7 April 2026
Beranda blog Halaman 40342

BNPB: Bencana Masih Menjadi Ancaman Nyata

Jakarta, Aktual.co — Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat mendata sementara kejadian bencana di Indonesia selama tahun 2014, menunjukkan bahwa  bencana masih menjadi ancaman yang nyata. 
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dari 1.525 kejadian bencana 566 orang tewas, 2,66 juta jiwa mengungsi dan menderita.
“Lebih dari 51 ribu rumah rusak, dan ratusan bangunan umum rusak. Kerugian ekonomi mencapai puluhan triliun rupiah,” katanya dalam pesan elektronik yang diterima aktual.co, Rabu (31/12).
Sutopo menambahkan bahwa dampak kebakarah hutan dan lahan mencapai angka fantastis dengan kerugian mencapai Rp 20 triliun. Dan untuk bencana banjir seperti banjir Jakarta mencapai Rp 5 triliun, banjir di Pantura Jawa Rp 6 triliun, banjir bandang di Sulawesi Utara Rp 1,4 triliun. 
“Banjir dan longsor di 16 kab atau kota di Jawa Tengah Rp 2,1 triliun,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kapolri: Belum Menditeksi Adanya Ancaman Sel-sel Teroris

Jakarta, Aktual.co — Kapolri Jenderal Polisi Sutarman menyebut, saat ini belum mendeteksi adanya ancaman dari sel-sel teroris yang bisa mengganggu pengamanan perayaan malam tahun baru. 
Meski demikian, lanjut Sutarman, kepolisian tetap meminta jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan terkait pengamanan di sejumlah tempat keramaian.
“Tetap waspada, kami tingkatkan penjagaan di kantor-kantor termasuk pos-pos pelayanan. Selain itu juga di tempat ibadah, tempat-tempat keramaian yang menjadi pusat perayaan malam Tahun Baru,” kata dia di Jakarta, Rabu (31/12).
Pengamanan malam Tahun Baru 2015 masuk dalam rangkaian pengamanan Operasi Lilin 2014. Dalam Operasi Lilin 2014 yang digelar sejak 24 Desember 2014 hingga 2 Januari 2015, diterjunkan sebanyak 165.337 personel gabungan yang terdiri dari 80.560 anggota Polri, 19.581 anggota TNI serta 65.196 orang dari berbagai instansi dan mitra kamtibmas.
Para petugas tersebut akan ditempatkan pada 1.767 pos pengamanan dan 603 pos pelayanan di berbagai wilayah di Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Evakuasi Jenazah Pesawat AirAsia QZ8501

Anggota Basarnas membawa jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 usai dievakuasi dari KRI Bung Tomo di Lanud Iskandar, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Rabu (31/12/2014). Hari ini baru dua jenazah yang dievakuasi ke rumah sakit RSUD Sultan Imanudin Kotawaringin Barat akibat terkendala cuaca buruk. AKTUAL/Munzir

Kapolri Minta Masyarakat Tak Rayakan Pergantian Tahun Secara Berlebihan

Jakarta, Aktual.co — Kapolri Jenderal Polisi Sutarman mengimbau agar masyarakat tidak merayakan malam pergantian tahun secara berlebihan. Hal tersebut dikarenakan Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami musibah.
“Indonesia sedang berduka dengan adanya musibah kecelakaan pesawat Air Asia. Untuk itu saya imbau masyarakat agar tidak terlalu berhura-hura merayakan malam tahun baru. Saya kira itu lebih bijak,” kata Sutarman, di Jakarta, Rabu (31/12).
Dia berharap masyarakat bisa bertoleransi terkait dengan adanya musibah jatuhnya pesawat Air Asia QZ 8501, Minggu (28/12) di Selat Karimata, Kalimantan Barat.
Saat ini, lanjut Sutarman, tim DVI sudah mengambil data antemortem 90 anggota keluarga dari 155 penumpang dan 7 awak pesawat Air Asia QZ8501. Selanjutnya data antemortem itu akan diidentifikasi dengan data postmortem jasad penumpang dan awak pesawat QZ8501 yang ditemukan.
“Data antemortem sudah disiapkan dari keluarga yang menunggu. Setelah jenazah sampai diidentifikasi. 90 orang (keluarga korban) yang sudah kita data, baik pengambilan DNA maupun ciri-ciri. Data ante mortem akan disesuaikan dengan data post mortem,” kata dia.
Sutarman menambahkan, untuk membantu penyisiran korban, Polri yang dalam hal ini dibawah kendali Basarnas akan mengumpulkan berbagai informasi secara komprehensif, baik melalui penelusuran sinyal telepon seluler yang sempat terdeteksi hingga keterangan nelayan.
Kapolri meyakinkan bahwa Polri telah memiliki pengalaman untuk mengidentifikasi korban kecelakaan pesawat, bahkan yang tubuhnya telah hancur. “Bahkan yang sudah hancur kita identifikasi. DNA bisa diambil dari rambut, kuku dan lainnya.”
Meski saat ini masih terfokus dengan pencarian korban, namun untuk pengungkapan penyebab kecelakaan pesawat tersebut, Polri akan mendukung pihak KNKT untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawaat naas tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kualitas Beras Buruk, OP Bulog Lebak Pandeglang Sepi Peminat

Jakarta, Aktual.co —Beras yang dijual berkualitas buruk, operasi pasar beras Bulog Divre Lebak-Pandeglang di tiga titik di Rangkasbitung, sepi peminat. 
Kondisi itu diakui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi. Niatan untuk menstabilkan harga beras di pasaran pun belum tercapai. 
Beras yang dijual di pos Kantor Kecamatan Rangkasbitung, Pasar, dan Alun-alun Multatuli, kata dia, memang berkualitas beras program rakyat miskin atau raskin. 
“Saya kira sepinya pembeli itu karena kualitas beras jelek,” kata dia, di Lebak, Selasa (30/12).
Saat ini, harga beras di tingkat pengecer yang mencapai Rp8.300/kg dianggap memberatkan warga. Sedangkan beras Bulog dibanderol seharga Rp7.100 per kilogram
“Kami berharap warga tetap membeli beras OP karena harganya jauh murah dibandingkan harga pasaran,” katanya.
Buruknya kualitas beras OP, diakui sejumlah calon pembeli yang kecewa.
“Kami datang ke sini mau membeli beras OP, namun mengurungkan niat untuk membeli setelah melihat kondisi beras itu,” kata Tina, warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Sedangkan Kepala Perum Bulog Divre Lebak-Pandeglang Herman mengatakan sudah menyiapkan beras OP sebanyak 10 ton. Pelaksanaan OP itu akan terus digelar hingga harga beras di pasaran kembali stabil.

Artikel ini ditulis oleh:

Menkumham Dilema Beri Remisi Kepada Koruptor

Jakarta, Aktual.co — Meneteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Lasonna Laoly menyadari jika pemberian remisi hari natal untuk beberapa koruptor menuai kontroversi. Dia pun mengaku dilema untuk memutuskan hal itu.
Hal yang membuat dia dilema untuk memberikan remisi, kata Yosanna pihak Kemenkumham berpegang pada prinsip jika para tahanan berhak mendapatkan remisi sesuai dengan Undang-undang, namun disisi lain yang akan mendapatkan remisi adalah tahanan koruptor.
“Secara filosofi, prinsip bahwa mereka berhak memenuhi UU nomor 12/99 ini dilema saya sekarang, dilema kami,” kata Yasonna di Gedung Kemenkumham, Rabu (31/12).
Yasonna mengaku tidak sembarangan memberikan remisi terhadap tahanan koruptor dan tahanan untuk kasus lain,  “Kalau menurut kita orang-orang itu baik, tentu kita bedakan dulu ya, bahwa untuk koruptor, teroris, bandar narkoba beda, pengetatannya ada. Tapi tidak boleh kita tutup celah mereka gak berhak untuk itu,” tandas dia.
Selain itu, kader PDIP itu menegaskan, Kemnetrinya memutuskan untuk memberikan remisi karena murni berdasarkan pertimbangan kelakauan terpidana selama di dalam tahanan. Bukan karena ada main antara petugasnya dengan napi.
“Kami harus hati-hati, ya, bahwa kalau ada yang main-main dengan remisi dengan uang dan lain-lain, maka dia akan berhadapan dengan saya,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain