2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40357

Butuh Waktu 7 Bulan Bagi KPK Untuk Menahan Waryono Karno

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Sekretaris Jendral Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Waryono Karno terkait kasus dugaan korupsi dalam kegiatan sosialisasi, sepeda sehat dan perawatan gedung Kantor Sekretariat ESDM tahun 2012.
Penyidik KPK perlu menunggu waktu selama tujuh bulan, setelah Waryono ditetapkan sebagai tersangka pada 17 Mei 2014, hingga menjebloskan Waryono ke Rumah Tahanan Guntur pada Kamis (18/12) malam.
Lantas apa yang menyebabkan begitu lamanya waktu yang dibutuhkan KPK untuk memutukan menahan Waryono?. Juru Bicara KPK sekaligus Deputi Pencegahan Johan Budi mengatakan, hal tersebut merupakan kewenangan pihak penyidik. 
“Kewenangan pihak penyidik,” kata Johan Budi ketika dikonfirmasi oleh Aktual.co, Jumat (19/12).
Namun yang pasti menurut Johan, ketika penyidik memutuskan untuk menahan Waryono, lantaran penyidik memiliki alasan subyektif dan obyektif. 
“Ditakutkan menghilangkan alat bukti, dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi perbuatan yang serupa dan memperngaruhi saksi,” papar Johan.
Waryono akan ditahan di Rutan Guntur untuk dua puluh hari kedepan terhitung sejak tanggal 18 Desember 2014. Sebelum ditahan, dalam dua pekan sebelumnya, Waryono hampir setiap hari dipanggil KPK untuk terus digali informasi soal kasus korupsi tersebut.
Waryono sebenarnya tersangka korupsi untuk dua perkara, sebelum ditetapkan sebagai tersangka kegiatan sosialisasi, sepeda sehat dan perawatan gedung, KPK lebih dulu menetapkan Waryono sebagai tersangka dalam kasus dugaan menerima pemberian hadiah atau janji terkait kegiatan di Kementrian ESDM pada 16 Januari 2014.
Penetapan Waryono sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi tersebut merupakan hasil pengembangan kasus dugaan suap yang menjerat mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, dan menurut Johan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain.
“Kasus ini pengembangan kasus SKK Migas, dan ada tersangka ke Meteri ESDM dan masih belum usai dengann dugaan adanya pemberian gratifikasi tersebut, Jadi belum berhenti sampai WK.
Selain itu, menurut Johan, dakwaan atas dua perkara yang menjerat Waryono akan disatukan. “kemungkinan perkara ini dakwaannya akan disatukan,” kata Johan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Butuh Waktu 7 Bulan Bagi KPK Untuk Menahan Waryono Karno

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Sekretaris Jendral Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Waryono Karno terkait kasus dugaan korupsi dalam kegiatan sosialisasi, sepeda sehat dan perawatan gedung Kantor Sekretariat ESDM tahun 2012.
Penyidik KPK perlu menunggu waktu selama tujuh bulan, setelah Waryono ditetapkan sebagai tersangka pada 17 Mei 2014, hingga menjebloskan Waryono ke Rumah Tahanan Guntur pada Kamis (18/12) malam.
Lantas apa yang menyebabkan begitu lamanya waktu yang dibutuhkan KPK untuk memutukan menahan Waryono?. Juru Bicara KPK sekaligus Deputi Pencegahan Johan Budi mengatakan, hal tersebut merupakan kewenangan pihak penyidik. 
“Kewenangan pihak penyidik,” kata Johan Budi ketika dikonfirmasi oleh Aktual.co, Jumat (19/12).
Namun yang pasti menurut Johan, ketika penyidik memutuskan untuk menahan Waryono, lantaran penyidik memiliki alasan subyektif dan obyektif. 
“Ditakutkan menghilangkan alat bukti, dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi perbuatan yang serupa dan memperngaruhi saksi,” papar Johan.
Waryono akan ditahan di Rutan Guntur untuk dua puluh hari kedepan terhitung sejak tanggal 18 Desember 2014. Sebelum ditahan, dalam dua pekan sebelumnya, Waryono hampir setiap hari dipanggil KPK untuk terus digali informasi soal kasus korupsi tersebut.
Waryono sebenarnya tersangka korupsi untuk dua perkara, sebelum ditetapkan sebagai tersangka kegiatan sosialisasi, sepeda sehat dan perawatan gedung, KPK lebih dulu menetapkan Waryono sebagai tersangka dalam kasus dugaan menerima pemberian hadiah atau janji terkait kegiatan di Kementrian ESDM pada 16 Januari 2014.
Penetapan Waryono sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi tersebut merupakan hasil pengembangan kasus dugaan suap yang menjerat mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, dan menurut Johan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain.
“Kasus ini pengembangan kasus SKK Migas, dan ada tersangka ke Meteri ESDM dan masih belum usai dengann dugaan adanya pemberian gratifikasi tersebut, Jadi belum berhenti sampai WK.
Selain itu, menurut Johan, dakwaan atas dua perkara yang menjerat Waryono akan disatukan. “kemungkinan perkara ini dakwaannya akan disatukan,” kata Johan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Aktivitas Vulkanik Gamalama Masih Meningkat

Jakarta, Aktual.co — Akktivitas vulkanik Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), masih menunjukkan peningkatan dan statusnya telah dinaikkan dari Waspada ke Siaga sejak Kamis (18/12) malam.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama, Darno Lamane mengatakan bahwa pada Jumat (19/12) ini masih terjadi gempa tremor, gempa vulkanik dan hembusan tipis abu vulkanik.
Pihaknya belum bisa memastikan apakah aktivitas vulkanik gunung setinggi 1.700 meter dari permukaan laut itu akan mengalami peningkatan atau penurunan dalam beberapa waktu ke depan, namun Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama terus melakukan pemantauan.
Dia menambahkan, masyarakat di lereng Gunung Gamalama masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa, tetapi tidak boleh berada dalam radius 2,5 km dari kawah gunung itu.
Masyarakat di Kota Ternate juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak percaya dengan informasi yang tidak benar terkait erupsi Gunung Gamalama. Namun warga diminta tetap waspada karena aktivitas vulkanik Gunung Gamalam sulit diperkirakan.
Sementara itu, dampak dari erupsi Gunung Gamalama yang terjadi sejak Kamis malam belum terlalu mengganggu aktivitas masyarakat Ternate, kecuali penutupan Bandara Babullah Ternate untuk aktivitas penerbangan sejak pukul 09.00 WIT sampai batas waktu belum ditentukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Aktivitas Vulkanik Gamalama Masih Meningkat

Jakarta, Aktual.co — Akktivitas vulkanik Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), masih menunjukkan peningkatan dan statusnya telah dinaikkan dari Waspada ke Siaga sejak Kamis (18/12) malam.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama, Darno Lamane mengatakan bahwa pada Jumat (19/12) ini masih terjadi gempa tremor, gempa vulkanik dan hembusan tipis abu vulkanik.
Pihaknya belum bisa memastikan apakah aktivitas vulkanik gunung setinggi 1.700 meter dari permukaan laut itu akan mengalami peningkatan atau penurunan dalam beberapa waktu ke depan, namun Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama terus melakukan pemantauan.
Dia menambahkan, masyarakat di lereng Gunung Gamalama masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa, tetapi tidak boleh berada dalam radius 2,5 km dari kawah gunung itu.
Masyarakat di Kota Ternate juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak percaya dengan informasi yang tidak benar terkait erupsi Gunung Gamalama. Namun warga diminta tetap waspada karena aktivitas vulkanik Gunung Gamalam sulit diperkirakan.
Sementara itu, dampak dari erupsi Gunung Gamalama yang terjadi sejak Kamis malam belum terlalu mengganggu aktivitas masyarakat Ternate, kecuali penutupan Bandara Babullah Ternate untuk aktivitas penerbangan sejak pukul 09.00 WIT sampai batas waktu belum ditentukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Intensitas Hujan Tinggi, Warga Sumut Diimbau Waspada Longsor

Medan, Aktual.co — Curah hujan di wilayah Provinsi Sumatera Utara mengalami peningkatan intensitas, sehingga warga diiimbau mewaspadai potensi banjir dan longsor.
“Kita menghimbau dan memberikan peringatan dini, agar masyarakat waspada,” kata staf BMKG Wilayah I Sumut, Rika kepada Aktual.co di Medan, Jumat (19/12).
Menurutnya, hujan deras masih akan terus terjadi secara merata hampir diseluruh daerah di Sumatera Utara. “Hujannya merata dan akan berlangsung tiga hingga empat hari kedepan,” kata dia.
Sebelumnya, banjir melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara akibat hujan deras yang mengguyur. Wilayah yang terkena banjir diantaranya Kota Medan dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Di Kota Medan, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Warga pun mengungsi kelokasi-lokasi aman. Sementara di Kabupaten Tapanuli Tengah, banjir telah terjadi Minggu (14/12) kemarin. Selain disebabkan hujan deras, banjir juga dipicu jebolnya tanggul air sungai aek Sirahar di Kecamatan Barus. 

Artikel ini ditulis oleh:

Intensitas Hujan Tinggi, Warga Sumut Diimbau Waspada Longsor

Medan, Aktual.co — Curah hujan di wilayah Provinsi Sumatera Utara mengalami peningkatan intensitas, sehingga warga diiimbau mewaspadai potensi banjir dan longsor.
“Kita menghimbau dan memberikan peringatan dini, agar masyarakat waspada,” kata staf BMKG Wilayah I Sumut, Rika kepada Aktual.co di Medan, Jumat (19/12).
Menurutnya, hujan deras masih akan terus terjadi secara merata hampir diseluruh daerah di Sumatera Utara. “Hujannya merata dan akan berlangsung tiga hingga empat hari kedepan,” kata dia.
Sebelumnya, banjir melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara akibat hujan deras yang mengguyur. Wilayah yang terkena banjir diantaranya Kota Medan dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Di Kota Medan, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Warga pun mengungsi kelokasi-lokasi aman. Sementara di Kabupaten Tapanuli Tengah, banjir telah terjadi Minggu (14/12) kemarin. Selain disebabkan hujan deras, banjir juga dipicu jebolnya tanggul air sungai aek Sirahar di Kecamatan Barus. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain