11 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40341

Bangun PLTA Gandeng Tiongkok, Proyek PLN Mirip Jalan Pantura

Jakarta, Aktual.co — Rencana PT PLN (Persero) akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jati Gede, Jawa Barat dengan menggandeng perusahaan energi dari Tiongkok Sinohydro Corporation Limited-PT Pembangunan Perumahan Tbk dianggap oleh pengamat mirip proyek jalan pantura.

Pasalnya, hobi PLN membangun pembangkit listrik dari Tiongkok merupakan kebiasaan buruk yang hanya akan dijadikan proyek menguntungkan bagi segelintir orang di perusahaan plat merah itu.

“Karena murah, jadi cepet rusak, supaya kalau rusak paling menguntungkan, turun anggaran lagi, setahun jadi proyek lagi, ya mirip proyek jalan pantura lah, itulah mengapa PLN hobi bangun pembangkit listrik dari Tiongkok,” ujar Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafi kepada Aktual.co, Minggu (20/12).

Menurut Uchok, kualitas dari Tiongkok biasanya diragukan, lantaran gampang rusak, padahal jika pemerintah serius akan bangun PLTA untuk kepentingan jangka panjang, bisa memilih kualitas yang mumpuni dari negra-negara yang telah teruji kualitasnya.

“Seharusnya pemerintah melihat mana yang berkualitas, jangan asal beli saja, yang benar teruji itu kan kita tahu dari Eropa ada Amerika ada Jepang, kalau Tiongkok belum teruji kualitasnya,” ujar dia.

Diketahui Sinohydro telah menandatangani proyek pembangunan PLTA Jatigede pada Jumat (19/12), rencananya PLTA akan dibangun mulai awal 2015, dan memakan waktu 48 bulan hingga siap digunakan pada 2019 mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Bangun PLTA Gandeng Tiongkok, Proyek PLN Mirip Jalan Pantura

Jakarta, Aktual.co — Rencana PT PLN (Persero) akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jati Gede, Jawa Barat dengan menggandeng perusahaan energi dari Tiongkok Sinohydro Corporation Limited-PT Pembangunan Perumahan Tbk dianggap oleh pengamat mirip proyek jalan pantura.

Pasalnya, hobi PLN membangun pembangkit listrik dari Tiongkok merupakan kebiasaan buruk yang hanya akan dijadikan proyek menguntungkan bagi segelintir orang di perusahaan plat merah itu.

“Karena murah, jadi cepet rusak, supaya kalau rusak paling menguntungkan, turun anggaran lagi, setahun jadi proyek lagi, ya mirip proyek jalan pantura lah, itulah mengapa PLN hobi bangun pembangkit listrik dari Tiongkok,” ujar Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafi kepada Aktual.co, Minggu (20/12).

Menurut Uchok, kualitas dari Tiongkok biasanya diragukan, lantaran gampang rusak, padahal jika pemerintah serius akan bangun PLTA untuk kepentingan jangka panjang, bisa memilih kualitas yang mumpuni dari negra-negara yang telah teruji kualitasnya.

“Seharusnya pemerintah melihat mana yang berkualitas, jangan asal beli saja, yang benar teruji itu kan kita tahu dari Eropa ada Amerika ada Jepang, kalau Tiongkok belum teruji kualitasnya,” ujar dia.

Diketahui Sinohydro telah menandatangani proyek pembangunan PLTA Jatigede pada Jumat (19/12), rencananya PLTA akan dibangun mulai awal 2015, dan memakan waktu 48 bulan hingga siap digunakan pada 2019 mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Perkuat Kurs Rupiah, Paksa WNA di Indonesia Gunakan Rupiah

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Pasar Uang Farial Anwar mengatakan, lemahnya aturan negara terkait penggunaan Rupiah di dalam negeri mempengaruhi kepada anjloknya mata uang Tanah Air. Bahkan, kedaulatan rupiah pun terancam hilang dengan maraknya penggunaan mata uang asing di dalam negeri.

“Ada UU Nomor 7 tahun 2011 yang mengatur untuk menggunakan rupiah di wilayah NKRI sebenarnya. Tapi sayangnya tidak diikuti dengan Peraturan Pemerintah. Sehingga tidak heran jika instansi Pemerintahan juga menggunakan dolar untuk transaksi,” kata Farial di Jakarta, Sabtu (20/12).

Ia menilai, Pemerintah tidak tegas mengawal hal itu. Sangat disayangkan ketika transaksi menggunakan mata uang asing di dalam negeri semakin marak tapi tidak ditindak tegas.

“Kalau transaksi ekspor wajar saja menggunakan mata uang asing. Tapi bisa bisanya di dalam negeri tidak menggunakan Rupiah,” ujarnya.

Seharusnya Pemerintah bisa memaksa warga negara asing (WNA) yang datang ke Indonesia untuk menggunakan Rupiah.

“Mereka bebas mau membawa mata uang apapun, tapi saat di Indonesia paksa mereka menukarkan uangnya ke Rupiah. Ini menambah sentimen negatif rupiah kita,” terangnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Perkuat Kurs Rupiah, Paksa WNA di Indonesia Gunakan Rupiah

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Pasar Uang Farial Anwar mengatakan, lemahnya aturan negara terkait penggunaan Rupiah di dalam negeri mempengaruhi kepada anjloknya mata uang Tanah Air. Bahkan, kedaulatan rupiah pun terancam hilang dengan maraknya penggunaan mata uang asing di dalam negeri.

“Ada UU Nomor 7 tahun 2011 yang mengatur untuk menggunakan rupiah di wilayah NKRI sebenarnya. Tapi sayangnya tidak diikuti dengan Peraturan Pemerintah. Sehingga tidak heran jika instansi Pemerintahan juga menggunakan dolar untuk transaksi,” kata Farial di Jakarta, Sabtu (20/12).

Ia menilai, Pemerintah tidak tegas mengawal hal itu. Sangat disayangkan ketika transaksi menggunakan mata uang asing di dalam negeri semakin marak tapi tidak ditindak tegas.

“Kalau transaksi ekspor wajar saja menggunakan mata uang asing. Tapi bisa bisanya di dalam negeri tidak menggunakan Rupiah,” ujarnya.

Seharusnya Pemerintah bisa memaksa warga negara asing (WNA) yang datang ke Indonesia untuk menggunakan Rupiah.

“Mereka bebas mau membawa mata uang apapun, tapi saat di Indonesia paksa mereka menukarkan uangnya ke Rupiah. Ini menambah sentimen negatif rupiah kita,” terangnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Banjir Rusak 526,5 Hektare Lahan Pertanian Riau

Jakarta, Aktual.co — Banjir yang melanda Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau merusak areal pertanian mencapai 526,5 hektare. Lahan pertanian yang rusak terutama persawahan, palawija dan hortikultura.

“Areal pertanian yang rusak itu tersebar di delapan kecamatan hingga saat ini belum dapat difungsikan,” kata Kadis Pertanian TPH Kabupaten Indragiri Hulu Rahmat di Rengat, Sabtu (20/12).

Ia mengatakan, kecamatan yang terkena dampak banjir tersebut diantaranya Peranap, Batang Peranap, Kelayang, Rakit Kulim, Sei Lala, Rengat Barat, Rengat dan Kuala Cenaku.

Bencana banjir yang melanda beberapa sejumlah wilayah Kabupaten Indragiri Hulu pada waktu lalu telah meninggalkan duka dan luka yang mendalam bagi masyarakat karena ratusan hektar areal pertanian yang luluh lantak merusak pertanian warga setempat.

“Sebahagian besar merupakan areal persawahan baik yang sudah ditanam maupun yang baru diolah,” sebutnya.

Menurutnya, untuk meringankan beban para petani tersebut, pihaknya telah mendistribusikan bantuan benih kepada para petani yang terkena dampak bajir yakni benih padi sebanyak lima ton, benih jagung dan sayur-sayuran.

Pemerintah Daerah Indragiri Hulu melalui Dinas Pertanian juga telah memberikan bantuan benih sayuran dan palawija kepada masyarakat Desa Pulau Gajah Kecamatan Rengat untuk ditanami pada lahan seluas 16,5 hektar.

” Bantuan yang kami berikan tersebut merupakan atas permintaan atau usulan dari kelompok tani,” tegasnya.

Djelaskannya, bantuan yang telah diberikan dharapkan mampu mengurangi beban warga akibat dampak banjir, tetapi bantuan itu belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan semua masyarakat.

“Kami sangat berharap bibit sayuran dan palawija yang telah diterima petani dapat di tanam dan di manfaatkan sebaik mungkin hingga berhasil untuk membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Banjir Rusak 526,5 Hektare Lahan Pertanian Riau

Jakarta, Aktual.co — Banjir yang melanda Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau merusak areal pertanian mencapai 526,5 hektare. Lahan pertanian yang rusak terutama persawahan, palawija dan hortikultura.

“Areal pertanian yang rusak itu tersebar di delapan kecamatan hingga saat ini belum dapat difungsikan,” kata Kadis Pertanian TPH Kabupaten Indragiri Hulu Rahmat di Rengat, Sabtu (20/12).

Ia mengatakan, kecamatan yang terkena dampak banjir tersebut diantaranya Peranap, Batang Peranap, Kelayang, Rakit Kulim, Sei Lala, Rengat Barat, Rengat dan Kuala Cenaku.

Bencana banjir yang melanda beberapa sejumlah wilayah Kabupaten Indragiri Hulu pada waktu lalu telah meninggalkan duka dan luka yang mendalam bagi masyarakat karena ratusan hektar areal pertanian yang luluh lantak merusak pertanian warga setempat.

“Sebahagian besar merupakan areal persawahan baik yang sudah ditanam maupun yang baru diolah,” sebutnya.

Menurutnya, untuk meringankan beban para petani tersebut, pihaknya telah mendistribusikan bantuan benih kepada para petani yang terkena dampak bajir yakni benih padi sebanyak lima ton, benih jagung dan sayur-sayuran.

Pemerintah Daerah Indragiri Hulu melalui Dinas Pertanian juga telah memberikan bantuan benih sayuran dan palawija kepada masyarakat Desa Pulau Gajah Kecamatan Rengat untuk ditanami pada lahan seluas 16,5 hektar.

” Bantuan yang kami berikan tersebut merupakan atas permintaan atau usulan dari kelompok tani,” tegasnya.

Djelaskannya, bantuan yang telah diberikan dharapkan mampu mengurangi beban warga akibat dampak banjir, tetapi bantuan itu belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan semua masyarakat.

“Kami sangat berharap bibit sayuran dan palawija yang telah diterima petani dapat di tanam dan di manfaatkan sebaik mungkin hingga berhasil untuk membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain