2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40363

Modal Sangat Berharga yang Diberikan Allah SWT kepada Manusia

Jakarta, Aktual.co — Allah SWT memberikan dua  modal yang paling utama. Modal itu sangat berharga, hingga tak ternilai harganya. Keduanya sangat berperan penting dalam hidup kita. Bila kita menggunakan keduanya, maka segala tantangan kehidupan ini akan mudah untuk dipecahkan. Apa sajakah modal utama tersebut?

Modal itu adalah “hati dan otak”. Di dalam hati harus dipenuhi dengan Iman. Karena imanlah yang membuat kita mampu berdiri tegak. Karena iman yang tangguhlah seseorang berani berbuat apapun. Dan karena imanlah, seseorang meyakini apa yang di luar nalarnya.

Begitu pula dengan otak. Otak kita harus terisi pula dengan akal yang cerdas. Akal adalah alat untuk mencari jalan di setiap kesulitan. Akal adalah kunci jawaban di setiap persoalan. Karena itu, kita hanya butuh waktu beberapa saat saja untuk mefokuskan pikirannya hingga akalnya maksimal dan menghasilkan ide-ide brillian untuk menyelesaikan kesempitan dan persoalan hidupnya.

Serumit apa pun persoalan dalam hidup kita, kita cukup mengalokasikan waktu satu atau dua jam untuk berpikir (tafakkur). Lalu, otak pun dimaksimalkan untuk berpikir mencari ide penyelesaian masalah. Iman pun dikuatkan tentang keyakinan pada Allah SWT. Maka Insya Allah dalam waktu satu hingga dua jam, kita akan mendapatkan ide yang diinginkan.

Sebuah ide cerdas mampu membuat kita terperangah. Seolah-olah kita tidak percaya bahwa kita akan bisa memperoleh ide sedemikian hebatnya.

Oleh karena itu, beriman dan berpikirlah. Gunakanlah anugerah yang telah Allah SWT berikan dengan baik. Karena dengan begitu, seberat apapun tantangan maupun ujian yang kita terima, Insya Allah kita akan mampu mengatasinya.
(Sumber: Islam Pos)

Artikel ini ditulis oleh:

Dalami Kasus Haji, KPK Periksa Eks Ketua Tim Perumahan Haji Kemenag

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri dugaan penyelewengan pengadaan pemondokan jamaah haji di Kementerian Agama 2012-2013 dengan tersangka bekas Menteri Agama Suryadharma Ali.
Dalam penelusuran itu, KPK memanggil bekas Ketua Tim Perumahan Haji Kementerian Agama Supardi dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penyelenggaraan haji di Kementerian Agama 2012-2013.
“Yang bersangkutan diperiksa untuk SDA (Suryadharma Ali),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi Priharsa Nugraha di Jakarta, Jumat (19/12).
Pada Kamis (18/12) KPK sudah memeriksa bekas Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Slamet Ryanto dalam kasus yang sama.
“Cuma ditanyakan bagaimana mekanisme soal penyewaan rumah, penyewaan di Mekkah,” kata Slamet.
Pengadaan penginapan tersebut menurut Slame berdasarkan aturan di Arab Saudi. “Kalau dalam aturan kita, mengikuti aturan di Arab Saudi, kalau di sana itu ada yang namanya ta’limatul haj, artinya berlaku peraturan soal haji,” tambah Slamet.
KPK menduga ada pelanggaran dalam beberapa pokok anggaran, yaitu Badan Penyelenggara Ibadah Haji, pemondokan, hingga transportasi di jamaah haji di Arab Saudi yang mencapai Rp1,1 triliun pada 2012-2013.
Suryadharma Ali diduga mengajak keluarganya, unsur di luar keluarga, pejabat Kementerian Agama hingga anggota DPR untuk berhaji padahal kuota haji seharusnya diprioritaskan untuk masyarakat yang sudah mengantre selama bertahun-tahun.
Di dalam rombongan, selain Suryadharma Ali, ada juga mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Irgan Chairul Mahfiz dan mantan anggota Komisi X dari Fraksi PPP Reni Marlinawati, istri Suryadharma, Wardhatul Asriah dan menantunya Rendhika Deniardy Harsono hingga total ada 34 orang dalam rombongan yang diangkut PT Al Amin Universal.
Suryadharma Ali dari PPP itu menjadi tersangka berdasarkan sangkaan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 65 KUHP.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Dalami Kasus Haji, KPK Periksa Eks Ketua Tim Perumahan Haji Kemenag

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri dugaan penyelewengan pengadaan pemondokan jamaah haji di Kementerian Agama 2012-2013 dengan tersangka bekas Menteri Agama Suryadharma Ali.
Dalam penelusuran itu, KPK memanggil bekas Ketua Tim Perumahan Haji Kementerian Agama Supardi dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penyelenggaraan haji di Kementerian Agama 2012-2013.
“Yang bersangkutan diperiksa untuk SDA (Suryadharma Ali),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi Priharsa Nugraha di Jakarta, Jumat (19/12).
Pada Kamis (18/12) KPK sudah memeriksa bekas Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Slamet Ryanto dalam kasus yang sama.
“Cuma ditanyakan bagaimana mekanisme soal penyewaan rumah, penyewaan di Mekkah,” kata Slamet.
Pengadaan penginapan tersebut menurut Slame berdasarkan aturan di Arab Saudi. “Kalau dalam aturan kita, mengikuti aturan di Arab Saudi, kalau di sana itu ada yang namanya ta’limatul haj, artinya berlaku peraturan soal haji,” tambah Slamet.
KPK menduga ada pelanggaran dalam beberapa pokok anggaran, yaitu Badan Penyelenggara Ibadah Haji, pemondokan, hingga transportasi di jamaah haji di Arab Saudi yang mencapai Rp1,1 triliun pada 2012-2013.
Suryadharma Ali diduga mengajak keluarganya, unsur di luar keluarga, pejabat Kementerian Agama hingga anggota DPR untuk berhaji padahal kuota haji seharusnya diprioritaskan untuk masyarakat yang sudah mengantre selama bertahun-tahun.
Di dalam rombongan, selain Suryadharma Ali, ada juga mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Irgan Chairul Mahfiz dan mantan anggota Komisi X dari Fraksi PPP Reni Marlinawati, istri Suryadharma, Wardhatul Asriah dan menantunya Rendhika Deniardy Harsono hingga total ada 34 orang dalam rombongan yang diangkut PT Al Amin Universal.
Suryadharma Ali dari PPP itu menjadi tersangka berdasarkan sangkaan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 65 KUHP.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Feri Malaysia Express Bocor, Basarnas Evakuasi Penumpang

Jakarta, Aktual.co — Badan SAR Nasional Pekanbaru menerjunkan 15 orang menggunakan Kapal Negara (KN) 216 untuk ikut mengevakuasi 172 penumpang feri Malaysia Express yang bocor di wilayah Pulau Babi, Kabupaten Bengkalis, Riau.
“Seluruhnya berhasil dievakuasi termasuk anak buah kapal dan nakhoda,” kata Humas Basarnas Pekanbaru Kukuh Widodo, di Pekanbaru, Jumat (19/12).
Para penumpang dan ABK serta nakhoda kapal tersebut dievakuasi ke Pelabuhan Penumpang Pelindo Dumai, sejak Kamis (18/12) sekitar pukul 18.20 WIB.
Kukuh menyebutkan, evakuasi dilakukan dengan menggunakan sejumlah kapal, selain Kapal Indomal Express juga menggunakan Kapal Basarnas.
Kapal feri Malaysia Express mengalami kebocoran di bagian sablong atau sarang gardan sehingga kapten kapal membawa kapal tersebut ke tepian pulau untuk dikandaskan.
“Pengandasan kapal ke Pulau Babi, Kecamatan Rupat, untuk menghindari masuknya air ke lambung kapal sehingga berpotensi menenggelamkan kapal,” katanya.
Sampai saat ini evakuasi penumpang telah selesai dilakukan, dibantu dengan aparat kepolisian dan masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh:

Feri Malaysia Express Bocor, Basarnas Evakuasi Penumpang

Jakarta, Aktual.co — Badan SAR Nasional Pekanbaru menerjunkan 15 orang menggunakan Kapal Negara (KN) 216 untuk ikut mengevakuasi 172 penumpang feri Malaysia Express yang bocor di wilayah Pulau Babi, Kabupaten Bengkalis, Riau.
“Seluruhnya berhasil dievakuasi termasuk anak buah kapal dan nakhoda,” kata Humas Basarnas Pekanbaru Kukuh Widodo, di Pekanbaru, Jumat (19/12).
Para penumpang dan ABK serta nakhoda kapal tersebut dievakuasi ke Pelabuhan Penumpang Pelindo Dumai, sejak Kamis (18/12) sekitar pukul 18.20 WIB.
Kukuh menyebutkan, evakuasi dilakukan dengan menggunakan sejumlah kapal, selain Kapal Indomal Express juga menggunakan Kapal Basarnas.
Kapal feri Malaysia Express mengalami kebocoran di bagian sablong atau sarang gardan sehingga kapten kapal membawa kapal tersebut ke tepian pulau untuk dikandaskan.
“Pengandasan kapal ke Pulau Babi, Kecamatan Rupat, untuk menghindari masuknya air ke lambung kapal sehingga berpotensi menenggelamkan kapal,” katanya.
Sampai saat ini evakuasi penumpang telah selesai dilakukan, dibantu dengan aparat kepolisian dan masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Pergantian Tahun, Warga Pekalongan Diimbau Tak Konvoi

Jakarta, Aktual.co — Jelang pergantian tahun baru, warga diimbau agar tidak berkonvoi kendaraan di jalur pantai utara. Hal tersebut untuk mengindari penumpukan arus lalu lintas sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Kepala Polresta Pekalongan AKBP Lutfhie Sulistiawan mengatakan, pihaknya tidak akan segan-segan melakukan tindakan dengan memberikan bukti pelanggaran (tilang) pada pengendara melakukan pelanggaran.
“Kami akan langsung menindak dengan memberikan tilang kepada pengendara yang berkonvoi yang membahayakan keselamatan jiwa di jalur pantura. Konvoi kendaraan selain membahayakan diri sendiri dan orang lain,” kata dia di Pekalongan, Jumat (19/12). 
Dia mengatakan untuk mengantisipasi ketertiban lalu lintas di jalan raya, polres akan menerjunkan sejumlah petugas dari satuan lalu lintas dan sabhara di lokasi titik tertentu.
“Kami akan menyiagakan puluhan petugas di perbatasan jalur pantura Batang-Pekalongan, pertigaan Pacar, pertigaan Tirto, serta perempatan jalan raya Ponolawen,” ujarnya.
Dia berharap perayaan malam tahun baru 2015 akan berlangsung tertib dan aman.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain