pertanian A Amran Sulaiman untuk membuat peta jalan membangun industri gula terintegrasi guna mewujudkan kedaulatan pangan, khususnya gula.

“Kebijakan Kemendag akan diarahkan untuk terwujudnya hal itu,” kata Rachmat.

Salah satu kendala kurangnya pasokan gula nasional, tidak hanya pada pabrik gula yang sudah tua sehingga produktivitasnya rendah, namun juga, kata dia, kurangnya lahan untuk penanaman tebu.

“Untuk mencapai kedaulatan pangan, khususnya, di gula, Indonesia paling sedikit membutuhkan 700 ribu hektare lahan tebu,” katanya.

Sampai saat ini, berdasarkan data yang dimiliki Kemendag, lahan tebu di dalam negeri sekitar 460 ribu hektare.

“Kini pun kebijakan impor gula, hanya boleh gula mentah (raw sugar), sehingga industri gula putih (konsumsi rumah tangga) dan rafinasi (industri makanan dan minuman) tumbuh di dalam negeri,” kata dia.

Namun dalam jangka menengah dan panjang, lanjut Rachmat, kebijakan impor gula secara bertahap akan dikurangi agar bisa dihentikan sama sekali setelah industri gula terintegrasi di Indonesia banyak terbentuk untuk memenuhi kebutuhan nasional yang beragam, baik untuk gula konsumsi rumah tangga maupun industri lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polisi Amankan Puluhan Motor Hasil Curian

Jakarta, Aktual.co — Jajaran Polres Musirawas, Sumatera Selatan, berhasil menemukan lokasi persembunyian puluhan unit sepeda motor hasil curian dan kekerasan di Desa Sri Kemuning, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musirawas.
“Puluhan sepeda motor hasil pencurian dan kekerasan (Curas) itu ditemukan tim khusus satuan Reskrim yang diterjunkan beberapa hari lalu, sedangkan pelakunya berhasil kabur,” kata Kapolres Musirawas AKBP Nurhadi Handayani melalui Wakapolres Kompol Kadarislam, Sabtu (20/12).
Ia menjelaskan tim khusus itu menggerebek lokasi persembunyi motor hasil curian itu di sekitar kaki bukit Desa Sri Kemuning setempat, Kamis (17/12) sekitar 03.00 wib, sedangkan pelakunya sekitar lima orang sudah lari sebelum tim sampai di lokasi.
Barang barang bukti motor tersebut ditemukan di semak-semak bawah kaki bukit dekat perkampungan warga berbatasan dengan wilayah Kecamatan Tugumulyo, selama ini wilayah Tugumulyo menjadi lokasi sasaran kasus curas.
Puluhan sepeda motor itu ditumpuk dan sengaja ditutupi dedaunan yang kondisnya masih utuh, agar tidak terlihat oleh warga setempat dan belum sempat dipasarkan.
Polisi juga melakukan penyisiran dan sweeping ke sejumlah rumah disekitar lokasi penggerebekan, untuk mencari penyimpanan motor hasil curian lainnya yang meresahkan masyarakat setempat.
Ia memperkirakan para pelaku merupakan pemain lama dan sudah masuk daftar pencarian orang (DPO), bahkan komplotan pelaku tak hanya bereaksi diwilayah hukum Polres Musirawas tapi masuk ke wilayah hukum Polres Lubuklinggau.
“Komplotan mereka berjumlah lima orang dan sudah kita ketahui indentitasnya, serta akan lakukan tindakan tegas dan terukur,”tegasnya.
Kasat Reskrim Polres Musirawas AKP Teddy Ardian mengatakan para pelaku dalam aksinya mengincar motor korban sekitar jalan poros desa wilayah itu.
Mulai dari wilayah Kecamatan Tugumulyo, Megang Sakti hingga jalan perbatasan Kota Lubuklinggau Musirawas, dengan sasaran anak sekolah dan kaum wanita.
Keberhasilan polisi dalam mengungkap tempat penyimpanan motor diduga hasil curian tersebut, langsung mendapat repon masyarakat, bukatinya sejak, Kamis(18/12) puluhan masyarakat menjadi korban curas itu mendatangi ruang Satreskrim Polres Musirawas ingin mencari sepeda motorny yang dirampok belum lama ini.
“Kita mengimbau masrakat yang menjadi korban curas, agar datang lansung ke Polres dengan membawa surat-surat motornya, kalau memang motor milik yang bersangkutan, akan kita serahkan,”ujarnya.
Salah seorang korban curas Herni (30) warga Desa L Sukoharjo, Kecamatan Tugumulyo, mengaku mendapat informasi keberadaan motor Honda Beat warna putih yang baru dibelinya dua bulan lalu sudah ditemukan.
“Saya berterima kasih sekali kepada polisi di jajaran Polres Musirawas dapat menemukan motornya yang dirampas perampok saat dikendrai bersama anaknya dua pekan lalu,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polisi Amankan Puluhan Motor Hasil Curian

Jakarta, Aktual.co — Jajaran Polres Musirawas, Sumatera Selatan, berhasil menemukan lokasi persembunyian puluhan unit sepeda motor hasil curian dan kekerasan di Desa Sri Kemuning, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musirawas.
“Puluhan sepeda motor hasil pencurian dan kekerasan (Curas) itu ditemukan tim khusus satuan Reskrim yang diterjunkan beberapa hari lalu, sedangkan pelakunya berhasil kabur,” kata Kapolres Musirawas AKBP Nurhadi Handayani melalui Wakapolres Kompol Kadarislam, Sabtu (20/12).
Ia menjelaskan tim khusus itu menggerebek lokasi persembunyi motor hasil curian itu di sekitar kaki bukit Desa Sri Kemuning setempat, Kamis (17/12) sekitar 03.00 wib, sedangkan pelakunya sekitar lima orang sudah lari sebelum tim sampai di lokasi.
Barang barang bukti motor tersebut ditemukan di semak-semak bawah kaki bukit dekat perkampungan warga berbatasan dengan wilayah Kecamatan Tugumulyo, selama ini wilayah Tugumulyo menjadi lokasi sasaran kasus curas.
Puluhan sepeda motor itu ditumpuk dan sengaja ditutupi dedaunan yang kondisnya masih utuh, agar tidak terlihat oleh warga setempat dan belum sempat dipasarkan.
Polisi juga melakukan penyisiran dan sweeping ke sejumlah rumah disekitar lokasi penggerebekan, untuk mencari penyimpanan motor hasil curian lainnya yang meresahkan masyarakat setempat.
Ia memperkirakan para pelaku merupakan pemain lama dan sudah masuk daftar pencarian orang (DPO), bahkan komplotan pelaku tak hanya bereaksi diwilayah hukum Polres Musirawas tapi masuk ke wilayah hukum Polres Lubuklinggau.
“Komplotan mereka berjumlah lima orang dan sudah kita ketahui indentitasnya, serta akan lakukan tindakan tegas dan terukur,”tegasnya.
Kasat Reskrim Polres Musirawas AKP Teddy Ardian mengatakan para pelaku dalam aksinya mengincar motor korban sekitar jalan poros desa wilayah itu.
Mulai dari wilayah Kecamatan Tugumulyo, Megang Sakti hingga jalan perbatasan Kota Lubuklinggau Musirawas, dengan sasaran anak sekolah dan kaum wanita.
Keberhasilan polisi dalam mengungkap tempat penyimpanan motor diduga hasil curian tersebut, langsung mendapat repon masyarakat, bukatinya sejak, Kamis(18/12) puluhan masyarakat menjadi korban curas itu mendatangi ruang Satreskrim Polres Musirawas ingin mencari sepeda motorny yang dirampok belum lama ini.
“Kita mengimbau masrakat yang menjadi korban curas, agar datang lansung ke Polres dengan membawa surat-surat motornya, kalau memang motor milik yang bersangkutan, akan kita serahkan,”ujarnya.
Salah seorang korban curas Herni (30) warga Desa L Sukoharjo, Kecamatan Tugumulyo, mengaku mendapat informasi keberadaan motor Honda Beat warna putih yang baru dibelinya dua bulan lalu sudah ditemukan.
“Saya berterima kasih sekali kepada polisi di jajaran Polres Musirawas dapat menemukan motornya yang dirampas perampok saat dikendrai bersama anaknya dua pekan lalu,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain